Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 34


__ADS_3

Jam seakan seperti dentuman horor yang terdengar menakutkan bagi Kanaya, ia gugup hingga saat berjalan ia menabrak meja sofa kamarnya.


'Oh ... Nay, kontrol dirimu, baru beberapa saat Ilyas keluar dari apartemen nya, kau sudah mulai takut begini , kau sudah terlalu dalam meletakkan hatimu dalam pernikahan ini Nay ...'


Bathin Kanaya, Kanaya terduduk di lantai, ia memeluk lututnya sendiri.


"Ya, aku mulai menyukai Ilyas, apakah salah ... ! dia selalu memberikan perhatian yang membuat ku tertarik padanya, dia yang memberiku harapan agar selalu bertahan dengannya, lalu ... apakah aku salah jika aku berharap ... ! aku ingin memperjuangkan pernikahan ini, aku menginginkannya lebih, apakah aku salah ... katakan ... apakah aku salah ?" ucap Kanaya marah lada dirinya sendiri


"Tapi saat ini ... saat ini ia sedang menemui kekasih nya, apakah aku masih ada harapan ... ? seharusnya aku menerima ajakannya " hiks ... hiks ... hiks


Tangis Kanaya akhirnya pecah, ia ingin pura-pura kuat, agar ia bisa melewati semua nya dengan baik, tapi ... sekuat-kuatnya seorang wanita jika di hadapkan dengan masalah perasaan pasti akan rapuh juga.


*****


Sedangkan Ilyas sudah sampai di sebuah cafe yang mana sudah di sewa oleh Lola untuk dirinya dan juga Ilyas, tempat itu adalah tempat favorit mereka dulu , tepat nya mereka bertiga, Ilyas, Lola dan Lilu.


Cafe kini di hias dengan sebegitu indah dengan lagu romantis.


Tentu Ilyas merasa tidak nyaman dengan suasana ini.


Saat Ilyas masuk, tercium aroma masa lalunya, aroma yang selalu ia rindukan selama ini.


Ruangan itu sepi hanya tersisa saru meja yang terlihat sesosok wanita duduk dengan cahaya remang.


Ilyas yakin, Lola lah yang mengatur segalanya, Ilyas tidak menginginkan suasana ini. Hanya saja ia tetap harus bertemu dengan Lola.


Melihat sosok yang di nanti sudah datang, Lola langsung berdiri dan menyambut nya.


"Kau sudah datang, duduklah ... !" Lola kini memasang wajah seperti beberapa tahun yang lalu.


Penampilan nya pun sama namun ... Ilyas memilih abai dengan semua perubahan itu.


Melihat Ilyas yang hanya diam, Lola memanggil pelayan untuk menyediakan mereka beberapa makanan dan minuman

__ADS_1


Tentu pelayan itu sudah utusan Lola tadi.


Semoga Ilyas tidak menjadi pria bodoh ya.


"Lola, semua ini sudah kau atur bukan ... ? tidak kah kau merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini ... ?" ucap Ilyas


"Yas, malam ini adalah malam pertama perjumpaan kita setelah sekian lama tidak bertemu, tidak kah kita harus menikmati dan merayakan malam ini, bukankah kau sudah begitu lama menunggu saat ini" ucap Lola seraya ingin mengambil tangan Ilyas, Namun dengan segera Ilyas menjauhkan tangannya.


"Mungkin kau benar, tapi itu dulu ... saat aku bodoh mengenali seseorang, Lola kau datang terlambat ... sekarang aku sudah beristri, aku kemari hanya ingin mengatakan kalau kau sudah sukses mendatangkan sosok baru dalam hidupku" ucap Ilyas yang kini berdiri dari duduknya.


Ilyas berjalan mendekati jendela cafe, melihat banyaknya orang yang masih berlalu lalang dijalanan.


"Yas, aku sudah kembali ... aku sudah ada di hadapan mu, tinggalkan dia yang tidak kau cintai" ucap Lola


"Tapi dia begitu tulus memberiku perhatian, perhatian yang selama ini ku harapkan darimu, tapi kau ... kau meninggalkanku si saat aku terlalu mencintaimu, Lola pernahkah kau memikirkan perasaan ku saat itu ... " ucap Ilyas menahan luka.


"Aku tahu Yas, aku tahu aku salah ... tidak bisakah kita memperbaikinya ... ?" ucap Lola menyentuh lengan Ilyas


"Sudah terlambat Lola ... sebelum kau memutuskan pergi ... tidak kah kau berfikir akan akibatnya ... kau meninggalkanku di saat aku masih merasa kehilangan Lilu, kau pergi di saat aku benar-benar sangat membutuhkan mu" ucap Ilyas


Ilyas tersenyum mendengar perkataan Lola.


"Lola ... aku tidak tahu ... kalau kau memiliki rasa percaya diri sebesar itu, setelah kau pergi tanpa pamit dan tak memberi kabar, apakah aku harus mencarimu ... ? apakah di dunia ini sudah tidak ada wanita lain ... ?" Ilyas berkata Seraya melirik Lola dengan senyuman mengejek nya.


"Yas ... dengarkan aku ... ! kita saling mencintai ... aku tidak perduli kalau kau sekarang punya istri yang jelek, kau hanya menikahinya karena ingin membuat ku marah kan ...?" ucap Lola


"Jika istri ku jelek, lalu bagaimana artian cantik menurut mu ... !" ucapan telak untuk Lola membuat Lola sadar, bahwa informasi yang ia dapat adalah salah.


"Aku tidak perduli Yas, kau hanya milikku ... ya ... hanya milik Lola" ucap Lola


"Itulah keistimewaan bagimu Lola, kau selalu melakukan apapun yang kau sukai, tanpa merasa bersalah dengan apa yang kau lakukan, aku hanya ingin mengatakan, bahwa ... kedatangan mu sudah tidak di butuhkan lagi, kembalilah menghilang seperti dulu" ucap Ilyas yang langsung ingin beranjak pergi,namun di cegah oleh Lola.


"Tunggu Yas, kau belum mencicipi makanan dan minuman nya, tidak kah kau menghargaiku ... ?" ucap Lola dengan mata yang berkaca.

__ADS_1


Ilyas menghembuskan nafas kasarnya. ia terpaksa duduk, itu adalah senyuman Lola karena merasa ada harapan.


Namun ternyata ... Ilyas duduk di kursi Lola dan membuat Lola duduk di kursi Ilyas.


Ilyas pun menikmati makanan yang ada di hadapannya dan juga minumannya.


Sedangkan Lola hanya diam mematung melihat Ilyas.


"Kenapa kau tidak makan ... ? apakah dimakanan itu sudah kau campur obat ... ? itu sudah basi Lola ..." ucap Ilyas.


"Tidak ... tidak ada apapun di makanan ini, aku ... aku hanya ingin kau beri kesempatan " ucap Lola gugup


"Cukup sekali saja, aku merasa kecewa ..., kita simpan saja cerita cinta di masa lalu" ucap Ilyas seraya mengusap bibirnya dengan tisu.


"Yas, ... kau sudah mau pergi ... ? tidak kah kau akan menemani ku malam ini ... ?" tanya Lola dengan air mata yang sudah jatuh.


"Maafkan aku Lola, istriku sudah menunggu sekarang" ucap Ilyas


"Tapi ... hanya malam ini saja ... istrimu ... dia ...dia hanya pengganti ku kan ... tidak kau memberi ku peran demi masa lalu kita" ucap Lola yang tidak menyerah.


"Jika bukan karena dia ... mana mau aku bertemu lagi denganmu, seharusnya kau berterima kasih pada istrimu, karena telah membuat kan janji malam ini untuk kita" ucap Ilyas dengan senyuman nya


"Maksud mu ... kapan aku dan istrimu bertemu ... kau jangan buat alasan dan membuat cerita baik tentang istrimu " ucap Lola emosi karena bagi Lola, dia tidak pernah Bertemu sama sekali dengan istrinya Ilyas.


"Istriku adalah Sekertaris ku, wanita yang ingin kau pecat tadi pagi adalah istri Ilyas Hakim" ucap Ilyas yang kini langsung pergi dari hadapan Lola


Ilyas menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Lola


"Pergilah baik-baik seperti dulu, jangan biarkan Jav memperlihatkan keburukan mu di hadapan ku, jika aku sampai tahu keburukan mu, jangan salahkan aku jika aku tidak lagi menghargai hubungan kita di masa lalu"


Deg ...


Deg ...

__ADS_1


Deg ...


__ADS_2