
"Sayang" panggil yuri.
"Kenapa?" jawab zen.
"Liburan kita masih ada dua hari lagi kan?" tanya yuri.
"Iya, masih ada dua hari lagi liburan kita. Hari sabtu dan hari minggu, emangnya kamu mau apa?" tanya zen.
"Boleh aku minta sesuatu gak?" tanya yuri.
"Minta apa?" tanya zen.
"Liburan" jawab yuri.
"Boleh kok, cuma liburan doang. Emang mau kemana sih?" tanya zen.
"Kalau gak ke pantai, ke lokasi wisata-wisata lainnya gitu" ucap yuri.
"Kalau gitu gimana kalau pantai aja, mau gak?" tanya zen.
"Bali" sahut yuri.
"Wah, boleh tuh" jawab zen.
"Beneran boleh?" tanya yuri.
"Iya boleh kok, lagian disana aku juga ada villa loh" ucap zen agak sedikit bangga.
"Sayang, jangan sombong" tegur yuri.
"Gak sombong, cuma ngasih tahu" jawab zen.
"Pokoknya, kamu gak boleh sombong!" tegas yuri.
"Siap nyonya" jawab zen.
"Ish, serius!" ucap yuri, sambil menatap wajah zen.
"Ya, serius" jawab zen.
"Pokoknya jangan sombong, gak suka" ucap yuri cemberut.
Gemas dengan tingkah yuri membuat zen terkekeh ketawa, kemudian mencium bibirny sekilas.
Cup.
Setelah ciuman dilepas, zen berkata dengan nada serius "Aku gak akan sombong".
"Beneran?" tanya yuri memastikan.
"Iya, beneran" jawab zen.
"Jadi mau liburan?" tanya zen.
"Iya" jawab yuri.
"Yaudah kalau gitu, kita siap-siap dan berangkat sekarang" ucap zen.
"Berangkat sekarang?" tanya yuri.
"Iya, emang kenapa?" tanya balik zen.
"Gak besok aja" ucap yuri.
"Kalau kamu mau berangkatnya besok gak papa" jawab zen.
__ADS_1
"Yaudah berangkat besok aja" ucap yuri.
"Ok" jawab zen.
Mereka mulai berkemas barang bawaan untuk pergi ke bali, mereka berkemas dari pukul lima sore sampai pukul enam sore baru beres.
"Sudah siap semua?" tanya zen.
"Iya, udah aman kok" jawab yuri.
"Gak ada yang kelupaan?" tanya zen memastikan.
"Gak ada kayaknya" jawab yuri.
"Kalau gitu, sekarang gimana kalau makan diluar?" tanya zen.
"Boleh, aku lapar juga" ucap yuri.
"Yaudah, ganti baju dulu sana" ucap zen.
"Kamu juga" jawab yuri.
"Ok" jawab zen singkat.
Mereka berganti pakaian dalam waktu yang bersamaan, dengan style mewah dan elegant. Perpaduan antara warna biru tua dan kuning emas, menambahkan kesan kemewahan merek berdua dari cara berpakaiannya malam ini.
Selesai berpakaian, mereka pergi dari rumah menuju sebuah restoran bintang lima dengan jarak tempuh cepat menggunakan lamborghini.
Sampai di restoran bernama lyon, setelah parkir mobil mereka berjalan masuk dengan saling bergandengan tangan. Dengan jalan yang anggun dan penuh gaya juga kharisma tapi tidak ada aura kesombongan sama sekali, yang ada hanya kemewahan saja.
Masuk kedalam restoran mereka disambut oleh seorang pelayan.
"Selamat malam tuan dan nyonya, mau makan di ruangan seperti apa?" ucap ramah pelayan reatoran tersebut.
"Kamu mau makan ditempat yang tenang atau bagaimana?" tanya zen pada yuri.
"Baiklah, aku mengerti" jawab zen.
"Pelayan, tolong antarkan kami keruangan elit" ucap zen.
"Baik, saya mengerti. Silahkan ikuti saya tuan dan nyonya muda" ucap pelayan tersebut.
Zen dengan yuri, berjalan menuju lantai 2 dibawah panduan pelayan restoran tersebut. Lalu sampai di ruangan makan lantai 2, mereka dipersilahkan duduk pada meja nomor 2.
Setelah zen dengan yuri duduk, pelayan tersebut melakukan tugas selanjutnya.
"Tuan muda dan nyonya muda, mau pesan apa?" tanya sopan pelayan tersebut.
"Kamu pesan apa sayang?" tanya zen.
"Aku mau......." yuri memesan makanan sesuai apa yang dia inginkan.
Sedangkan zen meilih memesan makanan yang sama seperti yang dipesan yuri, pelayan yang selesai mencatat pesanan pamit pergi untuk menyampaikan pesanan kebagian dapur.
Sambil menunggu makanan tiba, yuri dengan zen mengobrol bersama untuk mengisi waktu.
"Sayang, kamu tadi telpon wiliam soal emas apa?" tanya yuri pensaran.
"Aku baru buka usaha baru, dan itu adalah pertambangan emas" jawab zen.
"Lalu aku denger tadi wiliam bilang juga sukses kan?" tanya yuri kembali.
"Iya, malah hari pertama saat ditambang untung besar sekali" jawab zen.
"Lalau soal saham tadi apa?" tanya yuri.
__ADS_1
"Aku memang sudah bilang dari awal, sebelum proyek ini dilakukan. Bahwa jika tambang tersebut sukses besar, akan kuberikan 5% saham pertambangan tersebut untuk dia" jawab zen menjelaskan.
"Kamu baik banget" jawab yuri.
"Itu karena wiliam juga sudah banyak bekerja dengan keras selama ini, selalu bantu aku juga" jawab zen.
"Terus soal pasukan pengaman?" tanya yuri lagi.
"Aku kebetulan punya sebuah pasukan rahasia" jawab zen.
"Aku sih gak masalah kamu punya pasukan rahasia sebesar dan sebanyak apapun, tapi janji satu hal padaku bisa kan suami?" tanya yuri.
"Apa itu?" jawab zen.
"Jangan lakuin hal gelap dan ilegal, juga jauhi barang haram bisa kan?" pinta yuri.
"Kamu bisa tenang, mereka ini adalah orang-orang yang terlatih. Dan aku sudah kasih ultimatum juga, jika ada yang berani lakuin hal yang kamu sebutin tadi maka mereka akan dihukum dengan berat" jelas zen menjawab.
"Baguslah kalau gitu, aku pegang ya omongan kamu" ucap yuri mengingatkan.
"Iya kamu bisa pegang omonganku" jawab zen.
Zen hanya bisa berkata dalam hati "aku harus berhenti lakuin pembunuhan".
Makan tiba saat mereka sedang asik mengobrol bersama-sama, obrolan pun diakhiri dan mereka mulai makan dengan tenang.
.....
Waktu berlalu.
Zen dengan yuri sudah pulang kembali kerumah, dan sedang berduaan kembali didalam kamarnya.
"Sayang~" panggilan menggoda dari yuri pada zen.
Membuat jantung zen berdebar kencang tiba-tiba, lalu ketika menoleh kearah yuri dia nampak sengaja menggoda.
"Kenapa?" tanya zen berusaha tenang.
"Ish! tau ah males" yuri terlihat cemberut dan marah.
Bahkan dia langsung membelakangi zen, membuat zen terkekeh karena lucu melihat sikap yuri barusan.
"Maafin" ucap zen, sambil memeluk badan yuri dari belakang. Tapi tidak hanya itu saja yang zen lakukan, melainkan dia juga mencium leher yuri.
Seketika yuri berbalik badan, kemudian menatap mata zen dengan lekat. Sampai pandangan mereka berdua saling mengunci satu sama lainnya.
Hingga mereka kembali melakukan permainan yang hanya mereka berdua lakukan dalam kamar tersebut sampai entah berapa lama berlalu baru diakhiri.
Setelah melakukan permainan panas dalam waktu lama, dan juga sudah merasa lelah satu sama lainnya. Akhirnya mereka beristirahat tidur.
"Selamat tidur" ucap zen lembut sambil mengecup kening yuri.
"Selamat tidur" jawab yuri.
Mereka saling berpelukan sebelum akhirnya tertidur pulas, dengan keadaan tubuh yang lelah setelah permainan barusan.
.....
Pagi hari esoknya, zen bangun dan tidak mendapati yuri disamping tempat dia tidur. Ketika melirik jam sudah pukul 5.30 pagi, zen beranjak bangun dari posisi tidurnya dan segera pergi mandi sebab mereka akan pergi ke bali dengan melakukan penerbangan pukul 8 pagi.
Bersabung.......
Jangan adegan tegang mulu capek, ok.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih.