Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 58


__ADS_3

Sesampainya Jav di depan rumah sakit, kedua orang tua Kanaya terkejut.


"Nak, mengapa kau membawa kami kerumah sakit ... ? apa kami harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum bertemu anak kami .. .? kami sehat kok, kami juga sudah melakukan Vaksin di kampung "ucap Ibunya Kanaya.


"Nona Kanaya sedang sakit, Bu ... Pak" ucap Jav seraya membuka kan pintu untuk orang tuanya Kanaya.


"Sakit ... ! " oh tuhan sayang ku, kenapa kau tidak bilang dari tadi Nak Jav" ucap sang Ibu yang langsung keluar dari mobil Jav.


"Maafkan saya,Bu. Saya takut Ibu dan bapak khawatir, Mari silahkan " ucap Jav seraya berjalan dan di ikuti oleh kedua irang tuanya Kanaya, serta sang Adik.


Sehingga tanpa mereka sadari, mereka oun sudah sampai di depan ruangan Kanaya.


Jav mengetuk pintu terlebih dahulu, dan langsung membuka kan pintunya.


"Tuan" ucap Jav pada Ilyas.


"Nak, Kanaya sakit apa ... ? kenapa kau merahasiakan nya, Nak" ucap Ibu Kanaya seraya mendekati Kanaya


"Maafkan, Ilyas Bu, hanya saja Ilyas tidak mau Ibu khawatir pada Kanaya" ucap Ilyas


"Bagaimana sekarang keadaan nya,Nak?" tanya Bapaknya Kanaya.


"Dokter, sudah mengatakan kalau kesehatan Kanaya sudah ada kemajuan, Pak" ucap Ilyas


"Sabar, Buk. Kanaya selama ini sudah lelah bekerja, jadi ... Tuhan menyuruh nya untuk istirahat sejenak, Ibu jangan terlalu bersedih, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya " ucap sang bapak, berusaha menenangkan Istrinya.


"Ibu, Tahu itu pak" ucap sang istri dalam isak tangis nya.


Wajah keriput nya terlihat jelas, tangan kasarnya menyentuh sang anak.


"Ibu datang, Nak. Bangunlah ... apakah kau tidak merindukan Ibu dan bapak, kami sudah datang" ucap sang Ibu


"Kanaya koma, Bu" ucap Ilyas yang membuat Ibu fan Bapaknya tambah terkejut.


"Koma ... ? seperti di film-film itu kak ... ?" tanya sang adik.


Ilyas hanya mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa sampai begini,Nak" ucap sang Ibu seraya mencium kepala Kanaya.


Ada air mata yang jatuh dari belahan mata Kanaya.


"Nak, istri mu menangis, dia mendengar kan Ibu, Nak" ucap sang Ibu seraya mengusap air matanya.


"Iya, Buk. Kanaya sekarang sudah bisa merespons setiap yang kita ucapkan, dia .. dia juga sedang hamil saat ini, Buk" ucap Ilyas.


Yang mana itu menjadi kebahagiaan sekaligus kesedihan buat kedua orang tua Kanaya.


*****


"Baiklah, aku kembali ke perusahaan ku, cih ternyata ... kita sahabatan dalam dunia maya selama ini, memiliki cinta yang sama, Aku sudah mau menyerah, kau bagaimana ... ? apakah mau berlanjut, kalau mau berlanjut ayo kita kerja sama , lumayan kan ... ? aku dapat cintaku, kau dapat cintamu" ucap wanita itu yang tak lain lagi adalah Alina.


Alina dan Riswan, adalah teman di dunia nyata, mereka selalu berbagi kisah tapi hanya lewat dunia maya.


Sudah 1 minggu mereka memutuskan untuk bertemu, sehingga mereka kini akrab dan hari ini adalah hari ke tiga kalinya mereka bertemu dan makan bersama.


"Alina, aku mencintai Kanaya, tapi aku tidak ingin mengambil kebahagiaan nya, dia bahagia dengan Ilyas maka aku akan bahagia dengan sendiri ku" ucap Riswan


"Bodoh, kamu" ucap Alina dengan senyuman nya.


Sedangkan Safira kini masih menangis.


"Kau sudah lihat dan dengar sendiri kan, apa yang di katakan lelaki itu, dia tidak membuka hatinya untuk mu, jadi berhenti lah memberikan perhatian yang sekiranya itu hanya sia-sia, sadarlah Fir, lelaki masih banyak, bukan hanya Riswan, sudah berapa kali dan berapa banyak hari yang kau buang hanya untuk lelaki bernama Riswan, masih ada Tuan Jav, yang selalu melihatmu, dia jauh lebih segalanya dari pada Riswan mu itu" ucap teman Safira yang selalu mencari informasi di perusahaan nya, namun dialah yang selalu mendukung Safira dari belakang, dia tidak setuju Safira dengan Riswan, meski Riswan baik, tapi cintanya bukan untuk Safira.


"Kalian benar, aku hanya membuang-buang waktu ku untuk mencintai orang yang sama sekali tidak memberikan aku kesempatan untuk masuk kedalam hatinya, dan yang membuat aku kecewa adalah, dia bersama dan sangat akran dengan orang yang paling aku benci, Alina" ucap Safira dalam isak tangisnya.


"Seperti yang kalian katakan, aku tidak akan menjadi wanita bodoh untuk kesekian kalinya, aku akan membuktikan bahwa aku bisa tanpa cinta kak Riswan" ucap Safira seraya mengusap air matanya.


"Kalau begitu ayo kita senang-senang sekarang, alu akan mentraktir kalian semua makan siang sepuasnya" ucap Safira


"Aj, seharusnya kami yang bilang begitu, tapi karena kau memaksa kami, kami tidak akan sungkan lagi, selamat datang Safira tanpa cinta yang muluk-muluk lagi" ucap semua teman-teman Safira.


Setelah makan siang, Safira dan ke empat temannya menuju ke rumah sakit, dimana tempat Kanaya di rawat.


Mereka teman-teman Safira hanya tahu, Kanaya yang sahabatnya Safira, mereka tidak tahu, bahwa Safira adalah adik sepupu Ilyas sang pemimpin nya.

__ADS_1


Sesampainya mereka berlima, salah satu dari mereka menarik tangan Safira.


"Saf, tapi aku takut sama Tuan Ilyas, jam istirahat sudah hampir habis" ucap temannya itu.


"Aku yang akan tanggung, tenang saja, oke" ucap Safira enteng.


Setelah itu mereka pun menuju ke ruangan Kanaya.


"Selamat siang Tuan Ilyas" sapa beberapa karyawan nya pada Ilyas yang ada di depan ruangan Kanaya.


"Kalian kemari, Fir ... ?" tanya Ilyas


"Iya,Kak. Tadi Fira kebetulan makan siang di sekitar sini, ya sudah aku ajak juga mereka kemari, tidak apa-apa kan ... ?"tanya Safira.


Ilyas bukanlah orang yang tidak peka, Adik sepupu nya itu terlihat sembab, seperti orang yang sudah menyelesaikan lomba menangis.


"Kalian masuklah, bicaralah dengan Kanaya, seperti yang aku Katakan kemaren, kau masih ingatkan ... ?" tanya Ilyas pada Safira


"Ingat, kak" jawab Safira.


Sedangkan teman-teman nya malah masih bengong karena terkejut dengan panggilan Safira pada Ilyas.


'Kakak ... ! Apakah sahabat istrinya bisa memanggil atasannya dengan sebutan kakak ...?'


Tanya mereka semua dalam hati.


"Hay, Ayo ... kenapa masih bengong" ucap Safira yang sudah membuka pintu ruangan Kanaya.


"Eh, ini ruangan pasien apa kamar hotel ? mewah banget dah" ucap mereka kagum.


"Hai, Nay ...! maaf ya aku baru datang, aku bawa teman-teman ku nih, jangan marah ya ... mereka emang begitu, cerewet" ucap Safira memegang tangan Kanaya.


"Kenalkan ini, sumber berita di ruangan ku namanya MeiMei, dan ini yang tukang makan, namanya Nul, aku manggil nya NulNul, ini yang suka serius namanya Fika, dan yang ini yang selalu emosi sama kayak pembawa berita namaya Gendis" ucap Safira memperkenalkan teman-teman ya pada Kanaya yang masih setia memejamkan matanya.


"Hai, Nona salam.kenal dari kami semua" ucap semua teman-teman nya Safira.


Maaf untuk semua jarang up, anak lagi kurang enak badan. jadi agak rewel kak, apalagi bulan puasa. maaf ceritanya belum memuaskan ya kakak, karena masih belum bisa fokus.

__ADS_1


Salam sayang untuk kalian semuanya


__ADS_2