Kartu Sihir

Kartu Sihir
Maria I


__ADS_3

Zen duduk kembali pada kursi nya bersama dengan pacar dan juga sahabat sahabat di meja yang sama


"By kau hebat banget tadi nyanyi nya" seru hani dengan memeluk erat lengan zen


"Ah masa sih?" tanya zen


"Iya zen kau benar benar hebat banget nyanyi tadi dan kami yang sudah jadi sahabat mu lama pun baru tahu kalau kamu hebat banget soal nyanyi!" seru dewi


"Ini hanyalah hobi jikalau aku sedang sendiri maka bernyanyi dan bermain alat musik untuk refersing otak dan pikiranku sejenak saja" jawab zen


"Ternyata gitu ya" jawab mereka serempak dan bersama sama


"Oh ya ada yang jadian nih?!" seru dewi


"Ya ya dah sana aku traktir kalian pesen makan saja sana gak usah bilang aku juga ngerti kok" jawab brian


"Hihi nah gitu dong yang peka" jawab dewi


"Kalau begitu boleh nambah dong?" tanya zen


"Iya sono" jawab brian


Mereka makan dan minum bersama sampai sampai dengan begitu asik nya makan dan minum bersama lupa waktu akhir nya tau tau malah sudah tiba menghampiri


Zen dengan hani berada dalam mobil dalam perjalanan menuju ke rumah hani mengantarkan nya pulang


Di jalan


"By" panggil hani pada zen


"Kenapa by?" tanya zen


"Apakah dewi gak punya pacar?" tanya hani


"Setahu gak deh bahkan gak ada yang pernah bisa narik perhatian si dewi sama sekali" jawab zen


"Apakah ada alasan khusus?" tanya hani


"Waktu itu ketika ditanya oleh ku dihadapan brian dia menjawab bahwa dirinya belum menemulan pria yang cocok untuk nya" jawab zen menjelaskan


"Gitu ya....." jawab hani


"Tapi kenapa kamu nanya kayak gitu by?" tanya zen pada hani


"Aku hanya ngerasa takut saja dia jadi terabaikan saat kita kumpul bersama karena kita masing masing memiliki pasangan dan membawa pasangan masing masing"


"Sementara dia sendirian by" jawab hani jujur atas apa yang ada didalam pikiran nya pada zen sekarang mengenai dewi ini


"Kau tidak perlu khawatir karena tak lama lagi dia mungkin saja punya rasa ketertarikan yang besar terhadap laki laki karena melihat kita sahabat sahabat nya sudah punya pasangan kecuali dia sendiri" jawab zen


Hani tersenyum dan bersandar pada bahu zen


Perjalanan berlalu zen sudah sampai dirumah hani sekarang


"By kamu gak turun dulu nemuin mamah sama papah?" tanya hani


"Sudah malam nanti aja ya by" jawab zen


"Yaudah kalau gitu hati hati di jalan nya ya" jawab hani


"Iya cantik" jawab zen sambil mengusap kepala hani lembut


Hani segera keluar dari dalam mobil setelah memberikan kecupan lembut di pipi zen dalam mobil barusan


Zen sendiri segera saja pulang kerumah kembali dengan menggunakan mobil nya dengan berkendara secara santai


Tapi di jalan terlihat ada sebuah keramaian pinggir jalan sekarang ini


Zen menepilan mobil nya di pinggir jalan dan segera turun dari dalam mobil nya segera


Dan menghampiri orang orang yang tengah berkumpul ramai ramai di depan sebuah toko


"Permisi pak ini ada apa ya?" tanya zen pada salah satu bapak disana yang ikut berkerumun juga


"Ah ini sebuah kecelakaan nak" jawab si bapak


"Kecelakaan?! Terus korban bagaimana pak?" tanya zen


"Korban wanita sekitar 28 tahun dan masih ada dalam mobil nak" jawab si bapak


Segera zen menerobos masuk kerumunan warga disana dan mendekati kursi pengemudi terlihat di dalam mobil di kursi pengemudi itu adalah maria kakak dari hani


"Kak maria!!" zen setengah berteriak


Dan segera dengan kekuatan seni beladiri kuno milil nya dia menarik paksa puing bangunan yang menimpa bagian atap mobil hingga tersingkir


Lalu membuka pintu mobil dengan paksa nya


"Brak"


Pintu terbuka dan segera saja zen mengeluarkan tubuh maria dari dalam mobil nya yang menabrak toko pinggir jalan ini


Orang orang sekitar sana bengong melihat apa yang dilakukan pemuda dihadapan mereka ini yang tak lain adalah zen


Tanpa peduli akan keadaan sekitar nya yang kaget zen membawa maria kedalam mobil sport nya dan di dudukan di kursi penumpang setelah itu zen mengendarai mobil nya menuju rumah sakit dengan segera


Sebab melihat kondisi maria tak sadarkan diri dengan luka berdara di kepala nya


Dengan kecepatan ngebut dan cepat lamborghini dengan raungan mesin khas nya membelah jalanan kota malam menuju rumah sakit terdekat


Hingga sampai di rumah sakita Harapan Sehat zen yang selesai parkir segera memanggil perawat di depan sana yang kebetulan lewat

__ADS_1


"Sustee bantu saja cepat!!" teriak zen segera saja beberapa suster datang atas perintah zen


Zen sendiri membuka pintu bagian penumpang di mobil nya dan segera membawa maria dengan memangku nya ala bridal dan diletakan diatas tempat tidur untuk membawa pasien darurat kedalam ruangan tindakan yang dibawa para suster


"Segera bawa masuk dan tangani biaya bukan masalah!!" teriak zen


"Baik pak" jawab para suster tersebut


Zen menutup pintu mobil bagian penumpang terlebih dahulu kemudian langsung saja berlari masuk kedalam rumah sakit sambil mendorong brankar menuju keruangan UGD


Begitu maria dibawa masuk kedalam UGD oleh para suster zen menunggu diluar ruangan UGD dan sambil duduk


"Ah ya mamah anita dan papah arya juga hani harus segera diberi tahu" ucap zen


Segera zen mengambil ponsel nya dan menelpon hani


"Halo by ada apa?" tanya hani


"By kamu harus kerumah sakit sekarang dengan mamah anita dan papah arya segera" ucap zen


"Rumah sakit memang nya kenapa by?" tanya hani mulai gusar karena merasakan perasaan tidak enak


"Kak maria tadi aku temukan kecelakaan di jalan pulang dan dia aku bawa kerumah sakit Harapan Sehat sekarang kamu cepatlah kemari bersama dengan mamah anita dan papah arya juga" jelas zen


"Apa!!! Kakak maria kecelakaan"


"Baik kalau begitu aku akan kesana sekarang dengan mamah dan papah" ucap hani sambil mematikan telpon nya segera


Zen sekarang duduk menunggu hasil pemeriksaan dokter terhadap maria di dalam UGD sekarang ini


Zen juga ikut cemas karena maria ini adalah calon kakak ipar nya dan itu berarti calon keluarga nya juga sekarang yang dia miliki di dunia ini


Dua puluh menit kemudian hani datang dengan mamah anita dan papah arya yang terburu buru menghampiri zen didepan ruangan UGD sekarang ini


"By bagaimana kondisi kakak!!?" tanya hani tak sabar


"Kak maria masih ada didalam UGD dalam penanganan dokter" jawab zen


"Zen bagaimana cerira nya samlai bisa begini?" tanya papah arya


"Duduklah dulu mah....pah" jawab zen menyuruh mamah anita yang sudah menangis dan papah arya dengan raut wajah cemas untuk duduk dahulu di kursi tunggu


Setelah mereka duduk zen menjelaskan yang dia tahu


"Zen sebelum nya baru saja mengantar hani pulang kan dari rumah mamah dan papah nah setelah itu zen pulang kerumah lewat jalur agak memutar karena menghindari macet di jalan biasa nya ketika jam segitu"


"Nah tak disangka zen melihat sebuah kerumunan warga sekitar sana di depan sebuah toko di pinggir jalan"


"Entah kenapa zen jadi penasaran dan ingin melihat dan mengetahui ada apa disana kenapa bisa sampai berkerumun begitu"


"Tapi tak disangka ketika zen menghampiri kerumunan dan bertanya ternyata ada sebuah kecelakaan dimana lebih mengejutkan nya lagi adalah ketika zen lihat siapa pengemudinya itu adalah kak maria maka tanpa pikir panjang lagi zen segera saja membawa kak maria kesini dengam mobil zen" jelas zen panjang lebar pada hani dan mamah anita serta papah arya


"Hiks.....pah.....maria pah gimana maria hiks.....hiks....."


Segera papah arya memeluk sang istri dan mengusap usap punggung nya sambil berkata


"Sudah mah......mamah tenang saja dokter pasti akan bisa menangani maria dengan baik apalagi mendengar cerita zen seperti nya belum terlambat mah jadi maria masih bisa diselamatkan kemungkinan nya besar mah" jelas papah arya pada mamah anita


Hani tak kalah terguncang nya sekarang dengan mamah anita dan menangis juga


Zen juga menanangkan hani sama seperti papah arya menanangkan mamah anita sekarang


"Hiks....by kakaku akan baik baik saja kan by" ucap hani sedih nya


"Ssstttt tenang ya kak maria kan wanita kuat jadi pasti gak akan kenapa napa kok kamu tenang aja ya" jawab zen


"Semoga saja begitu" jawab hani dengan nada sendu dan lirih


Setengah jam berlalu domter keluar dari dalam ruangan UGD dan segera disambut oleh keluarga maria (mamah anita,papah arya dan hani) serta zen


"Dok bagaimana kondisi anak saya....dia baik baik saja kan dok!!?" tanya mamah anita dengan tak sabar nya


"Jadi kalian keluarga nya?" tanya dokter


"Iya" jawab mereka serempak


"Pasien baik baik saja hanya mengalami benturan agak keras dikepala nya dan luka di kepala juga sudah dijahit"


"Namun pasien mungkin akan syok jadi perlu hiburan untuk menghilangkan rasa syok nya" jelas dokter


"Syukurlah" jawab zen dengan semua yang ada disana atas penjelasan dokter barusan mengenai kak maria


"Lalu dok apakah akan ada sesuatu yang berakibat fatal kedepan nya bagi anak saya?" tanya papah arya


"Untuk sementara saya belum bisa pastikan karena pasien belum sadarkan diri" jawab dokter tersebut


"Lalu apakah kami boleh masuk kedalam?" tanya mamah anita


"Pasien akan kami pindahkan dahuku kedalam ruang rawat setelah itu baru bisa dijenguk" jelas dokter


"Kalau begitu dok pindakan keruangan rawat terbaik di sini dan untuk soal biaya biar saya yang bayar itu bukan masalah" pinta zen


"Baik saya akan segera pindahkan pasien" jawab dokter tersebut


Segera dokter pergi dari sana meninggalkan zen dengan yang lain nya


"Zen mamah ucapkan terimakasih padamu atas semua nya zen" ucap mamah anita sambil memeluk zen erat


"Mah kaliam sudah zen anggap keluarga sekarang sebab zen tak sudah tak punya keluarga lain lagi selain kalian sekarang ini jadi kak maria juga kakak zen maka harus saling membantu dan tolong menolong sesama keluarga" jawab zen


"Tentu saja kamu juga anak mamah" jawab anita

__ADS_1


Segera momen haru tersebut berlalu kala melihat maria yang dipindahkan ke ruang rawat terbaik di rumah sakit ini sekarang


......


Setelah sebelum nya maria dipindahkan keruangan rawat terbaik di rumah sakit ini zen dengan yang lain nya segera masuk kedalam ruangan rawat inap maria


Terlihat diatas tempat tidur sekarang ini maria terbaring tak sadarkan diri


Mamah anita dengan yang lain nya berada di sekeliling tempat tidur maria sekarang ini


Mamah anita duduk di sebuah kursi disamping maria yang terbaring tak sadarkan diri diatas tempat tidur sambil memegang lengan maria


"Nak sadarlah mamah khawatir sekali padamu nak" ucap mamah anita


Zen dan yang lain hanya bisa diam saja karena mereka merasakan rasa khawatir yang sama juga pada kondisi maria ini


Malam sudah larut dan sekarang di dalam ruangan rawat maria ada papah dan mamah anita yang tertidur di sofa dalam ruangan rawat maria sekarang


Sedangkan hani juga tertidur dalam pelukan zen di sofa


Namun zen belum tidur sekarang ini dan masih melek


Sampai tepat tengah malam tiba zen melihat maria sadar kan diri dari kondisi tak sadar nya


Segera zen menyandarkan kepala hani yang ada di dada nya ke sandara sofa


Kemudian berdiri dan berjalan menghampiri tempat tidur maria sekarang


"Kak kau sudah bangun?" tanya zen


Maria yang baru saja sadarkan diri melihat kesamping dan mendapati zen disana sang adik ipar


"Adik ipar dimana ini?" tanya maria


"Ini rumah sakit kak" jawab zen sambil duduk di kursi samping tempat tidur maria sekarang


"Rumah sakit? Kenapa aku ada disini....." ucap maria sambil berusaha mengingat akan apa yang terjadi pada nya sampai sampai bisa berakhir disini


Namun kepala nya sakit kala mencoba ngingat hal tersebut jadi maria tak memaksa mengingat ngingat akan apa yang telah terjadi pada nya sebelum ini


"Zen bisa jelaskan ke kakak kenapa kakak bisa disini?" tanya maria


Zen tersenyum dan menjawab untuk menjelaskan nya


"Kakak aku temukan mengalami kecelakaan sebelum nya jadi segera aku bawa kakak kerumah sakit dan sekarang kakak sudah sadar syukurlah"


"Kecelakaan?" ucap maria


Zen hanya mengangguk dan tersenyum saja


Lalu mari akhir nya bisa mengingat akan apa yang terjadi sebelum nya


"Zen....." panggil maria


"Kenapa kak?" tanya zen


"Kau percata tidak jika kakak bilang bahwa kakak kecelakaan karena berusaha lari dari seseorang?" jelas maria


Deg......


Zen dibuat penasaran dan marah karena jika benar itu kejadian nya maka orang itu harus bertanggung jawab!!


"Zen mungkin akan percaya jika kakak mau ceritakan pada zen bagaimana kejadian pasti dan detail nya" jawab zen sambil tersenyum


Maria melirik zen dan timbul rasa entah apa dihati nya namun nyaman terutama kala mendapat senyuman dan perhatian dari zen seperti sekarang ini


Maria bersusaha memegang lengan zen dan segera disambut oleh zen yang memang tahu bahwa kak anita ingin memengan lengan nya


Kemudian anita mengeratkan pegangan lengan nya pada lengan zen


"Jadi sebelum kejadian itu aku bertemu dengan seorang teman yang memang aku tahu dia suka padaku sejak lama namun aku tak bisa menerima perasaan nya karena aku hanya menganggap dia sebatas teman saja"


"Kami bertemu di cafe dan mengobrol bersama"


"Namun tak disangka obrolan santai itu berubah jadi ancaman dan kekerasan dimana dia memaksa ku menjadi milik nya dan wanita nya"


"Karena tak mau aku pergi berlari meninggalkan nya dengan mobil"


"Tapi siapa sangka dia mengejar ku hingga ahir nya kami kejar kejaran di jalan raya dan kecelakaan itu terjadi"


"Dimana pria itu menabrak bemper belakang mobil ku hingga aku oleh dan menabrak toko tersebut di pinggir jalan"


"Sedangkan aku tak tahu kemana dia pergi setelah menabrak bumber belakang mobilku" ucap maria mengakhiri penjelasan nya


"Kaka mau aku carikan orang nya dan seret kehadapan kakak untuk minta maaft tidak kak?" tanya zen


"Jika kamu bisa tolong jebloskan saja dia ke penjara zen" jawab maria


"Baik akan aku lakukan demi kakak" jawab zen


Suasana hening sesaat sebelum maria berkata "Zen bisa bantu aku ketoilet?" tanya maria


".....baiklah" jawab zen


Segera zen membantu berdiri maria yang sedang berbaring diatas kasur dengan di papah zen maria dibawa kedalam kamar mandi didalam kamar inap tersebut sekarang


****


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih

__ADS_1


__ADS_2