Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Part 30


__ADS_3

Malam semakin larut, Ilyas dan Kanaya sudah membelah jalan yang sudah mulai sepi.


"Kita berhenti di supermarket dulu Mas, bahan masak dirumah sedang kosong " ucap Kanaya


"Ah, baiklah ratuku, pelayan ini akan mengantarkan mu kemana saja kau mau" ucap Ilyas.


Kanaya tersenyum mendengar perkataan Ilyas, Ilyas langsung turun dari mobilnya dan langsung membuka kan pintu untuk Kanaya.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun masih banyak pemuda yang duduk di depan supermarket hanya untuk menikmati minuman di tangannya.


"Sudah jangan ragu, ambil saja yang kau butuhkan, aku mana tahu urusan dapur " ucap Ilyas saat Kanaya ragu untuk mengambil banyak barang.


"Beneran Mas ...?" tanya Kanaya


"Iya, kau yang masak ... aku hanya menikmati " ucap Ilyas seraya tersenyum pada Kanaya.


Kini Kanaya tidak sungkan lagi untuk mengambil kebutuhan dapur, hanya saja bagian bumbu sudah tidak seperti yang di kampung.


Bawang putih saja sekarang sudah ada yang bubuk, semua nya sudah banyak yang berubah.


Daging ayam dan daging sapi susah tersedia, sayuran pun sudah tersedia.


Benar-benar pasar tradisional sudah banyak yang menyaingi.


"Kenapa ... ?" tanya Ilyas saat melihat raut wajah Kanaya


"Semuanya lengkap hanya saja tidak selengkap pasar tradisional " ucap Kanaya


"Mana ada pasar buka kalau jam sekarang " ucap Ilyas seraya merangkul pundak Kanaya


Akhirnya mereka pun keluar dari supermarket itu, dan segera pulang menuju ke apartemen.


Mereka sampai tepat pada jam tengah malam.


Kanaya dan Ilyas sama -sama terlihat lelah. .


Beberapa kali mereka menguap, namun perut mereka berbunyi minta di isi.


"Kita lupa gak beli makanan" ucap Ilyas


"Kita buat Mie instan saja ya mas, lebih praktis " ucap Kanaya


"Terserah dah, yang penting perut kenyang, aku mandi dulu ya, bawa ke kamar saja mie nya nanti" ucap Ilyas

__ADS_1


"Oke" jawab Kanaya.


Ilyas menuju ke kamar sedangkan Kanaya menuju ke dapur.


Kanaya berkutat dengan panci nya, memasak dua mie instan untuk dirinya dan juga Ilyas, namun punya dirinya ia iriskan cabe.


Beberapa saat kemudian Kanaya sudah selesai, ia lalu membawa dua mangkok mie itu ke kamarnya, bertepatan dengan keluarnya Ilyas dari kamar mandi, ILyas memakai Kimono serat mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


"Harus sekali baunya, pasti sangat enak" ucap Ilyas seraya melempar kan handuk rambut nya ke kasurnya.


"Punya mu kok ada cabenya, punya ku kok nggak ... ?" tanya Ilyas.


"Punya nya mas sudah pedas, tapi pedasnya sedang, kalau punyaku pedes super, mas ingat terakhir mas makan punya ku, besoknya mas sakit perut kan ... ? jadi jangan terlalu pedas lagi" ucap Kanaya panjang lebar.


Ilyas tersenyum mendengar ocehan Kanaya yang menurut nya adalah bentuk perhatian.


"Sekarang mas makan, aku mandi dulu " ucap Kanaya, Namun tangan Kanaya langsung di tarik oleh Ilyas.


"Makan dulu mandinya nanti, lagian masak kamu tega membiarkan aku makan sendirian, dan juga ... tidak enak jika mie nya mengembang " ucap Ilyas yang kini sudah berhasil membuat Kanaya duduk.


"Dan ingat lagi, tidak apa-apa makan mie instan tapi jangan sering-sering gak baik buat kesehatan, kamu mengerti kan ... ?" ucap Ilyas seraya mengelus pipi Kanaya dengan ibu jarinya.


"Siap Bos, " ucap Kanaya memberi hormat pada Ilyas.


Mereka tertawa seraya menikmati mie instan yang penuh drama itu.


Dulu saat Kanaya gemuk, Kanaya menjadi penghibur kala sifat egois Alina menghampiri, sekarang ... Kanaya datang sebagai pengobat hati nya yang terluka.


Ilyas tersenyum saat melihat Kanaya meniup mie instan nya yang masih panas.


Senyumnya ... tawanya dan keceriaan nya ... kini telah menghiasi hari-hari Ilyas.


Setelah selesai menghabiskan semuanya, ILyas mencegah Kanaya meletakkan mangkuk fi dapur.


"Biar aku saja, kau mandilah" ucap Ilyas seraya mengambil nampan di tangan Kanaya.


"Apakah tidak apa-apa mas ... ? tidak apa-apa, aku saja " Ucap Kanaya tidak nyaman.


"Hanya meletakkan nya saja kan ... ? sudah sana mandi" ucap Ilyas yang membuat Kanaya tersenyum begitu juga dengan Ilyas.


Malam ini Ilyas tidak bisa tidur, ia masih memikirkan apa yang ingin ia katakan pada Lola, ia ingin Lola tahu ... bahwa ia sudah tidak membutuhkan nya.


Ilyas ingin memperlihatkan bahwa ia sudah bisa melanjutkan hidup tanpa bayangan cintanya, beberapa bulan mengenal Kanaya dan dekat dengan Kanaya, itu sudah banyak memberi pelajaran baginya.

__ADS_1


Cinta yang besar tidak sepenuhnya membuat seseorang harus bertahan, kita harus melangkah bukan hanya berharap pada seseorang yamg sudah abai dengan kita.


Lola bukan hanya 1 bulan dua bulan mengabaikan luka hatinya Ilyas, melainkan bertahun-tahun.


Membuat Ilyas terkurung dalam cinta masa lalunya. Dan kini ... ia ingin masuk lagi dalam kehidupan Ilyas, tentu Jav sang sahabat tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Jav adalah saksi dimana hati Ilyas sangat hancur saat itu.


Frustasi yang Ilyas alami, berdiam diri dan mengurung diri sudah pernah Ilyas di lakukan.


Memohon berharap pada Lola untuk kembali, namun Lola abai dengan alasan ingin menyendiri.


Apa arti Ilyas selama ini di hatinya.


Alasan Lola pergi juga berhubungan dengan sang mama Ilyas. Tentu ... semua diketahui oleh Jav.


Hanya saja Jav ingin menjaga kehidupan ILyas yang sudah mulai membaik.


"Nay, kau sudah tidur .. ?" tanya Ilyas yang kini tidur miring menghadap ke arah Kanaya.


Namun tidak ada jawaban dari Kanaya.


"Kau sudah tidur ya, padahal aku ingin cerita dan meminta pendapat mu" ucap Ilyas seraya mengelus pipi Kanaya.


"Apa ...?" tanya Kanaya seraya membuka matanya.


"Kau sangat mengantuk ya ... ? maaf, tapi aku benar-benar butuh teman saat ini " ucap Ilyas


"Kau temanmu, katakanlah ... " ucap Kanaya tersenyum pada Ilyas


"Kau tahu Lola ... dia sudah datang, dia benar-benar datang "ucap Ilyas


"Kau ingin menemuinya ... ?" tanya Kanaya yang mana kantuknya langsung hilang seketika


Sejenak Ilyas terdiam, ia menatap wajah Kanaya. Lalu Ilyas bangun dan bersandar di sandaran ranjang, yang langsung di ikuti oleh Kanaya.


Ilyas menunduk kan kepala.


"Nay, maukah kau bertahan di sisiku ... ? meski cinta itu belum datang sepenuhnya tapi aku yakin yang ku rasakan adalah cinta untukmu, aku nyaman dengan mu, bisakah kau bertahan dengan ku ... ? bukan hanya karena kontrak nikah itu, tapi karena hati kita" ucap Ilyas


Kanaya menggenggam erat tangan Ilyas seraya berkata


"Mas ... jika kau ingin bertahan dengan ku, aku akan bertahan, tapi jika kau ingin kembali padanya, ku harap mas tidak sedih dan terluka lagi" ucap Kanaya berusaha tersenyum, walaupun hatinya merasa sangat terluka saat mengatakan semua itu.

__ADS_1


"Bertahan lah, dan tunggulah aku Nay" ucap Ilyas seraya mencium tangan Kanaya.


Tangan Kanaya tergenggam erat.


__ADS_2