
klien Ilyas tersenyum mendengar jawaban Ilyas yang setelah beberapa saat terkejut.
"Wah, aku baru tahu Tuan, maafkan aku ... aku kira dia masih singel" ucap kliennya Ilyas dengan senyum yang sedikit kecewa.
Beberapa saat mereka fokus dengan urusan bisnis, namun ... kliennya Ilyas masih suka curi pandang pada Kanaya, menyadari itu Ilyas mengepalkan tangannya.
'Jika Kecantikan nya malah membuat ku emosi begini, ah mending ku biarkan saja dia seperti yang lalu, Kanaya ... setelah ini kau akan ku penjarakan saja ' bathin Ilyas saat menatap Klein nya yang menatap Kanaya
Pertemuan itu telah selesai, Akhirnya Kanaya dan Ilyas pun bernafas lega saat berkas sudah di tanda tangani.
"Kita langsung pulang, kembali ke perusahaan akan sia-sia juga" ucap Ilyas seraya melihat ke arah Kanaya yang bersandar
"Mas kenapa tadi ... ? Apakah mas marah ... ?" ucap Kanaya seraya juga melihat kearah Ilyas
"Dia menyukai mu, suami mana yang tidak marah jika istri nya di liatin terus sama pria lain" ucap Ilyas
"Maafkan aku, lain kali aku tidak ikut " ucap Kanaya
Mendengar kata itu, Ilyas mengusap kepala Kanaya lembut.
Seharusnya Ilyas bangga kalau istrinya ada yang mengagumi, tapi ... rasa cemburunya yang lebih tinggi.
*****
Malam telah tiba, Safira sudah berdandan dengan begitu cantik, ia sedang menunggu Riswan untuk menjemput nya.
"Anak Ibu mau kemana ... ? tumben dandan dengan begitu cantik ... ?" ucap sang Ibu
"Mau keluar Bu, sama teman" ucap Safira
"Teman apa kekasih ... ?" goda sang Ibu
"Teman Bu ... doakan saja ... semoga jadi kekasih nantinya" ucap Safira dengan senyum-senyum.
"Anak Ibu sudah besar, semoga jodoh ya Nak ... baiklah ... lain kali perkenalkan sama Ayah dan Ibu" ucap Ibunya Safira
Saat Safira masih berbincang dengan Ibunya, suara deru mobil terdengar oleh Safira dan Ibunya.
"Ibu, dia sudah datang " ucap Safira
"Hati-hati, jangan terlalu malam pulangnya" ucap sang Ibu Safira saat melihat Putrinya sudah mendekati mobil Riswan
"Sudah lama ya menunggu nya ... ?" ucap Riswan
"Tidak juga kak," jawab Safira seraya duduk di samping kursi Riswan.
__ADS_1
Mobil itupun melaju meninggalkan halaman rumah Safira
"Mau di mana ... ?" tanya Riswan
"Di Taman Cempaka kayaknya ada tempat makan yang bagus deh kak, bagaimana kalau di sana saja" ucap Safira
"Baiklah, malam ini kau Nona nya, aku akan membawamu kemana saja" ucap Riswan dengan senyum ramahnya
Safira tersenyum saat mendengar ucapan Riswan, dan senyumannya itu yang membuat Safira selalu terpesona
Meski Safira tahu, Riswan mencintai Kanaya, tapi Safira tahu ... Riswan akan segera melupakan cintanya yang sudah di miliki oleh pria lain, dan juga Kanaya tidak mungkin akan menatap Riswan dengan adanya Ilyas di sisinya.
Safira kenal betul akan sifat Kanaya,ia pantang untuk berkhianat, baik dalam hubungan asmara ataupun persahabatan, tanpa Riswan dan Kanaya sadari, Safira sudah terpesona dengan sikap Riswan dari dulu, sehingga kini saat Kanaya sidah menikah, Safira merasa ada harapan untuk dirinya bisa dekat dengan Riswan.
"Akhirnya sampai juga" ucao Riswan
Dan suara Riswan menyadari akan lamunan Safira
"eh sudah sampai ya kak ... " ucap Safira
"Tunggu, biar aku yang bukakan " ucao Riswan, yang langsung turun dan membuka kan pintu untuk Safira
"Terimakasih Kak" ucap Safira
"Sama-sama ayo ... " icao Riswan seraya mengulurkan tangannya,Dengan senang hati Safira memberikan tangannya pada Safira
"Kakak pesan apa ... ?" tanya Safira seraya melihat menu makanannya
"Aku sama dengan mu saja " ucao Riswan
"Baiklah ... " ucap Safira, lalu memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan dan minuman nya.
Safira dan Riswan sama-sama menikmati pemandangan di rumah makan terbuka.
"Mau sering kemari ... ?" tanya Riswan
"Ini pertama kalinya kak hehehe ini juga kata teman-teman " ucap Safira dengan senyuman nya
Riswan hanya manggut-manggut tanda mengerti
Tidak butuh waktu yang lama, pesanan mereka pun sudah datang.
"Biar aku yang potong kan " ucap Riswan
Riswan pun membantu Safira untuk memotong kan daging, tentu perhatian kecil itu menambah kan rasa dalam hati Safira yang emang sudah tertarik pada Riswan
__ADS_1
'Oh Tuhan ... jika aku bisa menghentikan waktu, akan ku buat waktu berhenti saat ini jiga, dia lelaki yang aku inginkan menjadi kekasih dalam hidupku, meski aku tahu ... ia masih menyimpan nama orang lain, tapi izinkan namaku menggantikan namanya' bathin Safira seraya terus menatap wajah Riswan
"Sudah, makanlah" ucap Riswan seraya mendekatkan piring berisi daging itu kehadapan Safira
"Terimakasih kak" ucap Safira dengan tersenyum
"Sama-sama " balas Riswan seraya tersenyum pada Safira
'Terimakasih Fir, aku tahu ... kau melakukan hal ini hanya demi aku agar bisa melupakan Kanaya, di saat aku terpuruk kau ada di dekatku, terimakasih ... untuk malam ini' bathin Riswan seraya menatap Safira yang sedang menikmati makanannya..
Riswan tersenyum sendiri kala melihat wajah Safira, wajah yang sangat berbeda dengan Kanaya.
Kanaya dan Safira jika dalam hal lalu, sangat jauh lebih cantik Safira.
Hanya saja, Cinta itu aneh, Riswan malah jatuh hati pada wanita jelek, itu yang membuat Safira menilai Riswan adalah lelaki yang tidak biasa.
Jika Riswan bisa menerima kekurangan Kanaya, sudah pasti Ruswan bisa menerima kekurangan nya juga.
*****
"Mengapa berdiri disini ... ?" tanya Ilyas seraya memeluk Kanaya dari belakang
"Tidak apa-apa mas, Mas ... lihatlah bintang dan bulan saat ini terlihat sangat indah" ucao Kanaya seraya menatap langit
"Kau jauh lebih indah" ucap Ilyas seraya mencium tengkeruk leher Kanaya
Ciuman Ilyas semakin menuntut saat tangan Ilyas juga bermain di balik baju tidur Kanaya, mengelus perut Kanaya, ciumannya bermain di leher belakang Kanaya, memberikan sensasi berbeda.
"mas menginginkan nya ... ?" tanya Kanaya di tengah nafas yang sudah memburu
"Iya sayang, aku sangat menginginkan nya malam ini" ucap Ilyas yang kini membalik kan tubuhnya, memberinya ciuman pada bibir Kanaya.
Skip Ya .... bulan puasa tidak boleh nulis yang Ehem ... ehem wkwkwkwk
*****
Pagi telah tiba, Kanaya terbangun dengan tubuhnya yang terasa sangat lelah, meskipun yang bermain adakah Ilyas, Kanaya juga merasa sangat lelah dan remuk semua.
Beda dengan apa yang Ilyas rasakan, ia merasa tubuhnya terasa enteng saat audah selesai menyalurkan hasr*tnya.
Sedang kan Safira sudah siap menuju ke perusahaan menemui Kakaknya Ilyas.
Apalagi semalam ia sudah mendapatkan suntikan semangat untuk Safira dari Riswan .
"Ibu ... Ayah ... aku pergi dulu ya ... " pamit Safira
__ADS_1
"Hei tunggu, berikan ini dari Ibu untuk Kanaya" ucap sang Ibu seraya memberikan kotak makanan susun untuk Kanaya dan Ilyas
"Ah, baiklah Bu ... kalau begitu, Safira berangkat bu ... " teriak Safira