
Ilyas tahu, keluarga istrinya sangat lah baik.
Mereka selalu diam saat gosip tentang mereka berterbangan seperti daun keting yang berserakan.
Terbukti, Tuhan sendiri yang akan menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kita tidak usah takut dengan hal yang tidak mita lakukan sama sekali, meski seluruh kampung mencaci perubahan Kanaya, orang tuan Kanaya selalu percaya, bahwa ... anaknya tidak akan pernah melakukan hal-hal di luar batas
Kanaya memang gadis kampung jelek dan bodoh dalam bertingkah, tapi ia memiliki pikiran yang tidak di miliki kebanyakan irang.
Kanaya cerdas mulai sejak kecil, karena itulah orang tuanya akan yakin jika anaknya akan sukses.
Mereka juga tidak menyangka bahwa Kanaya alan bergaul dengan orang hebat seperti suaminya.
"Apakah kalian akan menginap di sini ... ?" tanya Sang Bapak
"Tidak Pak kami akan pulang sebentar lagi pak "ucap Kanaya
"Makan lah lebih dulu " ucap sang ibu yang baru keluar dari arah dapur.
Akhirnya mereka pun makan bersama dengan alas tikar sebagai tempat duduk.
Di saat mereka sedang makan, suara pesan dari ponsel Ilyas berbunyi, namun Ilyas mengabaikan suara itu.
Hingga kini mereka selesai makan, Ilyas sangat menikmati masakan Ibunya Kanaya, meski kampungan dan serba sayuran dan ulekan sambal saja.
Tapi bagi Ilyas sangat terasa nikmat.
"Bapak, Ibu ... adek kami pamit ya, jaga diri kalian " ucap Kanaya
"Kalian juga, jaga diri kalian ... jika ada masalah hadapi dengan kepala dingin, saling percaya adalah hal yang harus kalian terapkan" ucap sang bapak.
"Jaga anak Ibu, jika dia nakal ... marahilah, tapi jangan memukulnya " ucap sang Ibu seraya memandang Ilyas
"Ilyas mengerti Bu, kalau begitu ... kami pamit dulu"
Akhirnya Kanaya dan Ilyas pun berlalu, namun sebelum Ilyas menaiki mobilnya, ia sempat membuka ponsel nya.
"Dia sudah kembali" gumam Ilyas pada diri sendiri.
Ia segera membuka pintu mobilnya sesaat memandang Kanaya yang duduk di samping nya.
__ADS_1
Ada rasa yang tidak bisa Ilyas ungkapkan, ia tidak tahu bagaimana caranya dia untuk memberi tahukan Kanaya tentang kedatangan nya.
Namun Ilyas sudah berjanji tidak akan menyakiti Kanaya.
"Kenapa ... ? apa ada masalah?" tanya Kanaya
"Tidak, kau terlihat cantik" ucap Ilyas
"Mas mau memggodaku ... ?" ucap Kanaya tersenyum pada Ilyas
"Beneran ... !" ucap Ilyas
"Ih Mas, udah hidupin mobil nya, Entar Ma bapak keburu kesini loh" ucap Kanaya seraya melihat kearah Ibu dan Bapaknya.
Ilyas tertawa melihat expresi kedua wajah orang tua nya, mereka terlihat cemas.
Akhirnya mesin mobil itu berbunyi dan wajah keduanya terlihat lega.
Mobil keduanya pun telah pergi dari depan rumah Orang Tua Kanaya.
Ilyas terlihat serius dalam mengemudikan mobilnya, membuat Kanaya ragu untuk mengajak nya bicara, hingga akhirnya ... Kanaya menyandar kan tubuhnya ke jendela mobil seraya menikmati pemandangan di luar.
"Kau ingin mampir ke suatu tempat ...?" tanya Ilyas
"Mungkin ke pantai atau kemana ? mumpung kita diluar sekarang" ucap Ilyas, namun pandangan nya selalu tertuju kedepan
Pikiran Ilyas memang sudah berkelana, namun Ilyas ingin di saat pikiran itu tertuju ladanya, ia ingin selalu mengatakan, bahwa sekarang sudah ada Kanaya yang harus di utamakan.
"Saya ikut Mas saja" ucap Kanaya.
Benar saja, Ilyas langsung membelok kan mobilnya, dan menuju ke pantai yang indah saat di sore hari.
Kanaya tidak mengerti kenapa raut wajah Ikyas berubah.
Apa ada sesuatu yang mengganggu nya.
Namun di saat Kanaya kebingungan, ada pesan masuk kedalam ponselnya.
'Jangan biarkan Tuan pulang malam ini, berusaha lah, untuk selalu ada di luar apartemen'
Itulah pesan dari Jav untuk Kanaya.
__ADS_1
Ya kini Lola sudah ada di depan apartemen Ilyas.
"Saya sudah mengatakan, kalau Tuan tidak ada, kembalilah ke tempat anda, anda sudah terlambat datang " ucap Jav.
"Aku tidak butuh ucapan darimu, aku hanya ingin bertemu Ilyas " ucap angkuh Lola
"Nona, selama ini menghilang, maka tetaplah menghilang dari hidup Tuan ku, jangan biarkan kebusukan Nona akan saya bongkar di hadapan Tuan ku" ucap Jav yang sudah kehilangan kesabaran
"Apakah kau bisa, aku punya kelemahan untuk Ilyas"ucap Lola
"Nama Nona Lilu ... ? Nona Lola ... seperti yang sudah saya katakan, Tuan Ilyas sudah tidak membutuhkan anda, ada istri yang sangat mencintai nya saat ini, dan sekarang ... mereka masih menikmati hari berdua, jadi ku harap anda memiliki pikiran dan hati agar tidak menganggu pasangan pengantin baru itu" ucap Jav.
"Pergilah ... dan kembalilah ke asal anda" ucap Jav
"Jav, aku tidak akan menyerah atas Ilyas, dia hanya mencintaiku kan ... ? kenapa kau tidak mendukung hubungan kami ... ?" ucap Lola dengan mimik wajah menyedihkan
"Mungkin jika Nona tidak pergi saat itu .. ? mungkin jika nona tidak melakukan hal rendahan itu, saay sudah pasti alan mendukung anda, Bahkan menjaga hubungan mada dengan Tuan, tapi ... luka hati tuan dan apa yang Nona lakukan di belakang Tuan sangatlah tidak bisa saya toleransi, pergilah Nona, Tuan adalah atasan saya sekaligus sahabat bagi saya, saya alan melakukan apapun demi kebahagiaan sahabat saya" ucap Jav mengingat semua kejadian di masa.
"Kau akaj menyesal Jav, saat aku dan Ilyas bersatu, orang yang pertama kali ingin aku singkirkan adalah kamu, ingat itu ...! awas kau ..." ancam Lola.
"Saya menunggu hari itu tiba Nona, sebelum jari itu terjadi, saya harap anda sudah bisa menaklukkan hati Tuan Ilyas kembali" ucap Jav seraya melambaikan tangannya pada Lola yang terlihat kesal.
Jav melambaikan tangannya penuh dengan ejekan pada Lola. Setelah itu ia mengabari Kanaya bahwa Hama yanga ada di depan tempat tinggal nya sudah pergi.
*****
"Tumpahkan semua yang ada di hatimu, bukankah kita berteman sekarang ...?" ucap Kanaya seraya mengambil kedua tangan Ilyas
dan menatap kedua mata Ilyas.
Terlihat kesedihan yang sangat jelas di matanya.
Dengan tiba-tiba Ilyas memeluk Kanaya.
"Aku akan menghadapinya saat ini, ku harap kau ada di samping ku untuk bertemu dengannya, Nay ... aku memancing nya keluar bukan karena aku masih mencintainya, tapi aku ingin membuktikan bahwa aku bisa keluar dari rasa belenggunya " ucap Ilyas menahan sakit di hatinya.
Kalian pasti tahu, bagaimana rasanya di tinggal saat selagi sayang-sayangnya, itulah yang Ilyas rasakan dulu.
Kematian Sahabat nya Lilu dan juga kepergian Lola secara bersamaan, membuat hidup Ilyas seakan hancur saat itu.
Rasa frustasi selalu ia rasakan. Namun ... kini berada dalam pelukan Kanaya semua rasa seakan teredam semua nya.
__ADS_1
"Aku akan selalu ada untukmu, aku akan pergi jika kau yang meminta ku pergi, aku akan bertahan selama kau masih menginginkan aku" ucap Kanaya mengelus kepala Ilyas.