
Zen yang sedang duduk di sofa tak mau menunggu lagi untuk bisa berbaikan dengan yuri, jadi dia segera saja beranjak dari sofa menuju lantai atas.
Kemudian masuk kedalam kamar mereka berdua, dan begitu zen masuk kedalam kamar terlihat bahwa yuri memang sudah terbaring diatas tempat tidur sambil memejamkan matanya.
Zen memilih mandi terlebih dahulu, kemudian setelah selesai mandi langsung berpakaian dengan baju tidur. Selesai berpakaian, zen membaringkan tubuhnya tepat dibelakang tubuh yuri.
Dengan kedua lengan yang memeluk badan yuri dari belakang dan kepala yang dibenamkan pada ceruk leher yuri, sambil menghirup bau harum tubuh yuri.
Yuri yang memang belum tertidurpun membuka matanya, namun masih tetap diam saja tak menggubris atau menegur tindakan zen tersebut.
"Sayang, jangan marah terus aku gak bisa jika harus terus begini denganmu" ucap zen.
"Kalau gitu kamu harus bener-bener janji jangan diupangi kelakuan kamu ini" ucap yuri sambil berbalik menatap mata zen.
"Aku janji" jawab zen.
"Aku bisa saja kasih izin buat kamu untuk berantem bahkan sampai bunuh orang, asalkan ada alasan yang jelas dan juga izin dulu sama aku" jelas yuri.
"Aku mengerti" jawan zen.
Tanpa izin, zen mencium bibir yuri dengan lembut dan tak ada penolakan dati yuri sendiri. Membuat mereka akhirnya bermain sebentar sebelum berlanjut pada kegiatan yang lebih panas lagi malam itu.
Pagi hari, zen bangun lebih dulu dibandingkan dengan yuri. Dan begitu melihat bahwa yuri masihlah tertidur nyenyak dengn memeluk erat dirinya, membuat zen tersenyum.
"Aku harus berubah" ucap zen.
Cup.
Satu buah kecupan zen daratkan pada kening yuri dengan lembut, dan berbarengan dengan hal tersebut tak lama yuri bangun dari tidur nyenyaknya.
"Selamat pagi" sapa zen.
"Selamat pagi" jawan yuri.
"Gimana kalau kita olahraga pagi ditaman komplek?" tanya zen.
"Ok" jawab yuri.
Mereka bangun bersama-sama dan segera mandi secara bergantian, dan mengenakan pakaian olahraga. Setelah selesai persiapan mereka pun pergi bersama-sama menuju taman komplek.
"Nanti kamu duduk dan perhatiin aku lari keliling taman aja ya" ucap zen.
"Iya suamiku" jawab yuri imut.
Karena jarak menuju taman komplek tidak terlalu jauh, sekarang mereka sudah sampai di taman komplek. Sesuai perkataan zen sebelumnya, yuri duduk di bangku taman dan hanya memperhatikan zen yang sedang berlari keliling taman komplek.
Setelah berlari sebanyak 20 putaran, zen menghampiri yuri yang sedang duduk di taman komplek. Zen duduk tepat disamping yuri dan merebahkan kepalanya pada paha yuri.
Yuri sendiri tersenyum melihat kelakukan zen tersebut, dan mengelus-ngelus rambut kepala zen dengan lembut dan penuh akan kasih sayang.
"Sayang" ucap yuri.
"Kenapa?" jawab zen.
"Aku kangen ayah" ucap yuri.
Zen yang sedang memejamkan matanya, mendadak membuka mata dan bertanya "kamu bercanda?"
Yuri menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban dan berkata "boleh gak kalau aku ketemu ayah walau sebentar?" tanya yuri.
"Sekarang?" tanya zen.
"Nanti saja, sepulang kampus" jawab yuri.
"Yaudah nanti aku antar sekalian, sekaligus aku juga ingin bertemu dengan mertuaku" jawab zen.
__ADS_1
"Yeaay, makasih" jawab yuri.
"Yaudah, kita pulang" ucap zen.
"Ehm" jawab yuri singkat.
Akhirnya mereka berduapun pergi pulang kerumah, dan langsung bersiap-siap untuk pergi kekampus hari ini.
Saat ini zen sedang menunggu yuri yang sedang memasak makanan untuk sarapan pagi hari ini, dan smbil menunggu yuri selesai masak. Zen membuka kartu sihir hari ini.
Setelah memilih dua kartu sihir biasa, zen membuka satu persatu kartu sihir biasa pilihannya tersebut.
[Mendapat kemampuan master melukis]
"Hadiah yang bagus" gumam zen tersenyum.
[Mendapat bugatti divo]
"Ini baru lebih bagus lagi" ucap zen semangat, ketika melihat hadiah dari kartu sihir kedua yang dia buka barusan.
Bertepatan dengan selesainya membuka dua kartu sihir biasa tersebut, sekarang ini yuri sudah selesai memasak makanan dan tengah menata nya diatas meja makan.
"Baiklah, ayo makan" ucap zen.
"Aku ambilin" ucap yuri.
.......
Setelah sebelumnya selesai makan sarapan pagi, sekarang zen dengan yuri pergi menggunakan lamborghini menuju kampus seperti biasanya, dan tak perlu waktu lama sudah sampai di kampus dengan selamat dan aman tanpa ada masalah sedikitpun.
Setelah selesai parkir, mereka turun dari dalam mobil dan sebelum berpisah yuri berkata "nanti ketemuan di kantin"
"Iya" jawab zen.
Yuri mencium punggung tangan zen terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka berpisah karena beda kelas, sampai di kelasnha zen langsung duduk pada kursinya sendiri.
Tapi rasa ingin tahu tersebut langsung terjawab dengan cepat, sebab brian dan kawan-kawan zen yang lain terlihat memasuki kelasnya.
Mereka duduk pada kursi masing-masing dan seperti biasa langsung saja mengobrol dengan begitu antengnya, sampai kelas akan dimulai barulah obrolan mereka semua terhenti dan fokus mereka menjadi untuk belajar.
Tak lama setelah bell masuk berbunyi, dosen masuk seperti biasanya, namun kali ini sang dosen terlihat tak langsung memulai pelajaran kelas hari ini.
"Semuanya, kita kedatangan mahasiswi baru di kelas" ucap dosen tersebut.
Semua mahasiswa/i di kelas tersebut mendadak jadi heboh akan perkataan dari pak dosen barusan yang menyatakan akan ada mahasiswi baru di kelas mereka, terutama para mahasiswa yang jomblo.
Dan pak dosen tak berlama-lama lagi, langsung saja mahasiswi baru tersebut dipersilahkan masuk kedalam kelas oleh pak dosen.
Terlihatlah sosok dari mahsiswi baru tersebut yang memliki kulit putih bersih dan wajah cantik dengan tubuh matang dan buah dada yang berukuran cukup besar, ditambah dengan komposisi wajah yang imut dan rambut hitam panjangnya yang terlihat mulus.
"Perkenalkan dirimu" ucap sang dosen pada mahasiswi tersebut.
"Semuanya perkenalkan, saya Nagisa Ariona. Panggil saja nagisa, salam kenal semuanya" ucap nagisa memperkenalkan dirinya.
"Kalau begitu perkenalannya bisa diteruskan lebih jauh lagi nanti, dan nagisa kamu bisa duduk diaampinh zen" ucap sang dosen menunjuk bangku kosong disamping bangku zen tepat.
"Baik pak" jawan nagisa.
Nagisa segera pergi menuju tempat duduk yang ditunjuk oleh pak dosen tersebut, dan setelah duduk pada tempatnya. Nagisa melirik kearah zen dan dengan inisiatif mengajak kenalan sambil mengulurkan lengannya.
"Hay, boleh kenalan?" tanya nagisa sambil mengulurkan lengannya.
"Zen" ucap zen sambil menyambut uluran lengan nagisa sejenak, sebelum dilepas.
"Nagisa, mohon bantuannya" ucap nagisa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya" jawab zen singkat.
Kemudian zen kembali fokus pada materi yang diberikan oleh pak dosen didepan kelas, begitupun dengan nagisa yang juga mulai fokus pada materi yang diberikan pak dosen didepan kelas sekarang ini.
Sampai akhirnya waktu kelas berakhir, semua mahasiswa langsung saja bubar dari kelas. Kecuali bagi zen dengan gengs nya dan termasuk nagisa yang masih ada didalam kelas sekarang ini.
"Hey nagisa, kenalkan aku violet" ucap violet menyapa nagisa sambil mengulurkan lengannya mengajak kenalan.
"Nagisa" jawabnya sambil menyambut uluran lengan violet barusan.
"Dan aku adalah lusi" ucap lusi sambil mengajak bersalaman.
Dan perkenalan terus berlanjut sampai akhirnya giliran dewi,brian, kemudian marcel. Sedangkan zen sebelumnya sudah lebih dulu kenalan dengan nagisa ini.
"Kalau begitu nagisa, mau ikut ke kantim dengan kami?" ajak brian.
"Dengan senang hati" jawab nagisa.
"Ok, ayo ke kantin semuanya" seru violet.
Merekapun akhirnya pergi ke kantin bersama-sama dan ketika perjalanan menuju kantin, kelompok mereka ini menjadi perhatian para mahasiswa/i lain di kampus ini. Sebab keberadaan dari nagisa yang memang terlihat mencolok dan terlihat asing di kampus ini.
Namun semua iti dihiraukan begitu saja oleh kelompok zen, mereka terus saja berjalan lurus di koridor menuju kekatin sekarang ini. Sampai di kantin mereka duduk pada satu meja yang sama, dengan ukuran meja yang agak besar.
Agar muat untuk semuanya duduk bersama-sama dalam satu meja besar tersebut, termasuk untuk yuri nantinya. Saat baru saja duduk belum lama, mereka semua dihampiri oleh yuri.
"Hai" sapa yuri.
"Yuri" seru violet dengan dewi dan lusi bersamaan.
Yuri kemudian duduk disamping zen dan seperti biasa akan bersikap manja pada zen, dengan memeluk erat lengan zen.
"Ini siapa?" tanya yuri menunjuk nagisa.
"Biar aku kenalkan, dia adalah nagisa mahasiswi baru di kelas kami" ucap dewi.
"Oh begitu rupanya, hai kenalkan aku adalah yuri. Istri zen" ucap nya memperkenalkan diri pada nagisa.
"Nagisa, salam kenal" ucapnya menyambut uluran lengan yuri.
Tak lama datang juga juna, dan dia langsung duduk disamping dewi, dan juna juga berkenalan dengan nagisa ini. Sampai akhirnya merekapun semuanya makin dibuat akrab satu sama lainnya, walau belum lama kenal.
Mereka semua berbicara banyak hal selama makan dikantim tersebut, terutama nagisa yang banyak bercerita pada mereka. Seperti darimana asalnya dan sebelum ini kuliah dimana.
Dengan senamg hati nagisa menjawab segala pertanyaan dari zen dan kawan-kawan dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi sedikitpun, karena memang nagisa merasa nyaman dengan zen dan kawan-kawannya ini.
Termasuk juga karena memang tak perlu ada yang ditutup-tutupi dari temang-teman barunya ini disini, karena mereka terlihat seperti teman-teman yang baik dan tulus untuk berteman dengannya.
"Jadi kenapa alasan kamu pindah kemari nagisa?" tanya juna.
"Aku ikut dengan orang tuaku, yang memang mereka dipindah tugaskan kekota ini" jawab nagisa.
"Owh....." jawab mereka berbarengan.
Selesai makan dengan puas di kantin, mereka semua berencana pergi bersama-sama menuju ke karaoke untuk nyanyi bersama-sama diaana.
Jadi dengan menggunakan kendaraan masing-masing mereka pergi bersama menuju KTV terdekat untuk senang-senang dengan bernyanyi ria bersama, namun tanpa adanya minuman haram, atau barang haram apapun lainnya.
Mereka benar-benar hanya untuk bersenang-senang dengan bernyanyi di KTV tersebut untuk hiburan saja, dan sekaligus penyambutan nagisa di kampus mereka semua.
Banyak waktu mereka habiskan di KTV untuk bernyanyi bersama-sama, samapi ketika jam menunjukan pukul 3 sore. Mereka pergi pulang kerumah masing-masing untuk istirahat.
Zen sendiri dengan yuri sekarang sudah berada dalam mobilnya sedang dalam perjalanan kembali pulang, namun tidak kerumah. Melainkan menuju apartemennya.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih