
Kanaya berusaha mengalihkan ketidak nyamanan hatinya dengan menyibukkan diri dengan beberapa pekerjaan nya, kadang Kanaya meninggalkan ruangan itu dengan alasan ingin memberikan berkas pada Jav.
"Kau mau kemana ... ?" tanya Ilyas
"Saya akan keruangan Tuan Jav, Tuan ... " ucap Kanaya sopan
"Jangan lama-lama, cepatlah kembali " ucap Ilyas
"Baik Tuan" jawab Kanaya seraya menutup pintu ruangan itu.
"Alina ... jika sudah tidak ada hal yang ingin kau tanyakan, kembali lah ke tempat mu, aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini" ucap Ilyas
"Jadi ... bisakah kita berteman saat ini ... ?" tanya Alina dengan tersenyum
"Berteman lah dengan istriku, aku hanya punya satu teman, yaitu istriku, dia tipe teman yang baik juga " ucap Ilyas
"Tapi kita bisa berteman juga kan ... ?" ucap Alina ngeyel
Terlihat Ilyas tersenyum pada Alina
"Berteman bagaimana menurut mu, dulu aku punya dua teman, wanita ... akhirnya aku jatuh hati padanya, sedangkan sekarang alu sudah memiliki istri, istri sebaik Kanaya ... aku tidak ingin dia cemburu, aku tidak ingin memiliki teman 1 wanita pun, cukup kota sebagai atasan dan bawahan, di luar kota orang lain" ucap Ilyas
Seketika wajah Alina berubah, ia tertunduk menahan malu.
"Apakah kau terlalu mencintai nya, seh ia ngga kau membatasi diri, atau dia yang memintamu melakukan hal ini ... ?" tanya Alina
"Dia tidak akan melarang ku bergaul dengan siapapun, hanya saja aku ingin menjaga kepercayaan nya, aku ingin menjaga hatinya, sama seperti dia yang selalu menjaga hatiku, seperti sekarang, aku tidak suka melihat Istriku bersama dengan pria lain meskipun dia adalah Jav, begitu juga dengan Kanaya, dia pasti merasa tidak nyaman melihat kita berdua seperti ini, tapi dia tahu batasannya, dia tidak pakai cara marah-marah atau melotot kan matanya, tapi dia pakai cara menghindari agara hatinya tetap terjaga, kau mengerti kan sekarang Nona Alina, jika mau berteman atau mau mencari teman, istriku lah teman yang paling baik" ucap Ilyas seraya berdiri, kode keras agar Alina juga berdiri dan meninggalkan ruangannya.
Ilyas berjalan Menuju arah jendela, sedangkan Alina sudah berdiri dengan rasa malunya.
"Kalau begitu saya permisi " ucap Alina dengan tergesa-gesa, Ilyas tersenyum menatap arah jendela yang menampilkan cerahnya hari ini.
Lalu ia kembali ke mejanya dan menghubungi Jav.
"Suruh Istri ku keruangan ku " ucap Ilyas yang langsung mematikan ponselnya.
Ia menatap meja yang kini tanpa ada orang nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian suara pintu terbuka membuat nya melihat kearahnya.
Ilyas langsung berjalan mendekati si empu kursi dan meja yang ada di dekatnya.
Lalu ia menarik tubuh Kanaya dalam pelukannya
"Apakah kau cemburu ... ? cemburulah ... karena dengan begitu, aku jadi tahu kalau kau memiliki rasa padaku" ucap Ilyas
Kanaya hanya diam, ia memang tidak suka jika melihat Ilyas berduaan bersama wanita lain, tapi ia belum memastikan apakah ia cemburu atau hanya tidak suka saja.
"Apa yang kau lakukan di ruangan Jav ... ? aku tahu itu hanya alasan mu saja kan untuk menghindari aku dan Alina ....?" tanya Ilyas
"Aku baru tahu, kalau ternyata Tuan Ilyas juga suka menebak hati seseorang " ucap Kanaya mendongakkan kepalanya menatap wajah Ilyas yang semakin hari terlihat semakin tampan.
"Jangan menatap ku seperti itu ... ! aku tahu aku tampan, jadi jangan lama-lama menatapnya, Nay ... bisakah kita memulai dari awal menjadi sepasang suami istri seperti lainnya ... ?" ucap Ilyas
"Maksud nya ... ?" tanya Kanaya bingung
"Kita lakukan hubungan suami-istri nanti malam ya ... " bisik Ilyas di daun telinga Kanaya, sontak tubuh Kanaya mematung, matanya mengerjap tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Bukankah itu sudah wajar bagi sepasang suami-istri, tapi kenapa serasa ambigu saat Kanaya mendengar nya.
"Kenapa diam ... ?" tanya Ilyas seraya memeluk Kanaya kembali.
Saat Kanaya ingin menjawab, suara ketukan pintu membuat Ilyas dan Kanaya segera melepaskan pelukannya, Ilyas segera kembali ke mejanya, sedang kan Kanaya membukakan pintu.
Ia terkejut saat melihat Mamanya Ilyas yang datang.
"Apakah Mama harus ketuk pintu dulu, saat mau menemui anak Mama sendiri " ucap Mamanya Ilyas seraya langsung masuk mengabaikan Kanaya yang berdiri di sampingnya.
"Mama ... memangnya ada apa ... ? tumben kemari gak ngabarin dulu " ucap Ilyas yang kini menghampiri mamanya, Kanaya mendekat juga ingin memberi salam pada Mamanya Ilyas.
Namun Mamanya Ilyas tidak menoleh sedikit pun pada Kanaya.
"Ma ... menantu mu mau salim tuh ... " ucap ILyas yang kini berdiri di depan Mamanya
Langsung saja Mamanya Ilyas menoleh ke arah Kanaya.
__ADS_1
"Gitu ... jadi mantu harus sopan sama mertua, jangan judes" ucap sang Mama
Kanaya pun mencium punggung tangan Mama nya Ilyas
"Mama minum apa ... ? teh ...atau kopi ....?" tanya Kanaya
"Teh hijau, kesukaan Mama sama seperti kesukaan mu sayang, jadi buatkan itu saja" ucap Ilyas yang kini sudah membawa Mamanya duduk di sofa.
"Kalau mas minum apa ... ?" Tanya Kanaya
"Sama saja dah" ucap Ilyas
"Yas, Mama belum makan, suruh istrimu bawakan makan juga untuk Mama ya ... " ucap Mamanya Ilyas
"Ma ... Ilyas panggilkan saja bagian masak di kantor ini ya" ucap Ilyas
"Mama ingin masakan menantu mama saat ini ... " ucap Mama nya Ilyas
"Mama kan bukan orang hamil yang lagi ngidam Ma ... kalau mau masakan istriku, mainlah kerumah, Aku juga gak pernah makan di luar semenjak nikah sama Kanaya" ucap ILyas
"Tidak apa-apa Mas, biar saya masakkan makanan buat Mama" ucap Kanaya yang kini sudah melangkah kan kakinya menuju ke dapur kantor.
Ilyas berdiri namun tangannya di tarik kembali oleh Mama nya.
"Ma ... aku tahu, Maka belum sepenuhnya menyukai Kanaya, tapi jangan merendahkan dia ma ... dia istriku, apa kata karyawan saat ia bergelut di dapur kantin perusahaan " ucap Ilyas
"Ilyas ... kau pikir Mama ini orang jahat apa ... ! aku hanya ingin tahu ... seberapa patuhnya ia sebagai seorang istri, seberapa hormatnya ia menjadi seorang menantu, apa kau fikir Mama akan mempermalukan menantu mama sendiri ... "ucap sang Mama pada Ilyas.
"Lola sudah bertemu dengan mu ... ?" tanya Mama nya Ilyas.
"Jangan bahas itu Ma ... aku masih bahas tentang Kanaya" ucap Ilyas
"Kanaya lagi ... Ilyas hari ini adalah hari ulang tahun Kanaya, apakah kau tidak tahu ... ? Mama hanya ingin memberikan ia kejutan saja, Mama tahu ... kau pasti tidak tahu akan ulang tahunnya kan ... ?" ucap sang Mama yang membuat Ilyas terkejut.
"Kanaya ulang tahun sekarang ... ? bukankah ... sudah lewat ya Ma ... " ucap Ilyas
"Lewat apa nya, itu aku tahu dari Ibunya kok" ucap Mamanya Ilyas.
__ADS_1