Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 65


__ADS_3

Kanaya dan Safira akhirnya menyudahi perbincangan mereka tentang Riswan. Yang mana itu hanya membuat mereka berdua sama-sama dilema.


"Bagaimana ... ? Apakah sudah selesai membicarakan pria lain?" tanya Ilyas saat muncul dari belakang tubuh Kanaya


"Mana ada membicarakan pria lain, Mas" ucap Kanaya


"Riswan, bukankah dia pria lain, selain suamimu ini" ucap Ilyas seraya duduk di dekat Kanaya


"Aku hanya ingin bertanya pada Safira,Mas." ucap Kanaya


"Lalu, Safira ... kau sendiri bagaimana ?" tanya Ilyas


"Udah move on, udah jangan bahas lagi, ya ... aku emang bodoh, mencintai tapi tak cintai, masih maksa lagi" ucap Safira cemberut.


"Untung kau sadar kalau kau bodoh " ucap Jav yang tiba-tiba datang dari pintu depan.


'Ya elah ... nih orang lagi, malas ah, ribut sama dia, apalagi di hadapan Kanaya dan kak Ilyas ' bathin Safira melihat jengah pada Jav.


Tentu Jav mengerti dengan arti tatapan Safira, ia jengkel padanya, dan itu malah membuat Jav senang sendiri.


"Kau kemari juga, duduklah !" ucap Ilyas pada Jav


"Aku harus si sibukkan dengan karyawan ku yang selalu hilang dari perusahaan, dan apakah kalian tahu, itu menyebalkan sekali" ucap Jav menatap Safira dengan lekat


"Hei, Aku pulang di jam pulang ya ... " ucap Safira dengan suara lantang


"Jam pulang, pukul 17.00 sedangkan anda pulang di jam 16.58,Masih ada sisa 2 menit" ucap Jav yang membuat mata Safira terbelalak


"Astaga ....asih ada ya ... manusia macam kayak kamu, hanya 2 menit, kau mempermasalahkan hal ini, dan sampai mengejar ku kemari, kak Ilyas .... ini benar-benar konyol kan ... ?" ucap Safira yang tertegun bahkan kesal sampai ke ubun-ubun.


"Di perusahaan kau harus nurut sama dia, aku gak bisa ikut campur kalau masalah itu, hanya saja ... sekarang sudah diluar jam kerja, Aku sebagai kakak mu akan membelamu " ucap Ilyas


"Dengerin itu " ucap Ketus Safira


"Jav, jangan ribut sekarang, disini rumahku dan ada istriku, kalau mau menghukum nya, hukum besok,pas lagi jam kerja dan dia ada di perusahaan " ucap Ilyas yang membuat Safira naik pitam seketika.

__ADS_1


"Kak Ilyas ... !" teriak Safira yang membuat Ilyas dan Kanaya tertawa.


"Kalian sangat lucu loh, berantem dimanapun kalian berada, jangan-jangan kalian jodoh" ucap Kanaya yang ingat kata-kata Ilyas


"Aduh, Nay. Semoga saja tidak, dari pada aku jodoh ma nih orang, mending aku jomblo seumur hidup tau ... !" ucap Safira kesal


"Jangan asal bicara, ucapan adalah doa loh, entar beneran, nangis-nangis minta aku nikahin " ucap Jav


"Bibik ... bawakan minuman ya untuk kami semua" ucap Ilyas


"Baik Tuan" ucap pembantu dirumah Ilyas.


"Jav, duduklah " ucap Ilyas.


"Jangan duduk di sebelah ku ya, udah ada yang punya " ucap cetus Safira


"Siapa?" tanya Jav dan di simak oleh Kanaya dan Ilyas


"Pacar tak kasat mataku" ucap Safira. Sejenak suasana menjadi hening, Lalu tawa mereka menggelegar di ruangan itu.


"Safira, kalau bicara hati-hati loh, awas ada beneran di dekatmu, kualat nanti kamu" ucap Ilyas


"Kak Ilyas, jangan begitu ah, aku kan cuma bercanda " ucap Safira yang kini malah merapat ke Jav


"Eh, kau malah mepet ke Kak Jav"ucap Kanaya yang membuat Safira sadar dan menjauh lagi dari Jav, tentu Safira menjadi bahan lelucon hari ini.


"Kalian semua senang ya .... menertawakan aku, tega kalian " ucap Safira seraya memalingkan wajahnya.


"Ih ngambek, entar cantiknya ilang loh " goda Kanaya, yang mana berbarengan dengan datangnya Bik Sum pembantu Ilyas dengan tiga gelas minuman dan pizza, Makanan kesukaan Safira dan Kanaya saat masih sama-sama kuliah, meskipun yang beli pasti Safira saat itu.


"Pizza Capricciosa!" teriak Kanaya dan Safira bersamaan


"Ini kan Pizza kesukaan kita " ucap Kanaya


"Kau menyukai nya, berterima kasihlah pada suamimu ini sayang" ucap Ilyas seraya merangkul istrinya.

__ADS_1


"Kapan tahu?" tanya Kanaya


"Saat Jav membaca buku Safira, disana tertulis juga makanan favorit kalian" ucap ILyas yang mana Safira langsung menatap Jav dengan sinis.


"Jangan salahkan Gue, salahkan tuh kakak lu" ucap Jav yang kini kembali dengan metode cuek


"Ih jangan cuek gitu, Napa. Benci aku" cebik Safira


"Tapi makasih ya kak Jav, Fir ... kita nikmati yuk, biarkan mereka bicara berdua yuk ?" ucap Kanaya seraya mengambil Pizza itu dari ya meja dan membawanya ke taman belakang, menikmati Pizza itu berdua, sama seperti masa dimana Kanaya belum menikah dengan Ilyas.


"Aku merindukan masa itu, Fir" ucap Kanaya menoleh kearah Safira


"Apa yang kau inginkan jika kita kembali ke masa dulu ? bukankah kau lebih baik sekarang daripada yang dulu ?" tanya Safira pada Kanaya


"Kau benar, hanya saja ... saat mengingat masa lalu, aku bisa menikmati perhatian Mas Ilyas saat kau masih gendut dan kucel, aku melihat ketulusan itu, Fir" ucap Kanaya


"Jadi ... kau selama ini, emang tidak pernah jatuh hati pada Kak Riswan?" tanya Safira penasaran


"Aku hanya kagum dan menghormati dia, Fir. tidak lebih, kan kamu tahu sendiri, dia senior kita ... dia juga yang selalu membantu ku, mendengar dia cinta padaku, rasanya sangat aneh sekali " ucap Kanaya seraya tersenyum pahit.


"Semuanya sudah terlewati dan sudah terjadi juga, Nay. jadi .... membuat orang jatuh cinta itu bukan bermodal wajah cantik saja, buktinya kau bisa menaklukkan dua hati pria ganteng kayak Kak Ilyas dan Kak Riswan sekaligus " ucap Safira


"Kau yakin sudah move on dari kak Riswan ? semudah itukah?" tanya Kanaya


"Belum bisa sepenuhnya sih, Nay. butuh waktu juga, Tapi ... kau jangan khawatir, aku juga tidak ingin lama-lama berada di fase ini, kau tahu sendiri ... aku gak suka kegalauan, aku pasti bisa dapat lewati nya" ucap Safira seraya menatap Kanaya yang ada di sampingnya.


"Apalagi kau tahu sendiri, aku memiliki teman-teman yang gesrek, hahhaha pasti tidaklah sulit melupakan Kak Riswan" ucap Safira.


"Cinta emang tidak bisa kita tebak ya, Fir. Hah ... kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan berlabuh dalam hati kita" ucap Kanaya.


"Kau benar, Cinta kadang menyakitkan ya,Nay. seperti yang aku rasakan, tapi kadang membahagiakan, seperti cintamu, tapi aku bahagia untukmu " ucap Safira


"Kau sahabat terbaikku, Fir. Bersama siapapun kamu nantinya, aku harap ... kau bahagia dan mendapatkan cinta yang berlimpah dari pasangan mu" ucap Kanaya


"Semoga" ucap Safira

__ADS_1


Akhirnya mereka pun kembali dengan suasana yang ceria,menikmati Pizza di tangan mereka. Bercanda mengingat semua kenangan di masa kuliah.


__ADS_2