
Semenjak Ilyas berkata seperti itu, Kanaya semakin bersemangat, tubuh Kanaya memiliki tingga tinggi 165 dan berat badan 75, dan sekarang berat badannya sudah 68kg.
Kanaya bahagia dengan penurunan berat badannya, targetnya adalah 55 kg, agar bisa mencapai kata Ideal.
Kini ia mulai kembali bekerja sebagai sekertaris Ilyas, benar saja, Kanaya cepat sekali memahami ... apa yang sudah Jav ajarkan.
Tentu Ilyas dan Jav puas, mereka sangat yakin jika Kanaya akan menjadi bibit yang bagus untuk perusahaan nya nanti, tidak salah jika Ilyas mempertahankan nya selama ini menjadi anak magang di kantornya.
Selain kecerdasan yang Kanaya punya, Ilyas juga ingin Alina merasa terluka karena melihat Ilyas selalu membela Kanaya di hadapan semua orang.
Ilyas telah berusaha mengajak Kanaya untuk naik mobil nya, Namun .... keinginan Kanaya mengalahkan rasa inginnya untuk bis naik mobil mewah.
Karena bagi Kanaya ... ia akan berusaha menjadi orang sukses, sehingga semua keinginan dan cita-cita orang tuanya bisa ia wujudkan.
Bayangan orang tuanya yang selalu membuat Kanaya bertahan, wajah tua mereka yang selalu menjadi kekuatan bagi Kanaya, Kanaya adalah anak pertama mereka, meski orang kampung nya selalu meremehkan Kanaya, tapi kedua orang tua Kanaya selalu mendukung nya.
Orang tua adalah support terbesar untuk kesuksesan seorang anak.
"Nay, jujur deh ... kau pindah kos kan ...?" tanya Safira yang sudah berulang kali kerumah Kanaya namun tidak ada Kanaya sama sekali.
"Ada apa ... ? aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dariku, aku berfikir kau belum siap untuk menceritakan nya, tapi ini sudah hampir 2 bulan loh kamu tidak ada cerita padaku ... ? kau masih menganggap ku sahabat kan, Nay ... " ucap Safira dengan nada kecewa.
Kanaya terlihat gugup, ia tidak tahu harus berkata apa pada sahabat nya itu, haruskah ia terus terang kalau kini ia tinggal di apartemen Ilyas ...? lalu apa nanti tanggapan Safira tentang nya, Meski Kanaya tahu ... Safira akan mencoba memahami keadaan dan tidak berfikir buruk tentang nya, tapi tetap saja Kanaya takut jika ada orang lain yang mendengar nya.
__ADS_1
Jika tidak cerita, Safira akan benar-benar kecewa padanya.
"Maafkan aku, bukan maksud aku untuk menyembunyikan ini darimu, tapi ... aku masih menunggu waktu yang tepat, Fir ... seperti yang kau lihat akhir-akhir ini ... penghinaan terhadap ku selalu datang lebih sering saat di kampus, bahkan mereka ada yang menghina orang tuaku, aku lelah, aku ingin melawan mereka, aku ingin membuktikan pada mereka bahwa aku bisa berubah, aku putus asa Fir, tapi ... di saat aku mengalami kesulitan, Tuan Ilyas menawarkan aku untuk menjadi pembantu nya di apartemen nya, hitung-hitung bis menghemat uang, uang untuk rumah aku kirim kan ke kampung, aku tinggal di apartemen Tuan Ilyas, Fir" Ucap Kanaya tertunduk.
Tentu itu membuat Safira terkejut.
Ia masih menganga karena saking terkejutnya
Bukankah ada Riswan yang selalu ingin membantu Kanaya ... ? kenapa malah Ilyas yang membantu nya.
"Fira ... ku mohon ... jangan marah padaku, dan aku harap tidak ada yang tahu tentang ini, karena itu akan menjadi masalah bagi Tuan Ilyas" Kanaya memohon pada Safira.
"Tentu, Nay ... tentu aku akan merahasiakan nya, aku sahabat mu, kenapa kau jadi takut begitu padaku" ucap Safira setelah menguasai diri lagi karena saking terkejutnya.
Kanaya dan Safira sangat terkejut dengan suara itu, saat mereka menoleh kearah nya, tentu mereka tahu, dia adalah orangnya Alina, ini tidak akan baik bagi Kanaya dan juga Ilyas.
"Kanaya ... Kanaya ... sudah punya wajah dan tubuh seperti monster, kau masih berlagak blagu, ingat Nau, meskipun kau sekertaris Tuan Ilyas, tapi Nona Alina adalah tunangan nya, ia lebih berhak atas tuan Ilyas, tentu ... tentu Tuan Ilyas akan lebih memilih nya dari pada kamu" ucap sengit wanita yang berambut pendek itu.
Safira merasa mulutnya gatal jika tidak membalas perkataan nya, meski Kanaya menahan nya, tapi kini Safira tidak menuruti apa yang di katakan Kanaya.
"Oh, jadi karena Alina itu adalah tunangan nya Tuan Ilyas, dia bisa berkuasa disini ... ? kamu itu buta dan tuli ya ... ! sudah berapa kali Tuan Ilyas lebih memilih membela Kanaya dari pada Alina itu ... Hah ...! sudah berapa kali Tuan Ilyas mengusir Alina dari Kantor ini .... hah! apa itu yang di sebut lebih berkuasa ... !! Dea ... Dea ... selain buta dan tuli kau juga bodoh sekali" balas Safira tidak kalah sengit, tentu membuat wanita yang bernama Dea itu begitu emosi, karena apa yang di katakan Safira semuanya benar.
"Ingat Dea ... tidak perduli apapun yang ingin kau katalan pada mereka semua, saya pastikan ... Tuan Ilyas akan tetap membela sahabat mu, kau tahu kenapa ...? karena Tuan Ilyas tahu ... bahwa Kanaya adalah berlian yang harus di pertahankan" ucap Safira tepat di wajah Dea.
__ADS_1
Dengan kesal Dea meninggalkan tempat itu, benar saja, mulut Dea sudah menyebar kan berita, bahwa Kanaya sudah tinggal seatap dengan Tuan Ilyas, tentu itu menjadi berita trending di seluruh kantor.
Kanaya ... hadis buruk rupa bisa tinggal seatap dengan bos mereka.
Semakin banyak mata yang menatap benci pada Kanaya, bahkan banyak hinaan dan cacian yang Kanaya dapat kan karena berita itu.
Awalnya Kanaya ingin mengabaikan, tapi .. disini menyangkut Tuan Ilyas.
"Maaf semuanya, saya ingin bertanya pada Kalian, apakah kalian menghina mu hanya karena aku jelek, bagaimana jika aku cantik seperti kalian ... ? atau bagaimana jika yang ada di posisi saya saat ini adalah kalian, apakah kalian akan menerima setiap hinaan dan fitnahan itu ... ?" ucap Kanaya dengan mata yang sudah berkaca. "Saya memang tinggal di apartemen Tuan Ilyas itu karena ... "
"Karena aku yang meminta nya ..." potong Ilyas dalam perkataan Kanaya.
"Apakah begini kualitas karyawan ku ... ? sibuk mencari tahu kejelekan orang lain, tapi lalai dengan tugas kalian, saya disini menggaji kalian bukan untuk bergosip, tapi untuk bekerja" ucap Ilyas dengan emosi.
"Jav, cari sumber yang telah membuat gosip itu" perintah Ilyas pada Asisten nya.
" Baik Tuan," jawab Jav
"Dan satu lagi, perlu kalian tahu ... aku menyukai Kanaya ... apakah jawaban ku i i.bisa membuat Kalian puas ... ! ini terakhir kalinya aku mendengar kalian menghina nya, jika sekali lagi aku mendengar ingatlah ... aku sendiri yang akan menghukum kalian" ancam Ilyas membuat semua karyawan itu bungkam.
Ini bukan sinetron kan ... ? si buruk rupa mendapatkan seorang pangeran, ini bukan Kanaya yang berkata, tapi sang pangeran sendiri.
Oh tuhan ... aku ingin tuli sekarang, agar jiwa iri ku tidak berkobar untuk orang seperti Kanaya.
__ADS_1
Begitulah banyak kebungkaman dan ketidak percayaan para karyawan, bahwa Presdir nya jatuh cinta pada seorang Kanaya.