
Di pantai zen bersama dengan hani sedang bersantai dibawah tenda melihat dan menikmati pemandangan pantai yang indah dan membahagiakan
Ditambah cuaca nya cerah dan tak terlalu panas bersama dengan angin yang berhembus semilir menerpa nerpa badan mereka semua disana
Nampak semua pengunjung pantai tengah bermain main dengan membahagiakan nya dengan berbagai kegiatan seperti berselancar,volly pantai main pasir dan berenang serta lain sebagai nya lagi
Zen mengajak hani berjalan jalan menyusuri pantai dahulu setelah itu main air di pantai hingga berbagai permainan lain nya
.....
"By makan siang yuk laper" ucap hani pada zen
"Yaudah ayo makan" ucap zen pada hani atas permintaan nya barusan
Zen berjalan bersama dengan hani sambil bergandengan tangan bersama sama
Di dalam restoran seafood di pinggir pantai zen dengan hani memesan makan
Sambil menunggu pesanan tiba zen dengan hani mengobrol
"Jadi setelah ini mau kemana lagi?" tanya zen pada hani
"Setelah makan aku mau kita pergi nonton di bioskop karena sudah puas jalan jalan nya disini sekarang" ucap hani
"Jadi langsung kembali ke kota?" tanya zen
"Iya memang nya kamu mau kemana dulu?" tanya hani
"Enggak kemana mana kok karena sekarang sesuai perkataan ku aku akan menemani mu kemana pun hari ini" jawab zen
Makanan tiba sekarang mereka berdua mulai makan bersama dengan lahap dan senang sambil saling menyuapi satu sama lain terkadang
Bahkan bukan hanya saling menyuapi makanan mereka masing masing melainkan berbagi minuman mereka juga
Dua puluh menit berlalu selesai makan dan membayar tagihan zen dengan hani segera masuk kedalam area parkiran mobil tempat zen memarkirkan mobil nya
Namun baru saja hani masuk kedalam mobil ada sebuah keributan terjadi sekarang ini di area pantai
Dari dalam hani merasa aneh dengan zen yang terlihat memperhatikan sesuatu diluar sana sehingga hani menurunlan kaca mobil dan memanggil zen
"By kenapa?" tanya hani heran pada zen
"Ada sesuatu terjadi di pantai jadi jangan keluar dari dalam mobil sekarang ok?" pinta zen
"Aku mengerti hati hatilah" jawab hani
"Pegang kunci mobil nya dan ingat ini jika keadaan kacau pergi dengan menggunakan mobil ku bisa?" pinta zen
"Aku memgerti namun kamu harus hati hati dan kembali dengan selamat bisakan janji padaku bahwa kamu akan kembali?" tanya hani meminta pada zen
"Aku janji tenang saja" jawab zen sambil kemudian mengecup lembut bibis hani sekilas
Hani segera menutup kembali kaca mobil dan mengunci nya dari dalam sedangkan zen berlari kearah sebuah keributan di area pasir pantai karena sebuah perkelahian besar disana
Perkelahian itu nampak nya terjadi karena antar gangster yang ada di sekitar wilayah sini
Zen belum juga sempat sampai kedekat area pertempuran sudah mendapat sebuah telpon dari draco
"Halo ada apa kakak pertama?" tanya zen paa draco disambungan telpon nya
"Begini zen.....kau dimana sekarang?" tanya draco
"Aku dipantai" jawab zen
"Kebetulan sekali kau disana apakah kau melihat ada sebuah perkelahian antar geng disana?" tanya draco
"Iya aku melihat nya memang nya mereka siapa apakah anggota Red Maple?" tanya zen
"Iya kau benar anggota kita memakai jas merah harusnya kau lihat?" tanya draco
"Iya aku lihat" jawab zen
"Maka bantulah aggota kita yang sedang bertempur demgan galaxy disitu untuk mempertahankan wilayah kekuasaan kita" jelas draco pada zen
"Aku mengerti kalai begitu kututup dulu telpon nya kakak pertama" jawab zen
"Baik aku mengandalkan mu" jawab draco
Setelah sambungan telpon dimatikan segera zen menyimpan ponsel nya kedalam saku celan nya dan mulai berlari kearah medan pertempuran kacau tersebut dengan tangan kosong saja
Dengan sekelebat cepat zen kemudian memberikan sebuah pukulan keras dengan tinjuan nya kearah dua orang pria berjas hitam disana
"Buagk"
"Buagk"
Dua orang tersebut yang terkena pukulan zen langsung terpental jauh dan terkapar pingsan diatas pasir pantai putih
Tak berhenti disana zen segera bergerak lagi dan memukul disana dan sini para musuh musuh geng nya
"Bugk!"
"Buagk!"
"Bagk!"
"Duagk!"
Zen melayangkan banyak pukulan kearah para musuh musuh nya hingga banyak yang dibuat terkapar oleh pukulan pukulan zen hingga terkapar dan tak bisa bangkit lagi karena pingsan
Banyak sekali orang orang Red Maple yang kagum akan gaya bertarung zen yang mereka kenal sebagai kakak kedua mereka dalam organisasi geng Red Maple ini
Sampai lima belas menit berlalu semua ratatataaa
Sehingga Red Maple yang memenangkan pertempuran barusan dan berhasil mempertahankan wialayah kekuasaa mereka ini sekarang
"Kalian semua cepat bubar sebelum polisi datang dan bawa semua orang yang terluka dan tak sadarkan diri untuk pergi dari sini secepat nya!!" perintah zen
"Ya!!" jawab mereka semua kompak
Zen segera berlari juga menuju ke parkiran mobil tempat sebelum nya zen memarkir mobil nya
Terlihat hani masih ada dalam mobil nya sekarang dalam keadaan baik baik saja
Melihat zen datang segera hani membuka kunci pintu mobil dan segera zen masuk kedalam mobil
"Mana kunci mobil nya?" pinta zen pada hani
__ADS_1
"Ini" jawab hani sambil memberikan kunci mobil nya pada zen
"Sekarang lebih baik kita pergi dahulu dari sini dengan segera" jelas zen
Dengan raungan khas lamborghini segera pergi meninggalkan area pantai dan menuju ke kota kembali
Sampai ke kota seperti perkataan sebelum nya dari permintaan hani zen mengajak nya kesebuah bioskop dalam mall
Di dalam bioskop zen duduk berdampingan dengan hani di pojokan sekarang ini
"By boleh tanya?" ucap hani pada zen
"Tanya apa by?" jawan zen
"Tadi sebenar nya ada apa?" tanya hani pada zen
"Hany sebuah pertarungan geng saja dan sudah beres kok sisanya diurus yang lain nya" jawab zen
"Ehm.....apakah kamu anggota geng juga sekarang by?" tanya hani pada zen
"Iya aku anggota geng juga sekarang apakah kamu kecewa dengan kenyaatan ini?" tanya zen
"Tidak.....yang penting kamu selalu ada untukku begitupun sebalik nya" jawab hani sambil bersandar di lengan zen sambil kembali menonton jalan cerita film yang sedang diputar dalam bioskop sekarang ini
"Makasih sudah pengertian" ucap zen pada hani sambil mengelus elus puncuk kepala hani dengan lembut nya
"ehm" jawan singkat hani
Satu setengah jam berlaku film berakhir sudah maka zen dengan hani keluar dari dalam bioskop dan berjalan jalan di mall dengan ceria sambil bergandengan tangan
"Mau beli sesuatu gak by?" tanya zen
"Aku sebenar nya ingin beli baju sih boleh gak?" tanya hani
"Yaudah ayok aku beliin" jawab zen
"Toko baju mana?" tanya zen
"ehm coba lihat lihat dulu deh kalau ada yang bagus dan aku suka maka beli aja" ucap hani
"Yaudah ayo" jawab zen
Dengan perlahan waktu berjalan dan berlalu tanpa berhenti satu detik pun lama nya
Setelah belanja dengan memakan waktu lama akhir nya sesi jalan jalan di mall dan belanja pakain selesai sudah setelah satu jam berlalu
Jam menunjulan pukul 17.30 sore hari
"By mau langsung pulang?" tanya zen
"Kerumah kamu" jawab hani
"Kenapa kerumah aku?" tanya zen
"Ingin aja" jawab hani
"Nginep?" tanya zen
"Iya boleh kan kayak semalem?" tanya hani
"ehm tapi by aku takut ak-" ucapan zen terpotong oleh perkataan hani sekarang
"Yaudah" jawab zen singkat
Segera dengan perlahan zen berkendara dengan lamborghini milik nya dari mall kerumah dengan segera
Karena memang sudah sore dan badan capek juga sebenar nya setelah kegaiatan hari ini terutama karena habis bertarung juga sebelum nya di pantai tadi siang
Perjalanan berlangsung lima belas menit sampai akhirnya tiba dirumah
Sampai rumah zen dan hani turun dari dalam mobil dan segera berjalan masuk kedalam rumah setelah membuka pintu depan
Begitu masuk kedalam rumah segera zen mengunci pintu dari dalam
"Kamu pakai kamar yang kemarin saja ya by" ucap zen
"Gak mau" jawab hani
"Kenapa?" tanya zen heran
"Mau tidur sama kamu di kamar kamu" jawab hani
"Yaudah deh iya" jawab zen pasrah karena memang tak mau memperpanjang urusan seperti ini
Segera mereka masuk kedalam kamar zen dan menyimpan barang belanjaan mereka sebelum nya yang dibeli di mall tadi
"Kau mandi duluan sana gih kan tadi beli baju tidur juga bisa dipakai sekarang kan?" ucap zen pada hani
"Iya udah kalau gitu aku mandi duluan" jawab hani
Setelah hani masuk kekamar mandi ponsel nya berdering dan zen lihat itu panggilan dari ibu nya
Klik
Panggilan telpon zen jawab yang ada di ponsel hani barusan
"Halo hani sayang kamu dimana?" tanya sang ibu khawatir
"Halo mah ini zen" jawab zen
"Ah ini kamu ternya zen......dimana hani nya nak?" tanya sang ibu
"Dia lagi di kamar mandi mah emang ada apa?" tanya zen
"Mamah cuma mastiin aja hani dimana tapi kalau lagi sama kamu mamah bisa tenang sih dan emang nya kalian habis dari mana dan lagi dimana sekarang?" tanya ibu hani
"Sebelum nya sesuai janji zen akan mengajak hani jalan jalan sebagai permintaan maaf atas kejadian tadi pagi nah sekarang udah pulang tapi kerumah zen karena hani gak mau pulang kerumah mamah katanya ingin nginap disini apakah boleh?" tanya zen meminta izin
"Owh gitu ya.....yaudah kalau begitu namun mamah mau kasih pesan buat kamu zen dan ini pesan papah juga" ucap ibu hani
"Kenapa mah?" tanya zen
"Jangan sakiti hani bisa kan nak?" tanya ibu hani
"Zen paham mah dan mamah sama papah bia tenang karena zen janji akan bahagiakan hani dan jaga dia baik baik kok" jawab zen penuh keyakinan dan tekad serius dalam bicara nya barusan
"Yasudah kalau gitu mamah sama papah pegang ucapan kamu ya zen" ucap ibu hani
__ADS_1
"Ya mah" jawan zen
"Yaudah kalau begitu mama matiin telpon nya takut ganggu kalian hihihi" ucap ibu hani sambil mematikan sambungan telpon nya
Segera hani keluar tepat pada saat zen baru saja meletalan ponsel hani diatas meja dalam kamar nya
"By giliran kamu mandi gih dan aku akan masakin makan malam buat kita" ucap hani
"Ok" jawab zen
Segera zen masuk kedalam kamar mandi sekarang dan dapat tercium di dalam kamar mandi bahwa ada harum dari tubuh hani yang wangi karena memang kamar mandi nya baru dipakai hani barusan
"Sialan menggoda sekai walau hanya harum tubuh nya" ucap zen
"Huft......sabar godaan" ucap zen
Segera zen mandi di dalam sana
Sedangkan hani sekarang berada di dapur dan tengah memasak makan malam untuk mereka berdua makan
Lima belas menit berlalu tepat setelah hani selesai masak zen datang ke meja makan menghampiri hani yang sudah selesai masak dan baru saja selesai menata makanan diatas meja
"By udah selesai mandi nya?" tanya hani
"Iya.....kamu sendiri dah beres masak nya hm?" tanya zen
"Ya udah ayo makan mumpung masih anget biar lebih nikmat" ucap hani
"Ok" segera zen duduk dikursi dengan hani mengambilkan porsi makan malam nya untuk zen kedalam piring
Kemudian dengan segera acara makan malam dimulai dengan begitu nikmat akan rasa atau citarasa makanan dimulut yang begitu menggugah selera makan mereka berdua terutama zen
"Aku suka masakan mu by" ucap zen jujur
"Kalau begitu sudah pas dong jadi calon istri yang baik untuk kamu by?" tanya hani
"Uhuk....uhuk....." zen tersedak makanan di mulut nya
"Astaga by pelan pelan makan nya ini minum cepetan" ucap hani khawati
Setelah selesai minum zen lebih baik dan berkata "by jangan kejauhan dulu ya mikir nya sampai calon istri segala"
"Kenapa gak suka ya kamu sama aku hm?" tanya hani mulai sedih kembali
"Eh tidak tidak bukan gitu hy maksud aku tuh....." jawan zen segera
"Terus apa coba maksud nya?" tanya hani menatap zen sendu
Zen berdiri dari duduk nya dan berjongkok disamping hani yang sedang duduk di kursi makan sambil memegang kedua lengan nya dengan lembut dan mengusap usap nya
"Maksud ku itu pernikahan kita memang masih lama mungkin karena kau tahu kan aku baru mulai semua nya? Namun kau memang udah pantes kok jadi istri aku by" jelas zen
"Beneran?" tanya hani memastikan sambil menghadap kearah zen
Cup
Zen mengecup punggung tangan hani dengan lembut dan berkata "beneran by"
Segera setelah itu kembali mereka berdua makan bersama dengan senang nya dan penuh akan kebahagiaan dan keceriaan nya
........
Di dalam kamar sekarang zen dengan hani sedang berbaring di satu ranjang tempat tidur yang sama dengan posisi berpelukan
"By" panggil hani pada zen
"Kenapa hm?" jawab zen
"Kamu gak pernah ada gitu pemikiran buat nyentuh aku?" tanya hani tiba tiba
Zen menatap hani dalam dalam sekarang sebelum menjawab denga lembut
"Gak sekarang by belum waktu yang tepat ngerti kan?sabar ya" jawan zen
"ehm" jawab hani singkat
"Lagian asal kamu tahu aja aku juga lekaki normal yang suka ama perempuan jadi saat saat kayak gini tuh menggoda iman banget namun aku tahan karena tahu belum waktu yang tepat untuk itu by jadi jangan salah paham ya" jelas zen panjang lebar menjelaskan nya pada hani
"Aku mengerti maaf kalau terkesan maksa banget by" ucap hani
"Yaudah tidur ya dah malem besok kan masih harus kuliah pagi" jawab zen
"ehm by itu boleh gak?" ucap hani bertanya dengan ragu nya
"Apa nya yang boleh?" tanya zen pada hani sekarang ini
"Cium dulu" ucap hani
Zen tersenyum dan kemudian memberikan sebuah kecupan lembut untuk hani sekarang ini di bibir nya sekilas sebelum melepas nya "dah sekarang tidur ya by dah malem capek juga aku" ucap zen
"ehm makasih by" jawab hani
Segera mereka tertidur dengan saling berpelukan nya hingga terlelap dalam mimpi indah masing masing nya sekarang dengan segera begitu saja tanpa hambatan apapun
Di lain tempat
"Pah seperti nya hani benar benar memilih lelaki yang tepat sebagai calon suami nya" ucap anita ibu hani
"Iya papah setuju namun zen dan hani masih dalam tahap pacaran dan masih jauh ke menikah" jawab arya papah hani
"Kata siapa masih lama" timpal si ibu
"Maksud mamah?" tanya papah arya
"Kalau mereka bisa punya anak duluan kan jadi bisa nikah lebih cepet kan pah?" ucap mamah anita
"Kayak nya gak bakal deh mah karena arya keliatan kaya lelaki yang bener bener menjaga dengan baik hani dan gak akan ngerusak nya dengan begitu saja paham kan maksud papah mah?" jawab papah arya menjelaskan penilaian nya terhadap zen selama bertemu sebelum nya
"Iya juga ya.....dan lebih baguskan jika maria dulu yang nikah namun dia belum pernah tuh keliatan dekat sama pria selain zen sebelum nya" jawab mamah anita
"Huft.....sudahlah biar tuhan yang menentukan" jawab papah arya atas perkataan mamah anita mengenai maria anak pertama mereka yang sudah berumur namun belum juga menikah dia
Malah soal pria kayak nya terdahuli hani si bungsu
Kembali pada zen dan hani sekarang yang tengah tertidur lelap nya dikasur
****
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih