
Tubuh Lola terjerambat ke lantai saat melihat Ilyas yang sudah benar-benar keluar dari cafe itu. Harapan nya sirna, Ilyas yang ia kira akan selalu mencintainya ternyata kini sudah tidak melihat nya sama sekali, yang menjadi kemarahan Lola sekarang adalah gadis yang ia kenal sebagai sekertaris Ilyas ternyata adalah istrinya Ilyas.
'Aku tahu ... Lola gunakan cara ini, berusaha lah sekali lagi, jika Ilyas tidak menginginkan mu maka kemungkinan wanita itu tidak menginginkan Ilyas juga kan, kau bisa menggunakan wanita itu untuk meninggalkan Ilyas' batin Lola
Sedangkan Ilyas menyandarkan tubuhnya kesadaran kursi mobilnya.
Ilyas menghela nafasnya, dia sudah merasa lega dengan apa yang ia lakukan malam ini, ia tidak ingin menjadi pria pengecut, meski awalnya hanya berniat untuk membuat Lola keluar, tapi setidaknya dia tidak menjadikan Kanaya sebagai pelarian semata.
"Lilu ... semoga kau tidak membenci ku karena hal ini, kau tahu ... karena kamu aku masih ingin memaafkan nya, Lilu ... istriku wanita yang baik sama seperti mu, ku harap kau menyukainya juga" ILyas berkata dengan air mata yang tanpa terasa sudah keluar dari mata nya.
*****
"Jav ... bukankah kau sudah mengatakan kalau kau tidak akan membiarkan wanita ular itu muncul lagi di hadapan Ilyas, tapi kenapa malam ini dia datang bahkan sekarang mereka berduaan di cafe itu ... !" ucap kesal mamanya Ilyas
"Kenapa Tante ..., Tante juga ikut andil dalam kesalahan yang Lola perbuat, Tante juga yang telah membantunya pergi bukan ... ? dan satu lagi Tante, Tuan Ilyas bukan lagi seperti yang dulu, Itu semua berkat Nona Kanaya, berterima kasih lah pada Nona, karena Nona yang sudah berhasil membuat Tuan kembali pada kesadaran nya" ucap Jav
"Gadis itu baru masuk dalam hidup Ilyas,mana bisa ia berperan banyak dalam hal ini" cebik Mamanya Ilyas
"Itulah kelebihan Nona, ini sudah malam Nyonya ... apakah perlu saya mengantarkan anda pulang" ucap Jav yang mulai jengah dengan apa yang di bicarakan oleh mamanya Ilyas.
"Kau mengusir ku ... !" ucap marah Mamanya Ilyas
__ADS_1
"Tidak Nyonya, kalau anda ingin di sini, Baiklah ... tapi saya tinggal ya Nyonya, soalnya saya sudah mengantuk, besok harus bangun pagi-pagi juga" ucap Jav seraya melangkah kan kakinya dan masuk kedalam rumahnya.
Mamanya Ilyas yang menyadari jam berapa ikut kesal dengan apa yang ia lakukan.
*****
Berulang kali Kanaya mencoba untuk memejamkan matanya, tapi tetap saja ia tidak bisa, ia bahkan marah pada dirinya sendiri.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi tidak ada tanda-tanda Ilyas datang.
Tiba-tiba hatinya merasa gelisah kecewa fan terluka.
Seharusnya ia sudah tahu hal ini akan terjadi, tapi Kanaya tidak menyangka bahwa ini akan terjadi secepat ini.
Tiba-tiba rasa sepi menyapa nya, ia ingat saat ia bercanda dengan Ilyas, semua bayangan itu terlihat jelas di pandangan Kanaya.
Hatinya sakit ... ia mencoba menahan sakit hatinya dan tersenyum, namun ... lagi-lagi matanya tidak bisa berkompromi dengan hati.
Saat kesedihan menyelimuti hatinya cahaya mobil datang membuat nya tersenyum namun dengan air mata yang sudah bercucuran.
Kanaya terus mengamati kedatangan mobil yang sudah sedari tadi ia tunggu
__ADS_1
Kanaya mengusap air matanya lalu berlari keluar dari kamarnya.
Kanaya berlari keluar dari ruangan apartemennya berlari dengan airmata yang terus saja mengalir, ia bahkan tidak memakai alas kaki smaa sekali.
Kanaya terus berlari dengan sesekali mengusap air matanya.
Sesampainya ia di bawah ia langsung memeluk sang suami. Ilyas yang tidak melihat kedatangan nya langsung membalas pelukan Kanaya
"Maafkan aku karena terlambat pulang" ucap Ilyas seraya membelai kepala Kanaya.
"Kanaya ... maafkan aku, " ucap Ilyas yamg tidak mendapatkan jawaban apapun dari Kanaya.
"Jangan bicara lagi mas, biarkan aku seperti ini" ucap Kanaya pada Ilyas
Ilyas langsung memeluk Kanaya lebih erat , ia tidak menyangka bahwa Kanaya masih tetap bertahan dan menunggunya.
"Mulai malam ini ... mulai malam ini kita akan memulai lembaran baru, mulai malam ini kita akan melupakan masa lalu yang terjadi hingga detik ini, Kanaya maukah kau menjadi istriku sepenuhnya ... ?" ucap Ilyas
"Mas ... apakah kau tahu ... sedari tadi aku sudah takut, kalau kau tidak akan kembali lagi padaku, aku takut ... kau memilih dengannya dari pada dengan ku, Mas ... kau yakin dnegan apa yang kau lakukan malam ini ... ?" tanya Kanaya seraya menatap mata Ilyas dengan tajam.
"karena mu aku bisa melalui nya Nay, aku bisa mengungkap semua yang ingin aku katakan padanya,Nay ... karena kamu dan hanya karena kamu" ucap Ilyas.
__ADS_1
Malam ini, mereka merasa seakan dunia telah mereka taklukkan.