Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 23


__ADS_3

Pagi telah tiba, Kanaya dan Ilyas benar tidur satu ranjang, tidak ada drama pisah tidur seperti novel lain.


Mereka akan mengawali semuanya dengan berteman dan berbagi.


"Kau mau kemana sepagi ini ... ?" tanya Ilyas saat melihat Kanaya hendak keluar rumah


"Aku harus memulai tugas ku" Kanaya tersenyum pada Ilyas


"Kau juga berkeramas ... ?" tanya Ilyas


"Tentu ... ! sandiwara kita tidak akan sempurna jika aku tidak keramas ... "Kanaya berkata seraya membuka handle pintu kamarnya


Tentu membuat Ilyas menjadi bingung dalam sekejap Ilyas mengerti dengan maksud Kanaya lalu terlihat senyum di bibirnya.


'Apakah langkah yang aku ambil ini adalah benar ...? berharap ia datang dan ingin tahu alasan ia pergi' bathin Ilyas


Ini sungguh alasan yang tidak masuk akal, rela mengeluarkan dana fantastis demi mengubah penampilan Kanaya alasannya bukan cinta melainkan karena ingin seseorang keluar dari persembunyiannya.


"Hai pengantin baru ... ah ... terlihat makin cantik saat bangun tidur" ucap Safira yang sudah ada di apartemen nya di pagi hari.


"Kau sudah ada di sini ...?" tanya Kanaya heran


"Tentu dong ... kita kan ada jam kuliah pagi ini ... sekalian bareng kamu aja, kamu.masoh kuat berdiri kan ... ?" goda Safira pada Kanaya.


"Fira ...!" pekik Kanaya seraya memukul lengan sahabatnya.


Meski ada rasa nyeri di hati saat perkataan itu terlontarkan, namun ... Kanaya harus bisa menjaga expresi wajahnya.


Ia sudah berfikir semalaman, ia akan pergi jika wanita yang Ilyas rindukan sudah datang, meski Ilyas mengatakan akan selalu bersikap baik padanya, tapi cinta pertama akan sangat sulit di lupakan, dan pada akhirnya cinta itu akan kembali lagi.


Sebelum semuanya semakin terasa dalam Kanaya sudah mengambil keputusan itu.


Ilyas hanya ingin menganggapnya teman, maka biarkan rasa pertemanan itu selalu berjalan dengan baik.


"Hei, ngelamunin apa ... ? jangan bilang kalau kau ingat kejadian semalam ... " tebak Safira


"Ah kau ini bicara apa, ya sudah aku mau menyiapkan kopi dan sarapan pagi untuk suamiku dulu" ucap Kanaya seraya meninggalkan Safira di ruang tamu dan berjalan menuju ke dapur.


Di sana ia sudah mendapati Ibunya yang kebingungan


"Apa yang ibu cari ...?" tanya Kanaya

__ADS_1


"Ibu tidak tahu cara memakai semua peralatan di sini, Nak ... jadi ... jam segini ibu belum bisa masak apapun " ucap Ibunya Kanaya


"Kanaya yang akan melakukan semuanya, sekarang ibu duduklah, dan temani Kanaya berbincang " ucap kanaya seraya mendudukkan ibunya di kursi yang ada di dekatnya.


"Ibu tahu, hal uang membuat Nay semangat adalah ibu, bapak dan juga adek" ucap Kanaya seraya menyiapkan peralatan yang akan ia gunakan untuk memasak.


"Kamu adalah kebanggaan kami, Nak ... bahkan sekarang ... kau semakin membuat kami bangga, tetaplah menjadi Kanaya kami, yang sekalu rendah hati dan selalu peduli dengan sesama, ingat jangan membalas kebencian dengan kebencian, kemarahan dengan kemarahan, tapi lawanlah semua itu dengan kelembutan " nasehat Ibunya yang selalu Kanaya ingat.


"Kanaya selalu ingat itu Bu, dan juga Kanaya selalu melakukan itu, Ajaran ibu dan bapak selalu Kanaya ingat" ucap Kanaya seraya memotong beberapa sayuran.


"Biar ibu yang memotong nya, Nak ... " Ibunya berdiri dan mengambil alih yang Kanaya lakukan.


"Baiklah, Ibu dan bapak sangat menyukai sayuran kan ... Kanaya dan Mas Ilyas sengaja menyediakan sayuran ini untuk Ibu dan bapak" ucap Kanaya


"Kau benar, makan daging seperti semalam rasanya gimana gitu, kayak kurang srek ke perut ibu, apakah kau sudah terbiasa makan seperti itu di sini ... ?" tanya sang ibu.


"Jarang lah bu ... makanan semalam mana bisa Kanaya makan sering- sering, gak bagus juga untuk kita, begitu kata mas Ilyas hehhehe" ucap Kanaya cengengesan.


"Kanaya kan diet, Bu ... jadi tidak boleh makan banyak-banyak heheheh, sayuran dan buah-buahan lah yang bagus" imbuh Kanaya.


"Diet bagus tapi utamakan kesehatan " ucap sang ibu


"Kanaya tahu itu, Bu ... mas Ilyas sangat cerewet kalau masalah makanan, Nay gak boleh makan cemilan lah, gak boleh makan tengah malam lah ... pokoknya seperti Ibu - ibu deh Bu ... " ucap Kanaya, yang mana Ibunya tersenyum menilai bahwa hubungan Nak ya dan Ilyas memang sangat baik.


Ilyas tersenyum namun ada sedikit terenyuh mendengar semua perbincangan mereka.


Ilyas pun membatalkan niatnya untuk meminta kopi pada Kanaya, ia kembali keruang tamu.


Saat Ilyas ingin duduk, Kanaya keluar dengan tiga cangkir kopi di tangannya


"Wah, satunya untuk ku ya, Nay ... ?" tanya Safira


"Tentu, aku tidak minum kopi, kau yang menyukai nya kan ... ?" Kanaya meletakkan nampan yang ia bawa.


"Baiklah, nikmati kopinya, setelah ini sarapan bersama " ucap Kanaya yang langsung meninggalkan mereka.


"Bagaimana, Bu ... ?" tanya Kanaya seraya melihat masakan nya.


"Sudah enak, kau pintar masak ala kota sekarang"puji Ibunya Kanaya


"Benarkah ... kalau begitu ibu tinggal juga di sini, biar bisa Kanaya masakkan setiap hari" ucap Kanaya

__ADS_1


"Ibu dan bapak tidak bisa meninggalkan kampung, hidup kami ada di sana, kau baik-baik di sini, " Ibunya berkata seraya membantu kanaya meletakkan masakannya kedalam wadah.


Akhirnya masakan sudah siap semua, Kanaya memanggil semua keluarga nya termasuk adik nya yang masih setia di dalam kamarnya


"Kenapa kau masih belum keluar kamar ... ?" tanya Kanaya


"Jarang-jarang aku bisa tidur di atas kasur seempuk ini kak ... " ucap sang adik seraya masih berbaring di atas kasurnya.


"kau menginginkan kasur seperti ini ... ?" tanya Kanaya seraya mengelus kepala adiknya


"Mau banget kak ... " jawab cepat adiknya Kanaya


"Kakak alan membeli kannya untuk mu, saat kakak kesana kasurmu akan sudah ada juga untuk ibu bapak" ucap Kanaya


"Ye ... kakak janji ya ... " ucap sang adik dengan begitu gembira.


Kanaya tersenyum pada sang adik lalu membawanya turun untuk bergabung dengan semua nya.


"Nay, kau tidak libur kuliah ... ? suamimu katanya sudah cuti dari kantor nya loh" tanya sang bapak


"Mas Ilyas bos nya Pak, jadi terserah dia citi kapan saja, kuliah Nay cuma sebentar kok, jam 9 sudah selesai" ucap Kanaya.


"Suamimu tahu ... ?" tanya sang bapak


"Tentu saya tahu, Pak ... saya yang akan mengantarkan nya ke kampus" ucap Ilyas yang baru turun dari kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya.


"Kalian hati-hati lah," ucap sang bapak.


Kanaya, safira dan juga Ilyas mencium tangan Ibu dan bapaknya Kanaya secara bergantian.


Lalu mereka bertiga pun pergi meninggalkan apartemen nya.


"Kau kenapa Fir ... ?" tanya Kanaya


"Seharusnya aku tidak ganggu kalian " ucap Safira


"Iss ... kau bicara apa" ucap Ilyas


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di depan kampus Kanaya dan juga Safira.


Kanaya dan Safira turun dari mobil Ilyas.

__ADS_1


"Aku akan pulang, kalau kuliah nya selesai kau telfon aku" ucap Ilyas


"Baiklah" Kanaya mencium punggung tangan Ilyas sedangkan Ilyas mencium kening Kanaya, Sejenak Kanaya terkejut dengan apa yang Ilyas lakukan.


__ADS_2