
Keesokan pagi harinya, zen yang membuka mata sehabis bangun tidur melihat kehadiran yuri disamping dirinya.
Zen hanya tersenyum saja, kemudian membuka kartu sihir.
"Buka kartu sihir"
Dua pilihan kartu sihir muncul dihadapan zen yang memberikan pilihan kartu sihir biasa dan kartu sihir emas, zen membuka kartu sihir emas.
Setelah memilih satu dari sepuluh kartu sihir emas yang ada, zen membuka kartu sihir tersebut dan mendapatkan sebuah kartu yang pernah dirinya buka sewaktu dahulu.
[Mendapat kartu ramalan]
"Coba kita gunakan apa yang akan terjadi hari ini"
Setelah kartu sihir ramalan dipakai, zen mendapat sebuah kilasan ingatan yang berasal dari kartu sihir emas ramalan miliknya.
Setelah beberapa saat, akhirnya zen selesai melihat semua gambaran yang muncul didalam kepalanya.
"Jadi, marcel dalam bahaya"
Zen segera beranjak untuk bangun dan bersiap-siap, karena hari ini dirinya harus bisa menolong marcel yang dalam bahaya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, yuri terbangun dan bertanya "mau kemana?"
"Aku akan pergi keluar sebentar" jawab zen.
"Kemana?" tanya yuri.
"Bertemu dengan marcel" jawab zen.
"Gak bahaya kan?" tanya yuri curiga.
"Cukup berbahaya" jawab zen.
"Katanya semua sudah selesai, tapi kenapa kamu masih berurusan dengan hal-hal bahaya begini sih" ucap yuri.
Zen yang sudah rapih dan tinggal pergi, berjalan mendekati yuri yang duduk diatas tempat tidur dengan muka yang kesal dan juga sedih.
Zen duduk dihadapan yuri, dan kemudian memegang lengannya dengan lembut.
"Aku akan usahakan bahwa ini yang terakhir" ucap zen.
"Janji?" tanya yuri.
"Iya" jawab zen sambil tersenyum.
"Kalau begitu kamu sarapan dahulu, aku akan masakan" ucap yuri.
"Baiklah" jawab zen.
Akhirnya sebelum pergi untuk menolong marcel, zen makan sarapan pagi buatan yuri terlebih dahulu.
Sampai selesai makan, zen langsung pergi menuju tempat marcel berada sekarang ini.
... ....
__ADS_1
Dalam ramalan yang didapatkan oleh zen dari kartu sihir sebelumnya, marcel dengan beberapa tetua perguruan sedang melakukan pelatihan di hutan selatan kota ini.
Namun secara tiba-tiba muncul banyak sekali anggota perguruan lain yang menyerang kelompok marcel dan membunuh mereka semua tanpa menyisakan satu orangpun yang selamat dan berhasil kabur.
Zen dalam perjalanan menuju lokasi yang digambarkan dalam ramalan yang didapat, karena jarak yang cukup jauh membuat perjalanan cukup memakan waktu walau menggunakan kemampuan seni beladiri kuno.
15 menit kemudian.........
Zen sudah sampai pada lokasi yang digambarkan dalam ramalan, dan ternyata begitu dirinya sampai disana pertempuran sudah pecah.
"Aku ingin lihat siapa sebenarnya mereka ini" ucap zen dalam pikirannya dan memggunakan kemampuan scan.
Begitu kemampuan scan digunakan, zen dapat mengetahui siapa orang-orang yang menyerang kelompok marcel sekarang didalam hutan ini.
"Perguruan Tengkorak Putih, ternyata masih ada perguruan sesat dan jahat lainnya"
Namun pikiran dan obrolan soal perguruan-perguruan hitam dan aliran sesat ini, zen kesampingkan untuk sesaat karena ingin menolong marcel dengan anggota kelompoknya.
Wush.
Zen menghilang dari tempatnya memantau keadaan kelompok marcel dan tetuanya, kemudian langsung masuk kedalam pertempuran dan membantu kelompok marcel.
Brugk!
Buagk!
Bugk!
Bagk!
Pukulan demi pukulan zen layangkan pada setiap anggota tubuh para murid perguruan tekorak putih dan tetuanya juga sekalian tanpa memberikan ampunan.
Buagk!
Bugk!
Bagk!
Buagk!
Terus dan terus pukulan demi pukulan zen lesatkan pada tubuh-tubuh lawannya hingga mereka yang terkena satu pukulan dari zen saja pangsung tersungkur dan luka dalam dengan tulang-tulang yang patah pada bagian rusuk dan dada.
Setelah akhirnya bertarung dengan sengit selama beberapa saat, zen bisa mengalahkan kelompok dari perguruan tengkorak putih.
Zen dengan marcel dan kelompoknya berkumpul bersama-sama, kemudian saling berbicara mengenai masalah penyerangan ini.
"Zen, aku ucapkan terimakasih telah menolong diriku dan kelompokku" ucap marcel.
Zen tidak menjawab melainkan mendekati seorang tetua yang berasal dari perguruan yang sama dengan marcel.
Bruagk!
Satu pukulan dari zen berhasil mengenai badan tetua tersebut dengan telak sampai tetua tersebut luka parah dalam sekali pukulan yang diberikan oleh zen.
"Zen apa yang kau lakukan!?" teriak marcel bertanya.
__ADS_1
"Dia adalah mata-mata yang dimasukan perguruan tengkorak kedalam perguruan milik keluargamu, untuk tujuannya seharusnya kau sudah tahu sendiri. Dan penyerangan ini bisa terjadi karena dia membocorkan informasi keberadaan kalian dan kegiatan kalian pada perguruan tengkorak putih" ucap zen menjelaskan.
"Sialan, jadi dia adalah pengkhianat!!" teriak salah satu tetua.
"Namun, darimana kau tahu?" tanya tetua yang lain.
"Aku punya informan yang baik" jawab zen.
"Sudah, aku percaya padanya karena dia adalah sahabat baikku" ucap marcel.
"Oh iya, kekasihmu akan datang sebentar lagi" ucap zen.
"Violet" ucap marcel.
"Benar" jawab zen.
Sesuai perkataan dari zen, tak lama kemudian datanglah violet dengan kelompoknya yang berisikan beberapa tetua perguruan milik keluarga violet.
"Marcel" teriak violet yang langsung memeluk erat marcel.
"Aku tidak baik-baik saja, semua karena pertolongan zen yang tepat waktu datang dan membantu diriku" ucap marcel sambil memeluk violet.
Violet kemudian melepaskan pelukannya dan menatap kearah zen yang ada disana.
"Zen makasih, kau telah menolong marcel" ucap violet.
"Aku hanya kebetulan sedang berada didekat sini bersama dengan kelompokku, lagipula kita adalah sahabat, jadi harus saling tolong menolong" jawab zen.
"Oh iya, cepat sekali reaksimu untuk menolong marcel" ucap zen.
"Salah satu tetuaku mengatakan bahwa marcel sedang pergi kemari untuk berlatih dan kebetulan aku dapat laporan dari ayahku bahwa perguruan tengkorak putih yang terkenal jahat dan kezam sedang bergerak dalam berkelompok dan mengarah kemari" ucap violet.
"Hebat, yasudah kalau begitu aku pergi dulu" ucap zen.
"Makasih zen atas bantuanmu" ucap marcel dan violet bersamaan mengucapkan terimakasih.
"Sama-sama, kalian lebih baik segera pergi dari sini karena situasi bisa saja berbahaya kembali jika diluar begini" ucap zen sebelum pergi menghikang begitu saja dihadapan mereka semua.
Setelah kepergian zen, kelompok violet dengan marcel juga meninggalkan tempat tersebut dan kembali menuju perguruan marcel yang jaraknya lebih dekat dari sana ketimbang perguruan violet.
... ....
Zen sekarang sudah berada dirumah kembali, dan baru saja masuk beberapa langkah kedalam rumah langsung disambut oleh yuri dengan sebuah pelukan hangat dan lembut darinya.
"Terimakasih" ucap yuri.
"Loh kok terimakasih?" tanya zen bingung.
"Sudah kembali untuk kami berdua" ucap yuri.
Zen tersenyum dan menjawab "aku memang harus kembali secara sehat dan baik-baik saja kerumah ini, karena ada kalian yang masih menungguku pulang kembali kerumah ini sekarang"
"Ehn" jawab yuri singkat nya.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.