Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 36


__ADS_3

Kanaya tidak bisa mengungkapkan apa yang ia rasa malam ini, ia mengira malam ini adalah malam terakhir baginya untuk bersama Ilyas, tapi ternyata dugaan nya salah, Ilyas kembali ... dan juga tanpa Lola.


Begitupun dengan Ilyas ... dia berfikir kalau hatinya masih menginginkan Lola, wanita yang begitu ia cintai, wanita yang selalu ia rindukan kehadirannya kini benar-benar ingin ka jauhkan dari hidupnya.


Sesaat Ilyas menatap kearah Kanaya yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Ilyas tersenyum lalu menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Kanaya.


Apakah benar semua karena kehadiran mu ... ? saat kau masih gendut kau bisa membuat Alina tersingkirkan, saat ini ... kau bahkan bisa membuat orang yang paling aku inginkan menjadi wanita yang paling tidak aku inginkan kehadirannya. Nay ... apakah kau sehebat itu ... ?


Ucap Ilyas dalam hati seraya memandang wajah Kanaya, Ilyas berbaring miring menghadap ke arah Kanaya.


Kau sudah nyenyak sekali tidurnya, padahal aku ingin kita menjadi suami istri seutuhnya loh ... !


Ucap lagi Ilyas seraya tersenyum saat sadar dengan apa yang ia ucapkan.


Ilyas pun kembali memeluk Kanaya lalu memejamkan matanya, rasanya sangat nyaman sekali jika ia berada dalam pelukan Kanaya.


Pelukan yang selama ini sudah menemani nya, menghilang kan mimpi buruk yang selalu dayang dalam mimpinya.


Pagi telah tiba, Kanaya menggeliat kan tubuhnya, namun ia tahan saat merasakan pelukan seseorang yang masih sangat erat, fan semakin erat


"Kau sudah bangun ... ?" tanya Kanaya


"Aku tidak bisa tidur semalaman, kau tega sekali" ucap Ilyas dengan mata terpejam.


"Hah ... kau tidak bisa tidur ... ? kenapa ... ? apa aku tidur nya ngorok ya ... ? maaf" ucap Kanaya merasa tidak nyaman.


Ilyas langsung duduk dari tidurannya karena gemas dengan ucapan dan tingkah Kanaya.


"Bukan karena itu, kau malah sangat damai tidurnya" ucap Ilyas menarik tubuh Kanaya dalam pelukannya.


"Aku tidak bisa tidur, karena adik bawahku semalaman terjaga" bisik Ilyas di telinga Kanaya, membuat bulu kuduk Kanaya berdiri karena bisikan itu.


"Mas, Nay masak dulu ya ... " ucap Kanaya salah tingkah.

__ADS_1


"Kita sarapan di kantor saja ya, aku ingin memelukmu seperti ini dulu" ucap Ilyas memeluk Kanaya dalam posisi duduk.


Kanaya hanya diam, ini memang harus terjadi kan ...? bagaimana pun mereka adalah suami istri, meski awalnya hanya sebagai pancingan tapi sekarang mereka sama-sama tidak ingin jika pernikahan ini berakhir.


"Apapun yang terjadi, tetaplah disisiku" ucap Ilyas


"Aku tahu itu mas, terimakasih atas kejujuran mas, dan terimakasih juga karena mas memilih ku" ucap Kanaya yang memberanikan diri menatap wajah Ilyas.


"Kau mau mandi bersama ... ?" goda Ilyas


"Mas bercanda ....kita bukan anak kecil mas ... ?" ucap Kanaya terkejut dengan ajakan Ilyas


Hahahhah


Tawa Ilyas langsung terdengar di telinga Kanaya. Sedangkan Kanaya sudah turun dari ranjangnya karena gugup dan entah apa yang ia rasakan, saat mereka berpelukan Kanaya merasakan ada hal aneh di bagian punggung bawahnya, seperti ada benda keras yang menyentuh di balik bajunya.


Saat Ilyas melihat Kanaya sudah keluar dari kamarnya, Ilyas pun turun dan menuju ke kamar mandi, benar saja pagi ini junior Ilyas sudah berdiri tegak bagaikan tiang listrik.


:Juniorku ... sabar dulu ya ... pemilik mu masih belum terbiasa oke' bathin Ilyas seraya membersihkan diri .


*****


"Dia wanita, dia pasti akan memahamiku, dia juga pasti akan terperdaya dengan aktingku" ucap Lola yakin


"Kau sangat yakin dengan hal itu, Lola ... jika Ilyas saja yang tergila-gila padamu sudah tidak menginginkan mu kenapa kau tidak kembali saja kemari? toh disini kau happy kan ... ?" ucap lagi sahabat Lola


"Tapi Ilyas sangat aku butuhkan juga dalam hidupku, kau tahu sendiri kan ... ? aku tidak suka bekerja, aku hanya ingin senang-senang saja, jika Ilyas mengabaikan aku begini, bukankah sama saja dengan aku memblokir kartu ku sendiri" ucap Lola


"Ckkkk ... kau hati-hati saja Lol ... jangan sampai kau malah masuk ke jurang loh, sudah gak dapat Ilyas malah kartumu juga hilang" ucap sahabat mya Lola


"Maksud mu ... ?" tanya Lola


"Kalau saranku, mending ... kau menjauh dari Ilyas, toh Ilyas akan terus mengirimkan kamu duit kan ... ? sebagai balas budi nya pada Lilu, kalau kau masih sibuk mengusik nya, takutnya ia berhenti mengirimkan kau uang" ucap sahabat Lola


Sejenak Lola terdiam, ia memikirkan apa yang sahabatnya ucapkan

__ADS_1


"Aku belum mencobanya kan ... ? siapa tahu aku berhasil, fan membuat Ilyas kembali padaku, dan aku satu-satunya nyonya Ilyas Hakim setelah ini" ucap Lola


"Cih, kau percaya diri sekali, bukankah hubungan kau dan Mamanya juga tidak bagus ... ! mimpi kau mau menjadi Nyonya Ilyas" ledek sahabat Lola


"Ah kau ini, bukannya mendukung sahabat malah membuat mood ku gak baik tau gak ... " ucap Lola seraya mematikan ponselnya.


*****


"Alina, kau sudah bangun ... " ketuk pintu sang mama


"Sudah Ma ... ada apa ... ?" tanya Alina yang sudah siap dengan baju kantor nya.


Ya pagi ini, Alina ingin memulai hidup yang baru, sudah cukup ia terpuruk dalam kesedihannya, sudah cukup ia menangisi Ilyas, benar kata Mamanya, hidupnya sangat berarti, Ini juga bukan salah Ilyas, dari awal Ilyas memang sudah menunjukkan bahwa ia tidak suka padanya, ILyas juga tidak memberikan harapan pada Alina, tapi keegoisan Alina lah yang telah memperpanjang masa tunangan mereka.


"Papa ingin kau segera turun, bukan kah kau bilang akan ikut ke kantor dengan nya ... ?" tanya Mama nya Alina


"Iya, ini Alina sudah siap, bagaimana penampilan Alina Ma ... ?"tanya Alina


"Anak Mama yang tercantik sayang, ayo kita sarapan bersama" Mamanya Alina membawa Alina ke ruang makan.


Sedangkan Kanaya hanya menyiapkan Ilyas segelas kopi, seperti yang Ilyas katakan, mereka akan sarapan pagi di kantor.


"Kau sudah siap ... ?" tanya Ilyas saat melihat Kanaya yang turun dari tangga.


"Iya Mas, oh iya Jav bilang jam 10 Mas ada rapat" ucap Kanaya seraya merapikan dasi Ilyas


"Ah iya, aku hampir lupa, padahal itu rapat yang selalu di tunda selama ini" ucap Ilyas


"Kalau begitu ayo kita berangkat, aku belum tahu hal apa yang akan di bahas kan ... ?" icap Kanaya.


Seketika Ilyas mengehentikan langkahnya, ia ingat bahwa dalam rapat ini, Ayah Alina juga akan datang, karena dia juga pemegang saham dalam perusahaan.


Ilyas ingin sekali memiliki perusahaan sepenuhnya, tapi apalah daya ...


"Kenapa berhenti mas ... ?" tanya Kanaya

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa, ayo ... !" Ilyas berjalan seraya menggandeng tangan Kanaya.


Ilyas berusaha agar terlihat tenang, meski ia tahu ayah Alina adalah sosok yang bijaksana, tapi dia orang tua, yang juga ikut sakit hati akan apa yang menimpa putri.


__ADS_2