Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 47


__ADS_3

Lola sudah membuat janji dengan Kanaya, ia juga mengatakan rahasiakan pertemuannya dengan Ilyas, karena ia ingin bicara hal yang penting. Kanaya yang juga ingin Lola segera pergi dari hidup Ilyas, akhirnya menyanggupi pertemuan itu di jam makan siang.


"Kau masak apa ... ?" Ilyas memeluk Kanaya dari belakang, serata mencium pipi Kanaya yang sedang memasak.


"Apakah mas menyukai ini ... ?"tanya Kanaya seraya menunjuk kan hasil makanannya


"Semua yang kau masak selalu terasa enak, terimakasih karena menjadi istri yang sempurna untukku, semoga di sini segera ada buah hati kita, sehingga kita bisa menjadi pasangan yang sempurna " ucap Ilyas seraya mengusap perut Kanaya yang rata.


Kanaya tersenyum hanya itu yang bisa ia lakukan, seraya menyelesaikan masakannya.


"Ayo makan mas, kenapa malah memandang ku begitu ... ?" ucap Kanaya.


"Sekarang hari pertamanya Safira masuk kantor, aku harus menyambut kedatangan nya kan ... ?" ucap Kanaya seraya mengambilkan Ilyas sarapan paginya.


"Kau pasti akan lebih memilih bersama Safira ketimbang dengan ku nantinya" cebik Ilyas


"Hahahaha kenapa raut wajah mas lucu kalau begitu" ucap Kanaya yang melihat expres wajah Ilyas


"Cih, suami mu lagi ngambek loh, kau malah kayak gitu" ucap Ilyas


Kanaya langsung mencium pipi Ilyas


"Apakah masih ngambek ... ?" tanya Kanaya seraya menatap Ilyas


"Satunya ... " ucap Ilyas seraya menunjuk pipi satunya, Kanaya pun memberi ciuman nya di pipi sebelahnya.


*****


"Kak Riswan menjemput ku ... ?" ucap Safira tidak percaya


"Hari ini ... hari pertama mu bekerja, aku akan mengantar dan menjemputmu nanti, apa kau mau ... ?"ucap Riswan


"Mau ... mau ... "ucap cepat Safira dengan bahagia, tentu dia langsung menjawab mau, apalagi yang kasih tawaran sang pujaan hati.


Di tengah perjalanan, jantung Safira seakan bertabuh dengan irama cepat, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini.


Satu sisi karena pekerjaan nya, satu sisi lagi karena Riswan, Safira tidak bisa berhenti tersenyum pagi ini.


"Kau begitu bahagia ... tentu ... sagu sisi kau akan bertemu sahabat mu, satu sisi kau sudah resmi menjadi karyawan perusahaan besar, selagi selamat ya Safira" ucap Riswan seraya menoleh kearah Safira dan tersenyum padanya.


Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di depan perusahaan Ilyas, dan di sana mereka sudah melihat Kanaya yang sedang menunggu.


Sedangkan Ilyas sudah langsung masuk kedalam ruangan nya.

__ADS_1


"Hai Bu boss, sudah lama nunggunya ... ?" tanya Safira


"Tidak juga, kau bersama kak Riswan ... tumben" bisik Kanaya.


Karena itu Safira menoleh kearah Riswan yang terus menatap Kanaya


"Kak, tidak ingin menyapa Kanaya ... ?" tanya Safira


"Eh, Iya ... Hai, Nay ... " ucap Riswan gugup


"Hai juga kak, bagaimana kabar kakak ... ?" tanya Kanaya


"Baik, kau sendiri ... ?" tanya Riswan


"Juga baik kak, ayo kita sudah lama gak berbincang-bincang bersama " ucap Kanaya


"Maaf, aku juga harus bekerja, lain kali saja ya ... " tolak Riswan seraya tersenyum pada Kanaya yang penampilannya kini semakin terlihat begitu cantik.


Kanaya yang dulu ia cintai seakan sirna dari Kanaya yang sekarang.


Ruswan pun kembali ke mobilnya meninggalkan dua wanita yang terus menatap kepergian nya.


"Sudah, kak Riswan nya sudah jauh tuh" ucap Kanaya menggoda Safira


Akhirnya mereka pun masuk kedalam perusahaan. .


"Oh iya ... ini dari ibu, ini kesukaan Kak Ilyas" ucap Safira seraya menyerahkan rantang yang sedari ia genggam


"Kenapa bibi repot-repot, terimakasih salam kan padanya" ucao Kanaya


"Baiklah, Yuan jav sudah datang, semoga kau nyaman" ucap Kanaya seraya mengusap lembut lengan Safira


"Terimakasih Bu Boss " goda Safira yang membuat Kanaya dan Kav menahan tawa bersamaan


"Julukan itu gak pantas untukku" bisik Kanaya


"Emang gitu kan kenyataan nya" balas Safira


"Ah, terserah kau sajalah kalau begitu aku ke ruangan ku dulu ya ... sampai berjumpa lagi nanti" ucap Kanaya melambaikan tangannya


*****


'Aku sangat yakin ... cara ini akan berhasil' bathin Lola seraya melihat ke jam yang melingkar di tangannya.

__ADS_1


Matanya beredar mencari sosok yang sudah ia tunggu dari tadi.


Kanaya menemui Lola tanpa di ketahui oleh siapapun termasuk Ilyas.


Senyum Lola terpancar, saat ia melihat sosok yang sudah ia tunggu sudah masuk ke dalam cafe dimana mereka membuat janji.


Tempat itu tidak jauh dari perusahaan, hanya cukup menyebrangi jalan sudah sampai.


Kanaya langsung duduk di hadapan Lola , saat netranya sudah menangkap mantan kekasih dari suaminya itu.


"Maaf, aku sudah memesankan kau minuman terlebih dahulu, sebelum aku tanya kau suka apa tidak dengan minuman itu" ucap Lola dengan ramah


"Tidak apa-apa, langsung saja Nona ... ada kepentingan apa anda ingin bertemu dengan ku ... ?" tanya Kanaya seraya meletakkan tas nya di atas meja


Sejenak Lola terdiam, ia menatap netra Kanaya, wanita yang jauh dari prasangka nya.


Mata-mata nya mengatakan jika wanita yang ada di dekat Ilyas yang bernama Kanaya adalah sosok wanita yang gendut, kusam dan berkaca mata, sehingga ia tidak merasa khawatir, karena wanita secantik Alina saja mampu Ilyas tolak, apalagi wanita jelek seperti itu, pikir Lola saat itu.


Terlihat Lola mengembuskan nafas kasarnya, mungkin ia sudah mengambil kata yang tepat untuk ia ucapkan pada Kanaya.


"Berapa banyak yang kau inginkan untuk meninggalkan Ilyas ... ?" ucap Lola seketika


Awalnya Kanaya terkejut, tapi ... Kanaya langsung tersenyum saat melihat expres menang di wajah Lola.


"Aku tahu ... kau tidak tulus mencintai Ilyas, wanita dengan kelas seperti dirimu, hanya ingin mengincar harta Ilyas, sekarang aku akan berikan kau uang 200jt untuk kau enyah dari kehidupan Ilyas" ucap Lola yang semakin membuat Kanaya tersenyum


"Kenapa kau malah tersenyum, itu sudah cukup untuk mencukupinya kehidupan keluargamu di kampung" ucap Lola dengan menahan kesal


"Apakah harga seorang Ilyas hanya 200jt bagimu Nona Lola ... ?" tanya Kanaya dengan senyuman tercantiknya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu ... ! kau kurang baiklah akan aku tambahi 500jt, tapi kau harus benar-benar pergi dan jangan sampai kau menampakkan hidung mu lagi disini" ucap Lola terpancing emosi


"Nona, 500jt bagi Ilyas itu adalah makanan yang tidak sampai 1 bulan, hanya dnegan uang segitu ... apakah aku rela meninggalkan seorang Ilyas yang telah memberiku kartu gold sebagai uang bulananku" ucap telak Kanaya.


"Nona tahu sendiri ... kartu itu terbatas hanya ada beberapa orang yang memiliki nya, lalu apa arti uang 500jt itu jika di bandingkan dengan kartu yang mas Ilyas berikan ... !"ucap Kanaya


"Ternyata kau benar-benar materialistis ya, kau tidak tulus mencintai Ilyas, syukurlah .... dengan begitu aku bisa mudah mendapatkan Ilyas lagi, dengan rekaman ini ... Ilyas di pasti akan menceraikan mu, kau tidak hanya kehilangan 500jt yang aku tawarkan, tapi kau juga akan kehilangan Ilyas selamanya" ucap Lola dengan bangga


"Benarkah ... akan ku nantikan itu, Nona Lola ... dengan begini ... aku bisa menyimpulkan, bajwa semakin kau ingin aku pergi... semakin aku ingin tetap tinggal, meskipun aku matre, setidaknya ... aku tidak pergi meninggalkan Ilyas dengan diam dan membuat hatinya terluka" ucap Kanaya


"Kau akan di campakkan juga setelah ini Naya ... lihat saja ... wanita materialistis seperti dirimu, tidak akan pernah diterima oleh Ilyas dan keluarga nya" ucap Lola


"Kata siapa ... ? aku malah suka jika istriku menjadi wanita yang matre" ucap tiba-tiba ILyas dari arah belakang tubuh Lola

__ADS_1


__ADS_2