Kartu Sihir

Kartu Sihir
Boneka


__ADS_3

Anita dengan zen hendak memanggang ikan yang baru saja ditangkap dengan menggunakan api yang dinyalakan menggunakan cara zaman dahulu.


"Kakak ipar sepertinya ada perahu yang mendekat kemari" ucap anita bahagia.


"Akhirnya orangku tiba" jawab zen.


"Jadi kakak ipar sebelumnya sudah menelpon seseorang untuk datang?" tanya anita senang.


"Lebih tepatnya aku memang sebelumnya datang bersama orang-orangku kemari" jawab zen.


"Baguslah, dengan begini kita bisa pulang" seru anita bahagia.


"Iya" jawab zen singkat.


Kemudian tidak lama berlalu, perahu yang dikemudikan pasukan boneka sudah tiba didekat pulau, zen dengan anita segera naik keatas perahu.


"Ini perahu kakak?" tanya anita.


"Pinjam" jawab zen.


"Ini sih kapal pesiar" ucap anita.


"Kau lapar bukan?" tanya zen.


"Iya, lapar banget" jawab anita.


"Didalam ada makanan, kau bisa makan sepuasnya" ucap zen.


"Asiik" teriak kegirangan anita.


Sementara anita masuk kedalam untuk makan, zen menatap kearah pasukan bonekanya untuk bertanya dari mana dia mendapatkan kapal ini.


"Darimana kau dapat kapal ini?" tanya zen.


"Kapal ini memang milik anda" jawab pasukan boneka tersebut.


"Kapan aku membelinya?" tanya zen heran.


"Orang perusahaan anda bilang ketika saya telpon, bahwa ada perahu yang memang milik kantor dipelabuhan" ucap pasukan boneka menjelaskan.


"Jadi kau meminjamnya?" tanya zen.


"Benar" jawab pasukan boneka tersebut.


"Kalau begitu segera kemudikan perahu ini menuju kota, aku ingin segera kembali" ucap zen sambil berlalu masuk.


"Baik" jawab pasukan boneka itu.


Sewaktu zen masuk kedalam ruangan yang terdapat di kapal pesiar pribadi, dirinya dapat melihat anita sedang asik makan.


"Kayaknya enak banget" ucap zen.


Anita mengalihkan pandangannya dari makanan diatas meja kearah zen yang berada didepan pintu.


"Iya ini enak sekali, kemarilah kak kita makan sama-sama" ajak anita pada sang kakak ipar zen.


"Kalau begitu aku juga mau makan" jawab zen sambil duduk disamping anita dan mereka mulai makan.


... ....


Setelah melakukan perjalanan jalur laut selama kurang lebih satu jam dengan kecepatan yang cepat, akhirnya kapal telah bersandar dipelabuhan dengan selamat.


Zen dengan anita langsung turun dari kapal dan menuju jalan raya.


"Kak, kita naik taxi untuk pulang?" tanya anita.


"Kenapa naik taxi, mau coba mobil balap tidak?" tanya zen.

__ADS_1


Mata anita langsung berbinar terang mendengar ucapan sang kakak ipar soal mobil balap.


"Mauuu" jawab anita semangat.


Tidak lama kemudian mobil lamborghini veneno milik zen tiba dengan dikemudikan pasukan boneka lainnya.


"Tuan mobil anda sudah saya bawakan" ucap pasukan boneka tersebut.


"Kalian berdua segera kembali setelah aku pergi, dan jangan lupa kembalikan kapal itu" ucap zen sambil berlalu masuk kedalam mobil sport.


Dengan anita yang sudah berada dikursi penumpang terlebih dahulu.


"Kau siap?" tanya zen.


"Iyaa" jawab anita senang.


Zen mengemudikan mobil sportnya kearah rumah dengan kecepatan 80km/j, sambil memgambil jalan raya yang sudah pasti kosong dan jarang dilalui kendaraan umum.


"Kenapa lewat jalur sini, kan malah lebih jauh untuk sampai rumah" tanya anita.


"Apakah kamu tidak mau menikmati sensasi naik super car lebih lama lagi?" tanya zen.


"Benar juga" jawab anita.


Mereka berkendara dengan mulus dan tenang, walau bisa dibilang memacu kecepatan tinggi sekalipun.


1 Jam berlalu........


Mereka berdua sudah sampai dirumah zen, terlihat kedua orang tua yuri menunggu didepan rumah.


Anita dengan zen keluar dari dalam mobil, dan menghampiri mereka didepan rumah.


Anita langsung memeluk kedua orang tuanya dengan haru, sementara zen hanya menyaksikan momen tersebut.


"Sebaiknya kita masuk terlebih dahulu kedalam" ucap zen menyarankan.


... ....


Selesai dengan kegiatan bercerita didalam rumah, akhirnya anita dengan kedua orang tuanya pulang kerumah mereka.


"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi pada anita sampai bisa berada di pulau begitu?" tanya yuri penasaran.


"Aku hanya tahu seperti apa yang dikatakan oleh anita sebelumnya, dan berhasil melacak keberadaan dia yang berada dipulau" jawab zen jujur atas pertanyaan dari yuri.


"Begitu, tapi aku bersyukur yang penting dia sudah selamat dan kembali pulang kerumah dengan aman dan utuh tanpa kekurangan satu hal apapun" jawab yuri.


"Iya" jawab zen.


"Aku ingin makan bakso" ucap yuri tiba-tiba.


"Ngidam?" tanya zen.


"Iya, beliin sekarang" pinta yuri.


"Ikut aja sekalian biar makan ditempat" jawab zen.


"Boleh, sekalian nonton" pinta yuri kembali.


"Ok" jawab zen.


Mereka kemudian pergi mencari bakso untuk yuri sampai menemukan penjual bakso yang berada cukup jauh dari rumahnya.


Mereka makan bakso bersama-sama dengan nikmat, tapi tiba-tiba datang sekelompok preman yang bertampang sok.


"Brak!"


Meja tempat yuri dengan zen duduk digebrak oleh salah satu preman, dan preman tersebut berkata "berikan wanitamu pada kami"

__ADS_1


Mendengar hal tersebut membuat yuri kaget, sedangkan zen sendiri hanya diam saja.


"Kau lebih baik pergi dari sini sebelum aku bertindak" ucap zen.


"Pergi? Kau yang pergi!!" teriak preman tersebut sambil melayangkan satu pukulan pada wajah zen.


Melihat serangan datang, zen menangkap pukulan tersebut dan memelintir lengan premab tersebut sampai dia mengaduh kesakitan.


Krak!


Aaahhhkkkk.


"Lepaskan dia bocah!" teriak preman yang lain sambil menyerangkan pukulan tinju dari arah belakang.


Zen memutar tubuh preman yang lengannya dua kunci kebelakang untuk menjadi perisai hidup bagi dirinya, sehingga pukulan dari arah belakang tersebut malah mengenai teman si preman tersebut dengan kuat dan telak.


Buaghk!


Tidak sampai disitu saja zen bertindak, melainkan mendorong tubuh preman yang dia kunci pergerakannya kearah kawan-kawannya.


Buagk!


Tubuh mereka beradu sampai terjatuh ketanah dengan cukup kuat.


"Kamu, tunggu disini dan makan yang tenang saja" ucap zen pada yuri.


"Hati-hati" jawab yuri.


Zen menghampiri ketiga preman yang terjatuh diluar kedai bakso, kemudian memberikan ketiganya sebuah pelajaran berharga.


Buagk!


Krak!


Ahhkk!


Bugkh!


Krakk!


Akkhhhh.


Selesai dengan urusan para preman tersebut, zen kembali masuk kedalam kedai bakso dan makan dengan tenang kembali.


Sementara semua pengunjung yang lain beserta pedagang bakso merasa kagum dan takjub dengan keberanian zen barusan.


"Kamu gak terluka kan?" tanya yuri.


"Tidak, mereka tidak akan bisa melukai diriku" jawab zen.


"Baguslah" jawab yuri.


Selesai makan dan bayar, mereka pergi untuk nonton di bioskop bersama-sama hari itu.


... ....


Mereka berdua menonton film bergenre romantis, dan begitu menikmati film tersebut. Begitupun dengan para penonton lainnya yang juga menikmati film yang sedang diputar tersebut.


Setelah film usai, yuri dengan zen keluar dari dalam bioskop.


"Beli boneka itu" tunjuk yuri pada salah satu boneka beruang besar didalam salah satu toko yang menjual mainan anak-anak.


"Yauda ayo beli" jawab zen.


Bersabung.......


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2