Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 60


__ADS_3

"Terimakasih karena kau sudah membuat Nona Kanaya sadar, kau pasti menceritakan hal yang paling menyakitkan bagimu, atau kau menceritakan kisahmu yang mengemis cinta pada seorang pria, karena itu ... Nona sadar karena ingin segera menertawakan kebodohan sahabatnya " ucap Jav tanpa melihat kearah Safira.


Safira merasa kesal dengan ucapan Jav yang selalu benar, tapi apa salahnya. Bukankah memperjuangkan cinta itu tidak salah. Kenapa dia yang kebakar jenggot. pikir Safira.


"Maaf, Tuan Jav. Apakah kau punya masalah dengan cinta, kenapa rasanya kau sangat tidak suka dengan seseorang yang mengejar cintanya, terus ... kenapa kau selalu ada di saat aku dalam masalah cinta, jangan-jangan kau sekalu kepo tentang ku, meskipun aku menangis bergulir di tanah, kalau kau tidak suka ya sudah abaikan, kenapa kau yang sewot" ucap Safira kesal


Jav menahan tawa saat Safira mengatakan menangis bergulir di tanah, apakah ia akan benar-benar melakukan hal itu saat hatinya benar-benar hancur.


Akan sangat lucu jika itu benar-benar terjadi.


"Itu memang bukan urusanku, hanya saja telingaku akan sakit kalau mendengar kau menangis terus, memujanya terus, Apakah kau sudah tidak laku, sampai kau harus mengorbankan segalanya untuk dirinya, perasaan mu, waktumu, dan energi mu, dan yang paling penting, hatimu terlalu lama menanggung sakit, kalau aku jadi hatimu , mungkin aku sudah minta keluar dari ragamu, agar kau tak lagi bisa merasakan apa itu cinta" ucap Jav seraya menatap Safira yang selalu terlihat menyedihkan dan bodoh di matanya.


Di tengah perdebatan antara Safira dan Jav, di dalam ruangan begitu merasakan kebahagiaan, saat pemeriksaan Kanaya di nyatakan sehat semuanya. Hanya saja Kanaya diharuskan tidak boleh lelah dalam waktu pemulihan.


*****


"Dia sudah sadar, aku turut bahagia, Nay" ucap Riswan seraya menatap luar ruangan dari jendela nya.


"Kenapa sesempit ini, aku berteman lama di dunia maya dengan Alina, yang ternyata adalah tunangan Ilyas, kenapa Alina tidak pernah memposting kebersamaan nya dengan Ilyas, dari cerita nya, ia dan Ilyas sudah bertunangan selama hampir 2 tahun" tanya Ilyas pada diri sendiri.


"Aku mencintai Kanaya, dan Alina mencintai Ilyas, tapi yang ternyata berjodoh adalah Kanaya dan Ilyas, takdir apa yang kami jalani, mengapa berputar seperti roda, dan Safira ... maafkan aku, Fir" ucap Riswan dalam luka hatinya.

__ADS_1


Entah apa dan siapa yang harus di salahkan dalam hal ini. Cinta tidak bisa di paksakan, Cinta tidak bisa di bawa dalam kepura-puraan yang begitu lama. cepat atau lambat, Safira harus menyerah akan cintanya, namun ... apakah Riswan akan merasakan penyesalan untuk kedua kalinya ... ?


Hari berjalan dengan begitu cepat, keadaan Kanaya semakin hari semakin baik. Ia kini sudah bisa berjalan dan perutnya sudah semakin terlihat.


"Sayang, Mama tahu. Kau yang memberi mama kekuatan, agar Mama cepat bangun dari tidur panjang Mama, sayang, yang kuat ya ... cepatlah datang kedunia ini" ucap Kanaya seraya mengusap perutnya.


"Mama jangan khawatir, dedek akan datang dan mengganggu Mama dan Papa kerja nantinya " ucap Ilyas yang baru masuk kedalam ruangan Kanaya.


"Mas, kau bawa apa ... kenapa baunya tidak enak sama sekali " ucap Kanaya seraya menutup hidung nya, dan benar saja Kanaya kini berjalan cepat ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


"Sayang, aku bawa makanan kesukaan mu, martabak coklat" ucap Ilyas


"Lah, ini baunya enak sekali loh Sayang " ucap Ilyas yang masih tidak mengerti kalau itu juga termasuk dari masa kehamilan, ada beberapa makanan atau bau makanan yang tidak bisa di terima oleh ibu hamil dan itu sangatlah wajar.


"Jauhkan itu,Mas. atau aku tidak bisa keluar dari kamar mandi " ucap Kanaya


"Baik- baik, akan mas jauhkan, dan Mas akan panggil dokter untukmu" ucap Ilyas yang kini keluar dan memanggil Dokter untuk memeriksa istrinya


"Dia muntah-muntah saat mencium aroma martabak, Dok. Padahal ini adalah makanan kesukaan nya" ucap Ilyas seraya membukakan pintu untuk Dokter.


"Tidak apa-apa, Pak. itu wajar untuk Ibu hamil, tapi itu biasanya dalam tahap trimester pertama, dan paling lama sampai trimester kedua " ucap Dokter itu yang kini memeriksa Kanaya.

__ADS_1


"Jauhkan segala sesuatu yang memicu terjadinya mual pada Ibu Kanaya, mengingat ia harus lebih sehat sekarang" ucap Dokter itu.


"Baik, Dok. Jadi benar tidak terjadi apa-apa kan, Dok?" tanya Ilyas


"Tidak, Tuan, semuanya baik-baik saja. kalau begitu saya permisi " ucap sang Dokter.


"Baik, Dokter "ucap ILyas yang mana ia langsung menatap sang istri seraya berkata


"Aku minta maaf, aku tidak tahu, kalau anak kita tidak suka dengan baunya Martabak" ucap Ilyas


"Tidak apa-apa, Mas. lain kali tidak usah membelikan aku apa-apa, kalau aku ingin sesuatu aku pasti meminta nya sama,Mas" ucap Kanaya


"Oh, Iya. Bagaimana Safira, aku dengar dia lagi patah hati, patah hati pada siapa ... ?" tanya Kanaya pada orang yang salah, Ilyas tidak tahu apapun tentang Kanaya, yang tahu segalanya itu adalah Jav, sang Asisten nya.


"Aku kurang tahu kalau itu, kalau mau bertanya tentang Safira, tanya saja pada Jav, mereka seperti kucing dan tikus, setiap bertemu selalu saja ada yang di debatkan, aku bahkan berfikir, mungkinkah mereka itu jodoh" ucap Ilyas yang mana membuat Kanaya tertawa.


"Berantem terus kok di katakan jodoh, Mas " ucap Kanaya.


Hallo semua nya, Maafkan saya ya ... karena Beberapa hari ini sangat dan sangat mengecewakan kalian semua, maafkan Othor ini hiks ... hiks .. jangan tinggalkan othor.


Maafkan Othor semuanya, karena gak visa up sesuai yang diharapkan ada hal yang harus othor perjuangkan, tapi mulai saat ini tak usahakan up setiap hari. bismillah, Maaf ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2