Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 61


__ADS_3

Setelah kesadaran Kanaya, Ilyas kini selalu pulang lebih awal, Rana, Reni dan Rini yang kini menjadi teman Kanaya saat dirumah, membuat Kanaya tidak merasa jenuh dan kesepian.


Safira kini juga sudah tidak mendatangi perusahaan Riswan seperti biasa, ia mengubah kebiasaan sebulannya itu dengan berkumpul dengan teman - temannya atau bahkan menyendiri di gedung teratas perusahaan itu, tempat dimana Kanaya dulu meluapkan emosi dan tangisnya kala mendapat bully -an dari teman-teman nya bahkan kadang saat hatinya terluka. Benar saja, Safira juga mengalami hal yang sama, ketenangan saat berada di tempat itu. Gedung yang mana tidak ada penghuni sama sekali, ia berdiri di batas pemandangan yang terhampar. Bibirnya tersenyum namun air matanya terjatuh. Ia menertawakan kebodohan nya sendiri. Bahkan sampai saat ini tidak ada satu pesan pun dari Riswan.


Sebegitu tidak berarti nya ia bagi Riswan.


Safira menghapus air matanya, menguatkan diri agar visa melalui hari dengan harus melawan hatinya sendiri.


Kenapa sesakit ini ... ? kenapa sesulit ini ... ?


Bathin Fira selalu terkoyak dengan rasanya, rasa sakit dan kecewanya.


"Fira ... kami cari kamu kemana-mana gak taunya kamu disini ... ?"ucap Nul-nul yang menjadi sahabat Fira selama ini


"Ada apa, Nul?" tanya Safira


"Jangan bilang kalau kau masih menangisi Riswan ... ? ayolah Fir, cowok di dunia ini banyak, mau yang lebih tampan yang lebih tajir banyak, ayolah jangan patok hatimu hanya dengan satu pria yang tidak menginginkan mu" ucap Nul-nul


"Nona Kanaya mencarimu dari tadi, kasihan dia kelelahan, sekarang ada di ruangan Tuan Ilyas " ucap Nul-nul


"Kanaya kemari ... ? ckkk dia pasti sangat khawatir, Nul ... makasih ya" ucap Safira


Safira langsung meninggalkan Nul dan berjalan cepat untuk menemui Kanaya. Safira tahu kalau Kanaya khawatir maka akan berdampak pada kesehatan Kanaya saat ini. Kanaya belum pulih sepenuhnya dan dia tidak di perbolehkan untuk khawatir akan hal apapun.


*****


"Mas, kenapa Jav kama sekali membawa Safira ... ?" tanya Kanaya


"Namanya juga meletakkan barang di gudang, Sayang. Aku sudah mengatakan pada Safira dan Jav, biar karyawan lain saja yang membawa barang itu, cuma ... Kau tahu sendiri, Jav suka akan kebersihan" ucap Ilyas mencari alasan, benar saja, setelah mengatakan hal itu, pintu terbuka, terlihat Safira dan Jav yang muncul secara bersamaan.


"Nona Kanaya ... " sapa Safira berusaha menetralkan suara dan hatinya

__ADS_1


"Isss ... Kanaya, Fir. Dari mana saja .... ?" tanya Kanaya


"Dari gedung atas"


"Dari gudang"


Jawaban Safira dan Jav berbeda secara bersamaan, membuat Kanaya bingung


"maksud mereka, setelah dari gudang, mungkin Safira ke gedung atas, begitu kan ... ? Fir" ucap Ilyas


"Nah, itu ... itu benar,Nay. Ada apa ... ?" tanya Safira yang kini sudah ada di hadapan Kanaya


"Tidak, hanya merindukan mu saja ... " ucap Kanaya yang kini duduk di sofa bersama Safira.


Kanaya menatap Safira dengan begitu lekat, membuat Safira merasa gugup sendiri.


"Kenapa kau lihatin aku kayak gitu ... ?"tanya Safira


"Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku kan ... ?" tanya Kanaya penuh selidik


"Aku tahu kamu ... aku tahu semuanya ... hanya saja aku ingin dengar dari kamu " ucap Kanaya


"Kau tahu dari siapa ... ? Maafkan aku, Nay"ucap Safira menundukkan kepalanya.


Kanaya mengangkat dagu Safira, ia membuat sahabatnya itu menatap dirinya.


"Sejak kapan ... ?" tanya Kanaya.


"Sejak kita masih baru masuk kuliah "ucap Safira semakin membuat sesak di hati Kanaya.


"Tapi ... tapi aku sudah tidak mencintai nya lagi,Nay. sumpah ... ! aku sudah menghapus semua perasaan ku padanya " ucap Safira meyakinkan Kanaya

__ADS_1


"Lalu sakit hatimu ... semua perjuangan mu, Apakah tidak ia fikirkan, setidaknya hargai rasamu, dia bisa mengatakan yang sebenarnya, tidak perlu membuat kau terlihat seakan mengemis cinta padanya, kau cantik, kau sempurna, dia kana menyesal karen telah menyia-nyiakan mu, akan aku pastikan itu,Fir" ucap Kanaya emosi.


'Kau tidak tahu,Nay. kau yang dia inginkan selama ini, kau yang selalu bertahta dalam hatinya, kau yang menjadi alasan kenapa ia sulit membuka hatinya untuk wanita manapun, termasuk aku, bukan salahnya,Nay,tapi salahku. Aku yang salah karena telah membuat nya menjadi yang salah, seharusnya aku tidak memaksa nya untuk melakukan hubungan kekasih itu, dia menolak ku, hanya saja aku yang tidak tahu diri memintanya untuk mencoba menjalin hubungan dengan ku, sebulan ... dalam sebulan, dia tidak mengubah sikapnya sama sekali, benteng dalam hatinya sangat kuat, dan kau yang ada di dalamnya, jangan salahkan doa, salahkan saja aku yang bodoh ini' Bathin Safira.


Kanaya geram dengan apa yang ia dengar, apalagi saat salah satu teman Safira yang membocorkan keadaan Safira pada Kanaya.


Sedangkan Ilyas dan Jav sudah ada di luar ruangan, karena ada klien yang datang. Lama Kanaya dan Safira bertukar cerita tentang Kanaya dan dirinya, tentu juga tentang semuanya, sehingga waktu kini sudah menunjukkan pukul 1, Dan Kanaya berpamitan untuk kembali pulang, karena kini Kanaya resmi tidak bekerja di perusahaan itu lagi.


Namun Kanaya bukanlah kembali ke kediaman nya, melainkan ia mendatangi perusahaan Riswan.


"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya karyawan di bagian Resepsionis perusahaan Riswan


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Ruswan, Apakah beliau ada ... ?" tanya Kanaya


"Sudah membuat janji dengan Pak Riswan ... ?" tanya karyawan itu


"Belum, kau katakan saja, kalau yang datang adalah Kanaya" ucap Kanaya seraya melihat kearah sekitar, berharap bisa melihat Riswan.


"Baik, Nona. Tunggulah, saya alan menghubungi sekertaris Pak Riswan" ucap karyawan itu.


Kanaya hanya tersenyum membalas ucapan resepsionis itu. Ia menghubungi Sekertaris Riswan, dan jawabannya adalah, Riswan yang akan menjemput nya ke bawah, membuat karyawan itu tertunduk takzim pada Kanaya.


Karena seluruh perusahaan tahu, bahwa ... Riswan tidak suka terhadap wanita manapun, bahkan Safira saja selalu ia beri perhatian biasa, seperti Riswan bicara dengan kliennya. tapi saat ini, Riswan sendiri yang akan menjemput Kanaya ke bawah, bukankah itu berarti wanita ini sangat spesial.


Benar saja tidak butuh waktu yang lama, Riswan sudah tiba dan tersenyum pada Kanaya yang terlihat Emosi pada Riswan.


"sudah lama ya menunggu nya ... ,Maaf" ucap Riswan seraya menjewer kedua telinganya sendiri, kebiasaan Kanaya saat ia melakukan kesalahan.


"Tidak, bisa kita bicara kak ... ?" ucap Kanaya


"Tentu, ayo keruangan ku" ajak Riswan dengan senyum yang sumringah.

__ADS_1


Riswan dan Kanaya pun berjalan beriringan, jelas sekali kebahagiaan di wajah Riswan, karena ini pertama kalinya Kanaya datang ke perusahaan nya.


Kanaya bisa melihat kebahagiaan itu dari wajah dan bibir Riswan yang tersenyum selalu.


__ADS_2