Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 7 Hinaan dari Mamanya Ilyas


__ADS_3

Mendengar perkataan Kanaya, Alina semakin tersulut emosi, ia tidak menyangka gadis yang ia kira akan diam saat di hina kini telah membuka suaranya.


Apalagi dia sudah berani menyiram minuman keatas kepalanya.


"Kanaya ... dasar gadis monster kau ...!" teriak Alina.


Namun Kanaya segera menarik Safira yang masih terkejut dengan perlawanan Kanaya.


"Kau sudah sadar, Nay ... ?" ucap Safira setelah mereka ada diluar Cafe


"Memangnya aku pingsan pakai kau tanya sadar ... ?" ucap Kanaya masih kesal.


"Selama ini kamu hanya diam kan saat teman-teman menghina kamu ... aku senang banget loh, kamu mau melawan orang sombong itu tadi" ucap Safira seraya menatap wajah Kanaya.


"Ah, aku sebenernya takut juga sih tadi ... tapi ... lega bisa melawannya hehhehe" Kanaya nyengir kuda di hadapan Safira


"Hebat ... hebat, lawan saja, toh dia bukan siapa-siapa kita kan ...? Tuan Ilyas saja tidak mendukung nya" oceh Safira.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, hari ini Kanaya dan Safira menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan.


"Yakin kau tidak ingin ku antar kan sampai kerumah ... ?" tanya Safira yang mana Kanaya minta di turunkan di tengah jalan.


"Aku ada kepentingan sebentar, kau pulang lah terlebih dahulu, sampai jumpa besok di perusahaan ..." Kanaya melambaikan tangannya isyarat agar Safira meninggalkan nya.


"Baiklah, hati-hati, kalau sudah sampai di rumah kabari aku ya ... " Safira menatap curiga pada sahabatnya itu, tapi Safira memilih diam, karena ia tahu ... jika Kanaya menyembunyikan sesuatu darinya, berarti ia belum siap untuk berbagi.


Dan Safira menghormati setiap apa yang di lakukan Kanaya.


Kanaya melihat kearah sekitar, ia menarik nafas dalam-dalam dan memulai lari nya, sehingga setengah jam kemudian ia sudah sampai di depan gedung apartemen milik Ilyas.


*****

__ADS_1


"Riswan, apakah kau yakin menyukai wanita seperti itu ... ! mau jadi apa masa depan mu, kau hanya akan menghidupi wanita yang tidak berguna" ucap sang Ayah Riswan saat mengetahui bahwa anak tunggalnya menyukai wanita yang buruk rupa.


"Apa yang bisa kita banggakan dengan rupa, Yah ... Ya ... Riswan menyukainya, bahkan sangat menyukai nya, dia wanita yang baik, cerdas, dan juga memiliki semangat yang besar, jika hanya rupa ... itu bisa di poles Yah, tapi hati ... itu yang tidak bisa kita ketahui" Riswan ingat bagaimana Kanaya menjalani hidupnya selama ini, dengan senyuman ia menerima hinaan teman-teman nya.


"Kau lelaki yang sempurna Ris, kebanggaan kami, setidaknya kamu carilah wanita yang normal, jangan seperti monster seperti itu yang kau jadikan menantu ibu" Ibunya datang ikut membela ucapan sang suami


Merasa tidak akan benar bicara dengan ayah ibunya, Riswan meninggalkan keduanya menuju ke kamarnya.


Ia juga heran pada diri nya sendiri, kenapa bisa ia tertarik pada Kanaya.


Semakin ia memikirkan perasaan nya, semakin ia merasa sakit karena tidak bisa bertemu selalu dengan Kanaya.


Waktu terus berlalu, Riswan dan Kanaya semakin jarang bertemu, Kanaya yang sibuk dengan urusan magang dan olahraga nya, Riswan yang sibuk dengan pekerjaan nya.


Sedangkan Ilyas selama seminggu ini ada di luar negeri mengurus cabang yang ingin kehadiran nya.


"Dut, aku perhatikan kau mulai kurusan ...? jangan bilang kau tidak punya uang untuk makan ...?" ucap teman seruangan Kanaya.


Banyak teman-teman nya yang melihat kearah Kanaya.


Mereka yang sudah jelas gajinya besar, belum tentu menyisihkan uangnya untuk orang tua.


Sedangkan Kanaya melanjutkan pekerjaan nya, tanpa terasa ada telinga yang mendengar nya, ia semakin bangga pada anak magang itu.


"Jav, lakukan apa yang aku perintahkan" ucap Ilyas pada Asisten nya


"Apakah ini akan berhasil Tuan, bukankah ini akan mempersulit Nona Kanaya juga" ucap sang Asisten


"Selain aku ingin membuat Alina tidak kemari lagi, aku ingin mengasah kemampuan nya, bukankah kau yang bilang, kalau dia cepat memahami masalah perusahaan, bukankah itu menjadi bibit untuk perusahaan kita nanti" Ilyas berkata sambil menatap kearah wanita yang kini wajahnya terlihat lebih tirus.


Ilyas tersenyum melihat perubahan itu, meski ia tahu ... Kanaya menyembunyikan hasil olahraganya dengan memakai baju yang sama, saat tubuhnya masih Gendut.

__ADS_1


Hari telah berganti hari, Kanaya di panggil oleh ketua divisi nya, dengan rasa khawatir, Kanaya masuk dalam ruangan itu.


"Iya, Bu ... " ucap Kanaya saat susah berada di hadapan ketua divisi


Ketua Divisi menatap Kanaya dari bawah sampai ke ujung kepala, selain kecerdasan nya, tidak ada lagi yang menonjol dalam diri Kanaya, tapi ... apakah benar hanya kecerdasan nya yang membuat Presdir nya mengangkat derajat wanita gendut ini secara finansial ...?


"Duduklah, Nay ..." ucap ramah ketua Divisi itu.


Kanaya pub duduk dengan rasa gugup.


"Jangan gugup, aku akan memberi kabar bagus untukmu, mulai besok ... kau akan di pindahkan keruang sekertaris" ucap Bu Divisi dengan bibir tersenyum.


Sebenarnya ia bangga, dan beruntung nya ia tidak pernah ikut mencemoh Kanaya, meskipun Kanaya kurang dalam penampilan, tapi dalam pekerjaan ia ahlinya, tentu ketua Dvisi menyukainya.


"Apa saya tidak salah dengar, Bu ... ?" Kanaya tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Tidak, jika sudah demikian ... nanti saat kau sudah selesai dalam kuliah mu, kau vis langsung masuk dalam perusahaan ini, tanpa riview lagu, Kanaya selamat ya ..." Ketua itu menjulurkan tangannya kearah Kanaya.


Kanaya dengan gugup membalasnya.


Kanaya tahu ... ini termasuk rencana Ilyas untuk melawan Alina, ia juga tidak mengerti, kenapa Ilyas menggunakan dirinya untuk melawan tunangan nya sendiri.


Seperti yang sudah di katakan, Keesokan nya, Kanaya sudah pindah keruang sekertaris, yang mana Tuan Jav sendiri yang membawanya langsung, banyak karyawan yang tidak menyangka, dan iri pada Kanaya.


"Keterlaluan kau Ilyas, dia bahkan menjadikan dia sebagai sekertaris nya" Alina marah, ia mengadu pada Mama nya Ilyas.


"Alina tenanglah, jangan emosi sayang, kenapa kau terlalu membenci wanita buruk rupa itu, seharusnya kau merasa aman kan ...?karena dengan begini, bukan wanita cantik yang ada di sisi Ilyas, kedudukan mu juga aman kan sayang ... "Mamanya Ilyas berusaha menenangkan hati menantunya.


"Tapi, bukan dia juga, Ma ... aku membencinya .. sangat membencinya Ma ... " ucap manja Alina.


Sesuai rencana Alina, kini Mama nya Ilyas mendatangi perusahaan, ia ingin lihat seperti apa wanita buruk rupa yang selalu menjadi pusat pertengkaran antara anak dan menantunya.

__ADS_1


"Ilyas ! kau bukan orang bodoh kan ...? sehingga kau mempekerjakan wanita seperti ini disini ...? kau bahkan melukai perasaan Alina hanya karena wanita buruk rupa ini ...!"


Jangan di tanya bagaimana Kanaya sekarang, airmatanya sudah deras terjatuh, ia tidak tahu ... kesalahannya dimana sekarang, mengapa ia selalu menjadi sasaran amarah orang lain, apa karena rupanya ... ?


__ADS_2