Kartu Sihir

Kartu Sihir
Informasi dari Marcel


__ADS_3

Selesai dengan urusan sebelumnya, zen segera pulang kembali keapartemen miliknya. Namun siapa sangka disana dirinya kedatangan seorang tamu.


"Marcel, tumben nih kemari" ucap zen yang baru datang ketika melihat ada marcel sedang mengobrol dengan yuri.


"Nah suamiku sudah pulang" ucap yuri menyambut dengan sebuah pelukan.


Zen menyambut pelukan tersebut jugadengan hangat, setelah itu mereka saling melepas pelukannya masing-masing dan pergi duduk di sofa menemani marcel sebagai tamu mereka dirumah saat ini.


"Zen aku punya sebuah informasi penting untukmu" ucap marcel.


"Sepenting apa?" tanya zen.


"Ini bisa menyangkut keselamatan kalian berdua dan keluarga kalian juga" ucap marcel.


"Kalau begitu aku masuk kekamar dan kalian mengobrolah dengan tenang" ucap yuri.


"Maaf ya" ucap zen.


"Gak apa-apa" jawab yuri sambil tersenyum dan berlalu pergi masuk kedalam kamar mereka.


Sekarang diruangan tamu tersebut tinggalah marcel dengan zen berdua saja, kemudian setelah marcel melihat yuri pergi segera memulai percakapannya.


"Jadi informasi apa yang sangat penting tersebut, sampai-sampai membawa-bawa keselamatan diriku dan sekeluarga?" tanya zen pada marcel to the point.


"Kau pernah punya hubungan dengan hani dan maria?" tanya marcel.


"Soal perguruan penggoda ya?" tebak zen.


"Huft....sudah tahu rupanya kau" jawab marcel.


"Ya, begitulah" jawab zen.


"Jadi mereka sudah mengirim orang-orangnya?" tanya marcel kembali.


"Pertama, mereka kirim orang untuk bebaskan hani dari tangan polisi. Kedua, mereka baru saja kirim orang untuk memgawasi diriku dan yuri dari pagi hari tadi sampai dengan barusan aku bereskan mereka" jelas zen.


"Lalu kau apakan ketiganya?" tanya marcel penasaran.


"Yang pertama, orang yang membebaskan hani dari lengan polisi aku tidak apa-apakan dia selain dibuat pingsan saja dan mengikatnya didalam gedung tua" ucap zen.


"Lalu yang dua orang hari ini?" tanya marcel.


"Sebetulnya yang datang hari ini dua orang, dan yang satunya adalah orang yang kemarin aku ikat digedung kosong. Untuk yang satunya lagi adalah orang baru dari perguruan penggoda yang datang kemari menemui diriku, untuk soal aku apakan mereka berdua itu aku lumpuhkan mereka dan menyekapnya sekarang" jelas zen jujur.


"Huft....apakah kamu perlu bantuan?" tanya marcel.


"Dari perguruan mata langit keluargamu?" tanya zen.


"Kamu, tahu siapa aku?" tanya marcel kaget.


"Tentu saja tahu, kamu adalah tuan muda perguruan mata langit. Dan untuk violet sendiri, dia nona muda kedua perguruan mawar merah" ucap zen mengatakan informasi yang dia dapatkan dari hasil scan.


"Sebanyak apa informasi yang kau punya tentang kami?" tanya zen.


"Entahlah" jawab zen sambil tersenyum misterius.


"Huft....kuharap kau menyimpan rahasia ini baik-baik, dan jangan sampai disebar luaskan ke khalayak ramai" ucap marcel.


"Aku mengerti, selagi kalian tidaklah menyimpan maksud jahat pada diriku dan keluargaku" ucap zen.


"Aku dapat pastikan, untuk perguruan mata langit dengan mawar merah. Tidak akan ada permusuhan diantara kita semua" ucap marcel dengan begitu yakinnya.


"Lalu apa lagi yang ingin kau beritahu?" tanya zen.


"Sebenarnya hanya soal perguruan penggoda saja" ucap marcel.


"Kalau begitu aku bisa tanya soal mereka padamu kan?" tanya zen.


"Silahkan tanya semaumu, dan aku akan jawab setahu diriku saja atas segala pertanyaan dirimu tersebut" ucap marcel.


"Pertama, seberapa banyak anggota mereka?" tanya zen.


"1000 orang sudah ditambah dengan para petinggi dan pemimpin mereka" ucap marcel menjawab pertanyaan pertama dari zen.


"Baiklah yang kedua, sekuat apa mereka jika dimasukan dalam angka antara 1-100?" tanya zen.


"80" jawab marcel.


"Ketiga, apa mereka semua perempuan?" tanya zen.

__ADS_1


"Ya" jawab marcel.


"Keempat, apa mereka memiliki teknik atau jurus spesialnya tersendiri?" tanya zen kembali pada marcel.


"Mereka punya satu teknik gabungan yang bernama ilusi penggoda yang begitu kuat sekali, dan mereka masing-masing juga bisa mengerahkan teknik ilusi birahi nafsu penggoda mereka masing-masing" jelas marcel menceritakan apa yang ingin diketahui oleh zen.


"Kelima, senjata apa yang mereka pakai untuk bertarung?" tanya zen kembali.


"Mereka tidak pakai senjata apapun selain teknik pukulan dan penggoda itu" ucap marcel.


"Baiklah, aku ucapkan terimakasih untuk informasi darimu" ucap zen.


"Sama-sama" jawab marcel.


Setelah itu akhirnya mereka mengobrol sejenak, sebelum akhirnya zen menanyakan satu pertanyaan lagi pada marcel.


"Dimana lokasi keberadaan perguruan mereka?" tanya zen.


"Kau tidak akan pergi kesana sendiran kan?" tanya marcel.


"Kata siapa aku sendirian?" tanya balik zen dengan senyuman misteriusnya kembali.


"Huft.....baiklah akan kuberitahukan dimana lokasi keberadaan mereka" jawab marcel.


"Dimana lokasi keberadaan perguruan mereka?" tanya zen kembali.


"Lokasi perguruan mereka ada dibawah kaki bukit, tepatnya di hutan sebelah utara dari sini" ucap marcel.


"Apakah selalu ada penjaga diluar perguruan?" tanya zen.


"Kalau maksudmu soal orang-orang yang berpatroli, maka jawabannya adalah iya" jawab marcel.


"Seberapa banyak?" tanya zen.


"5 orang, dan mereka akan selalu melakukan pergantian selama 5 jam sekali" ucap marcel memberitahukan.


"Apakah mereka punya sebuah backingan atau pendukung?" tanya zen.


"Menurut informasi yang kupunya sekarang ini, tidak ada dukungan atau pendukung yang mereka miliki sekarang ini. Namun aku tidak tahu kebenaran aslinya seperti apa" jawab marcel memberitahukan.


"Sekali lagi kuucapkan terimakasih atas informasi yang kau berikan ini padaku" ucap zen.


"Sama-sama, jika kau mau pergi menyerang perguruan penggoda. Maka berhati-hatilah" ucap marcel mengingatkan zen.


Selesai dengan semua percakapan tersebut, sekarang ini marcel pamit pulang pada zen.


.....


Setelah marcel pulang, zen segera masuk kedalam kamar untuk menemui yuri kembali yang berada didalam kamar.


"Sudah selesai ngobrolnya?" tanya yuri.


"Begitulah" jawab zen.


Mereka duduk bersama pada sofa empuk didalam kamar, kemudian mengobrol soal apa yang dilakukan zen sebelumnya diluar ketika pergi mengurus hal yang sebelumnya.


"Jadi apakah kamu sudah membereskan masalah sebelumnya?" tanya yuri.


"Aku sudah membereskan masalah sebelumnya, tapi ini semua masihlah belum berakhir begitu saja" jawab zen menjelaskan situasinya pada yuri.


"Lalu kamu mau bagaimana mengurusnya?" tanya yuri.


"Tentu saja membereskan mereka sampai akar-akarnya sekaligus, supaya tidaj jadi masalah lagi dikemudian hari nantinya" ucap zen menjawab.


"Mau pergi lagi dong kamu?" tanya yuri cemberut.


"Aku akan suruh orang-orangku untuk mengurus masalah ini, jadi aku akan tetap disini bersama kamu" ucap zen.


"Beneran?" tanya yuri senang.


"Iya beneran" jawab zen sambil tersenyum senang.


"Baguslah, kalau kamu dirumah kan aku bisa manja-manja sama kamu" ucap yuri senang.


"Eh tapi aku harus ketemu seseorang" ucap zen berbohong.


"Apa, siapa dia? pasti cewek kan, ish kamu ini ganjen amat sih" begitulah ucapan nyerocos dari yuri yang marah.


"Hahahah, canda sayang" ucap zen sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aahhh, kamu lagi-lagi gitu" ucap yuri cemberut tak suka.


"Maafin sayang, habisnya kamu lucu banget sih kalau lagi ngomel-ngomel kayak barusan.


"Seneng ya kamu, awas aja ya kamu malem ini jangan sentuh aku" ucap yuri mengancam.


"Yah, jangan begitu dong sayang" ucap zen.


"Bodo ah" jawan yuri.


"Yang maafin, ya plis" bujuk zen.


Yuri tersenyum penuh kemenangan dalam hatinya sekarang ini, ketika menyaksikan sang suami yang mencoba membujuk dirinya demi mendapatkan sebuah jatah.


"Kalau gitu harus janji dulu" ucap yuri.


"Apa itu?" tanya zen senang.


"Jangan kamu bercanda kayak sebelum-sebelumnya lagi sama aku" pinta yuri.


"Iya, janji deh" jawab zen.


"Bagus, aku pegang ya omongan kamu" ucap yuri.


"Makasih sayang" ucap zen senang.


Setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama-sama, sampai yuri memiliki sebuah permintaan pada zen.


"Sayang, besok kan hari sabtu dan minggu. Nah kampus libur, aku mau liburan" pinta yuri.


"Liburan kemana?" tanya zen.


"Kemana aja, yang penting besok pokoknya kita jalan-jalan santai berduaan" jawab yuri senang.


"Ok" jawab zen.


Saat sedang asik mengobrol, ada sebuah panggilan telpon masuk kedalam ponsel milik yuri.


"Siapa?" tanya zen.


"Ayah" jawan zen.


"Yaudah angkat" ucap zen.


Yuri segera menjawab panggilan telpon tersebut, dan mulai bercakap-cakap di telpon bersama dengan sang ayah. Setelah percakapan selesai, akhirnya mereka menyudahi kegiatan cakap-cakap di telpon tersebut.


"Ada apa?" tanya zen.


"Ayah cuma minta maaf padaku, atas segala kelakuan dan perlakuannya dulu padaku" jelas yuri.


"Nah benar juga, bukannya kamu ingin ketemu sama ayah kamu?" tanya zen.


"Benar juga, kita besok liburan dirumah ayah aja" jawab yuri.


"Betul" jawab zen.


"Yaudah siapin barang-barang dulu, jadi besok bisa langsung berangkat kerunah ayah" jawab zen.


"Iya" jawab yuri.


Selagi yuri menyiapkan barang-barang milik mereka untuk pergi besok menginap dirumah sang ayah, zen menyuruh pasukan boneka miliknya untuk pergi dan membereskan perguruan penggoda.


Saat ini zen berada di ruangan tengah, dan tengah mengobrol dengan satu orang pasukan boneka miliknya.


"Kau pergi bawa pasukan untuk membereskan perguruan penggoda, dan lokasinya seharusnya kalian sudah tahu dari percakapanku dengan marcel sebelumnya kan?" tanya zen memberi perintahnya.


Pasukan boneka tersebut menganggukan kepalanya, dan kemudian memilih untuk pergi dari sana segera. Dan sesuai perintah dia tidak pergi sendiri melainkan membawa sekitar 30 pasukan boneka lainnya.


Zen yang sedang berada diruangan tengah memilih menonton tv, dan dalam acara televisi tersebut ada sebuah berita yang menginformasikan soal perusahaan dirinya yang dianggap sebagai perusahaan sukses dalam waktu singkat.


Dan dalam berita tersebut terlihat sosok dari wiliam yang tengah memberikan keterangan dirinya soal perusahaan, dan juga menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan padanya.


Dan kebanyak soal pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan adalah soal siapa pemilik sebenarnya dari perusahaan yang dijalankan oleh wiliam tersebut.


Namun wiliam tidak buka rahasia, soal zen lah yang menjadi pemilik dari perusahaan yang dia pegang sekarang ini pada awak media.


"Wiliam sepertinya kerepotan menjawab semua desakan-desakan pertanyaan dari para wartawan tersebut" ucap zen saat melihat siaran berita tersebut.


Bersabung.......

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih Minna.


__ADS_2