
Saat ini, zen duduk dengan tenang bersama leon yang sedang menjelaskan bagaimana situasi terakhir kali yang dirinya dapatkan dari tim disana.
"Jadi bisa dibilang kedua belah pihak masih dalam posisi bertahan?" tanya zen.
"Benar" jawab leon.
"Aku masih bisa tenang jikalau begitu" ucap zen.
"Benar, namun entah sampai kapan situasi itu akan bertahan sebelum akhirnya peperangan pecah diantara kedua belah pihak" jawab leon.
"Sebenarnya kenapa meski berperang dan apa yang menjadi landasan utama bentrokan ini terjadi, sampai-sampai melibatkan Seven Gun's?" tanya zen.
"Karena tanah yang mereka jadikan medan perang sekarang" ucap leon menjawab.
"Pasti tidak hanya karena sepetak tanah yang diperbutkan mereka bukan?" tanya zen.
"Benar, tanah itu memiliki harta yang terkubur dalam jumlah banyak dibawahnya" jawab leon.
"Apa harta itu?" tanya zen.
"Emas dan perak" jawab leon.
"Jadi bagaimana kronologisnya sampai terjadi peperangan?" tanya zen.
"Awalnya kelompok pasukan perbatasan menemukan sebuah gua yang diisi banyak emas, dan saat yang bersamaan para ******* menemukannya juga" ucap leon.
"Maka mereka bentrok memperebutkan wilayah yang diperkirakan memiliki emas dan perak dalam jumlah banyak ini?" ucap zen menebak.
"Benar" jawab leon.
"Kalau begitu aku mengerti situasi dibalik alasan mereka saling bertahan sekarang ini" ucap zen.
"Mereka saling bertahan selain untuk menyusun strategi adalah untuk melihat apa langkah yang akan diambil satu sama lainnya" jawab leon.
"Jika begitu aku pamit sekarang, nanti kau bisa beritahu aku kapan aku bisa pergi kesana" jawab zen.
"Baiklah" jawab leon.
Zen menghilang dengan tiba-tiba diluar bangunan yang menjadi tempat mereka mengobrol barusan.
....
Zen muncul dihadapan rumahnya secara tiba-tiba dan mengejutkan darco dengan kelompoknya.
"Zen kamu mengagetkan saja" ucap darco.
"Maaf membuat kalian terkejut, sekarang sudah aman kalian bisa kembali ke tempat kalian" jawab zen.
"Bagaimana bisa secepat ini?" tanya darco bingung.
"Itu urusanku, sekarang kalian bisa kembali pada urusan kalian masing-masing. Saat kalian butuh bantuanku dimasa depan aku akan bantu dengan senang hati" ucap zen.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit" ucap darco lalu pergi dari sana dengan pasukannya.
Zen masuk kedalam rumah dan disambut oleh yuri dengan senyuman.
"Aku pulang" ucap zen begitu masuk kedalam rumahnya.
"Sudah pulang rupanya, kok cepet?" tanya yuri.
"Karena memang urusannya sudah selesai" jawab zen.
"Jadi bagaimana dengan liona?" tanya yuri.
"Dia seharusnya baik-baik saja" jawab zen.
"Syukurlah, aku juga khawatir padanya yang akan menjadi istrimu juga" jawab yuri.
Zen tersenyum dan berkata "aku mandi dulu, lalu setelah itu ingin makan makananmu"
__ADS_1
"Emang udah laper lagi?" tanya yuri.
"Buatin camilan aja deh" jawab zen.
"Ok" jawab yuri.
Zen masuk kedalam kamar mandi yang berada didalam kamar, kemudian menggunakan kesempatan kartu permohonan yang masih ada disimpan.
"Gunakan kartu permohonanku"
[Silahkan langsung sebutkan permohonan anda]
"Buat kelompok Seven Gun's dan para ******* itu mati" ucap zen.
[Permohonan diterima]
[Permohonan terkabul]
Zen memasang senyuman dibibirnya, lalu segera mandi dan setelah itu langsung berpakaian.
.....
Sementara di lain tempat pada belahan negara lainnya.
Anggota Seven Gun's dengan para ******* mendadak merasakan sesak nafas dan kepala pusing secara tiba-tiba dan serempak bersamaan.
Hingga mereka semua kejang-kejang dan terkapar diatas tanah dan lantai bergeletakan satu demi satu, hingga menghembuskan nafas terakhirnya.
Terlihat pasukan pengintai yang melihat dari jarak jauh kejadian tersebut merasa heran dengan apa yang terjadi pada para musuh.
"Aku harus melaporkan pada markas"
Pengintai tersebut segera melaporkan pada markas mengenai apa yang dirinya dapati ketika melakukan pengintaian di markas musuh.
Kembali pada zen.
Dirinya sedang menikmati camilan yang dibuatkan sang istri yuri.
"Aku senang kalau kamu suka" jawab yuri.
"Seharusnya sebentar lagi liona dan seluruh pasukan tentara indonesia akan pulang ke negara kita" ucap zen.
"Memang misi mereka disana sudah selesai?" tanya yuri bingung.
"Seharusnya sudah" jawab zen.
"Ulahmu bukan?" tanya yuri.
"Iya" jawab zen jujur.
"Bagaimana caranya kamu menyelesaikan masalah sebesar itu dalam waktu sesingkat ini?" tanya yuri dibuat penasaran.
"Rahasia" jawab zen.
"Yaudah kalau gak mau ngasih tahu, terus kapan kira-kira liona kemari?" tanya yuri.
"Mungkin 3 hari lagi" ucap zen.
"Begitu, aku jadi tidak sabar bertemu dengannya" ucap yuri.
"Nanti jangan berantem, aku gak mau kalian melakukan hal seperti itu" ucap zen memberikan peringatan.
"Buat apa berantem, aku kan sudah bilang bahwa aku beri izin kamu untuk menikahi liona" jawab yuri.
"Aku hanya antisipasi saja" jawab zen.
Drrrrtttt......Drrrttttt.......
Ponsel milik zen bergetar akibat panggilan sebuah panggilan masuk yang diterima.
__ADS_1
Ketika di lihat itu adalah panggilan dari leon.
"Halo?" tanya zen.
"Ini pasti ulahmu bukan?" tanya leon tiba-tiba.
"Apanya yang ulahku?" tanya zen.
"Soal Seven Gun's dan para ******* yang mati tiba-tiba" jawab leon memperjelas maksud perkataannya.
"Owh....itu memang aku yang buat" jawab zen.
"Huft.....terimakasih, dengan begini lion dan yang lainnya bisa pulang lebih cepat kenegara kita" jawab leon.
"Aku harap setelah dia pulang ke indonesia, kau tidak akan menyembunyikannya dariku atau menghalangi hubungan kami berdua" tegas zen.
"Selama kau bisa bersikap adil padanya, maka aku akan biarkan kalian dan dukung kalian" jawab leon.
"Baiklah" jawab zen.
"Lalu bagaimana kau melakukan itu?" tanya leon penasaran.
"Melakukan apa?" tanya zen.
"Soal Seven Gun's dengan para ******* bagaimana kau membuat mereka mati secara tiba-tiba dan tanpa ada jejak serangan sama sekali" perjelas leon.
"Hanya sebuah trik kecil, sebagai caraku menunjukan siapa diriku dan sekuat apa diriku ini" ucap zen.
"Maka aku pilih orang yang tepat untuk menitipkan putriku padamu, jaga dan bahagiakan dia dengan baik dan berikan kasih sayang yang adil baginya" ucap leon.
"Aku mengerti, ada lagi yang ingin ditanyakan sebelum aku tutup panggilan telponnya?" tanya zen.
"Tidak ada" jawab zen.
"Oh iya, kapan liona kembali?" tanya zen.
"Besok malam" jawab leon.
"Aku akan langsung bawa dia, soal laporan bisa diurus olehmu bukan?" tanya zen.
"Tentu, kau bisa lakukan itu" jawab leon.
"Bagus, aku tutup telponnya" jawab zen.
Panggilan telpon ditutup, zen kembali menikmati waktunya bersama dengan yuri.
Sementara leon dengan para petinggi lain sedang membahas yang terjadi di sana, akibat terbunuhnya para Seven Gun's dan ******* tersebut.
Sampai rapat selesai, dan keputusan akhir dicapai bahwa itu tidak ada hubungan apapun dengan pihak Indonesia, dan para pasukan TNI akan dikirim pulang segera ke tanah air tercinta Indonesia.
"Boleh aku sampaikan sesuatu?" tanya leon sebelum rapat benar-benar diakhiri.
"Nanti soal purtiku kuharap tidak perlu menulis laporan" ucap leon.
"Kenapa begitu?" tanya salah satu petinggi.
"Kekasihnya akan membawanya pergi langsung begitu tiba di tanah air, dan kuharap tidak ada yang menyinggungnya" ucap leon.
"Apakah orang berbahaya?" tanya petinggi lain.
"Lebih berbahaya dari Seven Gun's dan ******* yang baru saja dimusnahkan" jawab leon.
!
Semua petinggi disana terkaget dengan apa yang dikatakan leon barusan, jadi mereka sudah paham apa yang harus dilakukan saat itu tiba.
Agar tidak menyinggung sosok seberbahaya itu dimasa yang akan datang nantinya demi sebuah kedamaian yang tercipta di negara tercinta.
Bersabung.......
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang
Makasih.