Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 22


__ADS_3

Pernikahan penuh drama itupun akhirnya sudah selesai, Ilyas dan Kanaya sah menjadi sepasang suami istri.


"Ibu ... bapak ... istirahat lah, kalian sudah lelah " ucap Ilyas pada kedua mertuanya


"Nak Ilyas, bapak tahu ... nak Ilyas adalah pria yang baik, Bapak tidak tahu tujuan nak Ilyas menikahi Kanaya itu apa ... ? tapi jika sekiranya itu bisa menyakiti hati Kanaya, bapak mohon jangan di lanjutkan " ucap Bapak Kanaya dengan mata yang berkaca


"Apa yang bapak katakan ... ? kami menikah atas dasar keinginan kami pak" ucap Kanaya yang duduk tepat di dekat bapak nya.


"Kau anak bapak, kita hanya berpisah beberapa tahun saja, tapi bapak masih bisa melihat semua kesedihan dan keraguan di matamu nak, jangan pikul beban sendiri" Bapaknya mengelus kepala Kanaya


"Pak, percayalah ... Aku tidak akan menyakiti hati anak bapak" ucap Ilyas yang kini duduk di hadapan bapaknya Kanaya


"Berdirilah Nak ... jangan duduk di bawah" ucap Bapaknya Kanaya


"Pak, aku sudah menganggap bapak dan ibu sebagai orang tuaku, percaya lah aku akan menjaganya " ucap Ilyas yang mana membuat Kanaya menatapnya.


Pandangan Kanaya dan Ilyas pun saling bertemu, ia tidak mengerti dengan apa yang sudah ia katakan pada kedua orang tua Kanaya, tapi ... itu yang ada dalam hatinya.


"Bangunlah, Nak ... " Kini ibunya Kanaya yang bersuara


"Kalian istirahat lah, ini juga sudah malam, Kanaya layani suami mu" ucap Ibunya Kanaya


Kanaya bingung harus bagaimana, mengerti dengan kegelisahan Kanaya, akhirnya Ilyas mengulurkan tangannya agar Kanaya mengikuti nya


Malam ini Ilyas dan Kanaya pulang ke apartemen nya bersama ke dua orang tua Kanaya, meski mamanya sudah melarangnya, namun ... Ilyas masih kekeh untuk tinggal di apartemen nya.


Sesampainya mereka di kamarnya, Ilyas dan Kanaya sama-sama melepaskan pegangan tangannya.


"Emmm ... " ucap ragu Kanaya

__ADS_1


"Panggil saja Mas layaknya pasangan suami istri lainnya" ucap gugup Ilyas juga


"Panggil sayang, baby ... juga boleh " goda Ilyas mencoba mencairkan suasana yang mulai kaku.


"Duduklah ... " Ilyas menarik tangan Kanaya agar duduk di sofa kamar Ilyas


"Kita menikah memang tanpa dasar cinta ... bagaimana jika kita awali dengan pertemanan ... ?" tanya Ilyas yang kini duduk di bawah bertumpu pada kedua lutut kanaya


Kanaya masih diam, ia bingung harus bicara bagaimana. Rasanya ia masih canggung dengan pernikahan ini


"Kenapa diam, tidak ingin berteman dengan ku ... ?" tanya Ilyas


"Mau ... !" jawab cepat Kanaya


"Karena kita berteman, berarti mulai malam ini kita akan selalu berbagi, berbagi ranjang ... lemari ... kamar mandi ... semua yang aku punya bisa kau nikmati begitu juga dengan apa yang kau punya" ucap Ilyas yang langsung membuat Kanaya menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Eh, bukan itu maksudku ... kecuali itu ... sebelum rasa itu ada ... aku akan menjaga kehormatan mu" ucap Ilyas seraya memalingkan wajahnya karena jika di lihat wajahnya sudah merah merona.


"Mas ... jika kau masih menunggu nya ... aku akan menemanimu sampai kau benar-benar kembali padanya, tapi jika kau ingin melupakan nya ... maka biarkan kita dekat tanpa ada jarak " ucap Kanaya ragu namun penuh dengan keyakinan


Ilyas menjadi sendu ia menatap wajah Kanaya, Kanaya yang selama ini memang sudah mengisi harinya, mulai saat ia masih gendut hingga kini menjadi cantik.


"Kita jalani semuanya, aku tidak akan menolak semua tugas mu sebagai istri, begitupun dengan ku, aku akan menjalani kewajiban ku sebagai seorang suami" ucap Ilyas


"Selain di atas ranjang, tugas kita akan tetap berjalan" ucap Kanaya mengingatkan diri sendiri


"Semoga kau bisa memahamiku" ucap Ilyas


"Mas sudah banyak membantuku, memahamiku, aku juga akan demikian " ucap Kanaya.

__ADS_1


"Baiklah ... kalau begitu ... aku kekamar mandi dulu mas" ucap Kanaya seraya berdiri dari duduknya


Begitu juga dengan Ilyas ia berdiri lalu.berjalaj mendekati lemari bajunya.


Di sana sudah ia siapkan baju untuk Kanaya.


Sehingga saat Kanaya keluar dari kamar mandi, Ilyas langsung memberikan 1 set baju tidur.


"Baju baru ... ?" tanya Kanaya


"Tentu ... apakah kau masih ingin memakai banu besar itu ... ?" Ilyas tersenyum saat mengatakan hal itu.


"Gendut nya sudah hilang ... jadi harus ganti" imbuh Ilyas


"Kau pakai lah, aku akan ke kamar mandi " Setelah berkata, Ilyas pun masuk ke kamar mandinya, sedang kan Kanaya dengan cepat mengganti bajunya.


Tidak ada malam pertama di antara kedua pasangan pengantin baru itu.


Mereka melewati malam pertama mereka dengan bermain ular tangga seperti masa mereka saat masih kecil.


"kau terlihat begitu lelah, tidurlah ...! kita lanjutkan besok " ucap Ilyas pada Kanaya


"Mas benar, besok aku harus memulai dengan tugas baruku, sebagai istri yang baik" ucap Kanaya dengan senyum nya.


Ilyas tersenyum seraya mengusap ujung kepala Kanaya


"Kau pasti akan menjadi istri yang baik" Ucap Ilyas


Akhirnya Ilyas pun meletakkan barang mainan itu di bawah meja rias di dekat ranjangnya

__ADS_1


*****


"Ah sial ... sial ...sial ... Ilyas ... ! aku mencintaimu ... tapi kenapa kau malah menikah dengan nya ... ! gadis buruk rupa itu bukanlah tandingan ku ... tapi kenapa kau malah mempermalukan aku dengan begini ... !" teriak Alina seraya meminum alkohol yang ada di tangan nya.


__ADS_2