Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
BAB 62


__ADS_3

Sesampainya Ruswan dan Kanaya fi ruangan Riswan, Riswan langsung menghubungi karyawan nya untuk membawa kan makanan ke ruangan nya untuk dua irang dan minuman pula.


"Bagaimana keadaanmu ... ?" tanya Riswan setelah kebisuan lama terjadi.


"Aku sudah sehat kak, Kakak sendiri bagaimana kabarnya ?" tanya Kanaya


"Seperti yang kau lihat " ucap Riswan tersenyum pada Kanaya dengan tatapannya yang tak bisa di artikan.


"Kenapa kakak melakukan ini ... ? Apa kurangnya Safira di mata kakak ?" ucap Kanaya langsung pada intinya.


"Kakak susah menyakiti nya terlalu dalam, kakak tidak tahu bagaimana rasanya sakit hati akan rasa yang tak terbalaskan" ucap Kanaya


Seketika senyum Riswan lenyap dari pandangan Kanaya. Riswan terdiam sejenak lalu ia kembali menatap Kanaya.


"Aku tahu semua rasa itu,Nay. Rasa dimana yang di rasakan oleh Safira aku tahu rasanya, karena itulah aku melakukan itu padanya"


"Bagaimana aku bisa berpura-pura mencintai nya,Nay. bukan kah itu akan tambah menyakitkan bagi Safira, aku sudah mengatakan dari awal, jika aku tak bisa memberikan hatiku padanya, tapi ... dia memaksa, lalu ... salahnya aku dimana, jika hatiku tak bisa membuka pintu untuknya ... ? aku pria yang tak tahu diri dan tak tahu fi untung, para reader menyumpah kan aku agar aku menyesal telah menolak cinta Safira, tapi .. jika aku terus-terusan membohongi perasaannya bukankah aku akan menjadi pria bajingan, aku tahu ... aku telah melukai hatinya" ucap Riswan


"Iya, alasan kakak tidak bisa membuka hati kakak untuk nya itu apa ... ? dia cantik, pintar, kaya, apalagi yang kutang darinya ... ?" tanya Kanaya pada Riswan, lelaki yang telah menolak pesona seorang Safira


"Alasan nya adalah kau,Kanya." ucap Riswan yang membuat Kanaya terkejut, seperti di sambar petir di siang bolong.


"Aku ... ?" ucap heran Kanaya


"Ya, kau, Kau adalah alasan satu-satunya kenapa aku tidak bisa membuka hatiku untuk wanita lain, termasuk Safira, dan Safira tahu akan hal itu, Kau mencintaimu dari dulu hingga sekarang, Safira tahu hal itu, tapi dia masih menginginkan aku mencintainya, Nay, aku juga ingin melupakan mu, melupakan cintaku padamu, tapi hatiku yang tidak bisa, apakah kau fikir ... aku suka melihat Safira menangis ... ? Tidak, dia hadis yang baik, bahkan terlalu baik, dia terlalu sempurna untuk pria seperti ku" ucap Riswan pada Kanaya yang masih terdiam bahkan matanya masih terlihat terkejut


"Kenapa aku ... kakak mencintaiku dari dulu ... ?" tanya Kanaya

__ADS_1


"Ya, sebelum kau berubah cantik seperti ini, aku sudah sangat mencintai mu, aku bahkan tidak ingin melihat wanita manapun kecuali kamu" ucap Riswan


"Jadi ... karena itulah Paman dan Bibi mengatakan hal itu padaku ... ?" tanya Kanaya saat ia mengingat apa saja kata yang di ucapkan oleh kedua orang tua Riswan saat itu.


"Ya, orang tuaku mengetahui perasaan ku, hanya saja mereka menyalahkan mu atas semua rasa yang aku rasakan " ucap Riswan.


Kanaya terdiam, mengapa jadi begini ... ? Kenapa Safira tidak pernah cerita tentang hal ini padanya, kenapa ... kenapa di saat Kanaya ingin memperjuangkan perasaan sahabatnya malah dirinya yang menjadi penyebab hancurnya perasaan Safira.


Kanaya terdiam, ia tidak bisa menerima semua yang telah Riswan katakan.


"Bisakah kakak menerima Safira demi aku ... ?" tanya Kanaya


"Itu akan lebih menyakiti Safira nantinya,Nay" ucap Riswan


Kanaya terdiam lagi, ia tak tahu harus berkata apa dan berbuat apa lagi, kenapa jadi begini, itulah yang selalu Kanaya ucap kan dalam hatinya.


Di saat Kanaya diam karena fikiran nya, Ruswan dengan tatapannya pada Kanaya, suara ketukan pintu membuat Riswan tersadar namun tidak dengan Kanaya, ia masih melamun.


"Kalian keluarlah, Nay ... minumlah dulu" ucap Riswan seraya memberikan segelas jus pada Kanaya. Tentu semua itu terlihat oleh karyawan nya, dan kebersamaan itu menjadi gosip yang trending di perusahaan kali ini.


"Maafkan aku karena melukai perasaan sahabat mu, Safira gadis yang baik, dia akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dariku" ucap Riswan saat sudah sampai di dekat mobil Kanaya.


"Benar, akan aku pastikan, Safira mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari kakak, lalu ... bagaimana dengan kakak ... ? apakah kakak akan berdiam diri di tempat, membiarkan aku berada dalam rasa bersalah pada Safira ?" tanya Kanaya


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, maafkan aku" ucap Kanaya yang langsung masuk kedalam mobil nya.


Sang sopir pun menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan perusahaan Riswan.

__ADS_1


Riswan terluka melihat raut wajah sedih Kanaya , lalu bagaimana dengan Safira ... ? dan juga bagaimana dengan Kanaya yang kini merasa bersalah akan semua yang Safira rasakan. Kanaya tidak menyangka akan mendapatkan pengakuan itu dari Riswan saat ini. Dirinya yang ingin Riswan menyesal akan apa yang ia lakukan pada Safira, nyatanya dirinya yang kini merasa di liputi oleh rasa bersalah. Bayangan tawa dan bahagia berseliweran di ingatan Kanaya.


*****


"Apa yang istriku lakukan di sana ... ?" tanya Ilyas tak percaya dengan apa yang di laporkan oleh sopir pribadi Kanaya


.


.


.


"Dia menangis selama di perjalanan ... ? aiss ... dan kau tak tahu apa penyebabnya ... ? kenapa kau tak hajar saja pria itu ... !" geram ILyas


Ilyas langsung mematikan ponselnya lalu melihat jam yang melingkar di tangannya, jam pulang kerja masih kurang 2 jam lagi, semenjak Kanaya pulang dari rumah sakit, Ilyas rutin pulang jam 5 sore.


Ilyas langsung menyambar jas yang ia letakkan di belakang kursinya, lalu meninggalkan ruangan nya.


"Jav ... kau handle segala urusanku, aku pulang duluan " ucap Ilyas


"Apa yang terjadi ... ? apa terjadi sesuatu lagi pada Nona ... ?" tanya Jav ikut panik.


"Entahlah, tapi sopirnya tadi bilang ia datang keperusahaan Riswan, pulangnya ia menangis sampai rumah, kau tahu Kanaya kan ... ? dia tidak akan menangis jika bukan karena masalah yang tak bisa ia hadapi" ucap Ilyas


"Baiklah, aku tinggal kan perusahaan padamu" ucap Ilyas seraya berlalu dari hadapan Jav.


Jav langsung bisa menebak arah persoalan nya, apalagi tadi ia menyaksikan sendiri, Kalau Safira dan Kanaya berbicara serius, pasti ada hubungannya dengan Safira.

__ADS_1


'Pasti karena masalah dia, apa dia masih belum move on, ckkk ... benar-benar wanita bodoh, masih cinta ... pada seseorang yang jelas-jelas tidak mencintai nya, bahkan sudah menolaknya ' ucap Jav dalam hatinya seraya masuk kedalam ruangan nya.


Perasaan siapa yang akan bisa mengatur nya hanya hati yang mampu menggoyahkan perasaan. Cinta tumbuh dari hati, dan bisa di hapus juga dengan hati. Berusaha lah membuka hati pada setiap hal yang bisa membuat kita melupakan sesuatu yang menjadi racun dalam hati.


__ADS_2