
Riswan yang kini sudah belajar menerima kenyataan bahwa Kanaya memanglah bukan di takdir kan untuknya.
Riswan menatap foto Kanaya yang belum berubah, Badan gemuk, berkacamata dan juga wajah kusam, Namun terlihat senyum yang begitu indah.
Itu yang Riswan suka dari Kanaya.
"Apakah kau benar-benar bahagia dengan pernikahan mu Nay ...? sayangnya kau belum mendengar ungkapan hatiku Nay ... aku mencintaimu ... tidak perduli bagaimana kamu, sayang nya kau berubah dan di miliki olehnya" ucap Riswan
Riswan beluk tahu kalau alasan Kanaya menerima Ilyas selain hutang budinya, juga karena ucapan orang tua Riswan.
Hingga perasaan cinta itu datang dalam hati Kanaya untuk Ilyas.
"Kau masih memikirkan Kanaya ... ? kenapa dulu kau tidak menyatakan nya sih" ucap gadis yang dulu satu mobil dengan Kanaya dan riswan.
"Aku berfikir ... Kanaya hanya untukku" ucap Riswan dengan senyum pahitnya
"Kau jangan terlalu menyalahkan sebelah pihak saja, mungkin jika paman dan bibi tidak mengatakan hal itu pada Kanaya, Kanaya masih memikirkan ulang pernikahan nya dengan Tuan Ilyas" ucap gadis itu yang bernama Amel
"Maksud mu ... ?" tanya Riswan
"Saat itu ... Paman dan Bibi tahu, kalau kakak itu jatuh cinta sama Kanaya, melihat Kanaya yang dulu, Paman dan bibik sangatlah emosi, mereka ingin menantu yang terbaik, bukan seperti Kanaya yang burik" ucap Amel pada Riswan.
"Apa yang Ayah dan Ibu katakan pada Kanaya ...?" tanya Riswan
"Mereka bilang, kalau Kanaya harus pergi jauh dari kehidupan kakak, Kanaya juga tidak pantas untuk Kakak, secara logika kakak tuh tampan dan dari keluarga berada, tapi Kanaya .... udah jelek miskin lagi, begitu pikir paman dan bibi saat itu" ucap Amel
"Kenapa kau baru bilang sekarang ... ?" tanya Riswan dengan kesal
"Kakak tidak nanya, dan juga kakak tidak cari tahu sendiri kan ..." ucap Amel seraya memakan kue yang ada di hadapannya.
Terlihat guratan kesal di wajah tampan Riswan.
Amel yang tahu karakter kakak sepupu nya itu, pasti ia akan marah, Kanaya adalah cinta pertama bagi seorang Riswan.
Entah daya tarik apa yang Kanaya miliki, sehingga membuat Riswan jatuh hati meski dalam penampilan buluk.
"Udah jangan marah, udah kejadian juga kan ...? cari wanita lain itu lebih baik" ucap Amel pada Riswan
"Wanita banyak, hanya saja yang cocok dengan hati kita itu yang sulit " ucap Riswan, seraya meneruskan pekerjaannya.
Amel hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti, Amel menyaksikan sendiri bagaimana perasaan kakak nya itu untuk Kanaya.
"Kau tahu Mel ... sekarang adalah ulang tahunnya, pasti dia lupa ... " ucap Riswan
__ADS_1
"Biasanya aku yang selalu mengingat kannya, dan merayakan nya bersama Safira juga, tapi sekarang ... ?" ucap Riswan sedih
"sudah ... mengapa kakak tidak rayakan saja dengan sahabat kak kanaya su safira itu" usul Riswan
"Apa gunanya, Mel ... kalau tidak ada Kanaya juga" ucap Riswan
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, Sesuai rencana Mama nya, Ilyas memulangkan Kanaya pada jam itu.
"Ayo ... maaf ya ... kau harus menunggu ku ?" ucap Ilyas seraya mengulurkan tangannya pada Kanaya
"Tidak apa-apa, memangnya banyak kesalahan di bagian yang mana Mas ... ?" tanya Kanaya
"Ah itu, di bagian ... di bagian bulan yang lalu kok, ya sudah kau pasti capek ... " ucap gugup Ilyas
Ada beberapa karyawan yang belum pulang, mereka melihat dimana Ilyas merangkul pinggang Kanaya dengan terang-terangan.
Membuat mereka semakin malu pada Kanaya
Wanita uang dulu mereka remehkan ternyata sekarang menjadi istri atasannya.
Ah ... kenaikan apa yang di lakukan oleh Kanaya dalam kehidupan sebelumnya ... mengapa takdirnya begitu bagus, pikir para karyawan.
"Tidak usah, kita akan makan romantis nanti" ucap Ilyas seraya mendekat kan wajahnya pada wajah Kanya
"Selalu itu yang mas katakan" ucap Kanaya dengan malu-malu.
Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya mereka pun sampai di apartemen Ilyas, lalu mereka pun menuju ke lantai dua dimana apartemen Ilyas terletak.
Pintu ruangan pun terbuka, seperti biasa lampu masih mati, Namun betapa terkejutnya Kanaya saat lampu sudah di hidupkan
"Happy Birthday Kanaya ... " ucap beberapa orang yang ada di apartemen Ilyas.
Kanaya menangkap sosok mertuanya yang berada di salah satu kumpulan orang-orang itu, di sana juga terlihat Safira dan kedua orang tuanya.
"Happy Birthday sayang" bisik Ilyas di telinga Kanaya
Kanaya sangat terharu sampai ia tidak visa berkata apapun, tas kerja yang ia pegang terjatuh sendiri.
Ilyas pun tersenyum kala melihat air mata haru yang keluar dari mata sang istri.
"Mas ... ulang tahunku ... " ucap Kanaya
__ADS_1
"Iya, sayang ... selamat ulang tahun ya ....maaf aku telat mengetahuinya, kau tahu ....ini Mama loh yang nyiapin" ucap Ilyas
"Akunjuga ikut bantu" ucap Safira yang kini mendekati Kanaya.
"Selamat ulang tahun ya sayang" peluk Safira.
"Terimakasih" ucap Kanaya
Kanaya pun di bawa oleh Safira untuk mendekati seluruh keluarga yang datang.
"Ma ... " ucap Kanaya
"Selamat ulang tahun ya sayang ... semoga panjang umur, bahagia dan segera berikan Mama cucu yang banyak" ucap sang Mama seraya memeluk kanaya menantunya.
"Terimakasih ... terimakasih Ma ... "
Hanya kata itu yang bisa Kanaya ucapkan.
Disaat mereka berpelukan, Ilyas berdiri di belakang Kanaya dan membelai rambutnya.
"Baiklah ... yang di tunggu sudah datang, kita mulai saja acaranya" ucap Mamanya Ilyas
"Akhirnya ... iya cepetan mulai, aku sudah kelaparan ini" ucap salah satu bibik Ilyas yang lain.
Kanaya dan yang lainnya tersenyum mendengar ucapan wanita yang sedikit gendut itu.
"Ayo sayang ... kita tiup lilin" ajak Mama-nya Ilyas.
Mereka semua pun menyanyikan lagu ulang tahun untuk Kanaya, Kanaya menatap satu-satu wajah mereka hingga wajah mertuanya yang kini selalu tersenyum padanya, dan terakhir pada suaminya yang kini berdiri di sampingnya.
Rasa haru sangat dirasakan oleh Kanaya.
tiup lilinnya ,tiup lilinnya ,tiup lilinnya sekarang juga sekarang ,juga sekarang juga ....
Suara lagu membuatkan ayam meniup lilin yang ada di atas kue.
Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga,sekarang juga sekarang juga ....
Tangan Ilyas membimbing tangan Kanaya untuk memotong kue yang ada di hadapannya, kue pertama Kanya berikan pada suami tercintanya, Ilyas ... kue kedua Ia berikan pada sang Mama mertua, Mama yang ia kira masih tidak menyukainya ... ternyata menyimpan kejutan untuk dirinya.
"Terimakasih Ma ... " ucap Kanaya
"Sama-sama sayang, jadi ... sekarang tugasmu adalah mengganti kan Mama untuk menjaga Ilyas, merawatnya dan mendampingi nya, Ah ... betapa senangnya Mama ... Mama akan berliburan keliling dunia tanpa ada yang menggangu sekarang" ucap Mama Ilyas kegirangan.
__ADS_1