
Zen dengan yuri memilih untuk pergi ke sebuah taman yang memiliki suasana indah dan memanjakan mata mereka sebagai tempat destinasi wisata pertama mereka, kemudian berlanjut menuju sebuah lokasi taman hiburan sampai akhirnya sekarang berada di restoran tengah makan.
“Kamu mau makan apa?” tanya zen.
“Aku ingin makan banyak boleh gak?” tanya yuri.
“Boleh kok, ayo pesen sepuasnya” jawan zen.
Dan tak lama datanglah seorang pelayan wanita menanyakan pesanan mereka berdua, yuri langsung saja memesan banyak sekali makanan sesuai perkataan dirinya. Sedangkan zen hanya memesan satu porsi nasi goreng udang spesial.
Selesai mencatat pesanan zen dengan yuri sebagai pelanggan, pelayan tersebut segera pergi menuju bagian dapur untuk menyampaikan pesanan yang telah dicatat.
Zen sekarang ini sedang mengobrol bersama dengan yuri untuk mengisi waktu, sambil menunggu pesanan mereka tiba.
“Akhir-akhir ini serasa agak males untuk berpergian jauh” ucap yuri.
“Bawaan hamil mungkin” jawab zen.
“Iya, kayaknya” jawan yuri.
“Nanti aku harus pergi mengurus sesuatu” ucap zen.
“Apakah ada sangkutannya dengan masalah kemarin malam itu?” tanya yuri.
“Benar, dan aku ingin kamu diam dirumah saja” ucap zen.
“Berapa lama kamu akan diluar untuk mengurus masalah ini?” tanya yuri.
“Gak lama, paling satu hari” jawab zen.
“Harus hati-hati dan harus kembali dengan selamat kerumah” pinta yuri.
“Aku mengerti, kamu gak usah terlalu khawatir begitu. Aku pasti akan kembali kerumah dalam keadaan selamat dan sehat, karena aku kuat” ucap zen.
“Pokoknya harus pulang dengan selamat” tegas yuri.
“Aku mengerti” jawab zen.
Kemudian terlihat dari kejauhan pelayan sebelumnya datang membawa pesanan yang dipesan oleh zen dengan yuri sebelumnya, setelah sang pelayan selesai menata makanan pesanan zen dengan yuri diatas meja, pelayan tersebut segera pergi kembali melanjutkan pekerjaan dirinya yang lain.
“Sekarang tinggal makan” ucap zen.
“Kamu gak masalah kalau aku gendutan?” tanya yuri.
Zen tersenyum dan kemudian menjawab “aku gak masala, yang penting yuri tetaplah yuri bagiku”
Mereka mulai makan dengan tenang dan penuh akan kepuasaan dari cita rasa makanan yang mereka rasakan dimulut mereka ketika mengunyah makanan yang mereka makan sekarang, bahkan yuri bagaikan orang kelaparan saat makan.
.....................
Selesai makan dengan puas sampai kenyang direstoran sebelumnya, zen dengan yuri sudah berada dirumah.
“Kalau begitu aku harus segera pergi sekarang, untuk menyelesaikan masalah yang tercipta akibat kesalahanku dimasalalu” ucap zen.
__ADS_1
“Sekarang banget emang?” tanya yuri seolah enggan berpisah.
“Iya, agar lebih cepat selesai untuk masalah ini” ucap zen.
“Yaudah, kamu harus hati-hati” ucap yuri.
Cup.
Zen memberikan sebuah kecupan pada kening yuri dengan lembut, sebelum akhirnya pergi dengan cepat sekali entah kemana arahnya dengan menggunakan kemampuan seni beladiri kuno.
...............................
Pada bagian atas atap gedung tinggi, zen sedang berdiri menatap lurus kearah depan.
“Buka kartu sihir”
Dua pilihan kartu sihir terpampang dihadapan zen, kemudian zen memilih opsi kartu sihir emas untuk dibuka pada hari ini. Setelah melakukan pemilihan kartu sihir emas, akhirnya zen sudah mendapatkan satu kartu sihir emas pilihan dirinya.
[Mendapatkan kemampuan Real World Manipulation]
“Kemampuan apa ini?” ucap zen bingung.
Kemudian muncullah penjelasan dari kemampuan yang didapatkan tersebut.
[Real World Manipulation]
[Merupakan kemampuan area seluas 500m, dan apapun yang ada dalam jangkauan kemampuan ini akan menjadi milik anda sepenuhnya dengan kendali tanpa batas halangan dan waktu 100%]
“Dengan kekuatan baru yang kumiliki sekarang, maka berurusan dengan mereka semua tidak akan jadi sebuah masalah besar dan sulit”
Zen kembali menghilang dari atas gedung tersebut dan menuju kearah selatan,dimana disana adalah sebuah lokasi yang menjadi tempat keberadaannya sebuah perguruan tempat pria otot semalam berasal.
... ................
Hanya dalam lima menit, zen sudah berada dihadapan sebuah perguruan yang mana terlibat atas penyerangan dirinya sewaktu malam itu.
"Baiklah mari kita mulai, seharusnya seluruh area ini bisa kucakup dengan kemampuan Real World Manipulation"
"Real World Manipulation"
Begitu teknik tersebut digunakan oleh zen, segera seluruh area sekitarnya dalam radius sekitar 500m seperti terkurung sebuah pelindung transparan.
Namun siapa saja dapat merasakan bahwa kini atmosfer nya berbeda dari waktu sebelumnya, bahkan zen sendiri seperti merasa bisa melakukan segalanya ketika didalam lingkungan Real World Manipulation milik dirinya sendiri.
"Kalian semua yang ada didalam perguruan, keluar!" teriak zen dari atas langit sambil melayang.
Semua orang-orang didalam perguruan tersebut keluar untuk melihat siapa yang berbicara barusan dengan arogannya.
Namun baru saja semua murid keluar bersama dengan para tetua dan petinggi perguruan, zen langsung membunuh semua murid-murid disana dengan cara memikirkannya saja didalam kepala.
Membuat para murid-murid perguruan mengalami siksaan parah sebelum kematian yang mereka semua alami, dimulai dari tulang lengan dan kaki yang bengkok dan patah tak karuan, kemudian tulang-tulang seperti rusuk yang patah satu demi satu bahkan rasa bagai tusukan yang mereka rasakan dengan bertubi-tubi.
Sampai zen membunuh mereka dengan meledakan tubuh semuanya menjadi sebuah genangan darah.
__ADS_1
Boom.
Boom.
Boom.
Boom.
Semua murid-murid yang perguran yang menjadi target pembantaian pertama oleh zen, meledak satu persatu setelah mengalami siksaan yang bertubi-tubi secara tiba-tiba.
Para tetua dan petinggi perguruan lainnya merasakan amarah yang bergejolak didalam diri mereka masing-masing begitu melihat semua murid perguruan mereka mati terbunuh satu persatu tampa jasad.
"Sialan, ini pasti ulah anak itu" teriak salah satu tetua sambil menunjuk kearah zen, dimana zen yang berada diatas udara sambil melayang tersebut hanya diam saja.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya salah satu petinggi.
"Aku adalah orang yang datang kemari untuk membinasakan perguran sesat kalian dari muka bumi ini" ucap zen.
Tiba-tiba ada suara tawa yang menggelegar terdengar keras dari dalam perguran sebelum orangnya muncul dihadapan mereka semua yang berada dihalam luar perguruan.
"Hahahah, baru kali ini aku mendengar perkataan arogan tersebut setelag beberapa dekade lamanya perguruanku damai dan tentram"
Tiba-tiba muncul sesosok pria tua dengan rambut putih panjang, dan janggut putih yang panjang juga dihadapan mereka semua yang ada dihalaman depan perguruan.
"Leluhur" sapa hormat para tetua dan petinggi perguruan begitu melihat sosok pria tua berambut putih da janggut putih dihadapan mereka.
Zen yang ada diatas udara sendiri kemudian malas untuk berbasa-basi lagi, sehingga dengan mengandalkan pikirannya saja dalam Real World Manipulation milikny. Zen membunuh satu persatu tetua dan petinggi yang ada disana.
Boom.
Boom.
Boom.
Boom.
Semua nya meledak satu demi satu tanpa sebab menjadi genangan darah, membuat pria tua tersebut tertekan dan gemetar karena amarah yang benar-benar memuncak sekali sampai ke ubun-ubun kepalanya.
"Bocah tengik, jika berani beradu kekuatan denganku!!" teriak pria tua tersebut.
"Malas sekali harus adu kekuatan dengan kakek tua sepertimu, aku tidak mau keringetan berlebih. Jadi matilah dengan tenang kakek tua bau tanah" ucap zen kezam sambil menyiksa kakek tersebut dengan membuat tangan dan kaki nya patah sampai berbalik arah, dan tulang-tulang didalam tubuhnya di buat remuk satu persatu hingga akhirnya diledakan sampai menjadi genangan darah.
Boom.
"Huft....tinggal cari maria ada dimana sekarang ini, semua ini karena dia dan hani" ucap zen sambil menonaktifkan Real World Manipulation milik dirinya, kemudian pergi dari sana dengan segera entah menuju kemana.
Yang pasti mencari keberadaan dari maria!
Bersabung.......
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.
__ADS_1