
Ilyas yang masih bingung dengan apa yang mamanya katakan, Apa hubungannya ulang tahun ke anaknya dengan Dia menyuruh Kanaya memasak di dapur kantin perusahaan.
"Ilyas tidakkah kau ingin pulang ke rumah kau tahu sendiri Mama sekarang tinggal sendirian tinggallah di rumah bersama istrimu" ucap Mama Ilyas
"Apakah mama bisa menjamin kalau sikap Mama pada Kanaya akan baik ... ? Kanaya sudah banyak mengalami masalah karena asma sekarang Ilyas hanya ingin fokus membahagiakan dia" ucap Ilyas
Sedangkan kanaya,ia kini telah melintasi kantin perusahaan,banyak mata karyawan yang menatapnya namun saat ia ingin abai dia malah mendengar gosip tentang dirinya.
"Bergosip lah sesuka hati kalian, tapi ... ! jika pekerjaan kalian sudah selesai, juka bekum selesai maka ... jangan salahkan saya, sebagai sekertaris ... saya ada hak untuk mendisiplinkan kalian " ucap Kanaya yang langsung melangkah kan kakinya.
"Nona ... ! ada yang bisa kami bantu ... ?" tanya Juru masak di kantin itu.
"Tidak Tuan, Mmmm ...Tuan Ilyas dan Nyonya besar ... ingin makan masakan saya ... bisakah saya numpang masak disini sebentar ... !"ucap Kanaya
Juru masak yang ada tiga orang itu saling melempar pandangan nya.
"Baik Nona ... silahkan ... kami akan pindah ke dapur kecil untuk sementara " ucap Juru masak itu.
"Maafkan saya ya Tuan ... " ucap Kanaya tidak enak hati
"Tidak apa-apa Nona, silahkan ... " ucap juru masak itu.
Akhirnya Kanaya pun berkutat dengan peralatan dapur itu. Kanaya mengikat rambutnya dengan tinggi-tinggi.
Keringat membasahi dahi dan juga lehernya.
Beberapa masakan pun sudah ada yang jadi.
Kanaya ingin menyicipi masakannya, ia rasa sudah pas masalah rasa, namun ia masih ragu.
Lalu Kanaya membawa hasil masakannya ke Juru masak kantin perusahaan.
"Tuan, cobalah ... Apakah rasanya sudah pas ... ?" tanya Kanaya
Juru masak itupun menyicipi hasil masakannya Kanaya, dan mereka tidak percaya kalau masakannya Kanaya jauh lebih enak dari mereka.
"Nona ....ini enak sekali ... " ucap juru masak itu
__ADS_1
"Benarkah Tuan ... ? kalau begitu ... silahkan ambil kalian yang itu, untuk Tuan Ilyas dan Nyonya besar sudah saya siapkan di sana, Terimakasih ya Tuan" ucap Kanaya
"Sama-sama Nona" ucap juru masak itu serempak.
Kanaya pun berlalu dan langsung membawa masakannya ke ruangan Ilyas dengan bantuan pelayan
Kanaya terlihat begitu cemas, mengingat bagaimana Mamanya Ilyas dulu yang menghinanya, Namun seperti yang Ilyas katakan bahwa ia ingin memulai semuanya dari awal. Jadi ... Kanaya harus siap untuk memulai juga.
Karena bagi wanita, setelah menikah hidupnya bukan hanya untuk suaminya tapi untuk seluruh keluarga suaminya . Dam Kanaya ingin berbaikan dengan mertuanya.
Banyak yang mengatakan jika makanan adalah jalan yang paling bagus untuk memperbaiki sebuah hubungan.
Kanaya mengetuk pintu ruangan Suaminya.
Lalu membuka pintu itu, terlihat dua sosok asing namun begitu sangat berarti bagi Kanaya saat ini.
"Kesini lah ... " panggil Ilyas seraya mengulurkan tangannya pada Kanaya
Lalu Kanaya mendekat namun tidak berani mengambil tangan Ilyas karena pandangan mertuanya masih sinis padanya.
Mengerti dengan kegugupan Kanaya, Ilyas mengambil tangan Kanaya yang sedang memilin ujung bajunya, dan membawanya duduk di sisinya.
"Tidak usah gugup,Mama tidak akan memakan mu, tapi aku yang akan melahap mu nanti" bisik Ilyas di telinga Kanaya, membuat pipi Kanaya memerah karena malu mendengar ucapan itu.
"Benarkah ini masakan mu ...?" tanya Mamanya Ilyas seraya melihat hasil masakan menantunya
"I ... iya Ma ... " ucap Kanaya
"Masakan Kanaya sangatlah enak Ma ... jangan sampai mama ketagihan dan mau di masakkan olehnya " ucap Ilyas seraya membawa Kanaya duduk bersama sang Mama
Mamanya Ilyas menyicipi masakan itu, benar saja ... ia merasa masakan Kanaya sangat enak di lidah nya.
"Mama makan ya ... awas saja kalau gak enak, ku pecat kau jadi mantu Mama" ucap sang Mama seraya mau mengambil nasi.
"Biar Kanaya yang ambilkan Ma ... " ucap Kanaya yang merasa letak nasinya jauh dengan sang Mama, mendengar hal itu Mamanya Ilyas menyerahkan piring nya pada Kanaya.
Dengan laten Kanaya menyediakan untuk mamanya dan juga untuk Ilyas.
__ADS_1
Benar saja kedua manusia itu menikmati masakan Kanaya, bahkan Mamanya minta nambah karena sambal Kanaya di rasa sangatlah enak.
"Nah ... begini jadi mantu ... harus perhatian juga sama mertua, peduli sama suami, kalian tidak memperkerjakan Asisten rumah tangga kan ... ?" ucap Mamanya ILyas
"Tidak Ma ... Kanaya tidak mau, ia merasa masih bisa mengurus semua nya sendiri " jawab Ilyas
"Jika mau cari pembantu itu, cari yang sudah umur 40an jadi gak ada drama majikan tertarik sama pembantu atau pembantu jadi Pelakor " ucap Mamanya Ilyas yang termakan dengan beberapa drama dan novel yang sudah ia nikmati selama ini.
"Mama korban Novel yang mana ma ... ?" tanya Ilyas
"Istri Kesayangan ya Ma ... di akhir part nya, Tuan Adnan di jebak sama Baby sitter anaknya kalau gak salah, tapi Nona Nanda pintar mereka bisa mengatasinya bersama" ucap Kanaya
"Kau juga baca Karya itu ... ! ah suka sekali Mama ... kalau ada waktu main kerumah Mama , kita baca Novel bareng-bareng, yuk baca karya author yang nulis ini ya ... udah banyak loh judul nya" ajak Mamanya Ilyas untuk para Readers.
"Cih ... kalian kalau begini sangat kompak" ucap Ilyas seraya mengusap mulutnya dengan Tissue
"Kau tahu apa tentang Novel, kau hanya sibuk kerja dan kerja saja, sesekali bawa tuh bini bulan madu, biar Mama ada mainan tiap hari" cebik Mamanya Ilyas
"Baiklah ... Ilyas ... lakukan dengan rencana Mama, mama pulang dulu " ucap sang Mama yang membuat Kanaya bingung.
Kanaya dan Ilyas sama-sama menyalami Mamanya Ilyas
"Hati-hati ma ... " ucap Ilyas
"Tentu ... cepat buatkan Mama cucu" ucap sang Mama sebelum berlalu.
*****
Sedangkan Alina masih diam merenung dengan apa yang Ilyas katakan
'Benarkah aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk memiliki nya, Alina ... berhentilah mempermalukan dirimu, jika wanita di masa lalu Ilyas sudah ia tolak, apalagi dengan mu yang tidak masuk dalam hatinya sama sekali. Menyerah lah ... dan carilah yang lebih keren dari Ilyas masih banyak kan ... ?' bathin Alina
Benar saja, Apartemen Ilyas sudah terhias dnegan begitu indah oleh sang Mama, beberapa kerabat juga sudah ada yang datang, meski sederhana ... Mamanya Ilyas ingin menunjukkan pada anaknya, bahwa ia sudah benar-benar menerima Kanaya sebagai menantunya.
Toh ... Kanaya sekarang sudah cantik dan tidak buluk lagi, dan tentunya ... Kanaya berkelas meski dari keluarga kampungan.
Dan yang paling Mamanya suka, Kanaya bukankah wanita materialistis seperti lainnya.
__ADS_1
Kanaya juga tulus menjaga Ilyas,meski ia tahu ... pernikahan itu hanya ingin Lola datang, tapi Kanaya masih bersedia ada sisi Ilyas.