Kartu Sihir

Kartu Sihir
Balas Dendam


__ADS_3

"Iya ini aku" jawab zen


"Apa yang sudah terjadi padamu,kenapa bisa berubah begini dalam semalam saja padahal kemarin kau kan tidak begini zen?" tanya hani kaget nya


"Ini mungkin karena pola hidup sehat saja han" jawab zen simple


"Tapi apakah bisa berubah dalam semalam begini?" tanya hani masih tak percaya nya


"Hehehe sudahlah mungkin memang sudah takdir nya han" jawab zen sambil tersenyum


"Ekhem" ucap seseorang dengan tiba tiba menirukan suara batuk


Segera zen dan hani menoleh keara brian yang tiba tiba pura pura batuk barusan


"Eh maaf malah melupakan mu bri" ucap zen


"Sudahlah sudah jangan bahas lagi jadi kek kelas sekarang gak sebelum telat nih" ucap brian pada zen


"Yaudah han kalau begitu aku kelas dulu ya nanti kita ngobrol lagi nya ya" ucap zen ada hani


"Iya aku juga udah mau ke kelas" jawab hani


Segera saja mereka berpisah ke kelas masing masing dan walau jurusan hani sama namun beda kelas dengan zen dan brian


Sampai kelas begitu semua orang melihat kedatangan zen bagaikan oppa korea tersebut suasana mendadak hening seketika


Sebelum akhir nya kembali semua oramg sadar akibat perkataan brian


"Heh sudah napa pada bengong nya" ucap brian menyadarkan semua orang di kelas yang sedang terkagum kagum dan terpana dengan zen sekarang ini


Segera zen duduk di kursi nya begitupun dengan brian juga yang duduk di kursi nya sendiri


"Hey apakah kau percaya ini?"


"Aku juga sama kaget nya denganmu sekarang ini"


"Aku tak menyangka dia adalah zen yang benar benar berubah bagaikan oppa korea sungguh daebak sekali"


"Iya ini diluar nalar"


Begitulah sedikitnya bisik bisik tetangga atau bisik bisik antara mahasiswa/i kampus di kelas zen ketika melihat penampilan baru nya zen


Zen pun yang mendengar bisikan bisikan tersebut hanya diam saja dan tak menghiraukan mereka semua ini yang tengah asik bergosip tentang nya sekarang di dekat nya pula


Lima menit berlalu bell masuk berbunyi tanda kelas dimulai......


Tak lama setelah bell berbunyi dosen masuk kedalam kelas dengan santai


Pada awalnya dosen tak memyadari kehadiran oppa korea ini di kelas nya karena sibuk menata barang nya di atas meja sebelum akhir nya ketika mengabsen mahasiswa/i di kelas nya dia baru sadar akan kehadiran oppa korea ini


"Astaga apakah kamu nyasar oppa?" tanya sang dosen pada zen yang bak oppa korea ini karena berada di kelas nya


"Bu sarah apanya yang sarah saya zen" jawab zen pada dosen ini


"Apa!?" seolah tak percaya akan apa yang didengar nya bu sarah meminta zen mengatakan nya sekali lagi


"Coba kamu bilang sekali lagi siapa tadi nama kamu?" tanya bu sarah dengan tak percaya nya seolah takut salah dengar


"Saya zen bu" jawab zen kembali


"Astaga bagaimana bisa kamu adalah zen?!!" ucap bu sarah tak percaya nya


"Entah" jawab zen singkat


"Huft.....baik baiklah lupakan masalah ini mari lanjutkan kembali kelas nya" ucap bu sarah sambil kemudian kembali mengabsen mahasiswa/i di kelas nya sekarang


Selesai dengan mengabsen mahasiswa/i bu sarah kemudian memulai kelas nya dengan memberikan pengajaran materi yang dijelaskan langsung oleh nya dengan jelas sejela jelasnya


Materi bahan ajar mengenai dasar bisnis seperti apa yang penting


Dan lain lain nya.........


Kelas berakhir tepat pukul 10.30 siang hari maka segera zen dengan para mahasiswa/i lainnya keluar dari dalam kelas mereka masing masing setelah dosen nya yang juga keluar kelas


Zen selesai mengemas barang nya kedalam segera saja bangkit dari duduk nya dan hendak pergi namun sempat tehenti karena dipanggil oleh brian


"Mau kemana zen?" tanya brian


"Aku ada urusan jadi aku harus pergi duluan ta apa kan?" tanya zen


"Kenapa buru buru amak emang?" tanya brian balik


"Iya ini penting dan katakan pada hani,violet dan marcel aku tak bisa gabung dulu sekarang" ucap zen pada brian


"Yaudah deh kalau begitu" jawab brian


Segera mereka bersama sama keluar kelas namun brian belok kearah kantin dan zen belok kearah luar kampus namun sebelum keluar dari dalam gedung kampus ada yang memanggil nama nya


"Zen tunggu!" panggil sebuah suara pada nya yang akrab sekali di telinga zen


Segera zen berhenti dari langkah nya menuju keluar gedung kampus dan berbalik menatap kearah belakang


Terlihat hani disana sedang berjalan mendekati nya


"Kenapa han?" tanya zen


"Kau mau kemana?" tanya balik hani


"Aku ada urusan ingin pergi dulu dan ini mendesak juga penting" jawab zen


"Yah gak bisa makan siang bareng dong padahal sudah aku buatkan khusus untukmu nih dari rumah sebagai rasa terimakasih ku atas masakan mu kemarin malam" ucap hani sedih


"Emm......kalau begitu ikut aku aja mau gak nanti kita bisa makan siang disana gimana?" ajak zen pada hani


Seketika raut kecewa di wajah menggemaskan hani menghilang dan digantikan dengan wajah ceria nya begitu saja

__ADS_1


"Benarkah zen?!" tanya hani memastikan


"Iya ayo pergi" ucap zen


Segera mereka berjalan bersama dengan berdampingan nya sampai keluar gedung kampus dan menuju halaman depan kampus


"Kau mau kemana emang nya zen?" tanya hani sambil berjalan di samping zen menuju luar gedung kampus


"Aku mau ke Perusahaan Angkasa han" jawab zen


"Memang mau apa kesana?" tanya hani kembali


"Aku ada urusan penting disana nanti kamu juga tahua kok" jawab zen sambil menatap kearah hani


"Mau naik apak kesana nya?" tanya hani


"Taxi mungkin karena aku tak punya kendaraan pribadi kan han" jawab zen


"Yaudah pake mobil ku saja kamu yang nyetir gimana mau?" tanya hani


"Apakah boleh nih?" tanya zen


"Iya" jawab hani singkat


"Yaudah ok nanti sebagai ganti nya aku ajak jalan jalan ok?" tanya zen


"Ah zen kayak ama siapa aja udah nih kunci nya kita ambil mobilku diparkiran sekarang" ucap hani


Segera mereka berjalan beriringan menuju parkiran kampus dibawah tatapan orang orang disekitar sana yang melihat mereka dengan begitu beragam nya


Dari mulai


Tak suka


Kagum


Iri


Benci


Kesal


Terpana


Segala macam tatapan ada disekitar mereka berdua yang menatap dari kejauhan saja dan tak bisa menggapai nya


Sedangkan di sebuah sudut bangunan kampus ada tiga orang disana sedang menatap kesal dan benci pada zen dengan amarah yang memuncak nya


"Sialan kau zen sudah membuat ku benar benar kesal sekali karena tak menghiraukan perkataan ku untuk menjauhi hani!!"


"Maka akan kau terima akibat nya sekarang juga!!" teriak pria tersebut dalam hati nya sambil berlalu pergi bersama dua pengikut nya yang setia


Kemudian pria tersebut setelah pergi dari sana segera saja menelpon seseorang


"Halo" ucap pria tersebut pada orang disebrang telpon


"Habisi seorang anak muda untukku akan kubayar kau seperti biasanya untuk semua informasi akan kukirimkan lewat pesan text" ucap pria yang sedang kesal ini sambil menutup panggilan telpon nya


Dan segera mengetikan segala informasi mengenai zen dengan lengkap dan kemana dia pergi sekarang ini dalam pesan text dan dikirim kepada orang disebrang telpon sebelum nya


Setelah selesai mengirimkan pesan tersebut segera saja pria tersebut berkata dengan penuh arogansi nya


"Kau akan tamat hari ini zen!!" ucap nya geram


Kembali pada zen.....................


Dalam mobil hani sekarang ini zen sedang menyetir dengan kecepatan normal nya bersama hani si pemilik mobil duduk di samping nya dalam kursi penumpan dengan santai


"Jadi zen tentang akan apa yang kau lakukan di perusahaan angkasa nanti perlukah aku tahu atau bagaimana?" tanya hani pada zen


Tahu akan maksud dari perkataan hani barusan zen menjawab nya dengan diriingi senyuman diakhir kalimat nya


"Kau boleh tahu kok supaya kau bisa mengerti darimana aku dapat rumah ku yang mewah kemarin dan semua yang kudapat nanti dimasa depan dari mana nya"


"Namun bisa janji satu hal untuku han?" tanya zen ada hani sambil menatap nya dalam mobil selagi berhenti di lampu merah


"Apa itu?" tanya hani pada zen


"Jangan beritahu dulu apapun yang terjadi nanti pada yang lain nya bisakan?" tanya zen meminta kepada hani


"Iya tentu aku mengerti maksud mu" uca hani menjawab


Segera mobil kembali melaju karena lampu merah sudah berubah menjadi kuning dan ke hijau


Sekitar lima menit berjalan setelah berhenti di lampu merah barusan zen dengan hani yang mengendarai mobil hani sekarang dicegat dari depan oleh dua mobil sedan hitam di jalanan agak sepi


Segera zen berhenti dan menatap pada kedelapan orang disana yang terlihat menunggu kedatangan nya


"Zen bagaimana ini siaa mereka semua ini?" tanya hani dengan cemas pada zen


"Tenang saja kamu diam disini dan kunci pintu nya sementara aku mengurus mereka semua ok?" ucap zen pada hani menjelaskan


"Ya dan kamu hati hati jangan sampai kenapa napa ok?" tanya hani pada zen dengan cemas


Zen tersenyum dan mengusap puncuk kepala hani sambil berkata "tenang saja aku kuat dan hebat kok" ucap zen


Segera setelah itu keluar dari dalam mobil hani dan menutup pintu nya


Hani mengunci pintu dari dalam sesuai dengan perkataan zen barusan pada nya sedangkan zen sendiri menatap kedalapan orang dihadapan nya dengan tatapan marah sekali


Sebab kedelapan orang ini sudah pasti suruhan ketiga pengganggu nya itu


Sebab dulu kedelapan orang ini jugalah yang pernah memukuli diri nya sampai babak belur dan membuat nya tak pulang kerumah dengan alasan kerja kelompok dan menginap di rumah brian


Dan kedelapan orang ini adalah suruhan ketiga penidas nya dulu

__ADS_1


Namun sayang sekali sekarang sudah berbeda dimana zen tak lagi seperti dulu yang lemah dan tak berdaya melainkan sudah berubah menjadi kuat dan mulai memiliki kuasa dalam dunia ini


Apalagi dengan ada nya Kartu Sihir akan mempermudah semua nya


Kembali pada saat sekarang ini zen sedang berdiri tepat dihadapan ketua nya dan berkata


"Jangan banyak bicara langsung saja" ucap zen menantang


"Bocah kukira siapa yang diminta tuan muda untuk dihabisi ternyata kau lagi rupanya" ucap si ketua tersebut berlagak sok


Kemudian si ketua tersebut memberikan aba aba pada anak buah mya untuk maju menyerang sementara dia menyalakan sepuntung rokok di mulut nya


"Urus anak ini oleh kalian semua dengan segera karena makin cepat tugas ini selesai maka uang semakin cepat datang kedalam kantong kita" ucap si ketua berlagak sok


Segera ketujuh orang berjalan kehadapan zen dengan satu persatu mulai melayangkan tinjuan nya pada zen satu demi satu nya


Syut


Satu pukulan zen hindari dari arah belakang dan memberikan sebuah serangan balik berubah tendangan dari atas kebawah tepat mengenai punggung orang yang sebelum nya menyerang diri nya


"Buagk!!"


Pria tersebut pingsan sedangkan sebuah serangan datang lagi pada nya daru samping dan belakang nya lagi sekarang


Syut


Swush


Satu pukulan dan satu tendangan zen hindari dan memberikan pukulan balasan berupa bogem mentah tepat ke ulu hati mereka berdua berbarengan nya


"Buagk"


"Buagk"


Segera dua lagi tumbang maka dengan ini tersisa empat lagi setelah tiga tumbang sekejap mata


Karena keempat nya masih diam dan baru saja bereaksi setelah melihat teman teman nya tumbang keatas tanah


Wush


Swush


Wush


Swush


Empat pukulan datang dari empat arah berbeda mengarah pada zen namun semua itu dihindara oleh zen dengan segera nya sekarang ini


Malah memberikan sebuah serangan memutar yang lang langsung mengenai mereka berempat nya


"Buagk"


"Buagk"


"Buagk"


"Buagk"


Selesai keempat nya juga jatuh pingsan dalam satu serangan nya saja


Entah mereka lemah atau zen yang terlau kuat sekarang ini ketika menghadapi ketujuh orang ini


Si ketua kelompok sebelum nya yang berlagak sok segera syok dan bahkan rokok di mulut nya terjatuh keatas tanah begitu saja


Zen mendekati nya dan berdiri dihadapan si ketua tersebut sambil berkata mengancam


"Katakan pada boss mu itu bahwa ini masihlah awalan nya" ucap zen pada si ketua kelompok tersebut sambil memberikan sebuah pukulan keras ke ulu hati nya hingga si ketua kelompok tersebut pingsan


Zen berbalik meninggalkan mereka semua yang terkapar di jalanan raya dan kembali masuk kedalam hani


Di dalam mobil nya hani melihat kedatangan zen yang sudah masuk kembali kedalam begitu senang karena zen baik baik saja


"Zen kau tidak terluka parah kan?" tanya cemas hani pada zen


"Enggak kok bahkan luka lecet juga gak ada sama sekali" ucap zen menjawab pertanyaan cemas haninpada nya


"Huft......syukurlah kalau begitu" jawab hani lega


Hani sendiri tidak tahu mereka siapa namun satu hal yang pasti mereka memang menargetkan zen barusan


Dengan kembali menyalakan mesin mobil nta segera saja zen kembali berkendara dengan kecepatan normal dan memutar balik untul mencari jalan lain menuju perusahaan angkasa yang lebih baik dari ini


Hingga setelah lima belas menit akhir nya zen sampai di perusahaan angkasa dan setelah parkir mobil zen menelpon wiliam sekarang


"Halo tuan wiliam" tanya zen


"Hao tuan zen apakah anda akhirnya sampai di kantor?" tanya wiliam semangat nya


"Begitulah.....kau dimana bisa turun kebawah tidak jemput aku masuk kedalam kantor" tanya zen


"Baik baik saya akan segera turun kebawah dan menyambut anda secara pribadi" ucap wiliam semangat nya


Zen mematikan sambungan telpon nya dengan wiliam dan segera mengajak hani turun dari dalam mobil


Setelah turun dari dalam mobil zen berjalan dengan hani disamping nya kearah pintu masuk perusahaan dari tempat parkir di samping perusahaan ini


Sampai pintu depan perusahaan terlihat seorag pria baya dengan balutan pakaian khas seorang direktur datang menyambut zen


"Tuan muda zen perkenalkan saya adalah wiliam" sapa nya sambil mengajak jabat tangan dengan mengulurkan lengan nya.


Dengan segera zen menyambut uluran tangan wiliam dan berkata "zen"


Setelah selesai salaman segera mereka masuk diantar wiliam menuju ruangan kantor milik zen sekarang di perusahaan yang berada di lantai 15 kantor perusahaan angkasa ini


****

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang


Makasih


__ADS_2