
Semua sudah dipersiapkan dengan matang dan sebaik mungkin, baik oleh pihak militer dan para anggota geng dunia bawah.
Termasuk Zen sudah bersiap dengan pasukan boneka miliknya.
Semua pasukan sudah berkumpul dipesisir pantai bersamaan dengan para pasukan-pasukan lain, baik dari pihak negara ataupun pihak dunia bawah.
"Berapa lama lagi mereka akan sampai di zona teritorial milik perairan indonesia?" tanya Zen.
"Sekitar sepuluh menit lagi" jawab Leon.
"Baiklah, aku akan bawa pasukan menuju laut" jawab Zen sambil mulai melayang diudara dan diikuti para pasukan boneka lainnya.
"Kalau begitu serahkan daratan dan udara pada kami disini" ucap Leon.
Zen membawa pasukannya menuju laut lepas, dan akhirnya setelah menempuh jarak beberapa kilo dengan kecepatan tercepat yang bisa ditempuh, akhirnya Zen bisa melihat sosok dari para kapal perang laut milik musuh.
"Serang dan jangan sisakan satupun" ucap Zen.
"Baik!" jawab para pasukan boneka dibelakangnya.
Sedangkan dipihak pasukan musuh nampak terkejut dengan kedatangan para pasukan yang dipimpin langsung oleh Zen.
"Sepertinya musuh kita tidak bisa dilawan dengan mudah" ucap jendral besar dari pihak pasukan musuh.
"Benar, indonesia memang hebat dan tangguh" ucap salah satu bawahannya.
Mereka kemudian mengerahkan senjata api yang mereka miliki di kapal perang, dan mengunci target yang merupakan Zen dengan para pasukannya.
Namun itu bukanlah sebuah masalah bagi Zen dengan para pasukannya.
Dor!
Dor!
Dor!
....
__ADS_1
Dor!
Semua tembakan yang dilepaskan tidak ada yang mengenai sasaran satupun, sebab Zen dengan para pasukannya berhasil menghindari setiap tembakan yang diarahkan pada mereka dengan cara bergerak kesana-kemari sebagai gerakan menghindar.
Zen akhirnya bisa sampai dibagian kapal perang musuh, begitupun dengan pasukannya yang lain.
Namun mereka sudah disambut dengan persenjataan penuh diatas kapal, tapi itu masihlah bukan masalah.
Sebab Zen dengan pasukannya bergerak dengan cepat dan melumpuhkan semua pasukan tersebut hingga terbunuh satu demi satu.
Jleb!
Jleb!
Slash!
Slash!
Semua pasukan tentara musuh satu persatu akhirnya terbunuh dengan mudah oleh Zen dengan pasukannya.
"Sepertinya Zen berhasil" ucap Leon.
"Benar, dia memang bukan manusia yang normal" jawab Darco.
"Semuanya kita harus tetap waspada" ucap Leon.
"Ya" jawab mereka semua yang berjaga dalam siaga penuh di pesisir pantai tersebut.
Kembali pada Zen.
Setelah selesai membereskan semua pasukan musuh, begitupun dengan para pasukannya yang telah selesai membereskan pasukan musuh, sekarang Zen memberikan perintah untuk mengumpulkan informasi dan bukti.
"Kumpulkan semua informasi dan bukti-bukti kuat yang bisa kalian temukan dan kumpulkan pada setiap kapal" ucap Zen memberikan perintah.
"Baik!" jawab mereka semua.
Zen sendiri masuk kedalam bagian kapal dan mulai memeriksa setiap ruangan yang berkemungkinan bisa menyimpan berkas-berkas atau data-data penting.
__ADS_1
1 Jam berlalu......
Zen dengan pasukannya sekarang tengah melayang diudara dan memperhatikan semua kapal perang armada laut milik musuh yang ditenggalamkan oleh mereka.
"Tugas selesai, kita kembali" ucap Zen.
Sebelum mereka berbalik pergi, salah satu pasukan boneka berkata "tuan sepertiya masihlah ada musuh datang mendekat"
Zen yang hendak berbalik pergi tidak jadi, dan menatap kearah para pasukan pesawat tempur milik musu yang terlihat datang kearahnya.
Real World Manipulation!
Setelah kekuatan tersebut aktif, Zen membuat semua pesawat musuh yang datang mendekat tersebut meledak satu demi satu!
Selesai dengan kegiatan barusan, Zen menonaktifkan kemampuan Real World Manipulation miliknya.
"Kita pulang" ucap Zen pada para pasukannya.
.......
Zen dengan para pasukannya sudah kembali ke tempat Leon dengan para pasukan lainnya di pesisir pantai.
"Semua sudah selesai" ucap Zen dihadapan Leon dan yang lainnya.
"Baguslah, tidak perlu ada korban jiwa dalam pihak pasukan kita" jawab Leon.
"Semua sudah selesai, jadi aku akan pulang dan menikmati semua kehidupan damai miliku mulai dari sekarang ini" ucap Zen sambil berlalu pergi dari sana dengan diikuti para pasukan boneka miliknya.
Selesai.
Note :
Tamatnya dicepetin secara sengaja, karena akan hiatus bentar lagi dan cerita ini memang sengaja dibuat seperti ini.
Maaf yang kecewa.
Makasih.
__ADS_1