
Riswan yang juga mendengar kabar itu, segera menuju ke gudang, dimana di sana ia sudah melihat tubuh Kanaya sudah ada dalam dekapan Ilyas.
Riswan mundur kala melihat sendiri wajah dan tubuh Kanaya, ia sudah jauh beda, bahkan bukan Kanaya lagi menurut nya.
Terlihat Ilyas membawa Kanaya kerumah sakit.
"Jaga dia ... aku akan selesai kan masalah ini" ucap Ilyas pada Jav.
"Baik Tuan "
Ilyas segera menuju ke rumah Alina, ia pergi dengan bukti di tangannya.
Tanpa berfikir lagi, Ilyas melajukan mobilnya dengan cepat, entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini, tapi amarahnya sangat terasa
Ia merasa sakit saat melihat Kanaya terkapar tak berdaya. Tangannya terkepal kuat kala mengingat hal itu.
Hingga tanpa ia sadari ia sudah sampai di kediaman Alina.
Dengan langkah cepat ia memencet bel rumah Alina
"Eh Nak Ilyas, masuklah nak" ucap ramah Mamanya Alina.
Ilyas hanya tersenyum untuk menahan amarahnya.
"Pa ... Alina ... turunlah, ada Nak Ilyas berkunjung " panggil sang mama dari bawah
"Bik, siapkan makan malam untuk Nak Ilyas ya"
"Tidak perlu tante, saya sebentar disini" potong Ilyas.
Benar saja ... Alina dan papanya sudah turun dari tangga, terlihat senyum dari wajah keduanya.
"Wah, apakah nak Ilyas ada waktu senggang hingga bisa mampir ke mari ... ? setelah sekian lama Nak Ilyas tidak berkunjung " ucap Papa mertua Ilyas.
__ADS_1
"Anda benar Om, tapi mungkin ini adalah kunjungan terakhir saya kemari " ucap Ilyas seraya menatap Alina dengan tajam.
"Benar ... setelah ini, Alina akan menjadi istri Nak Ilyas, setelah itu rumah ini juga rumah Nak Ilyas, betulkan begitu Pa ... " ucap sang mama yang sudah menyadari akan ada hal besar yang akan terjadi.
"Om, Tante ... saya kemari untuk membatalkan pertunangan saya dengan Alina, kurasa kalian tidak perlu bertanya apa alasan saya, kesalahan Alina selama ini sudah saya biarkan, tapi tidak untuk kesalahan yang ini, dia bahkan berani bermain nyawa hanya karena sifat buruknya, lihatlah rekaman ini, jika polisi melihat nya, kurasa Kalian akan tahu apa yang akan terjadi" Ilyas memberikan rekaman cctv itu pada kedua orang tua Alina.
"Ilyas ... kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini, aku sudah menyebar kan undangan pernikahan kita, hanya karena wanita monster itu .. kau sampai rela membatalkan pertunangan kita, ku rasa Mama mu akan sangat kecewa Ilyas" ucap Alina masih merasa benar
"Kau benar, jika undangan sudah tersebar ... maka biar lah, aku akan menikah tapi bukan dengan mu, tapi dengan Kanaya, kau dengar ... dengan Kanaya" ucap Ilyas yang langsung meninggalkan kediaman Alina
"Ilyas ... tunggu ... kau tidak bisa melakukan hal ini padaku ... !!" teriak Alina
Namun Ilyas hanya abai dan langsung mengemudi kan mobilnya dengan cepat.
Orang Tua Alina hanya terdiam saat melihat hasil rekaman itu.
"Pa ... Ma ... apa yang harus Alina lakukan, Alina tidak ingin kehilangan Ilyas Ma ... Pa ... " rengek Alina.
"Jika kau tidak ingin kehilangannya, seharusnya kau tidak melakukan semua ini Alina ... ! kau yang telah menjauhkan dirimu sendiri dengan Ilyas, kau yang selalu membuat nya kecewa, sekarang kau pilih, kau ingin rekaman ini sampai ke tangan polisi atau ... kau mundur dengan perasaan mu" ucap Sang Papa yang langsung meninggalkan Alina.
"Ma ... Mama harus bantu Alina" rengek Alina
"Apa yang bisa Mama lakukan ... ? benar kata papa mu, kau selalu membuat Ilyas kecewa, seharusnya kau sadar bukan malah semakin menjadi, jika hal ini sampai ke tangannya polisi, bikan hanya kau yang kena, tapi karir papa mu juga alan hancur, berfikir lah Alina ... berfikir lah sebelum bertindak" ucap sang mama yang kini juga meninggalkan Alina.
"Aaaaaa .... semua ini gara-gara kamu gendut, Ilyas hanya milikku, dan hanya akan menjadi milikku" teriak Alina.
Ilyas merasa begitu khawatir pada Kanaya, karena saat ia meninggal kannya, ia masih dalam keadaan tidak sadar.
Sesampainya dirumah sakit, ia sudah melihat Safira yang juga menunggunya.
"Bagaimana apakah sudah sadar?" tanya Ilyas
"Tidak apa-apa, Nona Kanaya hanya merasa sesak dan seperti nya Nona Kanaya memiliki fobia dalam kegelapan" ucap Jav
__ADS_1
Setelah mendengar hal itu, Akhirnya Ilyas bisa bernafas lega.
"Fir, aku masuk, kau tidak ingin masuk ... ?" Tanya Ilyas
"Aju sudah tadi, kau saja ... ku lihat kau begitu mencemaskan nya" ucap Safira
Akhirnya Ilyas pun masuk kedalam ruangan Kanaya, di sana ia melihat Kanaya yang bersandar di sandaran ranjang itu.
Kanaya membenarkan posisi nya saat melihat kedatangan Ilyas.
"Bagaimana keadaan mu ... ?" tanya Ilyas seraya menyentuh kening Kanaya
"Aku sudah jauh lebih baik Tuan, saya sudah membuat anda kerepotan lagi" Kanaya menundukkan kepalanya saat berkata.
Ilyas langsung memeluk Kanaya yang tertunduk.
Kanaya terkejut dengan pelukan itu.
"Kanaya kau begini semua karena ku, mari kita menikah, dengan itu aku bisa menjaga mu dan kau bisa memiliki kekuatan untuk melawan siapapun" ucap Ilyas yang membuat Kanaya terkejut.
Saat Kanaya ingin berkata ponsel Ilyas berdering.
Ilyas pun melepaskan pelukannya dan memberi isyarat pada Kanaya bahwa ia ingin mengangkat ponselnya.
"halo Ma" ucap Ilyas
"Ilyas kau sadar tidak, apa yang kau lakukan pada Alina itu salah, kenapa kau membatalkan pertunangan mu dengannya"
"karena wanita monster seperti Kanaya, kau rela melepas kan Alina, kau masih punya otak tidak Yas ... !" Marah mamanya kala mengetahui apa yang Ilyas lakukan pada Alina.
"Apakah mama sudah selesai marahnya, baiklah ... lihat apa yang Ilyas kirim ke mama, setelah itu, mama mau marah bagaimana pun akan Ilyas dengar kan" Ilyas langsung mematikan ponselnya, dan langsung mengirimkan beberapa Vidio.
Betapa terkejutnya Mamanya Ilyas, saat melihat Kanaya yang saat ini jauh berbeda dengan Kanaya yang terakhir kali ia lihat di kantor.
__ADS_1
Iya juga tidak percaya bahwa yang menjadi model di perusahaan majalahnya adalah Kanaya.
Kini Mama nya Ilyas terkejut dengan Vidio kelakuan Alina, perbuatan Alina sudah termasuk kriminal.