Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 54


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Safira pun sampai di depan rumah nya.


"Kau tidak mempersilahkan aku masuk?" tanya Jav saat Safira mengacuhkan dirinya.


"Maaf Tuan, tapi ini sudah malam, mungkin lain hari" ucap Safira yang wajahnya terlihat sangat lelah, lelah karena menahan sakit yang ia rasa sejak tadi.


Jav yang melihat perubahan sikap Safira yang tiba-tiba diam, seakan mengerti bahwa ada kekecewaan yang mendalam dalam hatinya.


Tapi apa ? apakah karena lelaki ?


Begitulah pertanyaan Jav pada dirinya sendiri sebelum meninggal kan halaman rumah Safira.


sedangkan yang telah membuat gadis cantik itu sedih kini berada di depan rumah sakit, tempat dimana Kanaya di rawat.


Ya ... Riswan kini telah menatap rumah sakit, ia seolah ragu untuk sekedar menjenguk nya.


"Kau kemari ... ?" tanya Ilyas saay melihat Riswan berdiri di depan ruangan Kanaya


"Aku menjenguknya hanya sebagai teman" ucap Riswan yang tatapannya masih fokus ke pintu ruangan Kanaya


"Masuklah, aku bukanlah orang yang kejam, yang sampai melarang seseorang untuk menjenguk orang sakit" ucap Ilyas seraya membuka kan pintu untuk Riswan


Riswan pun masuk mengikuti langkah Ilyas.


Terlihat lah Kanaya yang terbaring di atas ranjang.


"Apa kata Dokter ?" tanya Riswan


"Dia mengalami koma sementara, entah kapan ia akan terbangun " ucap Ilyas


"Mungkin kau bisa mencoba metode bicara dengannya tepat di dekat telinganya, bicarakan hal yang paling ia sukai, hal yang paling ia inginkan dan hal yang paling membuat nya bahagia , mungkin itu bisa menarik saraf otak yang beku bisa jadi berfungsi lagi" ucap Riswan


"Apakah itu bisa ... ?" tanya Ilyas


"Kalau belum dicoba, apakah kau akan tahu itu bisa apa tidak, metode itu temanku pernah melakukan nya, saat itu adiknya kecelakaan dan mengalami koma sementara" ucap Riswan


"Akan aku coba juga, terimakasih " ucap Ilyas tulus


"Sama-sama, kalau begitu aku pamit, terimakasih karena telah mengijinkan aku untuk melihatnya " ucap Riswan

__ADS_1


"Aku tidak pernah melarang dia berteman dengan siapapun, tapi ... asal jangan kau main hati, Kanaya hanya milikku " ucap Ilyas


"Aku tahu, kau jangan khawatir, aku tidak akan pernah merusak kebahagiaan orang yang aku cintai" ucap Riswan, setelah mengatakan itu, Riswan keluar dari ruangan Kanaya.


Ia mengusap matanya yang sudah mulai berkaca.


*****


'Kenapa kau lakukan ini sama aku kak, jika kau memiliki wanita lain, kenapa kau memberiku harapan? apakah aku benar-benar tidak bisa mendapatkan kamu, sama seperti dulu.' bathin Safira seraya berusaha memejamkan matanya.


Hatinya benar-benar seakan tersayat sembilu,lebih sakit saat mengetahui Ruswan menyukai Kanaya.


Lelah menangis hal yang memang belum ia miliki, Akhirnya Safira pun tertidur dalam mata bengkak nya.


Cinta bisa menjadi semangat bagi kita tapi juga menjadi penyakit bagi kita.


Mencintai seseorang, cintailah ala kadarnya, jangan di lebihkan dan jangan terobsesi kan, masih banyak cinta yang lain yang akan datang pada kita, selain cinta yang kita nantikan.


Malam ini Ilyas dan Mamanya yang menjaga Kanaya, Ilyas tidur tepat di samping Kanaya, tidur dengan posisi duduk dan kepala nya ia letakkan di dekat tangan Kanaya.


Pagi telah tiba, Namun Kanaya masih tetap tidak sadarkan diri.


"Pagi Sayang, kau masih belum mau bangun ya ..., baiklah ... istirahat lah lagi, Kau tahu ... sekarang disini ada anak kita " ucap Ilyas seraya menyentuh perut Kanaya.


"Tidak kah kau mau bangun dan mendengarkan detak jantungnya ... ? dan juga ... kota masih merencanakan bulan madu kita yang selalu tertunda, kalau kau tidur terus, bulan madu yang kita rancang bersama anak kita akan gagal total, padahal aku sudah memilih tempat yang indah untuk kita" ucap Ilyas seraya memegang tangan Kanaya.


"Sayang, aku kerja dulu ya, Kau bersama Rana, Rini dulu, Reni tidak ikut karena dia harus jaga rumah" ucap Ilyas seraya melihat ke arah kedua pembantu yang sudah berdiri di belakangnya.


"Rana, pastikan setiap jam kau harus bicara dengannya, buatlah lelucon seperti saat terakhir kalian bercanda dulu " ucap Ilyas


"Baik Tuan, kami akan berusaha sebisa mungkin" ucap Rana dengan menundukkan kepalanya.


"Baiklah, Ma ... ayo ku antar mama pulang" ucap Ilyas pada Mamanya.


Akhirnya Ilyas pun pergi dari rumah sakit. Begitupun dengan Safira. Ia terlihat murung, dan matanya sembab.


Ia berangkat pagi-pagi sekali ke perusahaan, berharap disana ia bisa melupakan hal yang semalam.


'Safira ... jangan terlalu sedih, Riswan masih bebas dengan siapa saja, dia masih belum terikat hubungan apapun dengan mu' bathin Safira

__ADS_1


"Hai, tumben pagi datangnya ?" ucap teman seruangan Safira


"Eh, matamu sembab, kau lagi berantem sama pria itu ya ... ?" tanya yang satunya.


"Bukan, Kalian tahu sendiri kan bagaimana keadaan Nona Kanaya, aku hanya sedih akan hal itu saja" ucap Safira yang berusaha tersenyum pada beberapa temannya.


Saat mereka bicara, Safira melihat ILyas yang masuk kedalam perusahaan nya.


"eh, tunggu ya ... aku mau kejar pak Ilyas dulu " ucap Safira seraya mengejar Ilyas yang mana di belakang Ilyas sudah ada Jav yang tegap berjalan


"Kak, bagaimana keadaan Kanaya ... ?" tanya Safira seraya melihat ke sekeliling.


"Dia belum sadar, kalau kau mau kesana dan menemani nya, maka liburlah, kau akan tetap aku gaji" ucap Ilyas.


"Jam istirahat saja aku kesana Kak, baiklah kalau begitu, Safira ke ruangan Safira dulu " ucap Safira


"Kalau kau memiliki hal yang ingin kau ceritakan padaku, maka ceritalah, aku masih kakak bagimu" ucap Ilyas


Langkah Safira terhenti seketika.


Apakah Ilyas tahu tentang nya semalam ... ? tidak mungkin kan kalau Jav sudah menceritakan kejadian ia menangis, tidak penting juga kan ...


"Aku baik-baik saja, kakak jangan cemas" ucap Safira seraya melirik ke arah Jav yang terlihat acuh padanya.


Safira pun berjalan menuju ke ruangannya, di sana ia masih terngiang kata 'Sayang'. Yang selalu ada dalam ingatannya.


Sedangkan Riswan juga demikian, ia juga berada dalam situasi dilema.


Ia tahu dan mengerti dengan perasaan yang Safira miliki terhadapnya, karena itulah Riswan memutuskan untuk berkenalan dengan beberapa wanita lain, Riswan tidak ingin mengecewakan Safira terlalu dalam karena perasaannya terhadap Kanaya benar-benar masih belum ia hapus.


Apalagi jika mengingat kalau Safira adalah saudara Ilyas, yang kini sudah berstatus suami Kanaya.


Riswan merasa takdir telah mempermainkan hati dan perasaannya.


"Kau yakin ... tidak ingin melakukan apapun sekarang ... ?" tanya saudara Ilyas yaitu Jav.


"pikiran ku belum bisa fokus, Jav'' ucap Ilyas seraya menyandarkan tubuhnya dan menengadahkan kedua tangannya.


"Apa perlu kita cari dokter terbaik untuk istri mu " ucap Jav pada Ilyas

__ADS_1


__ADS_2