Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 17


__ADS_3

Semenjak kejadian di ruang itu, banyak mahasiswa dan mahasiswi bungkam dan malu pada Kanaya, wanita yang dulu mereka hina kini telah menjadi primadona di kampus nya, cantik dalam waktu singkat tentu membuat semua orang iri.


Riswan yang mendengar kabar itu juga takjub dengan perubahan Kanaya, Riswan malah sempat berfikir, mungkinkah Kanaya melakukan operasi plastik dan masalah badannya ...


Riswan bahagia namun ... ada sedih nya, ia tidak ingin kehilangan sosok yang begitu ia kagumi dulu.


Setelah kejadian pengumuman dari Dosennya, Kanaya di panggil kembali ke perusahaan, ia bisa bekerja sambil kuliah, tentu itu karena bantuan Ilyas.


*****


"Selamat datang Nona Kanaya" ucap Asisten Jav pada Kanaya


"Terimakasih Tuan Jav" Kanaya menundukkan kepalanya memberi hormat pada Asisten Jav.


"Seperti yang saya katakan, anda akan bekerja sebagai sekertaris Tuan Ilyas mulai sekarang, dan kerja tambahan anda adalah berhasil mengusir Nona Alina dalam kehidupan Tuan Ilyas, tentu ... itu dengan gaji yang berbeda" ucap Asisten Jav seraya berjalan menuju keruangan Tuan Ilyas.


"Saya akan berusaha Tuan, Tuan Ilyas sudah banyak membantu saya, saya akan berusaha melakukan tugas saya dengan baik, tapi Tuan ... bagaimana jika ... " ucapan Kanaya terhenti saat melihat Ilyas yang keluar dari ruangan nya.


"Hai, kau sudah sampai, masuklah ... aku ada urusan sebentar" ucap Ilyas di seraya tersenyum pada Kanaya.


Ilyas lelaki yang selalu memberikan senyuman padanya, selain Riswan, Ilyas lah yang banyak membantu nya dalam hal mengubah takdir nya, yang awalnya Kanaya si culun sekarang menjadi primadona.


"Terimakasih Tuan " Kanaya menundukkan kepalanya lagi pada Ilyas.


Ilyas pun berlalu dari hadapan Kanaya dan Jav.


Sedangkan Jav membawa Kanaya masuk kedalam ruangan Ilyas.


"Ini adalah mejamu, kau akan bekerja satu ruangan dengan Tuan Ilyas, pelajari berkas - berkas ini, jika ada yang tidak kau mengerti, kau bisa langsung memanggil ku, " ucap Jav seraya menyerahkan beberapa berkas yang memang harus Kanaya pelajari.


Kanaya tersenyum seraya menerima berkas itu.


"Jika kau butuh Kopi, itu adalah mesin otomatis, kau buatlah sendiri oke" ucap Jav seraya menunjuk kan mesin kopi yang terletak di ruangan itu.


"Baiklah, sekali lagi terimakasih " Kanaya tersenyum kembali pada Jav.


"Kenapa senyum nya terlihat begitu manis ... apakah dia menambahkan gula dalam senyuman nya ...?" bathin Jav


"Baiklah Nona Kanaya ... kalau begitu selamat bekerja" ucap Jav seraya tersenyum pada Kanaya.


Kanaya hanya membalas senyuman itu, lalu kembali menatap berkas yang ada di tangannya.


Beberapa saat kemudian, Suara pintu terbuka membuat nya terkejut, ternyata yang masuk adalah Ilyas.


"bagaimana ...? apakah sulit ... ?" tanya Ilyas


"Masih mempelajari Tuan, tapi ... di sini ada sedikit laporan yang berbeda tuan, seharusnya pemasukan lebih besar dari pada pengeluaran, jika terus begini, perusahaan akan mengalami kerugian " ucap Kanaya yang mana membuat Ilyas berjalan menuju ke meja Kanaya, Ilyas berdiri tepat di belakang Kanaya, menundukkan tubuhnya, sehingga Kanaya bisa mencium aroma tubuh Ilyas dari dekat, ia juga bisa mendengar detak jantung nya sendiri.


"Kau ternyata sangat jeli dalam segala hal Nay, aku semakin yakin ... kalau kau akan menjadi wanita sukses di masa depan, teruslah belajar karena dengan belajar kau akan semakin menemukan ilmu baru" Ilyas pun kembali pada tempatnya.

__ADS_1


Senyum terlihat jelas di wajah Ilyas saat ia menuju ke kursinya.


Jam makan siang telah tiba, Ilyas mengajak Kanaya untuk makan bersama.


Kanaya hanya patuh, ia kini semakin manjadi wanita penurut.


Di saat mereka melewati kantin karyawan, tentu banyak mata yang menatap ke arah Sekertaris baru bos nya.


Kanaya tersenyum pada beberapa orang yang ia kenali.


"Hebat sekali, tidak ada satupun yang mengenali dirimu, kau seperti sudah melakukan transplantasi wajah Nay ... " goda Jav pada Kanaya.


"Karena mereka melihat orang dari penampilan, makanya perubahan Kanaya tidak sampai membuat mereka sadar " timpal Ilyas.


"Duduklah, Jav pesan kan juga untuk ratu baru kita" goda Ilyas pada Jav


"Siap komandan " Jav pun langsung mendekati pelayan.


Bukan hanya itu, Jav menyerah kan vidio dimana Kanaya saat masih Gendut kusam dan culun menjadi wanita cantik, seksi dan modern.


Jav kembali ke tempat nya dengan senyum di wajahnya, jati jempol ia tunjukkan pada Ilyas, mengisyaratkan kalau pekerjaan nya sukses.


Kebetulan Alina juga sekarang menuju ke perusahaan, dan itu bukanlah kebetulan tapi memang sudah di rencanakan.


Benar saja ... di saat Kanaya, Ilyas dan Jav menikmati makan siangnya, Vidio itu sudah di putar.


Banyak mata yang menyaksikan vidio itu, awalnya mereka menertawakan Kanaya yang sibuk dengan olah raga nya, mereka meremehkan usaha Kanaya, sedangkan Kanaya terkejut dengan semua itu, namun di saat ia menoleh ke arah Ilyas, Ilyas mengangguk kan kepalanya, agar ia percaya pada nya.


"Eh tunggu ... tunggu ... coba lihat ... " ucap Karyawan yang lain.


"eh ... dia ...dia Kanaya ... ?" ucap karyawan lain


Semua mata terkejut mulut mereka ternganga tak percaya, bahwa wanita yang kini menjadi Sekertaris bos nya adalah Kanaya.


Alina mengepal kan tangannya kala melihat semua Vidio itu.


Tentu ia langsung menuju ke ruangan Ilyas.


Amarahnya sudah memuncak, ia lemparkan semua barang yang ada di meja Sekertaris.


"Sialan ... kalian ingin bermain dengan ku ... baiklah ... Ilyas lihatlah apa yang akan aku lakukan pada wanita itu, bukan Alina namanya jika aku akan menyerah.


Alina pun pergi untuk melakukan sebuah rencana, Apakah akan berhasil ... ?


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Jangan terlalu keras, pelajari perlahan saja" ucap Ilyas seraya mengambil berkas yang Kanaya baca, dimana kaca mata masih tertender di atas hidungnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan, seperti yang anda katakan, banyak belajar akan menambah ilmu " ucap Alina seraya mengambil kembali berkas itu.


"Pulang lah ... aku harus keluar karena ada pertemuan" ucap Ilyas


"Tuan keluar saja, aku akan disini sebentar lalu akan pulang " ucap Kanaya


"Baiklah ... kalau aku sempat, aku akan berkunjung ketempat mu nanti malam " ucap Ilyas seraya menyentuh pucuk kepala Kanaya.


Kenapa Tuan sangat baik padaku ...? jangan terlalu baik Tuan ..., aku mohon bersikap lah acuh padaku, agar hati ini tidak tergerak.


Jam sudah menunjukkan pukul 6, Kanaya sudah keluar dari ruangan nya, beberapa mata masih menatap tak percaya kalau itu adalah Kanaya, di saat Kanaya ingin masuk kedalam Lift, tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.


"Nona bisakah Nona menolong saya, tolong letakkan ini di gudang, saya ada urusan mendadak Nona, anak saya masuk rumah sakit" ucap wanita itu seraya meletakkan kardus di atas tangan Kanaya.


"Baiklah ... cepatlah pergi, anakmu membutuhkan mu" ucap Kanaya.


Akhirnya Kanaya pun menuju gudang yang terletak tidak jauh dari lift itu. Namun ... saat ia masuk pintu gudang itu seperti terkunci dari luar.


Kanaya sudah berusaha minta tolong namun sayang ... gudang itu jauh dari ruangan karyawan.


Entah kenapa Kanaya merasa sesak nafas, dadanya ia pegang kala melihat ruangan yang begitu gelap.


Tanpa ia sadari, kesadaran nya sudah hilang.


Malam telah tiba, benar saja riswan mendatangi tempat kanaya, ingin memastikan sendiri perubahan Kanaya, namun sesampainya di sana rumah Kanaya masih gelap, kebetulan mobil Ilyas juga tiba.


Riswan menatap Ilyas tidak suka.


"kau mencari nya juga, bukankah dia belum pulang dari kantor mu, atasan macam apa kau, Mengapa memperkerjakan karyawan sampai selarut ini" Riswan semakin menatap Ilyas.


"Jav ... pastikan Kanaya sudah kembali dari kantor, biar lelaki ini tidak bicara sembarangan lagi" Ilyas membalas tatapan Riswan.


Sedangkan Jav menelfon securiti.


"Tuan ... satpam tidak melihat Nona Kanaya keluar dari kantor "ucapan Jav mampu membuat kedua pria itu langsung bergegas ke kantor.


Ponsel Kanaya sudah tidak bisa di hubungi membuat kecemasan semakin menceruak.


*****


"Nona tidak ada dalam ruangan Tuan "


"Cari sampai ketemu ...!!" wajah Ilyas sudah tidak ramah lagi. Terlihat jelas kemarahan nya.


"Tuan, kita keruang cctv sekarang " ucap Jav yang mendapat kan kabar buruk dari bagian cctv.


Dengan cepat Ilyas menuju keruang itu, betapa terkejutnya Ilyas saat melihat Alina melakukan banyak hal, dan gambar yang selanjutnya adalah Kanaya yang masuk dalam gudang dan tidak keluar kembali.


Ilyas berlari hingga mau terjatuh untuk menuju ke gudang.

__ADS_1


'Kau akan baik-baik saja ... aku pastikan itu, Alina .. sudah tidak ada harapan lagi untukmu'


__ADS_2