
Saat ini zen pergi menuju rumah maria dan hani dulu, dan langsung mengetuk pintu rumah.
Tok.
Tok.
Tok.
Pintu rumah terbuka, dan menampilkan anita yang merupakan ibu dari hani dan maria yang terlihat dalam kondisi lesu.
"Zen, akhirnya kamu disini juga" ucap anita.
"Saya ingin bertemu dengan maria" ucap zen to the point.
"Kalau begitu, masuklah dulu" jawab anita.
Zen masuk kedalam rumah, namun sebelum itu sudah mengaktifkan Real Wolrd Manipulation miliknya untuk berjaga-jaga saja.
... ..........
Didalam rumah sekarang ini, zen duduk di sofa dalam ruangan tamu.
"Silahkan diminum" ucap anita sambil menyajikan segelas air teh hangat.
"Terimakasih, saya ingin langsung saja" ucap zen.
"Sebelum itu, bisakah kamu tunggu sebentar" ucap zen.
"Apakah ada yang ingin dibicarakan?" tanya zen.
Anita langsung berdiri dan bersujud dibawah kaki zen sekarang sambil menangis dan memohon-mohon pada zen.
"Hiks....tolong.....tolong lepaskan hani zen, mamah rindu dengan dia" ucap anita.
"Kalau rindu, mamah anita bisa jenguk dia dilapas" jawab zen.
"Zen, mamah mohon lepaskan hani. Apapun yang kamu inginkan akan mama kabulkan, bahkan jika kamu ingin mamah melayanimu sebagai majikan sekalipun" ucap mamah anita memohon masih dalam keadaan bersujud dibawah kaki zen.
Sampai datanglah papah arya dengan maria yang baru masuk kedalam rumah, maria langsung bersujud dibawah kaki zen. Sedangkan papa arya dia juga ikut bersujud didekat zen.
"Kenapa dengan kalian semua?" tanya zen.
"Kami mohon, lepaskanlah hani dari dalam sel tahanan" ucap maria.
"Kenapa aku harus menuruti kemauan kalian?" tanya zen.
Tak ada jawaban dari mereka senua selain isak tangis saja.
"Aku datang kemari ingin meminta jawaban dari maria" ucap zen.
"Soal apa?" tanya maria.
"Apakah kau sengaja mengirim pamanmu untuk menyerangku?" tanya zen.
Maria nampak bingung, kemudian bertanya "paman, aku tidak tahu bahwa aku punya paman"
"Jadi kau memang belum tahu bahwa kau sebelumnya masih punya paman yang selalu mengawasi dirimu dari balik bayangan" ucap zen.
__ADS_1
"Jadi dimana pamanku sekarang?" tanya maria semangat.
"Dia sebelumnya menyerang diriku saat sedang jalan, dan akhirnya kami bertarung hingga dia mati. Bahkan aku juga baru selesau membereskan perguruan sesat tempat pamanmu berasal" jawab zen.
Kembali hening untuk sesaat, sebelum zen berkata pamit.
"Urusanku selesai, jadi aku pamit pulang terlebih dahulu" ucap zen.
Namun tak disangka maria malah memeluk kaki zen dengan erat sambil berkata "aku mohon maafkan kami, kami tak berniat menipu dirimu saat itu. Karena cinta datang dan pergi tanpa diketahui, jadi kami sangat mencintaimu waktu itu sampai-sampai menyembunyikan kebenaran soal siapa kami karena takut ditinggalkan dirimu"
"Aku maafkan, sekarang lepaskan" ucap zen.
"Tolong leaskanlah hani" mohon maria.
"Aku bilang kenapa aku harus menuruti permohonan kalian?" tanya zen.
"Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu bisa melepaskan hani" ucap maria.
"Entahlah" jawab zen.
"Hiks....zen aku mohon, lepaskanlah hani" ucap maria.
"Kenapa kalian ngebet sekali ingin aku melepaskannya?" tanya zen.
"Dia begitu menderita sekali, bahkan dia berpesan saat kemarin kita semua menjenguknya" ucap maria.
"Berpesan?" tanya zen.
"Aku minta maaf zen, itulah pesan yang dia ingin kami sampaikan pada dirimu" ucap maria.
"Huft....baiklah nanti aku akan bebaskan dia, selagi belum di fonis penjara" ucap zen.
"Iya, sekarang lepasan aku" ucap zen.
Maria melepaskan pegangannya pada kaki zen, dan zen sebelum pergi mengatak sebuah pesan bagi mereka semua.
"Aku ingatkan, jangan main-main denganku setelah ini" ucap zen.
"Kami mengerti" jawab mereka bertiga.
Maria kemudian mengatakan sesuatu sebelum zen benar-benar pergi dari hadapan dirinya "apakah kita bisa kembali seperti dulu zen?" tanya maria.
"Tidak bisa, aku sudah bahagia dengan istriku dan calon baby kami" ucap zen.
"Hiks....apakah benar-benar tidak bisa?" tanya maria nampak sedih sekali.
Zen yang hendak pergi, berbalik dan mendekati maria sampai berdiri tepat dihadapannya.
"Kalau kau jujur dari awal, maka aku mungkin bisa maafkan. Tapi kau lebih memilih merahasiakannya, padahal aku sudah beri kalian waktu untuk berkata jujur dulu" ucap zen.
Setelah mengatakan itu, zen kemudian pergi dari sana dengan cepat sambil menonaktifkan kemampuan Real World Manipulation yang sebelumnya diaktifkan diarea rumah maria.
... .................
Zen pergi menuju kantor kepolisian terlebih dahulu untuk membebaskan hani, setelah itu membawa hani pergi kembali kerumah.
Didepan rumah hani sekarang ini, hani nampak terlihat kurang sehat dan agak kurus. Zen dengan kemampuan medis miliknya yang tingkat tinggi melakukan beberapa pijatan pada tubuh hani.
__ADS_1
Setelah selesai, zen mengetuk pintu dan terlihat maria membuka pintu.
"Aku sudah bebaskan hani untukmu" ucap zen.
"Terimakasih zen" ucap maria senang sambil menerima maria dari gendongan zen yang diserahkan padanya.
"Aku pergi, dan ingat pesan dariku sebelumnya" ucap zen.
"Kami mengerti, dan terimakasih telah membebaskan hani untukku" ucap maria.
Kebetulan hani sadarkan diri setelah sebelumnya pingsan akibat pijatan dari zen, zen melihat hani yang sudah sadarkan diri berpesan.
"Makanlah yang banyak, jangan sampai kau sakit dan terlihat kurus. Begitupun dengan dirimu maria, walau kalian sudah masa lalu bagiku, namun kita pernah punya hubungan tidak biasa. Makanya aku mengingatkan kalian" ucap zen.
"Sebelum kamu pergi dan kemungkinan tidak bisa kembali bertemu dengan kami, bisakah aku dapat ciuman darimu" mohon zen.
"Aku juga" ucap maria.
"Maaf, tidak bisa" ucap zen sambil berlalu pergi dari sana dengan cepat dan begitu saja menggunakan kemampuan Real Wolrd Manipulation.
... .......................
Saat ini zen sudah kembali kerumah, yuri menyambut kedatangan dari sang suami dengan sambutan hangat dan bahagia.
"Kamu kembali" ucap yuri.
"Iya, aku kembali" jawab zen sambil membalas pelukan dari yuri dengan hangat dan lembut.
"Terimakasih, sudah kembali" jawab yuri.
"Aku memang harus kembali, karena ada kamu dan baby kita disini" ucap zen sambil mengelus perut yuri.
Sekarang ini, zen dengan yuri pergi masuk kedalam kamar.
"Bagaimana urusanmu?" tanya yuri penasara.
"Semua bisa ku selesaikan dengan baik dan mudah tanpa ada gangguan sama sekali" ucap zen.
"Jadi semuanya benar-benae sudah berakhir sekarang ini?" tanya yuri.
"Begitulah, dan kemungkinan hidup kita bisa lebih damai lagi kedepannya" ucap zen.
"Syukurlah jika begitu, aku bisa ikut tenang juga" jawab yuri.
"Aku mau tidur" ucap zen.
"Gak mandi dulu?" tanya yuri.
"Kalau gitu aku mandi terlebih dahulu" jawab zen.
Setelah selesai mandi dan ganti pakaian, zen sekarang ini segera berbaring diatas tempat tidur dengan nyaman dibawah selimut tebal dan juga mendapat sebuah pelukan hangat dari yinshan didepannya.
"Istirahatlah" ucap yuri pelan.
Bersabung.......
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
__ADS_1
Makasih.