
Zen yang selesai berpakain dengan rapih sekarang ini keluar dari dalam kamar nya dengan membawa tas yang berisikan alat alat tulis yang diperlukan untuk kelas di kampus nanti
Keluar dari dalam kamar zen mendapati hani yang baru saja keluar dari dalam kamar dengan pakaian semalam yang dia pakai ditubuh nya
"Kau sudah bangun rupanya" ucap zen
"Ehm....." jawab hani singkat
"Sudah mandi?" tanya zen
"Sudah by" jawab hani
Kaget
Zen merasa seperti ada perasaan aneh dihati nya namun itu zen yakini perasaan baik ketika mendengar ucapan hani barusan memanggil nya by
"Yaudah ayo kita makan aku yany buatkan sarapan nya" ajak zen
"Bagaimana jika aku yang masak dan kamu ajarkan?" tanya hani
"Boleh ayo" jawab zen sambil tersenyum senang nya
Segera saja zen dan hani berjalan ke dapur untuk memasak bersama sama
Lima belas menit berlalu masak selesai hani segera menyajikan makanan diatas meja makan yang baru saja dibuat ny dengan arahan dari zen selama masak
Setelah selesai menata makanan diatas meja makan segera hani dan zen duduk di meja makan bersama
Ketika zen hendak mengambil nasi dihentikan oleh hani
"Biar aku ambilkan" uca hani merebut piring kosong dilengan zen dan mengisikan nya dengan nasi dan lauk yang barusaja dimasak barusan
Zen dan hani makan dengan penuh kebahagian terutama hani yang mungkin merasa benar benar senang sekali karena harapan nya ingin menjadi pacar zen terkabul semalam
Selesai makan segera zen mengajak hani pergi ke rumah nya
Hani dengan mobil nya sendiri dan zen mengikuti dari belakang dengan lamborghini aventador SVJ milik nya
25 menit perjalanan berlalu akhir nya zen sampai dirumah hani
Setelah parkir mobil di halaman rumah hani segera mereka berdua masuk kedalam rumah
"Aku pulang" ucap hani sambil membuka pintu rumah dan masuk kedalam bersama dengan zen yang mengikuti dari belakang nya
"Darimaa saja sih sayang?" jawab seorang wanita paruh baya dihadapan hani dan zen sekarang ini
Hani dan zen segera mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut sebagai salam
"Menginap dirumah teman" jawab hani
"Owh begitu.....lalu ini siapa?" tanya wanita paruh baya tersebut pada sang anak hani sambil melirik kearah zen
"Perkenalkan tante saya adalah zen" ucap zen memperkenalkan diri nya pada ibu dari hani tersebut
"Ah calon menantu rupanya sangata tampan sekali kau pintar memilih calon suami hani" jawab sang ibu begitu saja
Membuat hani dan zen agak malu namun segera zen hilangkan rasa malu tersebut dihadapan hani dan ibu nya
"Mamah sudah ah jangan menggodaku terus aku mau ganti pakaian dulu baru berangkat kampus" ucap hani
"Lah memang kalian tidak pacaran ya kalau begitu anak ganteng buat maria saja dia juga cantik" goda si ibu pada anak nya hani
Membuat hani yang sudah berjalan beberapa langkah berbalik lagi dengan cepat dan memeluk erat zen
"Tidak boleh zen miliku jangan diberikan pada kakak dong mah" ucap hani
"Hihihi kamu lucu sekali sayang yaudah sana ganti baju cepetan dan jangan buat zen nunggu lama disini nanti diembat kakakmu loh" goda sang ibu lagi
"Zen kamu gak boleh deket deket kakakku inget!!" tegas hani pada zen sambil berjalan kearah kamar nya berlalu pergi meninggalkan zen dengan sang ibu mertua walau belum
"Yaudah sini mantu ibu duduk dulu yu ibu ambilkan minum kamu mau apa?" tanya ibu hani
"Gak usah tante takut merepotkan" jawab zen
"Ah jangan panggil tante tapi mamah aja ya....dan gak usah ngerasa kayak gitu kamu kan calon mantu mamah jadi gak mungkin mamah ngerasa repot kalau sekedar ambilkan minum" jawab ibu dari hani
"Kalau begitu air putih saja mah" jawab zen
"Yaudah mamah kedapur ambil air dulu ya" ucap nya berlalu pergi meninggalkan zen duduk sendiri di ruangan tamu
Sampai tak lama datang seorang pria baya dengan wanita berusia sekitar 27 tahunan mendekat kearah zen yang sedang duduk di sofa ruang tamu
"Wah ada tamu" ucap si pria baya
Segera zen berdiri dari duduk nya dan menyalami pria baya tersebut dengan si wanita itu
Tepat ketika itu ibu dari hani datang dengan segelas teh hangat di tangan nya
"Nah pah kenalain ini calon mantu kita" ucap si ibu
"Apa?" tanya kaget si papah dan wanita tersebut yang seperti nya kakak dari hani
"Jadi ini calon tunangan ku?" ucap si wanita tiba tiba dan segera saja melekat pada zen dengan memeluk lengan zen erat yang sedang duduk di sofa
Si ibu duduk setelah menaruh teh digelas tersebut dan kembali berkata
"Itu bukan calon mu tapi itu adalah pacar adikmu hani" ucap si ibu menjelaskan
"Jadi kau pacar hani?" tanya si ayah
"Kau harus sabar menghadapi sikap nya ya nak" pinta si ayah
"Iya om" jawab zen
__ADS_1
"Lah kenapa panggil om panggil saja papah seperti kamu panggil ibu agar tidak terlalu aneh" jawab ayah hani
"Baik pah" jawab zen
"Kalau begitu kenalkan tampan aku maria kakak dari hani dan kalau mau kau bisa tinggalkan dia dan main sama kakak saja" ucap maria
"Ah kakak jangan bercanda" ucap zen
"Kakak!!!"
Dari arah lain terdengar suara keras berteriak yang tak lain adalah hani yang termakan emosi melihat kakak nya sendiri menempel dengan sang pacar begitu dekat dan lekat nya
Mendapati kedatangan hani si kakak malah makin sengaja menggoda adiknya dengan mencium pipi zen
"Cup"
"!!"
Segera semua nya dibuat kaget akan kelakuan maria pada zen barusan
"Maria kau jangan berlebihan menggoda adik.u lihat dia menangis sekarang" ucap si ayah melihat anak nya yang satu tengah berdiri dengan tatapan mata berkaca kaca
"Hihi maaf maaf" ucap maria sambil menjauh segera dari zen
"Nak zen bisa kau bujuk hani nya?" pinta sang ibu pada zen
"Baik bu" jawab zen
Segera saja zen berdiri dan berjalan menghampiri hani disana yang berada dekat dengan tangga dan tatapan berkaca kaca nya
Dengan berjalan perlahan zen tiba dihadapan hani dan memeluknya lembut sambil mengusap ngusap kepala belakang nya dengan perlahan dan penuh akan kasih sayang
"Maaf" ucap zen
"Hiks....hiks.....jahat" ucap hani sambil terisak menangis dalam prlukan zen
"Maaf hanya itu yang bisa kubilang atas kejadian barusan" ucap zen
"Hiks....hiks....." hani masih menangis dalam pelukan zen sekarang ini sambil memeluk erat nya tubuh zen seakan tak mau berbagi pada siapapun
"Jangan menagis dong......gimana kalau nanti jalan jalan berdua saja mau?" bujuk zen
Hani berhenti akan isak tangis nya dan mendonggakan kepala menatap zen
"Janji?" tanya hani
"Janji" jawab zen tersenyum sambil menghapus air mata diwajah hani sekarang ini
"Tapi kau harus ingat jangan dekat dekat dengan wanita lain sekalipun kakak ku kecuali itu keluargamu aku masih bisa tahan" ucap hani
"Iya" jawab zen
Merasa bersalah akan kelakuan nya berusan maria mendekat kearah hani dan zen yang sekarang dalam posisi berpelukan
"Hani maafkan kakak barusan kelewatan" ucap maria tulus
"Hey jangan begitu pada keluarga sendiri karena mereka bagaimanapun adalah keluargamu jadi maafkan sajalah ya?" bujuk zen berusaha membantu maria untuk mendapatkan maaf dari hani sekarang
"ehm" jawab hani sambil kemudian menatap maria sekarang
Hani melepas pelukan nya dari zen dan menghampiri sang kakak kemudian memeluk nya erat
"Kakak kau tahu aku seperti apa orang nya jadi tolong jangan memggoda ku seperti itu lagi" ucap hani pada maria
Segera maria membalas pelukan sang adik dan meminta maaf kembali
"Maafkan kakak ya sayang mau kan?" pinta maria
"Iya" jawab hani
Saat momen tersebut mereda akhirnya sang ayah berbicara
"Sudahlah hani dan zen kalian cepat berangkat ke kampus jangan sampai terlambat manti nya" ucap si ayah
"Baik pah" jawab hani dan zen bersamaan
"Zen mamah titip hani yah jaga dia baik baik" pinta si ibu
"Baik mah" jawab zen
Setelah pamitan sejenak zen dengan hani berangkat ke kampus dengan mengendarai lamborghini aventador SVJ milik zen dengan kecepatan normal melaju dari kediaman rumah hani ke kampus
Dalam perjalanan zen mengobrol dengan hani untuk mengisi waktu di perjalanan kala menuju kampus nya
Setelah sampai kampus segera hani dan zen berjalan dengan bergandengan tangan sampai ke koridor menuju kelas mereka berpisah karea beda kelas
Zen masuk kedalam kelas nya begitupun dengan hani yang masuk kedalam kelas nya sendiri sekarang ini
Di dalam kelas nya zen disambut oleh brian dan lusi serta dewi yang kepo akan hubungan nya zen dengan hani
Karena mereka bertiga melihat dengan secara langsung barusan di koridor sebelum hani da zen berpisah mereka sempat ada interaksi mesra
"Hay zen kau sudah pacaran dengan hani?" tanya brian
"Begitulah" jawab zen singkat sambil masih membaca buku ditangan nya
"Asik traktir dong" ucap lusi
"Nah benar kata lusi pj" ucap dewi menambahkan
"Iya nanti di kantin" ucap zen
"Wuih keren" teriak brian dan lusi serta dewi bersamaan karena senang akan dapat traktiran makan dari sahabat mereka ini
__ADS_1
Bell masuk berbunyi dan segera saja semua dose masuk kedalam kelas masing masing untuk memberikan pengajaran materi hari ini sesuai jurusan dan pelajaran nya
3 Jam berlalu.......
Kelas berakhir akhirnya zen degan tiga sahabat nya tersebut keluar dari dalam kelas
Di luar kelas zen disambut hani yang sudah memunggu nya keluar kelas
"By" ucap hani yang langsung menempel di lengan zen bak perangko
"Wuij jadian nih" goda lusi pada hani dan zen
"Sudah sudah katanya mau makan ayo aku traktir" ucap zen
"Asikk" teriak mereka bertiga
Sedangkan hani tak peduli yang penting zen milik nya sekarang
.......
Sampai kantin segera mereka memesan makan bersama sama dan mengobrol sambil menunggu pesanan makanan dan minuman mereka tiba sekarang
"Jadi bagaimana cerita nya kalian bisa jadian padahal zen itu orang nya tidak peka terhadap perasaan mu pada nya selama ini kan hani?" tanya lusi
"Itu karena kemarin" uca hani jujur
"Coba cerita lebih detail?" tanya dewi tak sabar nya akan cerita hani dengan zen sampai bisa jadian kemarin
"Apakah boleh diceritakan by?" tanya hani pada zen memohon izin nya untuk bercerita
"Boleh" jawan zen
"Makasih" jawab hani
"Jadi ayo kau sudah dapat izin cerita jadi ayo ceritalah" ucap brian tak sabar
"Kemarin ketika aku dan zen selesai mengambil mobil baru zen di showroom kami makan di sebuah resto bintang lima berdua saja"
"Namun saat sedang asik mengobrol sambil menunggu pesanan datang ada seorang pria bernama rei yang mencoba mendekati ku namun aku tolak"
"Pria bernama rei ini marah dan hendak membawa ku paksa entah kemana jadi zen menghentikan nya dan membuat si rei ini dipukul zen kemari di dalam resto"
"Rei ini marah dan pergi keluar restoran sehingga kami bisa makan dengan tenang kembali di restoran tersebut"
"Tapi......begitu keluar resto rei menunggu kami berdua dengan membawa beberapa orang tukang pukul bisa dibilang nya"
"Zen menghadapi mereka seorang diri dan berhasil mengalahkan nya sementara aku bersembunyi di dalam mobil atas perintah zen sebelum nya"
"Selesai dengan urusan itu aku diantar pulang zen kerumah dan zen pergi entah kemana aku tak tahu"
"Sampai akhir nya malam tiba aku dengar kabar bahwa the lion musnah kalian juga tahu harus nya seperti apa yang terjadi selanjut nya kan seperti di berita yang menyebar?" tanya hani
"Ya kami paham namun apa hubungan nya dengan jadian kalian?" tanya brian
"Itu karena aku tahu bahwa rei adalah anak boss the lion dan zen lah yang menghancurkan the lion ini seorang diri jadi aku datang kerumah nya malam malam sendiri"
"Untuk memastikan keadaan zen yang nyata nya baik baik saja" jelas hani berhenti sejenak sebelum akhir nya lanjut cerita setelah mengambil nafas sejenak
"Malam itu singkat nya aku menginap di rumah zen karena zen tak membiarkan ku pulang malam malam sendirian ditambah kondisi malam hujan lebat dan petir menyambar nymbar di mana mana"
"Tepat malam itu ketika hujan reda mati lampu aku yang berada dikamar sebelah zen berteraik karena takut gelap dan petir"
"Ze berlari masuk kedalam kamar dan menenangkan ku sampai lampu nyala dan kami berbicara mengungkapkan isi hati kami sampai berakhir pada pengakuan cinta kami berdua begitulah" tutup dari penjelasan hani barusan
"Wah so sweet" ucap dewi dan lusi bersamaan begitu selesai mendengarkan cerita hani barusan
"Wih momen pas nih ya jadi nya kejadian hujan lebat sama mati lampu" sindir brian
"Sudahlah berhenti Menggoda ku dengan hani makanan sudah tiba tuh" ucap zen melihat seorang pelayan membawakan makanan nya dengan yang lain yang sebelum nya dipesan
"Yaudah deh yang penting gas makan!!" teriak semangat brian
Mereka makan bersama sama dengan penuh kegembiraan nya sambil bercanda tawa bersama sama di kantin tersebut seolah melupakan mereka ada dimana sekarang ini
Selesai makan dan minum zen membayar semua tagihan makan dan minum barusan dan segera saja sekarang ini mereka pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobil masing masing
Brian dengan mobil nya membawa lusi dan dewi yang tak membawa mobil sedangkan zen yang kembali membuat ketiga sahabat nya kagum dan kaget sekarang ini karena melihat zen menaiki lamborghini aventador SVJ
"Sialan zen kau sekarang kaya ternyata!!" ucap brian
"Begitulah" jawab zen
"Wih gak akan ada lagi dong yang bernai hina kamu dan menjelakan kamu sekarang ini apalagi alex dan geng nya entah kemana sekarang tuh mereka bertiga" jawab lusi
"Iya luso benar" timpa dewi atas perkataan lusi barusan
"Sudah ah aku duluan dengan hani ya mau jalan jalan" ucap zen pada brian dan lusi serta dewi sekarang sambil masuk kedalam mobil lamborghini aventador SVJ nya
Dengan suara raungan mesin lambo segera keluar dari lingkungan kampus dan menuju ke jalanan raya besar
......
Dalam mobil zen bertanya pada hani ingin pergi kemana?
"By mau kemana kita?" tanya zen
"Aku ingin kepantai bolehkan?" tanya hani
"Tentu saja boleh keapa enggak?" jawab zen
Segera saja mobil lamborghini bergerak di jalanan raya dengan cukup cepat hingga sampai di pantai terdekat walau berjarak jauh sebenar nya
****
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih