Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 63


__ADS_3

Akhirnya Ilyas kini sudah sampai di depan rumahnya, ia bergegas naik ke atas tanpa memperdulikan Rana yang mencoba memanggil nya, guna memberi tahukan, bahwa Nona Kanaya nya ada di dapur.


Benar saja, saat Ilyas masuk kedalam kamar nya ia tidak mendapatkan Kanaya.


"Sayang ... Mas sudah pulang" ucap Ilyas Seraya membuka pintu kamar mandi, namun tetap saja tidak ia temukan Kanaya.


Perasaan Ilyas semakin tidak nyaman, ia mencari Kanaya di setiap ruangan di rumah itu.


Hingga akhirnya ia mendengar suara tawa dari arah dapur.


Dengan cepat, Ilyas berlari kearah dapur dan ternyata ... orang yang sedari tadi ia cari ternyata ada di dapur bersama kedua pembantu nya, Reni dan Rini, sedang kan Rana membersihkan ruang makan.


"Sayang, ternyata kau ada disini" ucap Ilyas seraya memeluk Kanaya dari belakang, membuat kedua pembantu itu merasa itu dengan menampilkan senyuman malu-malu mereka.


"Eh, kok tumben Mas dah pulang, bukannya masih kurang sejam an ya .. ?" ucap Kanaya seraya melihat kearah jam yang melingkar di tangannya


"Suamimu ini merindukan mu, apakah tidak boleh pulang lebih awal ... ?" ucap Ilyas


Menyadari apa yang sudah Ilyas lakukan, Kanaya berusaha melepaskan pelukan suami nya.


"Mas, ada Reni dan Rini disini ... ?"ucap Kanaya

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau ada mereka di sini,toh kamu istriku dan aku suamimu, jika mereka ingin ... suruhlah mereka untuk menikah" ucap Ilyas tanpa melihat kearah Reni dan Rini.


"Ckkk ... Reni ... bawa ini ke meja makan ya, untung Tuan sudah datang, jadi aku bisa segera makan, sudah lapar " ucap Kanaya seraya mengelus perutnya.


"Eh, anak papa sudah lapar ya, lain kali gak usah nungguin Papa makan ya ....kalau lapar, makanlah, jangan di tunda" ucap Ilyas seraya mengelus perut Kanaya.


Ilyas pun membawa Kanaya ke meja makan, dimana semua makanan sudah tersedia dan tertata rapi.


Ilyas mengambil kan Kanaya makanan nya, dan hendak menyuapi nya, namun ... Kanaya menolak dan menyuruhnya untuk makan juga.


Akhirnya mereka pun makan bersama, makan yang biasanya jam 7 malam malah kini di lakukan jam 4 sore, Kanaya kini selalu.metasa lapar, sehingga masakan harus terus tersedia, buah-buahan juga harus segar setiap hari, semua itu Ilyas siapkan.


Malam telah tiba, Kanaya kini merebah kan tubuhnya dengan nyaman, Ilyas mendekat inya, dan duduk di samping nya, membelai kepalanya serta menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya.


"Tapi janji jangan marah " ucap Kanaya


"Janji tidak akan marah" ucap Ilyas


"Aku datang keperusahaan Kak Riswan, aku menanyakan perihal Safira, tapi aku gagal membawa Kak Riswan pada Safira" ucap Kanaya yang seakan enggan menceritakan segalanya pada Ilyas


"Lalu kenapa kau sampai menangis ... ?" tanya Ilyas

__ADS_1


"Ya ... karena aku kesal, aku marah sama.kak Riswan, mengapa dia tidak bisa mencintai wanita secantik Safira ?" ucap Kanaya kesal


"Karena cinta tak bisa di paksakan,sayang. Cinta datang dari hati, bukan karena paksaan: ucap Ilyas


"Gini ... misalkan kau di paksa untuk mencintai seseorang, sedang kan kau mencintai orang lain, Apakah kau bisa menjalani hubungan itu ... ? tidak kan ... ? yang salah di sini Safira, sudah tahu Riswan mencintai wanita lain, masih saja ia paksa untuk mencintai nya" ucap Ilyas yang ternyata sudah tahu semuanya


"Apakah Mas tahu siapa wanita itu ... ?" tanya Kanaya


Ilyas menatap Kanaya, lalu tersenyum seraya berkata


"Tidak, aku hanya tahu kalau Riswan mencintai seorang wanita, sayangnya wanitanya sudah menikah" ucap ILyas seraya tersenyum pada Kanaya agar Kanaya tidak curiga bahwa Ilyas tahu bajwa wanita yang Riswan cintai adalah dirinya.


"Besok, aku yang akan bicara dengan Safira, sudah lama juga aku tidak mengobrol dengannya " ucap ILyas seraya terus membelai kepala Kanaya.


*****


"Kau yakin sudah mai move on dari pria itu ... ?" tanya Jav pada Safira


"Kenapa sih selalu itu yang kau bahas, apa kau terlalu menyukaiku sehingga kau mengurus hal pribadiku ?" tanya Safira kesal


"Hahhaha percaya diri sekali kau, jika kau tak membuat Nona Kanaya terlibat, mana mau aku ikut campur urusanmu" ucap Jav dengan acuh

__ADS_1


"Kanaya, " ucap lesu Safira


"Ya, karena kamu, Nona Kanaya datang keperusahaan Riswan, meminta pertanggungjawaban dari apa yang sudah Riswan lakukan, sayangnya, Riswan mengatakan semuanya, semua tentang rasa yang selalu kami bawa, ini yang aku maksud ... cintamu itu bukanlah jalan cintaku,


__ADS_2