Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 45


__ADS_3

Ilyas keluar dari ruang rapat dengan perasaan marah, ia tidak menyangka alan memiliki karyawan yang begitu tidak tahu aturan.


Sesampainya ia di ruangan nya, ia mendapatkan istrinya yang masih fokus dengan layar laptopnya


"Bagaimana ... ? apakah sudah selesai ... ?" Tanya Ilyas seraya mencium pucuk kepala Kanaya dari belakang


"sudah mas, saya juga sudah mengirimkan Email-nya" ucap Kanaya mendongakkan kepalanya


"Eh, lupa ... di sini kantor kan ... ? hehehehe, sudah Tuan, Email-nya pun sudah saya kirimkan" ralat Kanaya pada Ilyas.


Ilyas mengusap kepala Kanaya dengan lembut.


"Beristirahat lah, jangan terlalu lelah" ucap Ilyas


"Apakah boleh ... ?" tanya Kanaya


"Tentu, kau sudah bekerja keras, istirahat lah sejenak" ucap Ilyas seraya membawa Kanaya keruang istirahat nya.


"Aku mau kerja dulu, nanti akan aku bangunkan" ucap Ilyas


"Makasih ya Mas ... " ucap Kanaya seraya memeluk Ilyas


"Setelah ini, kita akan pergi berdua ... berkeliling ... mendatangi setiap tempat yang kau inginkan" ucap Ilyas


"Akan aku tunggu hari itu " ucap Kanaya yang mana pelukannya sudah ia lepaskan.


Sebelum Ilyas pergi, Ilyas mencium kening Kanaya.


"istirahat lah" ucap Ilyas seraya menutup kamat yang ada dalam ruangan itu.


Akhirnya benar juga, Saat Kanaya menjatuhkan bobot tubuhnya, ia merasa nyaman, dan dalam waktu sekejap, Kanaya sudah masuk kedalam mimpi indahnya .


Takdir seseorang tidak ada yang tahu, dan tidak ada yang bisa menebaknya.


Seperti kisah Kanaya, si gendut dan kusam, kini telah menjadi primadona dalam hati Ilyas.


*****


"Bagaimana ... apakah kau sudah Bertemu dengan wanita itu ... ?" tanya sahabat Lola


"Belum, aku susah mengirimkan pesan untuknya, hanya saja belum di balas" ucap Lola pada Sabahat nya dari sambungan telfon


"Kalau menurut ku ... kau menyerahlah ... apalagi jika Ilyas dan wanita itu sudah melakukan hubungan badan, jangan harap kau bisa masuk lagi" ucap sahabat Lola

__ADS_1


"Aku tahu Ilyas, aku pastikan, mereka belum melakukan hal itu" ucap Lola dengan sangat yakin.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Kanaya menggeliat kan tubuhnya, ia merasa lelah nya kini telah lenyap.


"Udah jam berapa ini ... " ucap Kanaya seraya melihat melihat jam yang melingkar di tangannya


"What ... ! jam 3 ... " ucap kaget Kanaya


Ia langsung bangun dan menuju ke kamar mandi, mencuci wajahnya dengan cepat.


Saat Kanaya keluar dari kamar mandi ia sudah mendapati Ilyas ada di dalam kamar itu.


"Kenapa terburu-buru ... ?" tanya Ilyas


"Kenapa mas tidak membangunkan aku" ucap Kanaya seraya menyisir rambutnya


"Kau terlalu nyenyak sayang, maaf ... kau pasti kelelahan karena tadi malam " ucap Ilyas seraya memeluk Kanaya


"Bukan salah mas juga kok, kita ada pertemuan sebentar lagi di restoran KC mas " ucap Kanaya mengingatkan Ilyas


"Kau selalu ingat jadwal di luar kepala mu ya ...." ucap Ilyas


"Tentu mas ... itukan tugasku" ucap Kanaya setelah selesai merapikan diri


"Apa yang mas katakan ... " ucap Kanaya seraya keluar dari kamar itu


"Sayang ... kalau kau berhenti bekerja saja gimana ... ? aku mau ... hanya aku yang melihat mu " ucap Ilyas seraya mengikuti langkah Kanaya


"Aku alan berhenti kalau di sini ada anakmu" ucap Kanaya Seraya tersenyum pada Ilyas dan duduk di tempatnya.


"Janji ya ... ah baiklah ... aku akan bekerja keras tiap malam, agar di perut mu segera ada anakku" ucap Ilyas yang berdiri di samping Kanaya


Kanaya hanya tersenyum, ia terlihat menyisihkan beberapa berkas di mejanya, mencari berkas yang akan ia bawa nanti saat bertemu dengan kliennya.


*****


"Tante ... bukankah awalnya tante juga tidak ingin wanita itu menjadi menantu Tante ... ? kenapa sekarang malah mendukung nya ... ?" ucap Lola pada Mamanya Ilyas


Terlihat Mamanya Ilyas tersenyum


"Kau benar ... aku tidak menyukai nya dan lebih menyukai Alina sebagai menantu ku, tapi ... yang akan menikah itu adalah Ilyas, bukan aku ... lalu ... apa gunanya pilihanku " ucap Mamanya Ilyas


"Lagian ... Kanaya gadis yang baik, kau bisa lihat sendiri sekarang, raut wajah Ilyas jauh lebih berseri saat ini, Ilyas tidak pernah makan di luar, kecuali bersama sang istri, Karena Kanaya selalu membuat kan makanan lezat, benar kata pepatah ... mengambil hati seseorang itu harus lewat dari mulut dulu " ucap Mamanya Ilyas seraya tersenyum

__ADS_1


"Tante ... tapi aku masih mencintai Ilyas tante ... ! dan aku sangat yakin kalau Ilyas juga masih sangat mencintaiku" ucap Lola


"Cinta seperti apa yang kau katakan ... ? apakah cinta karena uangnya ... ?" ucap Mamanya Ilyas yang tahu niat Lola mendekati Ilyas


"Lola ... aku bukan Ilyas yang bisa kau kelabui dengan sikap mu yang sok menyedihkan itu, memanfaatkan kematian Lilu, hanya untuk mendapatkan hati Ilyas"cebik Mamanya Ilyas


"Lola ... jangan pernah kau ganggu Ilyas dan istrinya lagi, biarkan mereka bahagia dan memberikan cucu untukku" ancam Mamanya Ilyas


"Aku bisa memberikan cucu untuk Tante " ucap Lola tanpa malu


"Aku ingin, Cucuku lahir dari rahim wanita baik-baik, bukan wanita yang pernah menjual keperawanan hanya demi bisa masuk ke dalam universitas ternama ... !" ucap telak Mamanya Ilyas yang tahu akan rahasia Lola.


Tentu Lola terkejut bukan main, rahasia yang sangat ia jaga, kenapa bisa mama nya Ilyas tahu.


Wajah Lola menjadi pucat pasi, namun berubah ceria lagi saat menerima balasan dari Kanaya


"Baiklah ... aku alan menunggumu di cafe dekat apartemen Tuan Ilyas" balas Kanaya pada Lola


Lola tersenyum, hanya ini harapan yang Lola punya untuk mendapatkan Ilyas kembali.


"Lola ... kembalilah bersembunyi seperti dulu, agar kenangan indah mu dan Ilyas masih bisa di kenang, karena jika kau masih mengganggu mereka, jangan salahkan aku jika aku abai siapa dirimu" ucap Mamanya Ilyas


Lola berdiri dari duduknya dengan nafas naik turun karena menahan marah.


Ia terlihat mengepalkan kedua tangannya di samping tubuhnya.


"Tante ... aku tidak akan menyerah akan Ilyas, dia akan tetap menjadi milikku " ucap Lola


Kini Lola sudah berdiri dari duduknya dengan menahan kesal, ia mengira masih ada harapan dari Mamanya Ilyas, nyata nya Mamanya Ilyas tahu akan rahasianya.


Terlihat senyum Mamanya Ilyas saat melihat kepergian Lola dari rumah nya.


'Aku pernah melakukan kesalahan untuk anakku, tapi tidak untuk saat ini, aku sudah melihat bagaimana Ilyas mencintai Kanaya, aku akan mendukung setiap apa yang di lakukan anakku, Mama menyayangi mu Nak ' bathin Mamanya Ilyas


Waktu berjalan dengan begitu cepat, Kanaya dan Ilyas sudah ada di tempat, dimana mereka sudah melakukan perjanjian.


"Tuan Ilyas, saya tidak menyangka ... jika anda memiliki sekertaris yang cantik dan juga cerdik" ucap Klien Ilyas


"Anda benar Tuan, sekertaris saya ini adalah yang terbaik" ucap Ilyas melihat ke arah Kanaya


"Jika boleh, saya ingin mengundangnya secara pribadi untuk malam malam nanti Tuan" ucap Klien nya Ilyas


"Sayangnya Tuan, sekertaris saya haru berkerja juga di malam hari sebagai istri saya dirumah " ucap Ilyas

__ADS_1


__ADS_2