
Jam sudah berganti, Ilyas sedang berdua dengan Jav di ruang makan, Ketiga pembantu itu bilang, Kanaya akan ikut makan malam, setelah seharian ia berkutat dengan perawatan.
Kanaya sendiri tidak bisa percaya bahwa dirinya yang ada di pantulan cermin, dari rambut, wajah dan tubuhnya saat ini, kemana daging-daging yang semula memenuhi tubuhnya ... ? meski masih ada beberapa bekas jerawat, tapi itu sudah tertutupi oleh make up tipis.
"Turunlah Nona, Tuan sudah menunggu anda" ucap Rana
"Apakah saya boleh tidak turun ... ? saya malu kak" ucap Kanaya
"Kenapa malu, Nona ... Nona sangat cantik, Tuan pasti suka dengan perubahan Nona" ucap Rini dengan ramahnya.
"Baiklah, tapi kenapa aku merasa grogi ya kak" ucap Kanaya dengan gugup.
"Modal utama untuk kita sukses adalah percaya diri Nona, kedua berani ... ketiga Mandiri" ucap Reni.
Kanaya menatap ketiga wanita yang memiliki nama kembar itu.
"Huffft baiklah ... sebelum itu bolehkah aku bertanya ... ?" Kanaya menatap ketiga wanita itu.
"Apakah kalian saudara kembar ... ?" tanya Kanaya
"Kenapa Nona ... ? apakah karena nama kami ... ? hehehhe ini karena ulah Tuan Nona, nama kami aslinya beda-beda, hanya saja Tuan mengubah nama kami biar enak waktu manggil katanya" jawab Rana dengan terkekeh.
Kanaya mengangguk kan kepala nya dengan senyum.
"Hufff baiklah, kalau begitu aku turun dulu ya kak" ucap Kanaya
"Kami antar Nona" ucap mereka bertiga.
Kanaya pun keluar dari ruangan itu, ia sebenarnya sangat lapar, semenjak masuk kedalam ruangan tadi, ia hanya di beri minuman jus dan buah saja, tidak ada makan siang sama sekali.
Saat menyadari ada seseorang yang menuruni tangga, Perhatian Ilyas beralih ke narasumber suara sepatu itu.
Benar saja ... ia melihat sosok wanita cantik, yang berjalan anggun, selain di make Over, Kanaya sudah di latih untuk berjalan dengan anggun, meski masih gugup Kanaya berusaha agar bisa lebih baik.
Ilyas berdiri saat Kanaya sudah sampai di dekat meja makan.
Menyadari bahwa ia terlalu kagum, Ilyas menjadi salah tingkah sendiri.
"Duduklah, ayo makan bersama" Ilyas berkata dengan salah tingkah dan tidak melihat kearah wajah Kanaya.
Kanaya pun duduk di kursi sebelah Ilyas.
pembantu itupun melayani tuannya dan Nona nya.
Jav yang sudah melihat perubahan Kanaya, tersenyum sendiri.
Ia berharap ... Tuannya bisa melupakan Lola karena kehadiran Kanaya, Jav akan berusaha agar Lola tidak datang lagi.
__ADS_1
Kanaya dan Ilyas pun menyantap hidangan nya tanpa ada suara sedikitpun.
Hingga makanan yang ada di piring mereka tandas tak tersisa.
Kanaya ikut berdiri saat Ilyas sudah berdiri.
Kanaya enggan bicara karena merasa malu, Kanaya merasa bahwa Ilyas tidak menyukai penampilan nya, karena sedari tadi Ilyas tidak ingin menatap dirinya.
Di saat Kanaya meremas bagian bawah bajunya, Ilyas. mengambil tangan Kanaya dan menariknya.
Ilyas membawa Kanaya menaiki tangga rumahnya dengan cepat.
Tanpa bicara hanya langkah besar yang di jalani, membuat Kanaya kesulitan untuk menyeimbangi.
Hingga sampai lah mereka di balkon, tempat dimana mereka bisa melihat semua pemandangan dari atas.
"Kau sukses Nay," ucap Ilyas di tengah kesunyian.
"Benarkah Tuan ... ?" tanya Kanaya
"Ya, kau sudah sukses mengubah dirimu" Ilyas berkata seraya menoleh ke arah Kanaya yang berdiri di samping nya.
Kanaya tersenyum saat Ilyas tersenyum padanya.
"Sebelum kau membantuku, kau lakukan dendam mu pada orang-orang yang telah menghinamu dulu, buatlah mereka kagum dengan sosok Kanaya, tapi ingat ... buat mereka bukan hanya mengagumi perubahan mu, tapi karena memang hatimu baik dan kau patut untuk di kagumi" ucap Ilyas
"Semua ini berkat Tuan, tanpa Tuan aku pasti tidak bisa melakukan semua ini" ucap Kanaya
"Saya mengerti Tuan"
Ilyas tersenyum seraya menyentuh pucuk kepala Kanaya.
Mereka pun sama-sama berdiri di batas balkon, sama-sama menatap langit yang indah.
"Bagaimana kabar orang tuamu, ayo kita berkunjung kesana ...?" ucap Ilyas yang membuat Kanaya terkejut.
"Berkunjung ke kampung ku Tuan?" tanya Kanaya dengan senang.
"Iya, kita akan ke kampung mu, apakah kau senang?" ucap Kanaya
Kanaya bukan menjawab malah memeluk Ilyas, sontak Ilyas terkejut dengan reaksi Kanaya
"Tuan, anda adalah pahlawan bagi saya, sekarang anda ingin membawaku ke kampung, saya sangat bahagia Tuan, sudah lama saya tidak pulang, saya juga sangat merindukan mereka semua" ucap Kanaya dalam tangis bahagianya.
Ilyas membalas pelukan Kanaya seraya berkata
"Anggap saja ini hadiah kecil dari saya, setelah ini ... kau hanya menurut padaku, aku adalah segalanya untukmu" ucap Ilyas sambil memegang kedua pipi Kanaya.
__ADS_1
Tiba-tiba Kanaya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Mereka pun melepaskan pelukan mereka, terlihat jelas rasa malu di wajah Kanaya.
"Kita akan sering berpelukan seperti tadi suatu saat nanti, jadi ... belajar lah mulai sekarng" goda Ilyas pada Kanaya.
"Kok gitu ... ?" tanya Kanaya
"Suatu saat akan ku jelaskan, sekarang istirahat lah, besok kita akan melakukan perjalanan jauh ke kampungmu, ingat ... di hadapan orang tuamu jangan memanggilku Tuan, panggil saja Ilyas atau apa lah terserah kamu" ucap Ilyas memperingati.
"Ba ... baiklah, kalau begitu ... saya pamit dulu" ucap Kanaya gugup
Kanaya pun berjalan menjauh dari Ilyas, namun pandangan Ilyas selalu tertuju pada langkah Kanaya. Sehingga kini Kanaya sudah tidak terlihat oleh mata Ilyas.
"Keluar lah Jav, aku tahu kau sudah melihat semuanya" ucap Ilyas pada Asisten nya.
Sesampainya Kanaya di kamar yang tadi, ia melihat ponsel nya yang baru saja selesai menyala, saat ia ambil. betapa terkejutnya Kanaya saat melihat banyak pesan dan panggilan masuk dari Safira dan juga Riswan.
'*Nay, kamu kenapa ijin begitu lama ... apakah terjadi sesuatu .. kenapa tidak mengabari ku sama sekali'
'Nay, jangan buat aku khawatir gini dong ... '
' Isss ... di Telfon juga gak kau angkat Nay ... sebenarnya kau baik-baik saja kan* ...'
Dan masih banyak lagi pesan yang Safira kirimkan padanya.
Kanaya pun menghubungi Safira agar sahabat nya itu tidak terlalu cemas.
Ia mengatakan akan segera kembali.
.
.
.
.
.
Sebulan telah berlalu, Kanaya sudah terbiasa dengan penampilan nya yang saat ini.
"Masuklah, kalau sudah selesai kabarin aku, biar Jav yang menjemput nanti" ucap Ilyas seraya menyentuh pucuk kepala Kanaya.
"Terimakasih" ucap Kanaya.
Kanaya pun keluar dari mobil Ilyas dan melambaikan tangannya saat mobil Ilyas melaju pergi.
__ADS_1
Kanaya berjalan dengan tatapan kagum banyak mahasiswa dan Mahasiswi di kampus nya, ia juga melihat beberapa orang yang dulu suka menghinanya kini terlihat kagum.
Banyak yamg bertanya siapa kah wanita itu, apakah mahasiswi baru, tapi ada juga yang mengatakan kalau wajahnya tidak asing bagi mereka, Namun ... pertanyaan nya siapa dia ... ?"