Kartu Sihir

Kartu Sihir
Hari pernikahan


__ADS_3

Setelah kejadian perkelahian di kantin waktu itu, rizal dan anggota nya tidak lagi berani muncul dihadapn zen dan sahabat-sahabatnya.


Juga sudah berlalu beberapa hari setelah kejadian dikantin waktu itu, sampai hari pernikahan zen dengan yuri tiba.


Mereka menikah dengan acara yang berjalan meriah sekali, sahabat-sahabat nya zen ikut hadir dalam acara pernikahannya dengan yuri.


Selain itu para keluarga juga hadir dalam upacara pernikahan tersebut, selesai akad nikah. Pesta berlanjut sampai sore baru berakhir.


Sekarang ini di dalam kamar apartement lotus, zen dengan yuri berdua didalam kamar.


"Mandi dulu sana" ucap zen pada yuri.


"Kalu gitu bantuin buka resleting belakang dong suamiku" ucap yuri sambil membalik badan.


Zen membuka resleting belakang baju yang yuri pakai, sampai akhirnya terlihat punggu putih bersih dan mulusnya. Zen merasakan perasaan bergejolak dalam dirinya.


"Suami sudah belum?" tanya yuri.


"Su-sudah" jawab zen agak kikuk.


"Kamu kenapa?" tanya yuri berbalik badan, namun tanpa diduga pakaiannya merosot turun kebawah membuat bagian tubuh yuri bagian atas terekspos.


Seketika wajah yuri menjadi merona merah, zen sendiri berusaha menahan gejolak ditubuhnya. Yuri tahu bahwa zen sudah menahan perasaan nya.


"S-abar, mandi dulu ya" pinta yuri.


"A-h, iya" ucap zen agak kikuk.


"Kalau gitu, aku mandi dulu" ucap yuri, sambil berlalu pergi kedalam kamar mandi.


Sekitar sepuluh menit berlalu, yuri sudah selesai mandi. Sekarang giliran zen mandi.


"Suami, giliranmu" ucap yuri, sambip berjalan mendekat dengan handuk.


Tercium harum aroma tubuh yang menyeruak dari yuri oleh zen, membuat perasaannya kembali bergejolak.


Yuri makin menggoda zen, "sayang jika ingin cepet-cepet, sana mandi buruan" ucap yuri menggoda sambil menyentuh salah satu buah dadanya.


Glek!


Zen makin dibuat tak karuan, dan segera saja mandi. Setelah sepuluh menit berlalu, zen keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya saja.


Saat keluar dari dalam kamar mandi, zen melihat kearah tempat tidur. Disana ada yuri sedang berbaring dengan pose menggoda menggunakan lingeri hitam, menambahkan kesan menggoda iman.


Zen mendekat perlahan menuju tempat tidur, kemudian perlahan naik keatas tempat tidur dan mendekati tubuh yuri.


Mereka saling tatap menatap satu sama lain dengan begitu lembut dan dalam, sampai zen menindih tubuh yuri dari atas. Dengan terlihan-lahan zen menyentuh wajah yuri dan penuh kehati-hatian seolah yuri adalah barang antiknya malam ini.


"Istriku.....bolehkan?" pinta zen.


Jantung mereka berdua serasa berpacu dengan cepat, lebih cepat dari biasanya. Yuri yang mendengar perkataan zen memberikan jawaban.


"ehm" ucap yuri singkat, sambil menganggukan kepalanya.


Begitu mendapatkan izin, zen mengecup lembut bibir yuri dengan memberikan sensasi hangat yang lama-lama membuat tubuh mereka makin panas.


Setelah ciuman berlalu, zen melepaskan lingeri di tubuh yuri. Kemudian pergelutan malam yang terasa panjang dan panas pun terjadi malam itu, serasa malam milik berdua.


......


Pagi hari tiba, zen bangun lebih dulu dari yuri. Begitu membuka mata, dapat terlihat yuri berbaring nyenyak diatas tubuhnya.


Tubuh mereka sama-sama tak berbusana, hanya tertutupi oleh selimut tebal dan hangat saja. Dengan tubuh mereka yang saling berpelukan erat.


"Makasih" ucap zen.

__ADS_1


Cup.


Sambil memberikan sebuah kecupan lembut pada kening yuri, kemudian zen mempererat pelukannya. Sampai pukul 8.00 pagi tiba, yuri bangun dari tidur lelahnya.


"Selamat pagi istriku" ucap zen menyapa.


"Selamat pagi suamiku" ucap yuri bahagia.


"Masih lelah?" tanya zen.


"Tidak terlalu, kenapa?" tanya balik yuri.


"Jika masih lelah, istirahatlah dulu" ucap zen.


"Suami mau kemana?" tanya yuri.


"Mau mandi, terus masak" ucap zen.


"Ih, tega ya" ucap yuri kesal.


"Lah kok ngambek, kenapa sayang?" tanya zen.


"Habisnya, gak ngajak" ucap yuri.


"Yaudah ayo,barengan mandinya mau?" tanya zen.


"Tapi mandi aja kan?" tanya yuri was-was.


"Kenapa gitu?" tanya zen menggoda.


"Ish, masih sakit tahu" ucap yuri.


"Kalau gitu mau pakai salep?" tanya zen.


"Kayaknya gak nyimpen sih aku, tapi bisa beli online" ucap zen.


"Emang bakal langsung sampe?" tanya yuri.


"Ada yang bisa langsung sampe cepet kok" ucap zen.


"Kalau gitu beliin" ucap yuri.


Segera zen membeli salep 'yang dimaksud' secara online, kemudian mengangkat yuri ala bridal style untuk mandi barengan. Sekitar 15 menit selesai mandi, mereka keluar sama-sama dari dalam kamar mandi.


Zen membantu menyiapkan pakaian untuk yuri, dan saat sedang memberikan pakaian tersebut pada yuri. terdengar suara bell pintu, segera zen membuka pintu dan itu ternyata pesanannya.


Selesai ambil pesanan dari kurir, segera zen kembali masuk kedalam kamar. Dan memberikan salep tersebut pada yuri.


.......


Selesailah kegiatan sebelumnya, dan sekarang yuri sudah merasa lebih baik. Sementara zen masak di dapur, yuri duduk manis di kursi menunggu masakan buatan zen selesai dimasak dan dihidangkan.


Begitu acara masak selesai, dan sudah dihidangkan diatas meja makanannya oleh zen. Sekarang mereka mulai mengambil nasi dan lauknya untuk makan sarapan pagi sama-sama.


Waktu kembali berlalu, mereka yang selesai makan sedang duduk bersantai di ruangan keluarga sambil nonton tv.


"Suami......" panggil yuri.


"Kenapa?" sahut zen.


"Apakah aku harus nunda hamil?" tanya yuri.


"Kamu mau punya baby sekarang?" tanya zen balik.


"Aku sih terserah kamu" ucap yuri.

__ADS_1


"Gimana kalau jangan nunda?" tanya zen kembali pada yuri.


"Beneran?" tanya yuri terlihat senang.


"Iya, beneran" jawab zen.


"Makasih" ucap yuri.


"Aku yang harusnya bilang makasih" ucap zen.


"Kamu suka anak kecil?" tanya zen.


"Iya, mereka imut" ucap yuri.


"Selain, imut mereka juga bisa buat seneng" tambah yuri.


"Kalau gitu mau cowok apa cewek?" tanya zen.


"Dikasih cewek atau cowok, aku tetap suka. Karena mereka darah daging kita" jawab yuri.


Mereka menghabiskan waktu dirumah seharian, dengan berduaan saja.


Sampai sore tiba, zen yang sedang memangku yuri sambil duduk mendapat sebuah panggilan telpon.


"Halo?" tanya zen.


"Tuan muda, lokasi yang anda berikan benar-benar memiliki untung yang besar dan melimpah ruah sekali" ucap wiliam.


"Jadi, sudah mulai ditambang?" tanya zen.


"Iya, dan pada hari pertama saja sudah dapat banyak sekali emas" jawab wiliam.


"Kalau begitu aku akan kirim pasukan penjaga" ucap zen.


"Pasukan penjaga, dari mana?" tanya wiliam.


"Kau tidak perlu tahu" ucap zen.


"Baik, tuan muda" jawab wiliam.


"Oh ya, kau sudah buat perjanjian nya?" tanya zen.


"Soal saham saya?" tanya wiliam.


"Iya" jawab zen.


"Kalau begitu akan segera saya siapakan" ucap wiliam.


"Baiklah nanti kirim saja padaku jika sudah jadi surat perjanjiannya" ucap zen.


"Baik, dan terimakasih tuan muda" jawab wiliam.


"Yasudah, aku tutup dulu telponnya" ucap zen.


"Baik, silahkan tuan muda" jawab wiliam.


Sambungan telpon dimatikan, zen kembali bersantai dan menikmati waktu bersama mereka berdua mumpung hari liburnya.


Jadi santai.


Bersabung.......


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih Minna.

__ADS_1


__ADS_2