
Sampai di apartemen, zen mengajak yuri untuk masuk kedalam.
Didalam kamar apartemen, sekarang ini yuri sedang duduk dengn nyaman diatas sofa empuk pada ruangan tengah. Sedangkan untuk zen sekarang ini duduk disampingnya.
"Sayang" pangil yuri.
"Kenapa hm?" tanya zen.
"Nagisa itu..." ucap yuri ragu-ragu.
"Kenapa dengan nagisa?" tanya zen.
"Dia sepertinya suka kamu" ucap yuri.
"Masa?" tanya zen.
"Iya, seriusan" tegas yuri.
"Yaudah biarin aja, kan dah ada kamu" jawab zen.
"Pokoknya awas aja ya kamu, kalau misalkan selingkuh dibelakang aku" ucap yuri mengancam.
"Sudahlah tenang saja, aku gak akan selingkuh dari kamu" ucap zen.
Saat sedang mengobrol seperti itu, zen mendapatkan sebuah panggilan telpon dari darco. Zen yang melihat hal tersebut segera beranjak dari sana dengan membawa ponselnya tersebut.
Seteleh agak jauh dari yuri, akhirnya zen menjawan panggilan telpon tersebut dari darco.
"Halo" ucap zen.
"Zen, kami akan mengadakan pertemuan" ucap darco.
"Kami?" tanya zen heran.
"Red maple dan geng besar lainnya yang ada di kota ini" jelas darco.
"Ehm, sebenarnya aku ingin bicar sesuatu dengan kakak pertama" ucap zen.
"Apakah serius?" tanya darco.
"Ya" jawab zen.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ketemuan?" tanya darco.
"Baiklah nanti aku kirim lokasinya" ucap zen.
"Baik" setelah itu panggilan telpon dimatikan.
Zen melirik kearh yuri, yang ternyata di sedari tadi memperhatikannya dari sofa. Membuat zen sekarang ini pasti harus menjelaskan dengan sebaik-baiknya.
Zen mendekati yuri, dan kemudian langsung menjelaskan perbicaraan yang dilakukan nya barusan dengan darco.
"Siapa?" tanya yuri.
"Barusan adalah darco, dan aku membicarakan soal aku yang akan mengakhiri semuanya seperti yang kamu mau" ucap zen.
"Beneran?" tanya yuri.
"Iya" jawab zen.
__ADS_1
"Lalu, kapan pergi?" tanya yuri.
"Sebentar lagi, jadi kamu lebih baik tunggu disini saja" ucap zen.
"Baiklah, jangan lama" ucap yuri.
"Kalau gitu aku berangkat dulu" ucap zen.
"Hati-hati dan cepatlah kembali" ucap yuri.
"Pasti" jawab zen.
Dengan segera zen pergi dari apartemen menuju taman terdekat menggunakan lamborghini miliknya, dan tak butuh waktu perjalanan lama sudah sampai di lokasi.
Begitu sampai disana, zen segera mengirimkan info lokasi tempat dirinya berada sekarang pada darco. Setelah itu sekarang zen memilih duduk menunggu di bangku taman.
15 menit kemudian, darco tiba dan duduk disamping zen pada bangku taman.
"Ada apa?" tanya darco.
"Aku mengundurkan diri dari red maple" ucap zen.
"Kenapa?" tanya darco.
"Tidak ada alasan khusus" jawab zen.
"Huft....memang aku tak menyangka mendengar ini dari dirimu sekarang, tapi ini adalah keputusanmu. Jadi aku menghargainya" ucap darco.
"Terimakasih" ucap zen.
"Jadi mulai dari sekarang hingga kedepannya, aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengan red maple kalian" ucap zen.
"Tapi kita masih berteman" sahut darco.
"Ya" jawab zen.
"Kalau begitu, aku juga harus pergi" jawab darco.
Merekapun berpisah, dan pergi dari taman dengan kendaraan masing-masing. Zen sendiri kembali menuju apartemen dengan segera.
Karena jarak dari taman menuju apartemen dekat, jadi tak butuh waktu lama bagi zen untuk sampai di apartemen nya.
Setelah parkir mobil di basement, segera zen naik menuju lantai atas menggunakan lift. Sampai pada kamar apartemen miliknya zen masuk kedalam setelah membuka kunci pintu yang menggunakan kartu.
"Selesai urusannya?" tanya yuri.
"Begitulah" jawab zen.
"Kalau begitu sekarang kau hanya kerja, kuliah dan bersamaku saja?" tanya yuri.
"Kemungkinan iya" jawab zen.
"Apakah kamu marah atau bahkan kecewa dengan diriku yang memutuskan sesuatu seperti ini untukmu?" tanya yuri.
"Kenapa marah atau kecewa padamu, justru aku berterimakasih" ucap zen.
"Kenapa begitu?" tanya yuri.
"Kamu mencegah aku terjerumus kedalam dunia gelap" ucap zen.
__ADS_1
"...." tak ada tanggapan dari yuri.
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan ok?" pinta zen pada yuri, sambil mengelus kepalanya lembut.
"Ehm" jawab yuri singkat.
Sisa waktu hari itu mereka habiskan bersama-sama berduaan saja di apartemen, sampai mereka tidak pulang kerumah. Dan mereka juga berencana tinggal di apartemen untuk sementara waktu ini.
Keesoka pagi harinya, zen setelah bangun dari tidurnya yang nyenyek langsung pergi mandi dan setelah itu berpakaian. Beres dengan berpakaian, zen masih dapat melihat yuri tertidur pulas diatas tempat tidur dengan nyamannya.
Maka zen tidak mau membangunkannya terlebih dahulu untuk sekarang ini, dan lebih memilih untuk pergi memasak saja pada ruangan dapur.
Namun sebelum memasak makanan, zen memilih kartu sihir terlebih dahulu. Dan kali ini zen memilih kartu sihir emas untuk dibuka.
Setelah melalui pemilihan yang hati-hati, akhirnya zen dapat memilih satu dati sepuluh kartu sihir emas yang ada dalam tampilan layar. Begitu kartu dibuka, maka terlihatlah sebuah hadiah yang didapatkan oleh zen sekarang ini.
[Mendapat 1x kesempatan meramal]
"Ini bagus, coba aku pakai" ucap zen.
[Apakah anda akan memakai kesempatan meramal?]
[Ya/Tidak]
"Ya"
Begitu kartu ramalam dipakai, terlihat kartu emas tersebut berubah menjadi bola cahaya dan masuk kedalam kepala zen. Begitu bola cahay tersebut masuk kedalam kepalanya, muncullah gambaran ramalam yang diberikan oleh kartu sihir emas tersebut.
Dimana dalam gambaran tersebut terlihat ada sebuah kejadian yang tak pernah zen bayangkan sama sekali selama ini, kejadian tersebut adalah sebuah adegan pembunuhan.
Dan orang yang melakukan pembunuhan tersebut adalah nagisa, sedangkan orang yang terbunuh adalah yuri disana. Zen dalam bayangan ramalam tersebut sedang menangisi kepergian dari yuri serta calon anaknya tersebut.
Akhirnya ramalam berakhir, dan kesadaran zen kembali pada masa kini. Kemudian hawa membunuh yang kuat keluar dari dalam tubuhnya sekarang ini, karena mengetahui kejadian tersebut.
"Baiklah-baiklah, akan aku bereskan kau" ucap zen geram.
Kembali zen menarik hawa membunuh miliknya, sebab merasakan ada keberadaan yuri mendekat kearahnya sekarang ini. Jadi dengan cepat-cepat zen kembali bersikap normal dan lanjut memasak makanan untuk pagi hari ini.
Benar saja, saat sedang memasak makanan datanglah yuri dari belakang dan tiba-tiba memeluk erat dirinya sekarang ini dari arah belakang. Zen hanya tersenyum dengan sikap manja dari yuri tersebut, membuatnya tak bisa untuk tidak bertanya "kenapa?"
"Aku semalem mimpi bahwa aku terbunuh" ucap yuri.
Deg.....
Jantung milik zen serasa benar-benar terpompa dengan cepat sekali, sebab menedengar penuturan kata yang diucapkan oleh yuri barusan sama dengan apa yang terjadi pada ramalan yang dirinya lihat pada kartu sihir emas sebelum ini.
Namun dengan cepat zen kembali sadar dan menjawab ucapan dari yuri barusan soal mimpi buruk yang dialaminnya.
"Itu hanya mimpi buruk, jadi jangan terlalu dipikirkan" ucap zen.
"Ehm, aku percaya kamu akan selalu melindungi aku" ucap yuri.
"Itu kamu tahu, jadi jangan cemas soal mimpi tersebut" sahut zen.
Lalu akhirnya yuri bisa melupakan masalah mimpi buruknya tersebut, dan malah ikut memasak bersama didapur dengan zen pada akhirnya.
Setelah lim belas menit berlalu, sekarang ini makanan sudah siap disantap diatas meja makan. Dan tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja mereka berdua makan bersama-sama hasil masakan berdua tersebut.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih