
Orang Tua Kanaya sangatlah kudet dengan ponsel, Sehingga mereka meminta anak bungsunya untuk menghubungi kakak iparnya.
"Hallo Dek, ada apa ... ?" ucap Ilyas saat mengangkat telpon dari adik iparnya
"Kak, adek dan Ibu bapak sekarang ada di stasiun, kami lupa alamat kakak" ucap Adiknya Kanaya.
Tentu Ilyas cemas dan khawatir. Tapi ... orang Tua Kanaya memang seharusnya tau akan pa yang terjadi pada Kanaya.
"Jav, jemput mertuaku di stasiun, langsung bawa kemari" ucap Ilyas pada Jav dari balik ponselnya
Mendengar kedatangan orang tua Kanaya, Ilyas merasa tak nyaman sendiri, karena sudah merahasiakan keadaan Kanaya.
"Sayang, bangunlah ...apakah kau tahu ... , Ibu dan bapak akan segera sampai di sini, apakah kau tidak khawatir jika mereka melihat kau tertidur terus ... ?" ucap Ilyas di samping Kanaya.
"Sayang, apakah kau ingat, saat itu Ibu mengatakan akan memberikan kau jamu agar kau cepat hamil, sekarang beliau datang, bukankah ia akan bahagia mendengar kabar bahwa kau saat ini sedang hamil ... ? "Ilyas terus membelai tangan Kanaya.
Entah ini keajaiban atau apa, Jari jemari Kanaya bergerak sedikit.
"Sayang ... kau mendengar ucapan ku, Sayang ... bukalah matamu, bukalah sayang, di sini ada anak kita, ku mohon bukalah matamu" ucap Ilyas seraya mencium seluruh wajah Kanaya.
Namun gerakan itu sudah terhenti, Ilyas langsung memanggil Dokter untuk memeriksa sang istri.
Dokter yang mendengar suara bel dari ruangan Kanaya langsung datang.
"Dokter, tadi istriku menggerakkan jarinya, saya sangat jelas melihat nya, Dok" ucap Ilyas dengan raut wajah bahagia
"Tuan benar, keadaan Nona Sudan banyak kemajuan, selamat untuk Tuan, kesabaran Tuan adalah cambukan untuk Nona, agar bisa pulih" ucap Dokter itu.
Ilyas tersenyum meski belum sadar, tapi kemajuan kesehatan Kanaya sudah menjadi hal membahagiakan bagi Ilyas.
__ADS_1
"kau dengar sayang, cepatlah bangun, aku akan memberikan apapun yang kau ingin kan setelah ini" ucap Ilyas menggenggam tangan Kanaya.
Sedangkan Safira masih fokus dengan pekerjaan nya, meski semua ucapan Jav sekalu teringat, tapi ia tidak ingin menganggu pekerjaan nya dengan hal pribadi nya.
'Apakah aku harus menyerah atas kak Riswan, Kak Jav benar, semakin kau mengekang kak Riswan untuk menjalin hubungan dengan ku, semakin sakit rasanya hati ini, Safira ... menyerahlah ... bebaskan Riswan dari cintamu, Riswan berhak memilih jalan hidupnya, mau dia terus mencintai Kanaya atau tidak, cukup kau merendah kan dirimu di hadapan nya, cobalah buka pintu hatimu untuk pria lain, jangan selalu fokus pada Riswan, masih banyak pria baik di dunia ini, kau cantik kan ... ' bathin Safira
"Sekarang ... kau datanglah pada Kanaya, sudah lama kau tidak menjenguknya" ucap Safira
Safira pun membereskan semua berkas yang ada di atas mejanya.
"Mau mengantar kan bekal lagi ya buat kekasihnya, kau perhatian banget deh, Fir. Pasti kekasihmu senang punya kekasih sepertimu" ucap para teman-teman Safira
"Ah, hari ini tidak, aku mau jenguk Kanaya, kalian ada yang mau ikut ... ? cuma sebentar kok" ucap Safira.
"Tapi makan sang dulu ya ... aku udah lapar banget" ucap teman Safira
"Oke, ayo ... " ucap Safira
Akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran dekat dengan rumah sakit yang Kanaya tempati.
Namun betapa terkejutnya Safira saat melihat Riswan bersama wanita lain duduk di meja dekat jendela.
Yang membuat Safira terkejut bukanlah kebersamaan Riswan dengan wanita lain, melainkan wanita yang ada di hadapan Riswan.
Apakah mereka saling mengenal ... ? sejak kapan ... ? dan ... sejauh mana hubungan mereka ... ? itu pertanyaan yang ada di fikiran Safira.
Teman-teman nya yang juga melihat itu ikut terkejut. saat mereka ingin menghampiri Riswan, tangan Safira mencegah nya. Karena Safira tidak ingin mereka tahu keberadaan nya.
"Sudah hampir 1 bulan kau bersama gadis itu, tidak kah kau benar-benar menyukai nya, kau yakin tidak ingin move On dari cinta pertama mu yang sudah menikah itu ... ?" tanya sang gadis
__ADS_1
"Entahlah, cinta itu sulit di paksa, Lin ... seperti kau dengan mantan tunangan mu dulu, meski kau di tolak terus, kau tetap saja mencintainya" ucap Riswan
"Tapi, gadis yabg mengejar cintamu itu lumayan baik loh, menurut ceritamu kemaren, dia tulus mencintaimu, akan sangat jarang dapat gadis macam itu" ucap wanita itu.
"Aku tahu, dia emang baik, tulus dan cantik, bahkan dari keluarga terhormat juga, hanya saja memberikan cinta itu yang belum bisa, ah baiklah ... kau lanjutkan makannya, dia pasti sudah menuju ke perusahaan ku sekarang" ucap Riswan.
"Kakak lanjutkan saja makannya, aku tidak ke perusahaan kakak saat ini, atau pun nanti. Aku juga tidak akan kesana, Maaf karena aku sudah menjadi gadis yang bodoh yang selalu mengejar cinta kakak, sayang nya aku baru sadar, sekali lagi maafkan aku kak" ucap Safira membungkuk kan sedikit tubuhnya, lalu pergi meninggalkan Ruswan dengan sang wanita.
"Kau akan menyesal karena telah mengabaikan orang yang benar-benar tulus mencintaimu, dasar lelaki tak tahu untung, cih ... bersama si pengemis cinta juga" ucap Teman-teman nya Safira yang tidak suka dengan sikap Riswan.
"Ingatlah, orang akan terlihat tak berarti saat ia ada di dekatmu dan memberikan seluruh perasaan nya, tapi saat dia sudah tak perduli, kau akan menyadari betapa berartinya dia untuk mu, dan saat itu tiba, kami berharap, Safira sudah bersama dengan orang yang menginginkan nya" ucap yang kain yang kini sudah menyusul Safira pergi.
Di saat mereka semua sudah pergi, Riswan malah menatap wanita uang ada di hadapannya.
"Kalian saling kenal ... ?" tanya Riswan.
"Kami sekantor, ah kenapa kebetulan sekali, jangan bilang gadis yang kau cintai itu yang kau katakan adalah sahabat wanita yang mencintaimu itu adalah Kanaya" ucap wanita itu dengan mata menyipit.
"Kau juga mengenal nya ... ?" tanya Riswan lagi
"Ah, Riswan ... jadi benar, wanita itu Kanaya ... si buruk rupa yang gak tahu diri itu" ucap kesal wanita yang ada di hadapan Riswan saat ini
"Kenapa kau malah mencintai wanita seperti itu, Ris. Masih banyak wanita lain " ucap Kesal wanita itu.
"Seperti yang aku katakan, aku mencintai nya karena kepribadian nya, bukan karena rupanya, hanya saja ... "
"Dia menikah dengan orang yang aku cintai, Ris. aku membencinya, sangat membenci nya, malah kau mencintai nya, emang ya ... dari dulu kita selalu tidak sependapat " ucap wanita itu.
"Karena kau selalu menilai orang lain dari tampilan nya, tapi aku beda. Ah ternyata dunia sesempit ini " ucap Riswan seraya tersenyum dengan luka, pada wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Sedangkan wanita yang ada di hadapannya kini malah cemberut.