Kartu Sihir

Kartu Sihir
Maria II


__ADS_3

Zen berdiri menunggu di luar pintu kamar mandi sambil bersandar pada pintu kamar mandi


Sedangkan maria di dalam kamar mandi selesai buang air kecil segera mencuci tangan dan muka nya dengan air di wastafel


Sambil memamdang pantulan diri sendiri di cermin yang ada pada wastafel sekarang ini maria bergumam dalam pikiran nya sendiri


"Apakah aku kakak yang buruk menyimpan perasaan suka pada adik ipar ku sendiri?" gumam maria dalam pikiran nya


"Huft.....namun hanya berada di dekat zen saja hati ini bereaksi seperti sebelum nya.....dan lagi entah sejak kapan perasaan ini hadir dalam hati ini" gumam maria dalam pikiran nya sampai sebuah suara panggilan dari luar kamar mandi terdengar sekarang


"Kak maria apakah kau sudah selesai didalam sana?" tanya zen dari luar kamar mandi


"Iya aku akan segera keluar" jawab maria


Segera maria kembali fokus pada saat ini dan melupakan rasa dihati nya agar tidak lebih besar lagi karena bagaimanapun zen adalah adik ipar nya sendiri


"Walau aku bukan kakak kandung mu namun aku masih bukanlah kakak yang baik jika sampai merebut pria mu han" ucap maria sambil berjalan keluar kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi


Zen menyambut diluar dengan sebuah uluran tangan yang lembut dan kembali membantu maria berjalan kembali ke tempat tidur nya sekarang


Setelah duduk di tempat tidur sekarang maria menatap zen yang berada di hadapan nya


"Zen" pamggil maria


"Iya kak ada apa?" tanya zen


"......" hening tak ada jawaban dari maria sekarang


Sehingga zen menjadi penasaran dan heran akan sifat kak maria


"Kak kenapa?" tanya zen


Maria tersenyum dan mengalungkan lengan nya di leher zen sekarang


Zen bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kak maria sekarang ini pada nya dalam posisi seperti sekarang


"Zen apakah kakak bisa punya tempat dihati mu?" ucap maria tiba tiba


Jder......


Bagaikan petir menyambar disiang hari sekarang bagi zen yang mendengar perkataan maria ini


"Kak.....kau bercanda kan?" tanya zen tak percaya nya


Maria tak menjawab dan malah mencium bibir zen beberap saat sampai akhirnya melepas ciuman tersebut


Zen tertegun dan tak bisa apa apa sekarang membuat zen terbengong dan kaget bukan main akan kelakuan dan sifat maria sekarang


"Kakak kau?!" zen benar benar tak bisa berkata kata lagi sekarang mendapati kak maria sekarang yang memang seperti nya memiliki rasa suka terhadap nya atau perasaan pada nya ini


Sehingga ketika dihadapkan pada situasi sekarang ini membuat zen benar benar kalut dan tak bisa berbuat seenak nya saja


"Zen kakak tahu apa yang kau pikirkan sekarang namun perlu kau tahu entah sejak kapan perasaan ini hadir dalam hati kakak padamu dan entah karena alasan apa bisa hadir perasaan ini dihati kakak dan akan selalu untuk mu bukan yang lain" jelas maria


Belum sempat zen menjawab dan bereaksi sekarang malah menjadi lebih kacau lagi situasi nya


"Ahem" terdengar suara deheman dari arah belakang zen membuat zen menoleh kebelakang dan begitupun maria yang sekarang menoleh kearah sumber suara berasal


!!


Maria dan zen dibuat tercekat kaget karena mamah anita kemudian papah arya dengan hani sekalipun sekarang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit untuk diartikan sama sekali


Maria segera melepas lengan nya dari leher zen dan duduk dengan posisi lebih menjauh dari tubuh zen juga


"Jadi maria apakah kau serius dengan perkataan mu barusan nak?" tanya mamah anita

__ADS_1


Maria tak menjawab dengan perkataan namun dengan anggukan kepala nya maria menjawab


"Huft......" papah arya dan mamah anita dibuat benar benar tak karuan sekarang


Dimana posisi nya sekarang ini adalah dua anak mereka sama sama menyukai pria yang sama yaitu zen


"Jadi zen apa jawaban mu?" tanya papah arya


"Apakah mamah dan papah mendengar semua nya percakapan kami?" tanya zen memastika


Mamah anita dengan papah arya menjawab dengan deheman pelan dan anggukan kepala mereka secara bersamaan "hm"


Lalu zen menoleh kearah hani sekarang "by kamu juga?" tanya zen memastikan sebab melihat kondisi hani sudah benar benar menangis


Hani menganggukan kepala nya tanda jawaban atas pertanyaan zen barusan pada dirinya sendiri


"Huft......" zen memghela nafas berat sekarang karena tak pernah terpikir akan menjalani hidup seperti sekarang ini dan mengalami situasi seperti sekarang


"Zen perlu kamu tahu maria bukan anak kandung mamah dan papah" jelas mamah anita tiba tiba


!!!


Segera zen kembali dibuat kaget bukan main lalu kenapa alasan nya dan ada apa sebenar nya dengan keluarga ini?!


Melihat raut wajah kaget dan terkejut zen segera mamah anita menjelaskan lebih lanjut lagi


"Jadi dulu setelah pernikahan papah dan mamah selama dua tahun kami belum dikaruniai anak maka mengambil maria dari panti asuhan untuk menjadikan nya anak angkat kami sekaligus sebagai pancingan anak untuk mamah dan papa" jelas mamah anita


!!


Kaget lagi lagi itulah zen sekarang ini mendengar cerita dari mamah anita yang mengejutkan nya sekali


"Yang hendak mamah katakan adalah walau kau menikahi kedua anak mamah sekaligus pun itu masih sah dan tak salah di mata agama dan hukum"


"Sekaligus kau harus bisa selesaikan dengan maria dan hani untuk persoalan ini paham kan nak?" pinta mamah anita setelah penjelasan nya usai


"......" hening tak ada jawaban sekarang dari zen dan begitupun dengan maria dan hani


Segera saja setelah mengatakan hal tersebut mamah anita dan papah arya beranjak dari duduk nya keluar kamar rawat maria meninggalkan hani dan zen juga disana termasuk maria tentu saja


Namun sebelum keluar dari dalam ruangan kamar rawat inap maria mamah sarah berkata "zen selesaikan masalah ini hari ini juga mamah tak mau kedua anak mamah jadi kurang baik hubungan nya kedepan nya nanti" jelas mamah anita


Lalu mamah anita menyusl papah arya yang memang sudah keluar ruangan kamar rawat inap maria duluan sebelum nya


Dalam kamar rawat inap maria suasana heni g dan tak ada siapapun yang berbicara satu patah kata pun sekarang


Karena merasa sebagai lelaki zen harus tegas dan bisa meyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan baik baik apalagi ini semua karena salah nya juga mungkin


"Hani kemari" panggil zen


Tanpa membantah atau banyak bicara lagi hani segera beranjak dari sofa dan berjalan kehadapan zen sekarang


Zen memegang tangan hani dan menariknya sehingga menempel dengan tangan maria yang juga ditarik oleh tangan zen yang satu nya lagi


Tangan maria dan hani bersentuhan namun tak saling berpegangan kecuali ditahan zen agar terus menempel saja


"Kalian kakak adik dan hubungan kalian walau tak sedarah namun kulihat kalian seperti kakak adik seperti umum nya tak ada perbedaan sama sekali"


"Jadi aku hanya ingin bilang disini bahwa kalian jangan sampai rusak hubungan satu sama lain nya bisa kan demi aku?" tanya zen


Masih hening.......


Sampai akhirnya sekarang maria berkata sambil meneteskan air mata nya dan memegang erat lengan hani


"Han....." panggil maria

__ADS_1


"Kak" jawab hani


Mereka saling tatap dan kemudian maria berkata "kakak akan pergi dari keluarga ini dan kalian jangan pernah putus hubungan karena kakak yakin kalian adalah pasangan yang serasi san cocok"


"Tidak boleh!!!" tolak hani sambil meneluk erat maria seolah benar benar takut berpisah dengan kakak nya ini


"Tapi aku bisa merusak hubungan kalian" jawab maria sambil membalas pelukan hani dengan erat juga


"hiks.....aku rela berbagi dengan mu kak karena itu bukan masalah bagiku" jawab hani sambil memeluk erat badan maria


"Sayang kau bicara apa aku tak mau kau berbagi justru dan itu lebih baik kau kuasai zen sendiri untuk mu apalagi itu hak mu sebagai kekasih nya kan" jawab maria segera


"Kak aku mohon jangan tinggalkan aku ya kak plis nanti kalau kakak pergi aku akan kesepian dirumah" rengek hani psda maria


Tiba tiba zen memeluk mereka berdua dan dengan hangat nya


"Sudah tidak ada yang boleh pergi dari sisiku baik itu kamu si cengeng atau kamu si energik paham!?" ucap zen sambil memeluk hani dan maria


!!


Segera kedua nya dibuat terkejut dan luluh oleh perlakuan zen seorang pria yang disukai mereka berdua


Segera saja hani dengan maria memeluk erat zen sekarang


Sedangkan di lain tempat sekarang ini mamah anita dengan papah arya sedang berdua di dalam kamar dengan mamah anita sedang bersandar di dada suami nya


"Pah bagaimana ya mereka sekarang?" tanya mamah anita


"Apapun hasil nya nanti kita harus dukung keputusan zen dan dua anak kesayangan kita" jawan papah arya


"Sudah ah ngantuk nih tidur lagi saja" jawab papah arya


Mereka akhirnya tertidur bersama dengan lelap dan tenang nya


Kembali pada zen dan dua wanita nya sekarang


"Sekarang kalian berdua tidur lah aku akan berjaga dan tidak ada bantahan" tegas zen


"Baik" jawab hani dan maria bersamaan


"Oh ya gimana kalau sekarang kedepan nya aku dan kak maria manggil kamu dengan mas?" saran hani


"Mas? Jangan ah kayak aneh ganti yang lain aja" tolak zen


"Sayang?" timpal maria


"Itu lebih baik" jawab zen


Segera saja sekarang zen menyuruh kedua wanita nya tidur


"Sudah tidur cepet" perintah zen


Mereka berdua tidur (Hani dan Maria) dengan hani berbaring diatas tempat tidur yang sama dengan tempat hani berbaring


Karena tempat tidur nya luas jadi bisa dipakai berdua seperti sekarang


Zen duduk di sofa dan kemudian mengusap kasar wajah nya


"Huft......apalagi nanti yang akan menungguku dimasa depan?" gumam zen dalam hati nya sekarang karena memikirkan apa yang barusan dia alami


****


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih

__ADS_1


__ADS_2