
Sedangkan Ilyas di muar negri, hanya bisa memandang hamparan pandangan dengan tatapan yang kosong, meksipun Kanaya sudah keluar dari perusahaan nya, tapi ia masih tinggal di apartemen nya, Ilyas ingin Kanaya masih bisa menggunakan semua peralatan olahraga, dan mengikuti senam sesuai yang ada dilayar monitor yang sudah ia siapkan.
Ilyas kadang tersenyum sendiri kala mengingat semua hal yang sudah ia lakukan, kenapa ia terobsesi untuk Kanaya berhasil dalam perubahan nya, apakah benar hanya tidak ingin Kanaya seperti Lilu, atau ada hal lain di dalam hatinya.
"Tuan, seperti yang anda inginkan, saya sudah mengirimkan skincare untuk perawatan tubuh dan wajah Nona Kanaya" ucap Asisten nya.
"Baiklah ... terima kasih, kau tahu ... seperti nya akan sangat lucu, jika Alina akan kalah bersaing dengan Kanaya, tapi ... apakah menurutmu ... Kanaya akan cantik jika kurus ...?" tanya
"Nona Kanaya, aslinya tidak terlalu gemuk tuan, hanya kelebihan daging saja"
Perkataan Asisten nya membuat Ilyas tertawa sambil terpingkal-pingkal.
Hahhahah ... Hahahhahaha
"Jav ... apa yang mau katakan ... kelebihan daging, kau ambil saja dagingnya, lumayan buat rebusan hahahhaha"
Ilyas masih terpinggkal mengingat ucapan Assisten nya itu.
Dari mana kata kelebihan daging itu datang.
*****
Riswan tersenyum kala melihat Kanaya ada di dekat Danau, memainkan air dengan tangannya.
Riswan menggeleng kan kepala nya, saat mengetahui kenyataan, bahwa pernyataan nya tidak di dengar oleh orang yang di maksud, sungguh sangat di sayangkan.
Riswan pun menghampiri Kanaya dan duduk di dekat Kanaya.
"Kau tahu kak, hanya kakak dan Safira yang tidak risih akan diriku, terimakasih kak, terimakasih karena sudah menjadi orang baik dalam hidup ku" Kanaya berkata seraya tangannya masih bermain air.
"Karena kau orang yang baik, makanya aku akan selalu ada untuk mu, Nay ... jangan hiraukan mereka yang tidak menyukai mu, abaikan mereka, jangan di fikirkan ... tetaplah menjadi Kanaya yang dulu" Riswan berkata seraya menatap Kanaya.
Kanaya tersenyum mendengar hal itu, secara tidak langsung Riswan ingin Kanaya yang seperti dulu, gendut ... suka makan dan suka nyemil.
Menjadi hinaan orang memang sudah biasa nagi Kanaya, tapi ... Kanaya ingin berubah ... ingin membuat semua orang berhenti mengatainya monster.
"Ah, apa yang di katakan Kak Ris, benar ... pemandangan disini sungguh indah, seperti nya aku akan sering kemari sama Safira nanti" ucap Kanaya sambil berdiri dari duduknya.
"Bersama Safira ... ? apakah tidak ingin bersama ku ... ?" Riswan menatap wajah merona Kanaya.
"Baiklah ... kau butuh istirahat, biar ku antarkan kau kerumah mu ..." Meskipun Riswan ingin berlama-lama dengan Kanaya, namun ... kelelahan sangat terlihat di wajah Kanaya.
Kanaya tersenyum lalu mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Mereka pun sama-sama berjalan beriringan menuju mobil Riswan.
Riswan membuka kan pintu mobil untuk Kanaya, seperti seorang pasangan suami istri wkwkwkkw.
"Kak, turun di sini saja ..." ucap Kanaya
"Loh, ini masih jauh, Nay ..." ucap Riswan.
"Aku masih mau mampir ke supermarket kak, tidak apa-apa, ini dekat dnsgan arah Safira, biar aku telfon saja dia" ucap Kanaya gugup.
Sebelum Riswan menjawab, dering ponsel nya sudah mengalihkan pandangannya.
"Hallo, Bu ..." ucap Riswan
"Riswan, kamu kemana ...? orang restoran bilang kalau kau sudah pulang dari tadi ...!" ucap Ibunya Riswan
"Riswan, masih mampir kerumah temen,Bu ... ini juga mau pulang bentar lagi" ucap Riswan
"Cepat, keluarga siska akan datang sekarang, kau tidak boleh telat, mengerti ...!" Ibu nya Riswan langsung mematikan sambungan ponselnya.
Terdengar Riswan mendengus kesal.
"Tidak apa-apa kak, pulang lah ... biar tante tidak marah sama kakak" ucap Kanaya.
"Baiklah, kau juga hati-hati, kalau ada apa-apa kabarin aku, kita adalah best friend oke" ucap Riswan seraya mengacak rambut Kanaya dengan lembut.
"Aku tahu, baiklah ... da ..." Kanaya melambaikan tangan nya pada Riswan.
Ruswan tersenyum seraya membalas lambaian tangan itu.
Di saat mobil Riswan sudah jauh, Kanaya segera berlari menuju ke apartemen nya. Di saat ia sedang berlari, dering ponsel nya berbunyi.
"Hallo, Tuan" ucap Kanaya dengan suara terbata.
"Kau masih olahraga, atau bagaimana ...?" tanya Ilyas.
"Aku ada di jalan, ini mau pulang Tuan" ucap Kanaya
"Jak segini ...? dari mana ...?" tanya Ilyas.
Kepo banget soh ellu bang, pacar aja bukan hehhehe.
"Tadi, pas pulang dari kantor untuk mengambil barangku, Kak Riswan datang dan mengajak ku keluar sebentar" jawab jujur Kanaya.
__ADS_1
",]Kalian punya hubungan, Ah ... jangan bahas itu, aku sudah mengirimkan paket padamu, gunakan itu, kalau kau tidak tahu caranya ... kau tanyakan di google faham ...!" Tian menegaskan
"Faham Tuan, Terima kasih" ucap Kanaya.
"Kalau sudah sukses, barulah datang dan ucapkan terimakasih dengan benar" Setelah berkata itu, Tian mematikan sambungan telfon itu.
Kanaya tidak ingin mengambil pusing, dia langsung melanjutkan larinya, hingga ia sampai langit sudah mulai gelap.
Benar saja, di depan pintu apartemen ada sebuah paket, tapi kenapa tidak ada yang mengambilnya, hahahha orang di sini mah baik-baik.
Kanaya pun mengambil paket itu dan membawanya kedalam.
Baru saja ia mendarat kan bokongnya, ia langsung membuka paket itu, karena penasaran.
Betapa terkejutnya Kanaya saat melihat skincare ber merk yang ada di dalam.
Lengkap mulai dari perawatan tubuh dan juga wajah, serta minuman yang harus ia konsumsi.
Kulit Kanaya bukanlah kulit hitam, ia putih hanya saja saat ini kulit nya kusam dan tak terawat.
Jerawat ada dimana-mana, komedo, bintik hitam bahkan bopeng juga ada.
Namun perlahan Jerawat yang ada di wajah Kanaya berangsur sembuh karena minuman yang selama ini Ilyaa berikan.
Kanaya dengan bahagia membawa paket itu ke kamarnya, ia segera membersihkan diri dan segera memakai rangkaian perawatan itu.
"Tuan Ilyas, kau sangat berjasa padaku" ucap Kanaya seraya menatap bentuk tubuhnya yang sudah jauh dari yang dulu.
Kini Kanaya memakai baju, yang sekiranya nge pas ke tubuhnya, benar saja ... ia sudah jauh lebih kurus dari pada yang lalu.
Kanaya berputar-putar seraya terus tersenyum menatap tubuhnya.
"Ah, aku bahagia ..., Ibu ... bapak ... Kanaya akan datang dengan kebahagiaan untuk kalian" ucap Kanaya seraya merentangkan tubuhnya di ayas kasurnya yang empuk.
Apalagi di tambah dengan perawatan yang Ilyas berikan, Semakin hari Kanaya terlihat berbeda dari biasanya.
Namun ia sangat enggan untuk menunjukkan hasilnya sebelum ia sangat yakin akan hasil akhirnya.
*****
" Alina, sudahlah nak, kau jangan emosi terus ... toh Wanita jelek itu sudah keluar dari perusahaan Ilyaa kan ..., lalu apa yang kau kahwatirkan ...?" tanya sang mama Alina
"Bisa tidak, kalian mempercepat pernikahan itu ...?" ucap Alina seraya memeluk sang Mama.
__ADS_1