
Kanaya terduduk lelah di kursi, dengan baju olahraga, serta topi dan masker, Kanaya berlari menuju ke Bandara, tentu lelah sangat membuat kakinya pegal.
Sejenak Kanaya mengatur deru nafasnya, ia mengipas tubuh nya dengan kedua tangannya, berharap keringat yang bercucuran segera kering.
Beberapa saat kemudian, ia mendengar banyak langkah kaki yang mendekat.
Sontak Kanaya berdiri, ia melihat banyak orang, namun ... tidak ada orang yang ia tunggu, Akhirnya Kanaya terduduk kembali sambil meminum air putih yang ada di genggaman nya.
Saat ia melihat ke arah sekitar, banyak mata yang tertuju pada satu arah, Kanaya mengikuti arah mata banyak orang, benar saja ... orang yang ia tunggu adalah orang yang menjadi pusat perhatian semua wanita.
Kanaya masih terdiam mematung, saat kedua orang itu melangkah ke arahnya, masker yang ia pakai sudah terlepas saat ia minum tadi.
"Salam Nona Kanaya ..." ucap Jav pada Kanaya yang masih terdiam mematung.
"Kau banyak perubahan selama aku tinggal, baguslah ... kalau begitu ... ayo jangan membuang-buang waktu" Ucap Ilyas di yang menyadarkan lamunan Kanaya.
"Eh, Tuan ... baiklah" ucap gugup Kanaya seraya mengangguk kan kepala nya berulang kali.
Kanaya pun mengikuti langkah kedua pria itu dengan langkah cepat.
Saat mereka sudah sampai di luar bandara sudah ada mobil yang menunggu mereka.
"Masuklah ... " ucap Ilyas seraya membuka kan pintu mobil.
Tanpa menjawab Kanaya masuk kedalam, begitu juga dengan Ilyas, ia masuk melalui pintu yang sudah Jav buka kan.
"Mobil itu melaju dengan begitu cepat, namun ... tidak ke arah apartemen, melainkan jalan yang tidak pernah Kanaya lewati.
"Tuan, kita akan kemana ... ?" tanya Kanaya cemas.
"Aku akan menculik mu dan menjual mu ke luar negri, lumayan ... kau sudah tampak lebih baik dari yang dulu" ucap Ilyas dengan nada serius.
"Tuan, jangan bercanda ... aku ... aku akan mengganti semuanya, lagian ... anda yang menawarkan aku untuk menggunakan semua barang Tuan, kenapa Tuan tega melakukan ini padaku ... " raut wajah Kanaya sudah berubah takut.
Jav yang mendengar candaan Tuannya hanya tersenyum.
"Kenapa kau malah mewek, aku bercanda, tidak mungkin aku akan menjual barang yang ingin ku gunakan nanti" ucap Ilyas dengan menahan senyumnya.
"Bercanda Tuan gak lucu tau" kanaya melihat ke arah jendela mobil.
__ADS_1
1 Jam berlalu, kini mereka sudah sampai di sebuah Rumah, Ilyas membuka kan pintu untuk Kanaya.
"Rumah ini adalah rumah ku, ayo jangan takut ... aku tidak akan berbuat macam-macam padamu" ucap Ilyas yang melihat keraguan di wajah Kanaya.
Bermodal tekad, Kanaya mengikuti perintah Ilyas. ia sudah terlanjur masuk kedalam kehidupan Ilyas, dan sudah banyak mengalami perubahan, ia tidak mau di bilang tidak tahu terimakasih.
Saat mereka sudah masuk, ada tiga pelayan yang sudah berdiri menyambut mereka.
"Lakukan seperti yang aku perintahkan !" ucap Ilyas pada ketiga pembantu itu.
"Baik, Tuan" ucap salah satu pembantu itu.
Ilyas langsung pergi, namun sebelum pergi, ia mendekati Kanaya yang tampak kebingungan.
"Jangan takut dan gugup, ikuti apa yang mereka lakukan, aku istirahat dulu, selagi kau dilayani oleh mereka, kau bawa rilex dan tidur tidak apa-apa oke, aku ke kamarku dulu, selamat berjumpa dengan Kanaya baru nantinya" ucap Ilyas seraya menyentuh pipi Kanaya sekilas.
Ilyas pun pergi sebelum Kanaya mengeluarkan suaranya.
"Mari ikut kami Nona" ucap salah satu pelayan yang di tepi dadanya ada nama Rana.
Kanaya mengikuti langkah mereka tanpa berkata apapun.
"Nona, mari kami bantu anda untuk membersihkan tubuh anda" ucap pelayan.yang bernama Reni.
Kini Kanaya tahu nama mereka semua, yaitu Rana, Reni , dan Rini.
"Ah, maksud kalian ingin membantu ku mandi ... ?" tanya Kanaya tak percaya.
"Iya, Nona " jawab mereka serempak
"Tidak, aku akan mandi sendiri" tolak Kanaya
"Tapi ini termasuk perintah Tuan Ilyas Nona" ucap yang bernama Rini.
"Iya, Nona ... ini termasuk pelayanan kami, untuk memakai kan anda lulur ke seluruh tubuh" imbuh Reni.
"Apakah itu harus ...?" tanya Kanaya
"harus Nona" jawab mereka bertiga bersamaan.
__ADS_1
Kanaya pun tidak bisa berkata, akhirnya ia pasrah dengan apa yang mereka lakukan.
"Sebenarnya kulit Nona sangat lah bagus, hanya saja Nona tidak merawat ya, sehingga kulit anda menjadi kasar dan kusam" ucap Rana yang kini memijit tubuh Kanaya dengan di baluri lulur.
"Kalau boleh tahu, nama Nona siapa ... ?" tanya Rini
"Kanaya kak ... " jawab Kanaya
"Kekasih nya Tuan Ilyas ya ... ?" goda Reni
"Bukan kak ... aku bawahan nya Tuan Ilyas kebetulan aku magang di perusahaan nya kemaren, tapi udah selesai kok" jawab Kanaya jujur.
"berarti Tuan Ilyas menganggap Nona orang spesial " goda juga si Rana
"Kakak semua pada ngacok, mana ada Tuan Ilyas menganggap saya yang kayak monster ini orang spesial ... " jawab Kanaya dengan tawa garing nya.
"jika Nona monster, lalu apakah kami yang tidak bisa di bandingkan dengan kecantikan Nona, meskipun Nona tidak perawatan, aslinya Noja sudah cantik, kurangnya Nona hanya ada di warna kulit yang kusam, kantong mata yang tebal, Nona sering begadang ya ... ?" tanya Rini
"Iya kak, akhir-akhir ini saya sering tidur terlambat gara-gara membaca novel yang berjudul KEBANGKITAN ISTRI TERSAKITI (mengejar cinta janda) kakak-kakak semua kalau baca jangan lupa kasih like dan komin ya, agar author nya senang dan bisa up terus" ucap Kanaya.
"Pasti kak, " jawab mereka.
Akhirnya ritual mandi sudah selesai setelah 1 jam berendam. Setelah semua itu selesai, mereka melanjutkan dengan memijit seluruh tubuh Kanaya, sehingga Kanaya terlelap tidur.
Lama mereka meregangkan otot tubuh Kanaya, akhirnya mereka pun mulai memoles wajah Kanaya dengan masker wajah, Kanaya hanya berbalik lalu menutup mata kembali.
Semua perawatan sudah Kanaya lakukan, Bahkan Ilyas sudah izin pada Kampus untuk Kanaya yang tidak masuk selama 1 bulan.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, namun Kanaya masih belum selesai.
"Apakah masih lama ... ? jangan buat dia kelaparan ...!" ucap Ilyas saat melihat Reni keluar dari ruangan itu.
"Ia masih tertidur Tuan, kemungkinan jam 5 alan selesai Tuan, dari wajah , rambut dan semuanya sudah kami ubah, sudah tidak ada Kanaya yang dulu, sekarang ... dia seolah wanita yang berbeda Tuan" ucap Reni.
"baguslah jika kalian berbohong, awas saja kalian" ucap Ilyas yang hendak ingin masuk ke dalam kamar yang di tempati Leona saat ini.
"Tunggu Tuan ... jangan dulu, Nona sedang tidak memakai apapun, saya takut Nona marah jika saya membiarkan anda masuk" ucap Reni.
"Ah, Baiklah ... aku akan tunggu hasil rombakan kalian" Ilyas pun meninggalkan depan ruangan Kanaya.
__ADS_1