Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 43


__ADS_3

Kanaya dan Ilyas berada di dalam 1 Lift, namun entah kenapa bulu kuduk Kanaya terasa meremang, kala tatapan Ilyas kini semakin tajam padanya.


"Kenapa menatap ku seperti itu ..." tanya Kanaya seraya menggeser tubuhnya agar lebih berjauhan dengan Ilyas


"Apakah kau ingin mencoba di ruang yang baru ... ?" tanya Ilyas seraya mendekati Kanaya yang semakin takut.


"Tuan, disini sudah di kantor, bagaimana jika ada yang melihat kita seperti ini ... "ucap gugup Kanaya


"Siapa uang akan menggunakan Lift ini sayang, ini khusus untuk kita " bisik Ilyas yang kini sudah menghimpit tubuh Kanaya.


Detak jantung Kanaya sudah bagaikan dentuman yang di tabuh dengan begitu cepat.


Ilyas tersenyum melihat wajah panik istri nya.


Kanaya lebih terlihat lucu saat kepanikan datang padanya, benar saja ... saat Ilyas sudah mendekat kan wajahnya ke wajah Kanaya, pintu lift terbuka dan di hadapannya ada Jav yang sedang berdiri.


Melihat situasi itu, sontak Jav langsung berbalik arah seraya berkata


"Saya tidak melihat apapun Tuan, Nona" ucap Jav yang terlihat salah tingkah, tentu Kanaya langsung keluar melewati Ilyas dan juga Jav.


Ia terlihat berjalan terburu-buru menuju ke ruangannya. Di saat Kanaya sudah hilang dari pandangan Ilyas dan Jav, Ilyas langsung tertawa


"Bukankah dia terlihat lebih cantik kalau kayak gitu ... " ucap Ilyas menepuk punggung Jav


"Nona terlihat malu Tuan" ucap Jav


"Tentu ... ! bukankah itu sangat manis ... !" icao Ilyas yang kini sudah melangkah kan kakinya.


"kau ingin pergi kemana ... ? apakah mau mengejar wanita itu ...?" tanya Ilyas


"Tuan melihatnya ... ?" ucap Jav


"Bukan hanya bertemu dengannya, tapi wanitamu itu main trik, untungnya ... Kanaya sigap langsung menghalangi tubuhnya yang ingin ia jatuhkan padaku" ucap Ilyas menahan senyum karena ingat akan expresi wajah Kanaya saat itu.


"Dia bukan wanita ku lagi Tuan" ucap Jav dari belakang tubuh Ilyas


"Lalu ... untuk apa lagi dia kemari ... ?" tanya ILyas


"Entahlah Tuan" ucap Jav


"Kenapa di perusahaan ini banyak belatung, membuat wanita ku jadi tidak nyaman " gerutu Ilyas sambil memutar handle pintu ruangannya. .

__ADS_1


"Mereka minta di basmi sampai ke akarnya Tuan, jika hanya satu akan menimbulkan belatung lainnya " ucap Jav seraya menundukkan wajahnya.


"Kau hubungi Safira, surat lamaran kerjanya sudah saya terima langsung, dia bisa bekerja di sini, tempat nya kau sendiri yang atur" ucap Ilyas pada Jav


"Baik Tuan" ucap Jav


Merasa sudah tidak ada tugas lagi, akhirnya Jav pun keluar dari ruangan, dimana Kanaya terlihat fokus dengan layar laptopnya.


Sedangkan Ilyas juga duduk di kursi kebesarannya.


Kedua nya terlihat sama-sama fokus dengan pekerjaan mereka, layaknya atasan dan bawahan biasa.


Sesekali Ilyas melihat kearah Kanaya yang mana masih fokus.


"Nay ... bisakah kau buatkan aku kopi ... " ucap Ilyas


"Baik Tuan " ucap Kanaya yang langsung berdiri dan membuat kan Ilyas kopi kesukaan nya.


"Sekalian buat untuk dirimu juga, jangan merasa terbebani dengan pekerjaan, aku suamimu, aku tidak akan menuntutmu" ucap Ilyas


"Aku tahu ... ! tapi aku sedang membuat pengajuan kerja sama dengan perusahaan asing, aku dengar sudah beberapa kali berkas perusahaan kita tidak di terima oleh mereka, kali ini aku mencoba untuk membuat materi bagaimana sekiranya mereka memahami sistem perusahaan kita" ucap Kanaya


Ilyas terkejut dengan penuturan Kanaya, pasalnya banyak para petinggi yang tidak tabu letak kesalahan dimana perusahaan nya selalu di tolak oleh perusahaan asing.


Kanaya meletakkan kopi di meja Ilyas.


"bisa kau tunjukkan kesalahan itu ...?" tanya Ilyas


"Bisa Tuan" ucap Kanaya


Lalu Kanaya menghidupkan layar laptop yang ada di hadapan Ilyas, membuka file lalu menunjukkan beberapa kesalahan di lampiran itu, Kanaya memberikan tanda di bagian yang salah.


"Bodoh ... ! kenapa aku menjadi sebodoh ini ... " ucap Ilyas


"Tuan tidak bodoh, hanya saja ... kesalahan ini sangat halus dan tidak bisa di sadari jika tidak di cermati, perusahaan asing itu mungkin sangat fokus dengan perusahaan kita" ucap Kanaya


"Kau hebat sayang ... " ucap Ilyas memuji kemampuan Kanaya.


"Aku belajar darimu Tuan, kesalahan kecil itu memang tidak nampak, tapi akan fatal akibatnya " imbuh Kanaya


"Jika berkenan bisakah kita datang langsung menemui mereka, aku akan mencoba memberikan presentase semoga saja di terima " ucap Kanaya lagi.

__ADS_1


"Karena Tuan Jav pernah bilang, jika satu kali saja kita bisa menjalin bisnis dengan mereka, maka selanjutnya akan bisa terus berjalan " ucap Kanaya


"Kau sangat benar, bagaimana jika kita kesana sekalian bulan madu" ucap Ilyas yang kini mendudukkan bokong Kanaya di pangkuannya.


"Mas, disini masih di perusahaan ... " bisik Kanaya


"Kenapa ... ? kita juga membicarakan masalah pekerjaan kan ... ? " ucap Ilyas yang tidak ingin di salahkan


"Lalu bagaimana ... ? apakah Mas akan memberikan tugas ini padaku?" tanya Kanaya


"Kau istriku, jika kau tidak bisa aku tidak masalah, jika kau ingin mencoba aku akan menemani mu" ucap Ilyas yang mana semakin hari, rasa tertarik nya pada sang istri semakin sangat terasa.


"Baiklah ... kalau begitu ... apakah aku boleh kembali ke meja ku Tuan Ilyas Hakim ... " ucap Kanaya yang kini sudah melingkar kan tangannya di leher Ilyas


"Tetaplah begini ... " ucap Ilyas


"Tapi aku ada janji dengan Tuan Jav, kalau jam sekarang, aku dan Tuan Jav akan melihat para kinerja karyawan kita Tuan" ucap Kanaya dengan senyumnya


"Memantau para karyawan ... ? kenapa Jav tidak mengatakan apapun padaku ... ? mulai sejak kapan ada hal begituan ... ?" tanya Ilyas yang tidak ingin melihat Kanaya berduaan dengan Jav, meskipun Ilyas tahu kalau mereka tidak akan mungkin berneko-neko.


Di saat Ilyas merenggangkan pelukannya, Kanaya mengambil kesempatan untuk segera berdiri dari pangkuan sang suami.


"Aku akan ikut kalian, jadi ... jangan jalan berdua .. tidak baik " ucap Ilyas


*****


"Terimakasih Tuan Jav, besok saya akan ke perusahaan sesuai jam yang sudah Tuan berikan, terimakasih Tuan Jav ... terimakasih" ucap Safira dengan wajah yang penuh kebahagiaan.


Sambungan telfon itupun berakhir.


"Aaaaaa .... " teiak Safira


"Aku diterima ... aku di terima ... aku diterima" ucap Safira


"Ada apa ...?"tanya ayahnya Safira


"Ayah Safira lulus, Safira diterima diperusahaan Kak Ilyas, Ayah" ucap Safira dengan penuh kebahagiaan


"Ayah sudah mengatakan kepadamu ... fokuslah dulu untuk menyelesaikan kuliahmu, Setelah itu kamu bebas mencari pekerjaan atau jodohmu" ucap Ayahnya Safira


"Tapi ayah .mm sekarang kan jarang sekali Safira ada jam pelajaran, semuanya dikerjakan di rumahnya, Safira merasa bosan Ayah ... setidaknya jika Safira bekerja karena Shafira bisa belajar mandiri. ucap Safira

__ADS_1


__ADS_2