
Sontak suara Ilyas membuat Lola dan Kanaya terkejut.
"Mas"ucap Kanaya seraya berdiri dari duduknya.
Ilyas langsung mencium kening Kanaya, dan melihat ke arah Lola.
"Aku mencarimu kemana-mana, tapi kau malah disini ... ? sudah makan ... ?"tanya Ilyas seraya menyingkirkan rambut Kanaya yang sedikit menutupi wajah Kanaya
"Belum, Mas " ucap Kanaya
"Ilyas, dengarkan aku, dia tidak sebaik yang kau kira, kau dengar sendiri kan ... ? dia hanya mencintai hartamu, bukan dirimu, Ilyas tataplah aku ... hanya aku yang mencintaimu " ucap lOla seraya mendekati Ilyas namun tangan Ilyas terangkat tanda Lola tidak boleh melanjutkan langkahnya lagi.
"Benarkah ... ? melayaniku dengan tulus, memberiku perhatian sepanjang hari, membuatku selalu tersenyum, apakah itu di sebut bukan cinta ...? apakah ... orang yang meninggalkan kita dengan luka, barulah itu yang di namakan cinta ? kenapa kamus cinta sekarang berubah ...? dan lagi Lola, aku bahkan tidak perduli, jika emang Kanaya mencintai uangku, aku juga akan membuat dia bertahan fi sisiku, jadi jangan buang-buang waktu untuk melakukan tindakan, yang akhirnya membuat aku benci sama kamu" ucap Ilyas
"Apakah sudah tidak ada harapan lagi Yas, Lilu pasti sangat sedih dengan hal ini"ucap Lola sedih
"Jangan bawa-bawa nama Lilu dengan kelakuan mu, jika aku ingat ...sikap Lilu padaku, itu menunjukkan dia yang tulus menyukai ku, salahku karena tidak dapat melihat itu dulu, malah terjebak dengan cinta wanita bunglon seperti mu" ucap Ilyas
Tanpa berkata lagi, Ilyas menarik tangan Kanaya.
Lola menangis seraya menjatuhkan tubuhnya di kursi tadi.
Ia tidak menyangka semua rencananya akan gagal total.
*****
"Makanlah, jangan lagi melakukan hal kayak tadi, sudah cukup, aku dan Lola sudah tidak ada hubungan apapun, ku mohon ... jangan bahayakan dirimu" ucap Ilyas
"Aku berfikir, dengan aku menemui nya, dia bisa mengerti kalau kau dan dia sudah tidak ada hubungan, aku juga ingin dia berhenti mencintaimu, Mas ... aku hanya ingin orang yang ada di antara kita itu benar-benar tidak menaruh hati lagi untukmu" ucap Kanaya
"Sekarang ... aku yakin, Lola akan pergi " ucap Kanaya
Ilyas langsung memeluk Kanaya dan mencium nya.
"Aku mencintaimu Nay, jangan begini lagi" ucap Ilyas
Kanaya membalas pelukan suaminya, seraya mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak akan lagi mas" ucap Kanaya dalam pelukan Ilyas
Kanaya dan Ilyas pun makan siang bersama dengan bekal yang di bawakan oleh Safira.
Sedangkan Safira kini berkumpul dengan teman barunya, karena ia tahu Kanaya tidak ada, Ilyas tadi juga mendatangi nya dan menanyakan keberadaan Kanaya.
"Kau yang dulu juga magang di sini kan ... "tanya teman seruangan Safira
"Iya benar kak, "ucap Safira
"Wah, hebat ya ... sekarang udah resmi kerja, bukankah Bu Kanaya itu sahabatmu kan ... dia keren ya ... aku masih ingat penampilan nya di masa lalu, gendut ... kusam ... dan enggak banget deh, eh sekarang ya ampun cantik pakek banget tanpa bedah plastik lagi, keren kan ... ?" ucap wanita itu.
"Kakak benar, Tuan Ilyas yang membantunya selama ini, jadi dari situ kita visa melihat, kalau Tuan Ilyas dah lama suka sama Kanaya, bukan Kanaya yang suka duluan" ucap Safira
"Kau benar juga, jika saat gendut saja Kanaya mampu menarik perhatian Tuan Ilyas, apalagi sekarang, ah ... makin klepek-klepek tuh Tuan Boss hahahhaha" tawa karyawan wanita yang satu ruangan dengan Safira, begitu juga dengan Safira, ia juga tertawa dengan candaan mereka.
"Padahal, aku sangat tertarik loh sama Tuan Ilyas, eh dia nya malah jodoh Si Kanaya, alamat jadi jomblo sejati nih" ucap karyawan wanita lainnya.
"Masih ada Tuan Jav tuh, dia juga gak kalah tampan kan sama Tuan Ilyas""ucap yang lainnya
"Bukan kah kemaren kekasihnya juga datang ya ... ?" ucap satunya
"Eh, benarkah ... ? kenapa ... ? apakah mereka berantem ... ? bukankah mereka sangat serasi ... ?" ucap yang lagi kepo
"Aku juga gak tahu, pas setelah di usir sama Tuan Jav, eh si ulat bulu malah ingin menggoda Tuan Ilyas, untung Nona Kanaya langsung mencegahnya, di hempaskan juga tuh ulat bulu" ucap karyawan sekaligus pencari berita di ruangan itu.
Semua yang mendengar cerita nya menjadi tertegun. Terutama Safira
"Benarkah kak ...?" tanya Safira
"Benar, berita yang selalu aku dapat sudah pasti sangat akurat, kau kan sahabat Nona Kanaya, kalau gak percaya tanyakan saja sendiri" ucap orang itu dengan sangat yakin.
"Hebat Nona Kanaya ya ... hempaskan semua yang berniat menjadi Pelakor, agar ... wanita berfikir kembali untuk menggoda suami orang" ucap yang lainnya.
"Karakter Nona Kanaya semakin hari, semakin membuat aku kagum, selain ia lemah lembut, tapi ia juga tegas, apakah kalian juga ketinggalan berita, beberapa karyawan yang ada di bagian Divisi Keuangan, yang ada di bawah pimpinan Nona Alina, banyak yang di pecat" ucap lagi pembawa berita itu.
"Hah, benarkah ... ? kenapa bisa begitu ... ?" tanya yang lain yang menjadi kepo
__ADS_1
"Kabarnya, ada beberapa karyawan yang suka santai di jam kerja, ada juga yang berani bergosip bahkan melawan Nona Kanaya, sehingga membuat Tuan Ilyas marah dan tidak terima" ucap nara sumber berita itu.
"Yang kau katakan benar, aku juga pernah melihat mereka nongkrong di kantin pas jam kerja" ucap Yang lain
"Syukurin, mentang-mentang ada di bawah kuasa Nona Alina, mereka seenaknya saja bekerja, emangnya yang kasih gaji Nona Alina" cebik yang lain
Safira tersenyum mendengar teman-teman nya sudah banyak yang suka pada Kanaya.
Selamat Nay, kau pantas mendapatkan semua ini, semoga kau selalu bahagia, dan juga doakan aku, aku yang sekarang ingin berjuang mengejar cinta kak Riswan, semoga berhasil" bathin Safira
Jam istirahat pun telah selesai, akhirnya mereka pun kembali keruangannya, dengan candaan.
Namun di saat mereka bercanda sambil berjalan, Safira tidak sengaja menabrak seseorang hingga ia sendiri terjatuh.
"Kau tidak apa-apa ... ?" tanya orang itu, yang tidak lain lagi adalah Jav.
"Maaf, aku yang tidak lihat kedepan tadi" imbuh Jav pada Safira seraya mengulurkan tangannya.
Dengan ragu Safira menerima uluran tangan itu dan berdiri dari duduknya.
"Saya yang salah Tuan, maaf ... sekali lagi maaf" ucap Safira seraya menundukkan kepalanya
"Tidak, aku yang salah" ucap Jav yang terus menatap Safira
Yang lain mengerti dengan tatapan Jav yang berbeda
"Ehem ... Ehem ... " yang lain malah berdehem melihat tingkah Jav dan Safira.
Menyadari itu, Safira dengan salah tingkah, membungkukkan tubuhnya lalu segera pergi dari hadapan Jav dengan langkah yang cepat.
"Cie ... cie ... tadi di pandang terus tuh sama si ganteng" goda teman Safira
"Iss ... apa yang kakak semua katakan, tadi dia bukan memandang mu, hanya saja dia merasa bersalah karena membuat ku jatuh"ucap Safira dengan pipi merona
"Tapi kalau beneran tidak apa-apa juga kok, kita bersaing secara sehat" ucap yang lain
"Memangnya siapa yang menyukai Tuan jav, aku sudah punya cowok idaman lain " ucap Safira
__ADS_1
"Ah, benar kah ... ? lebih ganteng mana antara dia dan Tuan Jav?" tanya yang lagi kepo
"Kepo aja kalian " ucap Safira seraya duduk di kursinya.