Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
BAB 50


__ADS_3

Riswan menatap Safira dari jauh, Riswan bersandar di mobilnya, menunjukkan betapa kerennya dia.


"Sudah lama ya kak ... ? maaf " ucap Safira seraya memegang telinga nya.


"Tidak, hanya 10 menitan, bagaimana ... apakah kerjanya lancar ... ?" tanya Riswan


"Ya, aku kan pernah magang di sini, kadi udah ada yang kenal sebagian" ucap Safira


"Kanaya mana ...? apakah belum pulang ...?" tanya Riswan seraya melihat kearah sekitar


"Dia pulang duluan, katanya Tuan Ilyas sedang gak enak badan" ucap Safira


"Ouh, ya sudah ayo masuk, kau sudah makan ... ?" tanya Riswan


"Belum, " jawab Safira


Entah kenapa sikap riangnya Safira tiba-tiba hilang.


'Apakah aku cemburu pada Kananya ... ? Fir ... mungkin butuh waktu untuk Riswan untuk melupakan Kanaya, kau jangan egois dan mementingkan diri sendiri, ayolah ... jangan salah faham pada Kanaya, Kanaya tidak tahu apapun tentang perasaan Riswan terhadapnya, hanya kau yang tahu dan Riswan ' bathin Safira


"Kak, aku langsung pulang saja, rasanya sangat lelah" ucap Safira


"Kakak juga pasti lelah, atau ... kakak makan malam dirumah saja bagaimana .... ?"ucap Safira


"Apakah tidak apa-apa, lalu bagaimana nanti kalau Ayahmu menanyakan nya" ucap Riswan


"Ya, aku bilang temenku, Ayah juga gak serem kok kak, mudah bergaul juga " ucap Safira


"Baiklah, anggap ini juga traktiran dari orang yang baru di terima kerja " ucap Riswan tersenyum kearah Safira


"Oke, " balas Safira seraya membalas senyuman itu.


Sedangkan Jav kini telah kembali ke kediamannya, setelah ia memastikan bahwa Ilyas sudah baik-baik saja.


"Kau dan Jav sama-sama terlalu, aku hanya sakit perut biasa, tapi kalian sudah begitu"ucap


"Itu tandanya, Jav sangat peduli sama mas, dia tidak ingin terjadi sesuatu sama Mas " ucap Kanaya


"Kemarilah " ucap Ilyas seraya menepuk sisi ranjangnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu, Kanaya duduk di tempat yang ditunjuk oleh Ilyas.


"Kau lelah, istirahat lah, selesai kan itu besok, bagaimana kalau kita pekerjakan IRT saja, biar kau tidak lelah untuk lipat banu, dan beres-beres " ucap Ilyas


"Tidak usah, Mas, bukan kah Mas bilang akan menjadikan aku Ibu rumah tangga saja, kalau ada pembantu lalu apa yang alan aku lakukan dirumah Mas" ucap Kanaya


"Sayang, kau adalah hartaku, orang yang paling ingin kulihat bahagia, aku tidak ingin kau lelah, kau cukup berdandan dan menunggu ku pulang saja dirumah" ucap Ilyas


"Lagian, kita memperkerjakan IRT, hitung-hitung buat membantu yang membutuhkan, kalau bisa kita ambil dari kampung saja, aku lihat banyak para ibu-ibu di sana yang menganggur " ucap Ilyas


Kanaya terdiam, benar yang di katakan Ilyas, di kampung nya banyak Ibu-ibu yang butuh pekerjaan.


"Lagian, kita tidak akan tinggal di apartemen ini terus sayang, aku sudah membeli rumah, letaknya juga tidak terlalu jauh dari kantor, jadi meskipun kau dirumah, aku akan usahakan pulang setiap makan siang" ucap Ilyas


"Beli rumah? "tanya Kanaya


"Ya, Apartemen ini tidak nyaman jika ada keluarga mu yang datang, terlalu sempit, jadi Mas sudah membelikan rumah, dan itu atas namamu " ucap Ilyas.


"Kenapa atas namaku Mas, kenapa tidak nama mas saja" ucap Kanaya melingkar kan tangannya di perut sang suami


"Tidak apa-apa, kau mau kan kalau kita pakai jasa IRT" ucap Ilyas


Ilyas tersenyum mendengar jawaban Kanaya, Bukan tanpa alasan Ilyas mau pakai jasa pembantu, tapi ia hanya kefikiran dengan apa yang Jav katakan, meskipun sekarang belum hamil, tapi nanti jika Kanaya hamil ... ? apakah Ilyas masih tega membuat Kanaya bersih-bersih sendiri


"Selamat malam Ayah, Ibu"ucap Safira


"Selamat malam sayang, malam pulangnya ?" tanya sang Ayah


"Enggak sih Yah, hanya saja tadi Safira masih jalan-jalan sama kak Riswan, Oh iya Yah, kenalkan ... ini kak Riswan, kaka senior Safira dan Kanaya di kampus" ucap Safira


"Hallo Om, Saya Riswan " ucap di Riswan seraya menyalami orang tua Safira


"Duduklah, Nak Riswan, jangan sungkan, terimakasih karena sudah mengantarkan Safira sampai kerumah " ucap Ayahnya Safira


"Sama-sama Om, Safira adalah teman saya, jadi ...tidak masalah jika aku membantunya " ucap Riswan


"Baiklah Nak Riswan, kita makan malam bersama, yuk semua sudah Ibu siapkan" ucap Ibunya Safira


"Terimakasih Tante" ucap Riswan seraya mengikuti langkah ketiga penghuni rumah itu.

__ADS_1


Makan malam sederhana itu terasa nikmat di mata Riswan, keramahan orang tua Safira jauh dengan keramahan orang tuanya sendiri, apalagi saat Riswan tahu alasan Kanaya menerima lamaran Ilyas, salah satunya karena ucapan orang tuanya, sejak saat itu, Riswan semakin jauh dari orang tuanya, ia kecewa dengan apa yang telah orang tuanya lakukan.


Urusan menikah bukankah itu hak Riswan untuk memilih wanita mana yang ingin ia nikahi.


Tapi keputusan orang tuanya yang ingin memiliki menantu idaman telah membuat Riswan kecewa.


"Nak Riswan belum memiliki pasangan kah ...? sehingga memiliki waktu bersama Safira?" tanya sang Ayah Safira


"Pasangan belum ada Om,"jawab Riswan


"Kak Riswan mencintai Kanaya Yah, sayangnya dia kalah cepat dengan kak Ilyas" ucap Safira dengan berusaha tersenyum.


Riswan terkejut dengan panggilan Safira pada Ilyas


"Jodoh sudah ada yang ngatur, meski kita berusaha mempertahankan nya, jika bukan jodoh kita, maka akan lepas juga, begitu juga sebaliknya, meskipun kita menolak sekeras apapun, jika dia jodoh kita, maka akan tetap dekat" ucap Ayahnya Safira, yang mana membuat Riswan sedikit mengerti tentang Kanaya yang sudah hilang dan di miliki oleh yang lain.


*****


"Kau memanggil Tuan Ilyas apa tadi ... ? Kakak ... ? maksud mu ... ?" tanya Riswan saat sudah ada di luar rumah Safira


Safira diam, ia menatap Riswan sejenak, lalu ia duduk di teras rumahnya seraya menatap langit.


"Aku dan Kak Ilyas saudara sepupu, Ayahku dan Ayah kak Ilyas adalah saudara" ucap Safira menatap langit.


Betapa terkejutnya Riswan menerima kenyataan ini lagi.


Semua kini terhubung dengan Kanaya fan juga Ilyas.


Usaha untuk melupakan Kanaya apakah masih bisa ... ?" pikir Riswan


"kakak kenapa ... ? apakah kakak tidak suka?" tanya Safira


"Bukan, bukan tidak suka, hanya saja dunia terasa sempit ya, kau sahabat Kanaya yang kini menjadi iparnya" ucap Riswan


"Aku juga tidak menyangka itu kak, semua terjadi dengan begitu cepat, aku juga yang awalnya tidak tahu, juga ikut terkejut, pernikahan itu terjadi secara mendadak kak, tanpa ada perundingan dari keluarga" ucap Safira


"Ya, dia seorang Ilyas yang mampu melakukan segalanya tanpa melibatkan orang lain, aku juga bahagia jika Kanaya bahagia, bukan kah begitu cinta yang sebenarnya, bahagia melihat orang yang kita sayangi bahagia" ucap Riswan tersenyum pada Safira


"Kakak benar, karena sejatinya, cinta tidak harus saling memiliki" ucap Safira

__ADS_1


__ADS_2