
Jam sudah menunjukkan pukul 10 dimana Jav dan Kanaya akan melakukan pengecekan secara langsung pada cara kinerja karyawan, karena Kanaya dan Jav memiliki pemikiran yang sama tentang kinerja para karyawan, yang selalu telat memberi laporan, apalagi dengan apa yang di alami Kanaya saat itu, dimana para karyawan malah asik duduk di kantin tanpa ada rasa takut, semua yang Kanaya tahu itu adalah dari bagian divisi keuangan.
Ilyas yang tidak ingin Kanaya dan Jav berduaan, akhirnya juga ikut dalam rencana itu, tentu Kanaya bahagia, karena dengan itu sang suami tahu bagaimana kelakuan karyawannya selama ini.
''Mas yakin akan ikut ...?''tanya Kanaya
''Kenapa ?apa tidak boleh ... ?'' tanya balik Ilyas
''Bukan tidak boleh mas, malah aku senang''ucap Kanaya seraya membereskan berkas yang ada di mejanya
''Ingat ... Jav itu masih single dan kau sudah bersuami, tidak baik berduaan ''ucap Ilyas yang membuat Kanaya tersenyum
''Kenapa malah tersenyum, kau suka berduaan dengan Jav ...?''tanya Ilyas
''Aduh mas ... apa yang mas katakan ... tentu aku senang bersama Tuan Jav, bukankah dari dulu dia memang menyenangkan'' ucap Kanaya yang merasa lucu dengan ucapan suaminya, apakah suaminya cemburu dengan Jav.
Tanpa memperdulikan ucapan sang suami, akhirnya Kanaya pun keluar dari ruangannya yang di ikuti oleh Ilyas di belakangnya. Semua mata karyawan kini fokus dengan dua manusia yang dulunya bagaikan langit dan bumi tapi, kali ini terlihat begitu serasi.
Benar kata pepatah, cantiknya wanita tergantung dengan siapa dia bersanding, Dia akan menjadi ratu jika sang suami menjadikan nya prioritasnya, dan akan menjadi babu jika suami mengabaikannya.
Cantik adalah relatif tapi ... semua itu juga butuh modal bukan hanya polesan bedak bubuk saja.
Sangat dusta jika ada pria yang berkata, Aku mencintaimu apa adanya,tapi jika melihat wanita yang lebih waw ... matanya masih jelalatan.
''Tuan begitulah cara kinerja di bagian divisi keuangan, hanya karena ketua mereka adalah Nona Alina, mereka dengan begitu santai bekerja'' ucap Jav
''Panggil Alina keruangan nanti, apakah mereka sudah menerima peringatan ...?'' tanya Ilyas
''Sudah sangat sering Nona Kanaya memperingati mereka, hanya saja mereka mengabaikan, bahkan dengan berani mencibir Nona'' ucap Jav
Seketika Ilyas melihat ke arah Kanaya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh Kanaya dan Jav
''Panggil juga mereka, semua yang menyepelekan peraturan dan mengatakan hal yang tidak tidak tentang Kanaya panggil juga mereka'' ucap Ilyas dengan nada kesal
Lalu Ilyas membawa Kanaya pergi meninggalkan Jav sendiri.
'Cih, mentang mentang wes bucin, main tinggal saja' bathin Jav saat melihat Ilyas dan Kanaya yang berlalu, tapi bibir Jav tersenyum kala melihat Tuannya sudah benar benar move on dari Lola.
__ADS_1
sedangkan Ilyas membawa Kanaya kembali keruangannya
'Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku ...? mengapa Jav yang tahu tentang mu terlebih dahulu'' ucap Ilyas seraya mengekung tubuh Kanaya di tembok.
''Sekarang kita ada di kantor mas, semua yang ada di kantor adalah urusan pekerjaan, mas juga sibuk dalam pekerjaan, masalah mereka yang bergosip tentang ku adalah hal biasa dalam perusahaan, dan itu sudah terbiasa bagiku, mas'' ucap Kanaya
''Tapi kau istriku sekarang, menghinamu sama saja menghinaku''ucap Ilyas seraya memeluk Kanaya
Entah kenapa Ilyas merasa dadanya terasa sesak mendengar tentang Kanaya yang di remehkan, bahkan Ilyas sudah memberikan Kanaya separuh sahamnya agar semua karyawannya menghormatinya.
''Kau duduklah, aku akan mengubah semua peraturan di kantor, tidak akan baik juga untuk perkembangan perusahaan jika karyawannya tidak disiplin''ucap Ilyas pada Kanaya
''Jangan melakukan hal di luar kebiasaan mu, aku tidak mau menjadi perubahan bagi kenyamanan perusahaan''ucap Kanaya
Ilyas hanya menganggukkan kepalanya namun ... keputusan masih ada dalam kendali Ilyas.
''Kau makan siang dulu ya ... Aku dan Jav akan melakukan rapat''ucap Ilyas
''Aku menunggumu saja''ucap Kanaya
Ilyas pun menelfon Jav untuk membawa semua karyawan keruang rapat terutama Alina.
*****
Riswan kini sedang duduk disebuah cafe dekat kampus Kanaya, tempat dimana ia sering menghabiskan waktu bersama Kanaya.
'Kenapa begitu sulit melupakanmu, maafkan ucapan orang tuaku' bathin Riswan
Mencintai dengan hati bukanlah perkara yang mudah, perlu waktu untuk menghapus nama yang sudah kita lukis di hati.
'Aku yakin, jika kau tahu isi hatiku,hanya saja ... kau memilih abai, apa karena dia yang jauh lebih segalanya dariku ... Nay, jika kau minta cinta, aku bisa memberikan itu untukmu' bathin Riswan
Jika orang berkata, luka tapi tak berdarah,mungkin itulah yang Riswan rasakan.
Mencintai dengan waktu yang lama namun pada akhirnya ... dia menjadi milik orang lain.
Disaat Riswan masih bergelut dengan perasaanya, tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundaknya
__ADS_1
''Merindukan Kanaya ya ...? sama aku juga, bedanya ... kau dengan cintamu aku dengan persahabatanku''ucap wanita itu yang tak lain lagi adalah Safira
''Bukankah kau bilang sudah diterima di perusahaan itu ...?''tanya Riswan
''Kakak benar, hanya saja kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi''ucap Safira
Riswan membenarkan apa yang safira katakan, Kanaya sudah bersuami,ia tida akan sama seperti dulu.
Lama Riswan dan Safira terdiam,akhirnya mereka sama-sama tertawa dengan kebisuan mereka.
''Ha ... ha ... ha ...'' tawa mereka bersamaan
''Nanti malam bisa gak , kakak temani aku jalan, kebetulan aku ingin mentraktir kakak untuk merayakan di terimanya aku bekerja''ajak Safira
''Makan malam ya ... mmmm ... baiklah saya tidak akan menolak rizki''ucap Riswan dengan senyum termanisnya.
Safira tersenyum mendengar dan melihat senyum itu, senyum yang selama ini Riswan berikan pada Kanaya ... kini bisa Safira lihat juga.
*****
Wajah Ilyas sudah jelas memperlihatkan kemarahan,tentu itu juga di rasa oleh semua yang hadir di ruang rapat.
''Jika sebagai ketua Divisi tidak bisa mengatur anggotanya, untuk apa menjadi ketua, dan kalian semua ....! kalian bekerja dengan gaji besar, tapi kerja kalian terlalu santai dan mengabaikan peraturan ....''
Ilyas menjeda ucapannya, ia melihat raut wajah yang sebagian tidak melakukan kesalahan.
''Satu lagi, Kanaya bukan hanya sekedar istriku, dia sekertaris dan juga pemegang saham perusahaan ini, jika dia mau ... dia bisa memecat kalian, dengan banyaknya kesalahan yang kalian lakukan ...!
''Alina ... saya ingin jawabanmu sebagai ketua'' ucap Ilyas
''Tuan benar, Nona Kanaya juga pemegang saham, masalah Karyawan ku membicarakannya, itu tidak termasuk dalam urusan pekerjaan itu adalah hak mereka'' ucap Alina
BRRUUUKKKK ...
Sebuah lemparan berkas hampir saja mengenai wajah cantik Alina
''Benar, jika mereka dalam waktu bebas, tapi mereka melakukan hal itu di jam bekerja, kantin ... apakah jam 9,10,11 adalah jam istirahat ...? dan juga setiap bulan kalian selalu telat mengumpulkan laporan, kinerja kalian sangatlah buruk, jika begitu ALINA ... aku Ilyas akan memecat sebagian karyawan mu, dan segeralah cari pengganti yang lebih bagus, Jav, kau berikan data nama mereka'' ucap Ilyas seraya ingin berlalu, namun Alina menghentikan langkah Ilyas.
__ADS_1