Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
BAB 49


__ADS_3

Kini mereka sudah kembali pada pekerjaan mereka masing-masing.


Jav yang sudah ada di ruangan nya kini juga sudah fokus, begitu juga dengan Ilyas dan Kanaya


"Tuan, ini ada berkas yang harus anda tanda tangani, dan juga perusahaan asing sudah membalas email yang saya kirimkan Tuan" ucap Kanaya yang sudah berdiri di depan meja kerja Ilyas.


Seketika Ilyas meletakkan kaca matanya yang dari tadi ia pakai dan selalu melihat kearah laptop nya.


"Duduklah, jangan berdiri terus" ucap Ilyas


Kanaya pun duduk saat Ilyas mengambil berkas yang tadi ia berikan.


"Bagaimana pendapat mereka" tanya Ilyas


"Mereka setuju dengan materi yang saya kirimkan, mereka ingin kita secepatnya ke perusahaan mereka untuk membicarakan secara langsung kerja sama itu Tuan" ucap Kanaya dengan semangat.


Sedangkan Ilyas terlihat begitu lesu, padahal Awal-awal nya ia tidak merasa selesu ini dalam bekerja.


"Aku bahagia mendengar nya, Nay ... bisa ambilkan aku minyak kayu putih rasanya perutku tidak nyaman sekali" ucap Ilyas pada Kanaya, tentu Kanaya sangat khawatir mendengar hal itu.


Dengan segera Kanaya mencari minyak kayu putih untung sekali Kanaya selalu membawa benda semacam itu.


Sehingga saat Ilyas membutuhkan nya ia dengan segera memberikan nya pada Kanaya


"Bagaimana mas, apakah sudah baikan ... ?"tanya Kanaya


"Mendingan, terimakasih" ucap Ilyas


"Mas istirahat saja ya, biar Kanaya buatkan mas air gula hangat" ucap Kanaya


Benar saja, Kanaya meninggalkan Ilyas di dalam ruang pribadi yang ada dalam ruangan nya untuk membuat kan Ilyas air gula hangat.


Rasa cemas jelas sangat terasa bagi Kanaya, sebenernya apa yang terjadi pada suaminya, tadi siang masih baik-baik saja, kenapa tiba-tiba sakit perut


"Minumlah Mas, dan setelah itu pejamkan matanya mas,"ucap Kanaya


"Terimakasih ya sayang"ucap Ilyas


"Sudah jangan bilang terima kasih terus, aku cemas kalau mas sakit kayak gini"Ucap Kanaya.


Ilyas pun mengikuti saran Dokter dadakannya itu, ia memejamkan matanya dan meninggalkan setumpuk kerjaan nya.


Sedangkan Kanaya sudah serius dengan kerjaan nya saat memastikan Ilyas sudah terlelap.


Jam pulang sudah hampir, karena itulah Kanaya berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat.


Lalu ia menghubungi Jav

__ADS_1


"Tuan Jav, siapkan mobil ya ... Tuan Ilyas sedang tidak enak badan, jadi kami akan pulang lebih awal"ucap Kanaya pada Jav


"Baik Nona"


Meski Jav sangat khawatir pada Ilyas tapi ia tidak ingin lancang pada Kanaya untuk sekedar menanyakan keadaan Ilyas, biarlah nanti ia lihat sendiri keadaan sahabatnya itu.


"Mas bisa jalan sendiri kan ... ?" tanya Kanaya


"Tentu bisa sayang, aku hanya sakit perut, mungkin karena salah makan tadi"ucap Ilyas yang kini sudah berdiri dan keluar dari ruangan nya.


"Kita kerumah sakit saja ya mas?"tanya Kanaya


"Tidak usah, sudah mendingan juga kok, kita pulang saja, jika masih tetap nanti kita panggil dokter kerumah saja" ucap Ilyas


"Baiklah" Kanaya berkata seraya membantu Ilyas berjalan, Kanaya dan Ilyas saking bergandengan namun tetap terlihat jelas bibir pucatnya.


Jav pun membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nona nya.


"Kita kerumah sakit Tuan?" tanya Jav


"Tidak Jav, kita langsung pulang saja, aku mau istriku yang merawat ku" ucap Ilyas yang kini telah bersandar di bahu Kanaya


"Baik Tuan" ucap Jav


Jav pun membawa mobilnya ke kediaman Ilyas.


"Aku masih bisa jalan Jav, kau jangan terlalu khawatir padaku" ucap Ilyas dengan menahan senyum


"Yakin Tuan tidak apa-apa ... ?" tanya Jav memastikan kembali sebelum mereka bertiga masuk ke dalam apartemennya Ilyas.


"Bener Jav, ... ya sudah ayo masuk" ucap Ilyas


"Tuan Ilyas, bisa bantu sebentar untuk menjaga Tuan, saya akan membuat Sup untuk Tuan" ucap Kanaya


"Bisa Nona" jawab Jav


"Terimakasih" ucap Kanaya


Kanaya pun berlalu, Jav membukakan pintu kamar untuk Ilyas


"Kau salah makan apa ... ? kenapa bisa sakit perut?" tanya Ilyas


"Mana aku tahu ... tiba-tiba saja perut ku sakit kayak di lilit itu, padahal aku gak makan apapun, kecuali makanan yang di berikan oleh Safira" ucap Ilyas


"Jangan-jangan kau, eh istrimu hamil, tapi kau yang sakit, kayak karya Author yang berjudul KEBANGKITAN ISTRI TERSAKITI, Si Nona Leona hamil tapi yang merasa mualnya Tuan Tian" ucap Jav yang mana langsung mendapat kan pukulan dari Ilyas


"Kau pria tapi lebih suka baca Novel" ucap Ilyas

__ADS_1


"Kenapa ... ? apa tidak boleh ? seru-seru loh" ucap Jav


"Ya ... terserah kau saja, asal pekerjaan mu selesai semua, mau kau baca novel banyak juga tidak apa-apa" ucap Ilyas


"Hahahahha" tawa Jav terhenti saat pintu kamar Ilyas terbuka, dan ternyata itu adalah Kanaya yang sudah membawa nampan berisi Sup untuk Ilyas


"kak Jav kalau mau makan, udah Nay siapkan di bawah kak" ucap Kanaya seraya meletakkan Nampan itu di atas nakas dulu


"Wah, terimakasih ... kembali ke metode gini, enak ya ... kalau metode kerja ... ah kaku bener, panggil Tuan segala" oceh Jav


"Sudah sana kalau mau makan, keburu dingin nanti" ucap Ilyas


Jav pun keluar dari kamar Ilyas dan kini Kanaya yang duduk di dekat Ilyas.


Ilyas terus menatap Kanaya, ia kefikiran dengan apa yang dikatakan Jav, benarkah Kanaya hamil tapi dirinya yang mengalami sindrom?


'Ah, sialan tuh Jav, karena ucapannya aku malah berfikiran kalau Kanaya hamil' Bathin Ilyas


"Kenapa mas, apakah masih ada yang sakit ... ?" tanya Kanaya


"Tidak, terimakasih ya ... " ucap Ilyas seraya mengelus pipi Kanaya


"Sekarang, mas makan sup nya, agar sakit perut nya berkurang" ucap Kanaya seraya menyuapi Ilyas sup daging ayam yang sudah ia siapkan.


Ilyas pun membuka mulutnya dan menghabiskan sup yang sudah Kanaya buatkan.


Sedangkan di perusahaan, Riswan sudah menunggu Safira di depan perusahaan nya, ia juga sudah mengirim pesan untuk Safira namun ... sudah 10 menit Riswan menunggu, Safira belum kelihatan juga.


Di saat Riswan ingin menghubungi Safira, suara teriakan Safira mengurungkan niatnya.


"Kak ... !" teriak Safira yang mana di sampingnya berdiri kedua teman kerjanya.


"Itu priaku, tampan juga kan ... ?" ucap Safira dengan senyum-senyum.


"Tampan, tapi lebih keren Tuan Jav, yakin mau sama dia, gak mikir ulang gitu ... " ucap teman Safira yang menjadi wartawan tersembunyi


"Perasaan tidak bisa kita paksa untuk langsung beralih, aku menyukainya sudah dari dulu, hanya saja ... aku belum bisa memilikinya, kalian tahu kenapa ... ?" tanya Safira


"Kenapa emangnya?" tanya mereka serempak


"Karena dia menyukai Kanaya, padahal saat itu Kanaya masih gendut, tapi daya tariknya sudah membuat Kak Riswan tertarik padanya, hebat kan dia " ucap Safira


"Kau tidak cemburu ... ?" tanya mereka


"Tidak, karena aku tahu, Kanaya tidak mencintai kak Riswan" ucap Safira


"Baiklah, aku duluan ya ... Tuan Jav untuk kalian saja " ucap Safira seraya berlalu dari sisi teman-temannya

__ADS_1


__ADS_2