Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 53


__ADS_3

Akhirnya mobil itu pun berhenti di depan rumah sakit. Ilyas mengangkat tubuh Kanaya dengan terburu -buru, penampilan nya kacau, ia berteriak bagaikan orang gila.


"Dokter ... ! Dokter cepat tangani istriku ! jika sesuatu terjadi padanya, kalian akan merasakan akibatnya "teriak Ilyas


Dokter tidak menanggapi apa yang Ilyas katakan, mereka fokus membawa Kanaya dalam ruang UGD.


Sedangkan Ilyas memaksa untuk ikut masuk, namun ... jav sekuat tenaga menarik tubuh Ilyas


"Cukup Yas, Kanaya butuh di tangani, kalau kau begini terus, Dokter tidak bisa menangani istrimu " ucap keras Jav, sedang kan Safira menghubungi Mamanya Ilyas dan juga menghubungi keluarganya sendiri.


Rasa khawatir sangat mencekam di antara mereka, terutama Ilyas yang tidak diam berjalan mondar-mandir.


'Tuhan, selamat kan istriku, dia istri yang baik, setia dan sangat nurut, ku mohon jika ada salah maka hukumlah aku, jangan beri dia sakit' bathin Ilyas seraya mondar -mandir.


Seluruh keluarganya kini telah sampai, namun ... dokter belum juga keluar dari ruangan Kanaya.


"Bagaimana ?" tanya Mamanya Ilyas


"Dokter belum keluar Tante " ucap Safira mewakili Ilyas yang masih diam membisu dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"Jika terjadi sesuatu padanya, Ilyas tidak bisa memaafkan diri Ilyas Ma" ucap akhirnya Ilyas seraya meletakkan kepala nya dalam pangkuan sang Mama


"Percayalah, Tidak akan terjadi apapun pada Kanaya"ucap sang Mama


"Mama mu benar, tidak akan ada yang terjadi pada Kanaya, dia gadis yang kuat" ucap Ayahnya Safira


Beberapa lama kemudian, Dokter pun keluar dan menatap sedih ke arah Ilyas dan yang lainnya, tentu Ilyas sudah mengerti, emosi tiba-tiba datang, sehingga Ilyas menarik kerah baju Dokter itu.


"Jangan katakan hal yang buruk tentang istriku, katakan kalau istriku baik-baik saja ... !" teriak Ilyas


"Ilyas ... hentikan, lepaskan dokter itu, istrimu pasti baik-baik saja !" ucap Ayahnya Safira seraya melepaskan tangan Ilyas yang terus memegang kerah baju dokter.


"Tuan, maafkan saya ... " ucap Dokter itu menjeda ucapannya.


"Maksud mu apa dokter " tanya Ayahnya Safira


"Nona, dia ... dia masih belum sadarkan diri, kami sudah melakukan segala cara, tapi hasilnya masih sama " ucap Dokter itu tertunduk


"Masih belum sadar, tapi kemungkinan besar akan sadar kan Dok?"tanya Mamanya Ilyas


"Saya belum bisa memastikan nya Nyonya, tapi kami akan berusaha sebisa mungkin"ucap Dokter itu pasrah


"Untuk apa kalian jadi dokter, Huh! " ucap Ilyas yang langsung menerobos masuk kedalam.


Disana ia melihat Kanaya yang terbaring layaknya orang tertidur pulas, kepalanya di perban.

__ADS_1


"Nyonya, kita tunggu sebentar lagi, jika belum sadar juga, kemungkinan Nona mengalami koma ringan, karena benturan di kepalanya yang keras, sehingga membuat saraf otak tidak berfungsi, tapi ... cedera di otak ini tidak akan lama Nyonya "ucap Dokter tertahan


"Dan lagi ... " ucapan dokter itu menggantung


"Apalagi ... ? katakan Dokter "ucap Mamanya Ilyas


"Nona sedang hamil" ucapan itu sontak membuat Ilyas yang sedari tadi hanya memandang wajah Kanaya langsung berbalik menghadap ke arah Dokter


Juddaaarrr ...


Bagaikan petir di siang bolong, dunia Ilyas seakan runtuh.


"Apa yang Dokter katakan, Istriku hamil ... ? dan ... apa ini ... dia tidak sadar sekarang "ucap Ilyas menahan amarahnya


"Iya,Tuan tapi kami periksa, keadaan bayinya tidak ada yang perlu di khawatir kan, hanya saja kami khawatir jika keadaan Nona seperti ini terus, keadaan bayi dan Ibu bisa berbahaya "ucap Dokter


Seketika Ilyas terasa lemas, Kehadiran bayi adalah harapan Kanaya.


Ilyas sangat ingat, Kanaya selalu mengatakan kalau ia sangat menginginkan seorang anak, hanya saja Ilyas selalu meyakinkan, bahwa anak alan datang di saat yang tepat, tapi kenapa ... kenapa kabar bahagia itu malah datang di saat yang tidak tepat sama sekali.


Apa yang harus Ilyas lakukan, haruskah ia mengeluarkan janin yang masih baru tumbuh, ataukah ia membiarkan janin itu berada sampai istrinya pulih


Ilyas benar-benar dalam keadaan yang tidak bisa memilih.


"Baiklah Nyonya, saya akan tinggal sebentar, joka ada kabar segera panggil saya"ucap Dokter itu.


"Apa yang harus Ilyas lakukan Ma ... kenapa ini terjadi pada Kanaya," ucap Ilyas


"Kau masih ingat, saat Papa meninggal dan Mama menikah lagi dengan papamu yang baru, di situ kau juga memiliki perasaan yang tak menentu, kau tidak menyukai Papa sambung mu, tapi kau lebih memilih menerima, itu adalah perang hati,Yas"ucap sang Mama


"Saat itu mama juga dalam dilema, antara memilihmu atau suami mama, tapi tuhan memberi Mama jalan, papa sambungmu pergi dengan sendirinya, dengan alasan kau yang tidak bisa menerimanya, Yakinlah,Yas, bahwa semua perkara yang harus memilih akan ada jawaban yang bisa menyelesaikan "ucap sang Mama.


"Kanaya sudah pasti harus kau pilih, anak itu belum terlihat entah jawaban dan pilihan yang mana yang akan kau pilih, Mama hanya bisa mendukung mu"ucap Mamanya Ilyas


"Tapi semoga ada jalan, keduanya bisa di selamat kan semua "imbuh Mama nya Ilyas


Safira pun pulang dengan di antarkan Jav, ia masih terlihat Syok dengan apa yang menimpa Kanaya


"Tuan, apakah Kanaya akam baik-baik saja ... ?" tanya Safira pada Jav, namun pandangan nya Safira masih lurus kedepan.


Jav yang mendengar Safira bicara dengannya, tersenyum seraya berkata


"Nona pasti akan baik-baik saja, meski aku tidak begitu mengenali Nona, tapi aku bisa menilai ... Nona adalah orang yang kuat,tidak mudah menyerah dan juga memiliki semangat yang tinggi, itu yang menarik perhatian Tuan Ilyas selama ini, keadaan nya saat ini, untuk membuktikan seberapa besar Tuan mencintai Nona"ucap Jav


"Benturan nya pasti sangat keras, apakah dia akan seperti di film-film, hilang ingatan lalu ... ?" ucap Safira

__ADS_1


"Nona Safira jangan berfikiran terlalu jauh, yakinlah ... Nona Kanaya pasti akan baik-baik saja"ucap Jav memotong ucapan Safira yang akan terjurus kemana-mana.


Safira termasuk aktif dalam sosial media, termasuk membuat story di aplikasi hijaunya, tentu Riswan melihat postingan itu.


Tiba-tiba dering ponsel nya berbunyi


"Hallo,Kak"jawab Safira


"Sayang ... ayo minum lagi"suara yang di dengar telinga Safira.


Deg ...


Deg ...


Deg ...


Ponsel yang Safira pegang hampir saja terjatuh, namun dengan segera Safira mengatur hati dan perasaan nya


"Kanaya kenapa,Saf ...?" tanya Riswan dari balik ponselnya


"Di ... dia ... dia jatuh dari tangga perusahaan " ucap gugup Safira, ia berusaha menahan sakit di hatinya.


Kata sayang yang ia dengar tentu adalah kata yang bagaikan duri bagi Safira.


Apakah karena ini, Riswan menolak ajakannya untuk makan malam bersama, Apakah Riswan sudah memiliki kekasih ... ? lalu ... apa arti kedekatan mereka selama ini ... ? Apakah Safira yang terlalu percaya diri,bajwa Riswan sudah membuka hati untuknya.


Tanpa terasa air mata Safira jatuh tanpa ia sadari, dan semua itu di saksikan oleh Jav.


"Bagaimana sekarang dia?" tanya Riswan cemas


"Di ... dia belum sadarkan diri" akhirnya tangisan Safira pecah, bukan karena keadaan Kanaya, melainkan Safira malah semakin mendengar suara manja seorang wanita.


Safira yakin jika Riswan kini berada di sebuah ruangan dengan seorang wanita, karena suara wanita itu sangat lah jelas di telinga Safira


"Aku tahu ... kau pasti sangat sedih, mungkin besok aku akan menjenguk nya, kau mau menemaniku ... ?" tanya Riswan, Namun ... segera Safira mematikan ponselnya.


Ia tidak sanggup lagi jika harus mendengar suara wanita itu yang ia yakini kini lagi berdampingan dengan Riswan.


Sedekat itukah mereka, sampai suara manja wanita itu bagaikan dentuman petir bagi Safira.


"Hapus air matamu, aku paling benci melihat wanita menangis di dekatku" ucap Jav seraya menjulurkan sapu tangannya ke Safira.


Safira yang merasa tidak nyaman, langsung menerima sapu tangan itu


"Maaf, maaf Tuan" hanya kata itu yang Safira ucapkan.

__ADS_1


Lalu Safira memalingkan pandangannya ke arah samping jendela mobil, ia memegang dadanya yang masih terasa sesak. bayangan kebersamaan anatar dirinya dan Riswan bermain dalam ingatan Safira.


Tawa mereka, canda mereka semua terdengar di telinga Safira.


__ADS_2